Tengah malam terbit di hadapanku, hujan lebat membasahi tanah menghantarkan
bebauan dan perubahan dari luar ke dalam diriku yang setengah terlelap. Melalui
celah – celah jendela semua yang tak terlihat itu menyusup. Tiba – tiba dan
terjadi sedemikian cepat penciumanku bekerja seperti seekor hewan adanya, bahwa
bau amis tanah dan ke-purba-an bumi memunculkan dirinya ke permukaan. Seperti
belaian berbentuk tangan – tangan angin di antara udara, ia keluar dari tanah.
Bumi membawa diriku ke dalam perut-nya, ada sebuah kebesaran, jutaan tahun
telah terkubur, sebuah suasana esensial. Sesungguhnya hujan sehat bagi
kedalaman tubuh, biarkanlah tubuh menyerap sari – sari tanah yang menguap dari
bumi! Aah… tumbuhan dan hewan lebih mengerti yang satu ini daripada manusia!
Ada kebahagiaan di dalam hujan, aku menyukainya ketika Ia mampu menguraikan
semua benda di sekelilingku seolah kembali kepada dirinya masing – masing…
Katharsis-holydiary (11172005-01: 21)
http://katharsis- holydiary. blogspot. com
Berselancar lebih cepat dan lebih cerdas dengan Firefox 3
http://downloads.yahoo.com/id/firefox/