Kepakan Sayap yang Menimbulkan Badai..
Written by : Ruli Amirullah Assalamualaikum Wr Wb, Dear all, How’s your weekend? Lumayan ya buat mengistirahatkan pikiran. Walau kalau baca koran, kok ya malah mikir serius lagi. Gimana gak mikir, kalau isinya tentang krisis global. Chicago Tribune, koran di Amerika, menyatakan diri bangkrut setelah pendapatannya terus menurun seiring dengan menurunnya minat pemasang iklan di harian tersebut. Belum lagi perusahaan-perusahaan otomotif yang semakin merampingkan karyawannya. Eh gak cuma otomotif kok, perusahaan di bidang lain juga terpaksa ngambil langkah yang sama… Itu kalau di sana.. Bagaimana dengan di Negara kita yang tercinta ini? Yah.. katanya sih tinggal tunggu waktu aja untuk menerima “gelombang tsunami” akibat “gempa” yg terjadi di Negara adidaya tersebut.. Huiif… Serem…? Gak usah terlalu serem ah. Walau juga jangan terlalu nyantai.. Mungkin, yang harus kita lakukan sebenarnya adalah… ‘belajar untuk peduli’ Peduli? Iya! Peduli, care, perhatian… Selama ini kita bisa jadi terlalu cuek sama lingkungan. Gak usah jauh-jauh mikirin negara apalagi dunia deh, kadang sama kantor kita sendiri aja, kita cuek banget. Eits, mau protes? Jangan protes dulu.. coba kita lihat hal-hal kecil aja.. Pernah cuek sama lampu kamer mandi yang terus menyala padahal gak ada orang? Pernah gak peduli sama sampah yang ada di meja/tempat rekan kerja hanya karena merasa toh itu bukan saya yang nyampah? Pernah asik-asik aja nelepon ke luar dengan fasilitas kantor padahal yang diomongin sebenernya gossip terbaru? Pernah merasa ‘penting’ sehingga ketika meninggalkan ruang meeting kita gak perlu membereskan bangku-bangku ke posisi semula? Pernah merasa begitu sibuknya, hingga memutuskan untuk tidak senyum saat melewati security? Pernah berkali-kali nge-print, hanya karena malas untuk mengecek sekali lagi setiap tulisan yang ada sebelum di print? Kalau pernah, berarti.. ya kita masih gak pedulian.. Berarti kita ke kantor hanya untuk mendapat uang gaji setiap bulan. Hanya murni berdagang ‘saya beri (kepintaran saya ke) kamu sesuai harga (gaji) yang kamu beri ke saya’.. that’s all. .. Kita gak peduli kantor mau maju atau gak, kita gak peduli keadaan lingkungan kantor (toh udah ada office boy, ngapain saya yang setinggi ini memikirkan hal-hal remeh seperti itu?), kita gak peduli dengan sesuatu yang (rasanya) bukan urusan kita. Yang penting gaji tiap bulan ada di atm kita setiap tanggal 25.. Kita hanya peduli dengan urusan kita sendiri.. Kalau bahasa gaulnya ‘gue sih asyik2 aja, selama lu gak nyenggol gue, wataaaauuu….’ Hehehe… Mungkin itulah yang menjadikan dunia dilanda krisis.. Semua orang sudah asik dengan kepentingannya sendiri. Terserah orang mau ngapain, yang penting gue happy... Sudah tidak ada kepedulian di antara kita… Kita tidak peduli terhadap segala penyimpangan yang terjadi di sekitar kita, padahal, kemudian itulah yang menjadi awal gelombang berbagai krisis yang melanda dunia.... Dan segala ketidak pedulian itu, kini mulai datang imbasnya ke diri kita sendiri. Krisis ekonomi yang melanda dunia hanyalah awal. Berikutnya adalah krisis lingkungan. Pemanasan global, mencairnya es di kutub, semakin gundulnya hutan-hutan, pencemaran lautan, bolongnya lapisan ozon.. semua mulai menghampiri kita.. Belum lagi krisis moral… Semua mulai datang… Tapi ya gimana ya… Jangankan dunia… Sampai saat ini aja, sama lingkungan sekitar kita gak peduli.. Sampah-sampah masih betebaran di jalan dan kita diem aja.. Giliran banjir baru deh ribut.. Giliran ada bencana, baru deh nunjuk sana-sini nyari yang cocok jadi kambing hitam.. Malah yang lebih gawat lagi, langsung memandang ke langit dan berkata “Apa dosa kami ya Tuhan sehingga Kau mengirim ujian yang begitu berat..?” Hik hik.. Malah nanya apa dosa kita… Kita hidup di dunia yang sama, bumi yang sama, langit yang sama.. so, please care each other… Tindakan kita, tindakan seseorang, akan selalu ada dampaknya bagi yang lain. Malah ada yang bilang, kepakan sayap kupu-kupu di belahan bumi timur bisa menimbulkan badai di belahan bumi barat… Intinya.. Semua saling mempengaruhi, semua saling berhubungan.. Jadi, berhentilah memikirkan, hanya diri sendiri.. Banyak yang telah mengingatkan, mulai peduli dgn hal kecil-kecil asal rutin.. Hal kecil seperti apa?... Masih kah harus ditulis disini? Gak perlu ya, saya yakin semua sudah tau. Tinggal gimana mau membiasakan diri aja.. Mencoba untuk peduli dengan yang lain… Karena sekali lagi, Kita hidup di dunia yang sama, bumi yang sama, langit yang sama.. dan tindakan kita akan berdampak bagi yang lain, sama halnya tindakan yang lain juga akan berdampak bagi kita.. Kepakan sayap kupu-kupu di timur bisa menimbulkan badai di barat.. Wassalam.. Ruli Amirullah Feel the love of Ar Rahmaan Wanna feel it? Join ESQ Training.. Read my article at : http://ruliamirullah.multiply.com Contact me at : 085-888-509931 send Email to: [email protected] Website : www.esqway165.com Get your new Email address! Grab the Email name you've always wanted before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

