PERTANYAAN PERTAMA: KONSEP
T = Mas Leo, saya melakukan meditasi dengan obyek mata ketiga. Ada 2 malam saya bermimpi diajarin terawangan oleh kawan saya. Dalam mimpi tersebut kawan saya bilang untuk terawang ada satu kode akses yang harus 'ditulis' lebih dahulu. Saya dalam mimpi tersebut melihat sebuah layar televisi yang kosong seperti tidak terhubung ke antena. Di malam kedua, saya melihat dari sebuah bidang 2 dimensi lalu muncul berbentuk 3 dimensi, bulatan seperti kelereng. Dalam hati saya mengatakan bahwa ini lho pemunculan intuisi mata ketiga itu seperti ini. Kenapa kalo dalam mimpi suara hati itu begitu jelas sedangkan dalam kehidupan real agak sulit kita mendengarkannya. Yang mau saya tanyakan adalah apakah mimpi ini merupakan hasil dari sebuah concept atau memang merupakan sebuah pembelajaran dari 'someone'. Kalo sebuah concept khan tidak mempunyai nilai spiritual ya, mas. Thanks atas jawabannya ya... J = Thanks untuk sharingnya, jalanin aja terus, nanti juga ngerti sendiri. Anda melihat di mimpi anda bahwa perlu ada kode akses yg harus ditulis dulu. Artinya, alam bawah sadar anda meminta KONSEP dari anda. Berdasarkan konsep dari anda, maka alam bawah sadar anda akan mengolahnya dan memberikan jawaban berupa simbol-simbol yg lalu nanti bisa di-interpretasikan. Kalau anda tidak mau menggunakan konsep, maka anda cuma akan samadhi saja, dan memang segalanya kosong saja di sana, tidak ada apa-apa. Cuma akan ada kesadaran saja, pure consciousness. Buddha mengajarkan pure consciousness, tetapi Buddha hidup di dalam sangha sehingga tidak lagi berurusan dengan keduniawian. Kita masih berurusan dengan keduniawian sehingga mau tidak mau kita harus menggunakan KONSEP. Penggunaan konsep itu tidak salah. Siapa yg bilang itu salah ? Siapa yg bilang bahwa kalau menggunakan konsep artinya tidak spiritual? Spiritualitas itu suatu konsep, ajaran agama itu konsep, segalanya itu konsep. Kalau kita tidak mau menggunakan konsep, akhirnya kita akan diam saja, enjoy kesadaran kita yg memang satu dengan kesadaran yg kita sebut sebagai "Tuhan". So, please jangan takut menggunakan konsep. Untuk komunikasi kita perlu konsep, pengertian, penjelasan, dsb... Konsep itu dinilai dari kegunaannya, utilitasnya. Kalau masih berguna maka bisa kita pakai. Kalau ternyata sudah kedaluwarsa, maka bisa kita modify atau bahkan kita buang. Tidak ada salahnya menggunakan konsep, konsep itu diperlukan malahan. Teori itu dibuat berdasarkan berbagai macam konsep yg dirangkai sehingga menjadi penjelasan yg plausible, masuk akal. Teori yg terdiri dari berbagai macam konsep bisa digunakan sampai muncul penjelasan yg lebih memadai. Yg salah kalau kita men-Tuhan-kan konsep seperti yg dilakukan oleh orang-orang agama. Orang-orang yg berada di institusi keagamaan, saking antusiasnya untuk menyebarkan konsep mereka tentang bagaimana manusia harus berperilaku akhirnya tidak kepalang tanggung dengan bilang bahwa Tuhan menyuruh begini atau begitu. Pedahal yg mereka lakukan hanyalah konseptualisasi saja. Ayat-ayat yg disucikan itu semuanya KONSEP belaka. Walaupun ayat itu sendiri bilang bahwa dirinya adalah "Allah", sebenarnya mereka itu konsep belaka, dan keluar dari dalam pikiran manusia juga. Manusia biasa-biasa saja yg tidak ada bedanya dari anda dan saya. So, teruskan saja kultivasi anda. Saya merasa bahwa anda memiliki talenta untuk memperoleh jawaban tertentu dari alam bawah sadar anda di dalam mimpi. Talenta tiap orang berbeda-beda, tetapi tampaknya anda ini memiliki talenta tertentu yg sudah terlihat di mimpi anda itu. Berikan saja "input" sebelum anda tidur, dan nanti tunggu hasilnya. Nanti anda akan memperoleh "output" dari pertanyaan yg anda ajukan sebelum tidur itu. Inputs dan outputs itu lalu bisa dibandingkan, apakah memang berhubungan, apakah memang ternyata akurat, dsb. Saya sendiri sampai sekarang masih membandingkan apa yg saya lihat di dalam mimpi dengan kejadian-kejadian yg muncul sehari-hari. Dari sana saya memperoleh kiat-kiat untuk menafsirkan berbagai macam simbol. Mungkin talenta anda ada di situ juga. + PERTANYAAN KEDUA: PEMIKIRAN KEAGAMAAN T = Maaf Mas Leo saya mau nanya... anda ini siapa sebenernya? Kok kayanya anda serba tau tentang yg gaib dan mengkritik agama-agama yg ada? J = Saya adalah saya, sama saja seperti anda adalah anda. Saya ada di Milis Spiritual Indonesia <http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>, milis tempat kita bisa sharing satu sama lain, belajar dari satu sama lain. Gaib? Menurut saya semuanya biasa-biasa saja. Istilah "gaib" itu dipakai oleh sebagian teman, dan saya menjelaskan bahwa kita ini semuanya "gaib" karena pikiran kita tidak bisa terlihat secara fisik dan cuma bisa kita rasakan saja. Mengkritik agama-agama yg ada merupakan HAM Kebebasan Berbicara (Free Speech). Agama-agama itu semuanya buatan manusia belaka. Mana ada agama yg jatuh gedebuk dari atas langit? T = Saya memang masih kurang tau tentang ini semua, tapi setau saya cuma ada 1 agama di dunia yaitu Tauhid, meng-Esa kan Tuhan, dan juga kita dianjurkan mengikuti para Nabi dan Rasul yg diutus Tuhan... Nah kenapa gak kita ikutin aja Nabi yg terakhir yg bener-bener menyempurnakan dari Nabi-nabi yg sebelumnya? J = Nggak lah. Yg anda tulis di atas itu contoh dari sesumbar yg dikeluarkan salah satu agama, dan itu sah saja. Itu kan cuma pemikiran saja. Agama-agama yg lain juga sesumbar dengan tidak kalah serunya. Apakah saya menerima semua itu? Saya menerima dalam arti bahwa mereka semua merupakan hasil pemikiran manusia. Anda bisa berpikir apa saja, dan bilang bahwa Allah menyuruh anda begini atau begitu, dan itu sah saja. Itulah cara menciptakan agama. Tetapi manusia hidup BUKAN dari agama. Manusia bisa hidup tanpa agama karena kita memiliki roh (spirit). Yg namanya Tuhan itu ada di dalam kesadaran di diri anda, baik anda memegang suatu agama tertentu ataupun tidak memegang agama apapun. Anda juga bisa menciptakan belief systems tersendiri dengan menggabungkan pemikiran dari berbagai agama dan pemikiran anda sendiri. Semuanya itu sah saja, dan namanya HAM Kebebasan Beragama (Religious Freedom). Leo Milis Spiritual Indonesia <http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>. Image dari Nabi Amos sedang berkhotbah. Kitab Amos ada di dalam kumpulan kitab-kitab yg disucikan oleh kaum Yahudi (disebut Tanakh), dan juga di dalam kumpulan kitab-kitab yg disucikan oleh kaum Nasrani (disebut Bible/Alkitab). Get your new Email address! Grab the Email name you've always wanted before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

