Sakramen rekonsiliasi melatih dan mendorong ke rekonsiliasi yg sesungguhnya.


Bukan berkat yg menghapuskan dosa

Bukan pembayaran penitensi yg menghapuskan dosa

Bukan pengampunan yg diterima

Tetapi pengampunan yg diberikan

 

Puncak pengajaran Yesus ada pada 

Sabda yg keluar dari mulutNya

Di tahta salib menjelang ajalNya

Bapa ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yg mereka perbuat.

 

Perintah Yesus tegas 

Pikullah salib 

Dan di kayu salib 

Katakan pengampunan bagi siapapun tanpa terkecuali

Rantai perselisihan antar manusia diputuskan

Karma dalam ujud aksi-reaksi diputuskan.

Damai di bumi 

 

Salam harmonis, 

  

Dhemit Sonthul - Sony H Waluyo

 

* You are what you think about. Beware of your mind. 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
Ignatius S.Suhendra
Sent: Saturday, December 20, 2008 4:03 PM
To: [email protected]
Subject: [merto21] Re: SAKRAMEN REKONSILIASI

 

Liong, wong bichten sama romo biasa saja ndredeg, apalagi sama 
siluman?????? weleh. malah ngewel malah ngompol sisan.
iss.

--- In mert...@yahoogroups <mailto:merto21%40yahoogroups.com> .com, "Arthur
PwaSwanLiong/Adi ArifWijana" 
<arthur_...@...> wrote:
>
> Halllooooooo Hien,
> 
> Kalau abis makan babi merah,
> bichtennya ke kelenteng Gg Lombok minta ampun sama
> Siluman Ti Pat Kay [siluman babi.] Supaya bichtennya cukup sekali,
> mampir makan Lumpia Gg Lombok, itu ada udangnya, jadi bichtennya
> sekalian sama Siluman Udang.
> 
> Salam,
> PSL/A. Arif
> 
> 
> 
> 
> --- In mert...@yahoogroups <mailto:merto21%40yahoogroups.com> .com,
"Ignatius S.Suhendra" <mazmurin@> 
> wrote:
> >
> > Ibadat Tobat dan Pengakuan dosa yang sekarang disebut Sakramen 
> > Rekonsiliasi dimulai sejak kemarin tgl 17; 18 dan 19 Desember 08 
di 
> > Parokiku. 
> > Aku mendapat sms dari Romo bahwa akan dimulai pukul 17.30. Jadi 
ya 
> > aku cetak di buku pukul 17.30. tapi buku belum boleh beredar, 
maka 
> > dibuat pengumuman di lembaran pengumuman. Karena sekretaris amat 
> > pintar, maka dia berpikir. kalau pengakuan dimulai pukul 17.30 
> > maka 'pasti' ibadat tobat akan dimulai 16.30. Maka dengan 'PD'nya 
> dia 
> > membuat pengumuman minggu lalu tgl 13-14 Des 08 bahwa Ibadat 
Tobat 
> > dimulai pukul 16.30 dan Pengakuan dosa dimulai pukul 17.00 (lho 
kok 
> > 17.00? kok tidak 17.30?) ya ini dia eloknya suatu panitia yang 
> > sukarela. maka kesalahan seperti ini tidak menjadi soal. Romo 
> bilang 
> > siap pukul 16.30. Lalu ibadat tobat? DITIADAKAN? lho kok tidak 
ada? 
> > Karena Prodiakon menolak memberi ibadat tobat. 
> > Mengapa pasal? karena pengalaman tahun lalu. Saat prodiakon 
mimpin 
> > ibadat tobat, umat kagak peduli, mereka sudah menggerombol untuk 
> > antri ke kamar pengakuan. 
> > Ya disik disikan. biar tidak terlalu malam pulangnya. 
> > 
> > Kemarin hari pertama memang romo mulai 16.30 dan pukul 17.00 
> ditambah 
> > satu romo lagi, lalu datang satu romo lagi dari paroki tetangga 
dan 
> > tiba tiba pk 17.30 datang lagi dua orang romo...... wah blaik. 
> > bukankah tidak ada kamar pengakuan sebanyak itu???????? 
> > ya terpaksa romo pertama tadi dipinjam kunci kamar kerjanya, dan 
> > kamar kerja disulap dengan seketika menjadi kamar pengakuan. 
> > Total ada 6 orang romo yang menerimakan sakramen rekonsiliasi 
ini. 
> > dan umat memang banyak. 
> > aku bilang banyak tetapi ya belum semua. 
> > dengan 6 romo yang bertugas menampung segala macam sampah serapah 
> > umat ini semua baru bisa klaar dan selesai pukul 19.00 kurang dua 
> > menit. 
> > Umat menurut aku di atas 100 orang. 
> > Pk 19.00 pintu surga eh pintu gereja ditutup. dan lampu dimatikan 
> dan 
> > semua pulang. sampai di tempat parkiran ada 2 orang boncengan 
> brompit 
> > masuk. Dik mau pengakuan? ya. Wah udah telat udah tutup. eh masuk 
> > amenity putih parkir dan betul sekeluarga mau buang sampah eh mau 
> > pengakuan. wah udah tutup baru saja romo naik ke kahyangan makan 
> > malam bersama romo romo tamu yang bantu nampung sampah umat. 
> > ya bisanya cuma hari ini je. besok sudah harus pergi nih. ya apa 
> > boleh buat........ 
> > besok pagi saja pukul 6.00 
> > Lalu sebentar kemudian masih ada ibu dan anak jalan kaki: Bu udah 
> > selesai nih udah tutup. 
> > aku pulang. sambil mikir: wah itu yang masih datang telat itu ada 
> > berapa orang ya? 
> > kalau misalnya aku kumpulkan lalu pukul 19.30 aku bilang romo: Mo 
> itu 
> > di bawah masih nunggu umat mau mengaku dosa sebanyak 10 orang, 
> pasti 
> > romo mau turun lagi dong. Nanti sore aku mau bikin seperti itu. 
> > walaupun sudah selesai aku buka pintu sampai pukul 20.00. 
> > ya pokok sekarang aku pulang dan makan karena sudah lapar. 
> > bakmi babi merah.....wuih. 
> > siapa yang masih doyan babi pada usia yang sudah tua ini???? aku 
> aku 
> > dan aku..... 
> > wah boleh ngaku dosa lagi nih: ini penyakit jatung macetnya 
> pembuluh 
> > darah karena makan babi merah........ 
> > alias one way ticket ya. 
> > iss.
> >
>

Kirim email ke