“Ketidakpastian” melaui kacamata spiritual 
  
            Apa yang ada dalam pikiran teman-teman saat mendengar apa itu 
ketidakpastian? . Apakah ada yang bisa memprediksi krisis financial dunia. 
Untung ga berhembus ke akhirat. Hahahahahahaha… banyak dari orang per orang 
saat ini mengalami kesukaran serius mencari makna eksistensi pribadi. Dalam 
majalah time yang berjudul “who’s afraid of the big bad bang?” , Dennis Overbye 
menulis secara dahsyat mengenai upaya-upaya ilmu pengetahuan memahami dunia 
baik secara ilmiah dan non ilmiah. Demikian ia menulis, “dalam hidup ini, kita 
mengenal fakta ketidakpastian kuantum. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk 
berkata bahwa kita telah mengetahui pertanyaan-pertanya an yang benar apalagi 
jawaban-jawaban yang lengkap.” Oleh karena itu mengapa banyak orang kecil hati 
dengan pencarian-pencarian di dunia karena mereka sudah tahu fakta ini sejak 
lama. Lanjut Overbye : Dewasa ini, ilmu pengetahuan bukanlah kebenaran, 
melainkan keraguan. Hal
 ini terlihat bahwa gagasan yang banyak dipercayai akan awal penciptaan dan 
akhir alam raya berasal dari teologis, bukanya dari astronimi. 
            Manusia hanya dapat menebak-nebak apakah beberapa hukum dari 
hukum-hukum akan dibukakan bagi kita suatu hari di penghujung proses ilmiah 
yang berbasiskan trial and error tersebut. Tetapi jika teori segala sesuatu itu 
eksis, teori itu juga tidak dapat berpretensi sanggup mengisahkan semua yang 
paling ingin diketahui manusia. Teori itu tidak dapat mengungkapkan kenapa alam 
raya itu harus ada, mengapa harus adda sesuatu bukanya kosong yang terlihat 
seperti planet-planet lain. Dan juga tidak dapat mengatakan bahwa hidup ini 
mengandung makna bahwa Tuhan mencintai umat manusia. 
            Berkat kasih Tuhan , ilmu pengetahuan juga merupakan kasih yang 
Tuhan yang diberikan sebagai angina pembebasan. Apakah para ahli fisika dapat 
membuktikan ataupun menyangkal bahwa Yesus mengubah air atau menjadi anggur 
hanya karena transformasi fisika. Dan hal ini tidak mungkin menurut hokum-hukum 
alam yang dikenal saat ini. Dengan ilmu pengetahuan yang ada saat ini manusia 
bebas mengkonstruksi berbagai bangunan moralnya berhadapan dengan hukum rimba 
atau berdasarkan teori evolusi dan hokum interdepensi segenap makhluk. Sehingga 
nilai-nilai tersebut dapat merefleksikan hal yang manusia putuskan harus 
dipatuhi dan dihormati setiap individu. 
            Dari cuplikan tulisan Overbye ini sangat menggambarkan suatu 
keindahan sehingga ada kosmos meditative yang bisa menguasai diri. Tulisan 
tersebut dapat mengundang dan menghadirkan sukma yang menggelora. Sehingga 
dapat membuat manusia untuk menilai nilai-nilai mana yang telah dipilih atau 
disucikan manusia. 
            Barry posner dan Warren Schmidt merevisi riset mereka mengenai 
“nilai-nilai personal” dalam sebuah laporan berjudul value of American 
managers. Padahal riset ini sudah dilakukan selama sepuluh tahun. Perubahan 
tujuan-tujuan organisasi adalah kualitas dan pelayanan pelanggan dan setahun 
kemudian berganti efektifitas organisasi dan produktifitas. Wow, perubahan ini 
dianggap sebagai perubahan nyata. JIka dilihat pada penghujung tahun 2008 
sekarang ini para marketer mulai masuk dalam tahap dunia kreativitas yang lebih 
diunggulkan. Adakah yang menyangka akan lahirnya perkembangan teknologi baru 
sekarang ini, semuanya serba berubah tidak ada yang tetap. Mungkin, perubahan 
ini ingin mengatakan bahwa banyak para manager sudah bergerak jauh sebelum para 
pemusik memainkan musiknya. Terkadang, manajer tersebut berbuat mendahului 
jaman. 
            Cerita ini saya akhiri dengan sebuah cerita dari seorang religius 
yang memiliki dua pilihan. Dia berfikir hendak pergi ke gereja atau hendak 
pergi memancing, dia bertanya-tanya mana yang akan dilihat Tuhan sebagai 
tindakan puja yang paling asli : berada di gereja atau melalui memancing?. Jika 
dilihat dari kedua kegiatan tersebut menunjukan sebuah perbedaan tetapi 
hakekatnya sama. Dalam kegiatan tersebut terdapat keheningan dengan keheningan 
di gereja dapat merasa damai dan keheningan dalam memancing akan mendapatkan 
ikan. Menurut prof. Dr. Rachel Naomi Remen dari Universitas California dalam 
majalah vision bahwa, agama merupakan jembatan menuju ke yang spiritual, tetapi 
spiritualitas terletak di luar agama. Apakah kita mungkin saja lebih terikat 
pada jembatan itu daripada berupaya menyeberanginya atau kita hendak 
menyeberang ke seberang jembatan itu! 
  
Palembang , 20 desember 2008 
always Peace with love, 
Noersekha Aji Tomo 
  
  
Tak aku tahu kan hari esok. Namun langkahku tetap 
Bukan surya ku harapkan, karna Surya akan lenyap 
Oh tidak kah aku gelisah akan masa menjelang 
Ku berjalan serta Tuhan maka hatiku tenang 
Banyak hal tak kupahami dalam masa menjelang 
Tapi t’rang bagiku kini tangan Tuhan yang pegang 
  
 


New Email addresses available on Yahoo! 
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
 














      New Email names for you! 
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke