Mbah-mbah,

 

Lah kok komennya malah lari ke Ponari-ne?

 

Berikut ini tambahan dr diskusi di tempat yg isine wong katolik, jadi yo
harap maklum nek pake bahasa pendekatan sesuai konteksnya. 

 

===

Ada masih begitu banyak misteri alam yg belum terpecahkan. Dalam proses
perkembangannya melalui science manusia mulai membuka misteri-misteri itu.
Namun disamping science manusia juga mengembangkan aturan-aturan moral
dimana melalui akal budinya manusia berkembang dan mengembangkan suatu
bentuk kehidupan yg lebih bermartabat. 

Dalam hal akal manusia, walau lebih unggul daripada binatang, tetapi masih
saja memiliki sifat2 binatang. Itu bisa dilihat dari tayangan TV semalam di
DAAI yg menggambarkan ttg kelompok kera yg menjadi obyek penelitian di
jepang yg mempunyai kebiasaan mencuci utk membersihkan ubi dengan air.
Kemudian generasi mudanya mendapati bahwa ketika ubi cicuci di air laut,
kena garam, ada cita rasa yg lebih gurih. Generasi muda kera itu selanjutnya
memilih mencusi ubinya di air laut, sementara generasituanya tetap
mempertahankan tradisi mencuci ubinya di air tawar (sungai). Keterampilan2
yg dilaitihkan pd binatang sirkus juga menunjukkan binatang memiliki
kecerdasan dan sangat boleh jadi merekapun dala tahapan evolusinya akan
semakin cerdas. Filsafat/spiritualitas timur mengakui hal ini, bahwa
manusiapun tumbuh dari tahapan evolusi yg sangat panjang, ada ayat di Qur'an
yg sebenarnya mengatakan hal ini, yg kurang lebihnya mengatakan manusia
ditumbuhkan dari tumbuhan. Namun para penganut teori penciptaan tentu saja
berusaha menolak pemahaman seperti ini. 

 

Akhirnya yg membedakan antara manusia dengan binatang sebenarnya bukan pada
"akal budi"nya, melainkan hanya pada "budi"nya, walaupun manusia memiliki
kemapuan akal jauh lebih baik drpd binatang. (Waduh bakalan diomeli banyak
orang lagi nih. he..he..he..)

Aturan2 yg menjaga moralitas inilah yg kemudian membawa peradaban manusia
pada tahapan-tahapan yg lebih baik. Selama manusia masih meneruskan budaya
"yg kuat yg menang' atau yg kuat yg bisa survive" manusia akan sulit
memasuki tahapan2 peradaban yg lebih maju, sekalipun pd saat yg sama
kebiasaan saling baku hantam juga mampu mengembangkan manusia sampai
memiliki tehnologi yg sangat maju. Hanya saja bilamana dibiarkan tehnologi
maju yg dikembangkan itu jika digunakan utk saling melukai dan saling
merusak akan membawa kehancuran dan kepunahan ras manusia dan kerusakan alam
semesta yg lebih luas. Dalam hal ini manusia juga mengembangkan agama2 yang
digunakan dan bertujuan untuk menjaga moral umat manusia. Agama di lain
pihak juga mencoba memberikan jawaban akan misteri keberadaannya serta asal
usulnya dimana dipercayai ada suatu causa prima yg menjadikan semua ini ada.


 

Namun berbeda dg science yang terus berkembang dan sedikit demi sedikit
mengungkapkan banyak misteri, ilmu agama lebih diyakini oleh manusia sebagai
suatu jawaban final atas misteri yg tdk atau lebih tepatnya belum
terungkapkan. Kebanyakan agama mengatakan, manusia itu lemah dan tidak
mungkin menjawab misteri kehidupan. Ketegangan antara science dan ilmu agama
sudah berlangsung cukup lama dalam sejarah manusia. Kisah Galileo merupakan
suatu contoh dimana suatu keyakinan agama berusaha membungkam pengetahuan
ttg fakta alam semesta. Sekalipun akhirnya toh science berhasil membuktikan
kebenarannya, namun suatu keyakinan bahwa manusia tdk mungkin bisa menguak
misteri2 paling rahasia masih menjadi bagian dari kebanyakan agama.  

 

Sebagai wong katolik yg pake pegangan Injil mungkin kita perlu mencoba
melihat hal ini dg tetap pakai Injil, kerena jare supaya masih disebut
termasuk kalangan orang2 beriman ha..ha..ha.

 

"Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun
yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu yang tersembunyi
yang tidak akan diketahui." (Mat 10:26)

 

Padanan utk ayat di atas lebih tampak jelas pada Injil Thomas (Jesus said,
"Recognize what is in your sight, and that which is hidden from you will
become plain to you. For there is nothing hidden which will not become
manifest." [ayat 5]).
 
Secara khusus, pada bagian awal Injil Thomas  mengatakan: "And He said,
"Whoever finds the interpretation of these sayings will not experience
death." (ayat 1); yg menurut saya tafsirannya adalah bukan dg memahaminya
lalu tdk mati, sekalipun bisa berarti demikian (tdk mengalami kematian
fisik) jika membaca penjelasan Mas Yan ttg Babaji hari ini, tetapi bahwa
"jika ia bisa memahami ia tahu bahwa ia tdk pernah mati". 
 
Kembali ke pokok bahasan, menurut kedua kutipan dari kedua Injil di atas,
dikatakan bahwa segala misteri yang tersembunyi tdk akan disembunyikan dan
akan tiba waktunya akan dibukakan.   
 
