Bagaimanapun sejarah kemanusiaan telah menelurkan filsafat2 dan teologi2, yang akhirnya akan kembali kepada kemanusian itu sendiri.
Bahwa telah terjadi berbagai kehebohan semua hanya meramaikan dan mewarnai kehidupan manusia. Pembelajaran kemanusiaan memang ternyata harus melalui tahapan-tahapan metamorfosa kehidupan. Dunia ini menjadi ada dan bisa dinikmati karena lika-liku kehidupan. Apakah baik itu baik? Apakah jahat itu jahat? Semua hanya merupakan penilaian-penilaian. Dari yg baik manusia bisa menilai yg jahat. Dari yg jahat menusia bisa menilai yg baik. Sesakti apapun manusia toh akhirnya hanya berujung pada pelayanan. Kehidupan menjadi ada dan hanyalah merupakan pelayanan. Bentuk-bentuk fisik hanyalah melayani bentuk-bentuk spiritual Sabda telah menjadi daging Dan mereka yg berdaging akan kembali kepada Sang Empunya ketika meminum sabda. Ia hanya menunggu dan menunggu Ia hanya akan memberi dan memberi Mereka yg kembali hanyalah yg telah kembali memiliki karakter sempurna pelayanan Ibu Kehidupan Salam damai selaras, Sony H Waluyo * You are what you think about. Beware of your mind.

