Pengalaman bukan yang dialami tetapi yang dilakukan
Parlindungan Marpaung mengatakan: "Pengalaman bukanlah apa yang dialami oleh seseorang, melainkan apa yg dilakukan oleh seseorang terhadap apa yang terjadi dalam dirinya." Setiap hari orang mengalami peristiwa-peristiwa, namun semua peristiwa itu boleh jadi berlalu begitu saja. Mata boleh melihat, telinga boleh mendengar, tangan boleh merasa, lidah boleh mencicip, mulut boleh bicara, namun belum berarti semua menjadikannya berarti. Orang bijak mengatakan "saya bertemu dengan Tuhan dalam setiap peristiwa yang saya alami, Tuhan menuntunku melalui setiap peristiwa". Pengalaman Indah hanyalah sebuah hadiah dan pemberi semangat untuk terus mempertahankan semangat hidup. Dan setiap pengalaman getir hanyalah cambuk atau malah pelajaran hidup supaya makin naik ke jenjang-jenjang yang makin baik. Tidak ada alasan lagi untuk tidak bersyukur atas setiap peristiwa yang terjadi. Tidak ada lagi alasan untuk berpesta pora aas suatu keberhasilan dan sebaliknya tidak ada lagi alasan untuk mengeluhkan setiap penderitaan hidup. "Bapa bila mungkin biarkan cawan ini berlalu dari hadapanku", demikian ungkapan Yesus ketika harus menghadapi penyaliban. Namun Ia memilih konsekwen dengan ajaran yg disampaikanNya seperti terungkap dlm doa Bapa Kami, "Bebaskan kami dari pencobaan". Bukan pencobaan berupa "penderitaan hidup" melainkan pencobaan untuk "menolak menjalani penderitaan hidup" yang justru melatih untuk semakin dan semakin menjadi baik. "Pikullah salibmu", demikian ia berulangkali menegaskan. Confusius mengatakan, "Kemenangan kita yg paling besar bukanlah karena kita tidak pernah jatuh, melainkan karena kita bangkit setiap kali jatuh. Entah berapa kali Pak Honda harus mengalami kegagalan bahkan mengalami kebangkrutan dalam merintis memproduksi mobil. Namun ia tidak mau menyerah untuk tetap terus berusaha sehingga sekarang ia memiliki perusahaan yang sangat kuat, bahkan di saat sekarang produsen mobil yang lain berontokan honda masih terus berkibar. Kalau saja Wright bersaudara menjadi minder saat diolok-olok dengan usahanya membuat pesawat terbang, mungkin manusia juga tidak bisa terbang untuk jangka waktu lebih lama. Thomas Alfa Edison pun harus mengalami laboratoriumnya terbakar, dan ia tidak menyerah sampai akhirnya menemukan bohlam lampu pijar. Namun hidup tetaplah sebuah pilihan, mau jalan terus melanjutkan usaha atau memilih menghentikan usahanya. Galileo Galilei mungkin merupakan contoh yang paling ekstrim, sekalipun ia harus mengorbankan nyawanya demi sebuah pengetahuan. Ia tetap bertahan pada pendiriannya, mati demi masa depan manusia yg lebih baik untuk pengembangan pengetahuan bahwa bumi ini berbentuk bola bukan berupa bidang datar sebagaimana diimani manusia, menurut ajaran Gereja pada zamannya. Terkadang manusia harus digiring dengan pengalaman-pengalaman paling pahit untuk bisa mencapai dan melihat celah-celah kesempatan dan peluang untuk maju dan sukses. (Sony, 19Feb09) Salam damai selaras, SONY H WALUYO Translator Jl. Hybrida Raya Blok QJ 9 No. 39 Kelapa Gading, Jakarta 14250 Tel. : +6221 4522891, 30132202 Fax. : +6221 4522891 Cel. : 0813 1 5555 323 Email: <mailto:[email protected]> [email protected] * You are what you think about. Beware of your mind.