Dan di dunia science, pengembangan lebih lanjut mekanika kwantum akan
menguak misteri2 alam lebih jauh.
 
Tentang misteri hal-hal gaib, saya kira Mo Lukman telah dengan sangat
brilian, menjembatani hal2 gaib itu dengan praktek2 pengobatan dan mistik
dengan menggunakan pendekatan science. Kumparan-kumparan gulungan kawat
logam yg digunakan hendak mengatakan bahwa bentuk-bentuk lain yg mungkin
terlihat dalam bentuk2 fisik seprti kayu, daun2an biji2an, bahkan tulisan
(mantra) bisa digantikan dengan logam yg mengandung makna suatu daya energi
elektromagnetik.Sekalipun mungkin utk beberapa alasan Mo Lukman tetap
menggunakan metode pengobatan dengan tumbuhan dan biji-bijian. Pengetahuan
tentang reiki akan menjembatani antara kumparan2 Mo Lukman dan energi2 yg
tdk kasat mata yg digunakan dalam reiki dan teknik2 lainnya.
 
Kesulitan yg muncul adalah adanya kecenderungan untuk melihat misteri2 dari
satu sisi sudut pandang, dan kemudian suatu sisi sudut pandnag itu dianggap
telah mewakili keselurahan kebenaran. Sifat non-judgment teaching yg
disampaikan oleh Yesus sebenarnya hendak menjembatani maslah ini. Sikap
non-judgment teaching akan membuat orang mau mendengarkan lebih banyak
informasi dan tidak menutup diri terhadap kemungkinan-kemungkinan lain dan
kebenaran2 yg mungkin belum dilihatnya. Seperti yg dijelaskan oleh Mas Yan,
utk menguak misteri alam bisa digunakan pendekatan fisiko-psiko-spiritual,
yg berarti melihat dan mengamati alam sekaligus secara serentak dg
pendekatan ketiga ranah ini. 
 
Satu hal lain yg sering menjadi kekawatiran kaum agama adalah karya setan
dan iblis.. He.he. jadi yg ini juga mesti dijawab.dan mesti juga merujuk ke
Injil demi memenuhi rasa beriman spt di atas..
 

"Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata kepada mereka:"Setiap
kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga
yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan. Demikianlah juga kalau Iblis
mengusir Iblis, ia pun terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri;
bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Jadi jika Aku mengusir setan dengan
kuasa Beelzebul, dengan kuasa siapakah pengikut-pengikutmu mengusirnya?
Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu." (Mat 12:25-27)

 
Sekalipun dari kutipan di atas boleh saja membela karena Yesus adalah Tuhan
tdklah mungkin Ia menggunakan kekuatan setan/iblis; namun pada saat yg sama
kata2 Yesus yg dituliskan di atas jelas menandaskan bahwa jika kuasa iblis
terpecah belah dan saling menghancurkan maka mestinya kerajaan iblis sudah
hancur. Dan sedemikian shg tdklah mungkin iblis memiliki kekuasaan dan
kekuatan yang sama sepadan dg kekuatan Tuhan sendiri sebagaiamana
digambarkan dalam neraka dimana Tuhan tdk berdaya thd wilayah yg dikuasi
iblis ini. 
 
Ayat di atas menjelaskan bahwa kekuatan2 yg digunakan oleh yg disebut
sebagai dukun2 pun tetap dalam wilayah kuasa Tuhan, bukan wilayah
setan/iblis. Dan bila dikaji lebih jauh, ternyata iblis/setan lebih
merupakan gambaran simbolik saja dari batin2/jiwa2 manusia/roh yg terjebak
dalam kemelekatan2 yg tdk sejalan dg kehendak alam semesta, dan mereka
sifatnya tdk aktid, melainkan pasif yg mungkin bisa digambarkan dalam
tembang mengundang jailangkung. (jailangkung-jailangkung di sini ada pesta,
silahkan datang dan pulang tdk diantar).
 

Demikian sekedar hal yg mungkin menarik bagi suatu kajian theology, 

 

Salam damai selaras,

 

Sony H Waluyo

 

* You are what you think about. Beware of your mind. 

  _____  

From: frans 



Hallo Oom Sony,
Saya nangkap maksud Oom dan setuju dengan gagasan itu. Kalo mau dirunut
sejak awal, pada mulanya adalah gejala alam yang belum terpahami. Kemudian
manusia mecoba memahami gejala alam itu dan mengistilahkannya dengan menguak
misteri alam. Maka muncul mitos-mitos. Kemudian manusia mencoba memahami
mitos, maka muncul filsafat, timur maupun barat. Dari filsafat kemudian
lahirlah berbagai disiplin yang disebut ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan
berkembang terus dan jadilah science dengan berbagai metode rigorisnya yang
ngaudubillah innazalim.....njelimet.

Maka sebenarnya, mitos dan science sama hakikatnya, karena sama-sama ingin
mengerti gejala atau misteri alam. Hanya sayangnya, saya kira, science
kemudian menjadi arogan dan menempatkan diri di atas nature. Semua yang
tidak bisa dijelaskan oleh science dianggap tidak logis dan takhayul.
Padahal sebenarnya anggapan itu lahir karena keterbatasan science yang belum
bisa menjelaskan semua misteri alam itu, dan barangkali gak akan pernah
bisa. Tidak bisa dibuktikan oleh science bukan berarti tidak benar, justru
sciencelah yang belum bisa menangkap kebenarannya.

He he he he he.....asyik juga.

F

Kirim email ke