Salam,
Binatang itu tidak berfikir alias  tidak mempunyai otak, jadi semuanya secara 
naluriah saja karena tidak tahu mana yang BAIK mana yang JAHAT..
Sedangkan manusia yang bisa berfikir dan bangga mempunyai otak tetapi berbuat 
jahat dengan SADAR .Meskipun telah membunuh jutaan orang, masih minta dihormati 
sebagai kolonisator(penjajah) yang hebat dan ada pula yang menjadi diktator dan 
bahkan membunuh dengan alasan agama supaya bisa naik sorga.Dimana kemulyaannya 
sebagai manusia?
Wasalam,
Wal suparmo

--- Pada Jum, 20/2/09, Ojo Kenthir <[email protected]> menulis:

Dari: Ojo Kenthir <[email protected]>
Topik: Re: [Mayapada Prana] Belajar budi pekerti dari alam saja
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 20 Februari, 2009, 6:07 PM








...  orang  yg dipanggil dg nama2 binatang dan dongkol hatinya...  dia belum 
berbudi spt binatang..
 .. manusia membunuh jg utk hidup koq....  lha itu..  ikan sapi kambing burung 
pada mampir dipiring makan....  weeee...!!   
Naaah....  klo binatang diberi jabatan kekuasaan dan fasilitas...  mungkin 
malah lebih parah korupsinya.. ...  
bagi manusia yg merasa semulia binatang...  mmg layak menyandang gelar 
kehormatan sbg manusia yg memiliki perikebinatangan. ....





From: Wal Suparmo <wal.suparmo@ yahoo.com>
To: mayapadaprana@ yahoogroups. com
Sent: Friday, February 20, 2009 2:12:06 AM
Subject: Re: [Mayapada Prana] Belajar budi pekerti dari alam saja








Salam,
Binatang lebih berbudi dari manusia meskipun menjadi makian seperti ,anjing, 
babi dsb.
Binatang membunuh berdasarkan naluri unyuk hidup tetapi manusia membunuh demi 
nafsunya.Tidak ada binatang yang korupsi dan merugikan sesamanya.PERIKEMAN 
USIAAN seyogyanya di robah menjadi PERIKEBINATANGAN.  Binatang adalah makhluk 
mulia dibandingkan dengan arogansi manusia..
Wasalam,
Wal Suparmo

--- Pada Kam, 19/2/09, Ojo Kenthir <jokent...@yahoo. com> menulis:

Dari: Ojo Kenthir <jokent...@yahoo. com>
Topik: Re: [Mayapada Prana] Belajar budi pekerti dari alam saja
Kepada: mayapadaprana@ yahoogroups. com
Tanggal: Kamis, 19 Februari, 2009, 11:14 AM






..  dan guru2nya ayam.. kambing.. kerbo..anjing. . kunyuk.. dan orang2 smcem 
itu.....    yg penting hepi aajaaah... hahahahaa... .





From: leonardo rimba <leonardo_rimba@ yahoo.com>
To: leo.ri...@yahoo. com
Sent: Thursday, February 19, 2009 9:42:24 AM
Subject: [Mayapada Prana] Belajar budi pekerti dari alam saja








K menulis, sbb:

Salam, ada banyak anak di dunia ini yang mendapatkan pelajaran budi pekerti 
dari nilai-nilai universal (sama sekali bukan dari agama) dapat tumbuh dewasa 
menjadi pribadi yang sehat, penuh integritas, dan mampu berbuat kebajikan untuk 
sesama.

+

Saya menulis, sbb:

Dan di sini termasuk sex education, yaitu how to play it safe. Banyak anak 
remaja di Jakarta sudah having sex with each other since about 15-16 years of 
age. Biasanya umpet-umpetan di belakang hidung orang tua yg mengira anaknya 
bebas dari noda dosa, ternyata sudah belepotan sampe gimana gituh atawa 
ngelap-nya pake tissue aja.

Saya sendiri tidak bilang itu dosa karena mereka suka sama suka, dan banyak yg 
pake kondom juga. Cuma, kalo diajarin sex education secara terbuka setidaknya 
mereka bisa melakukan doa bersama sebelom playing the game gituh. At least 
Allah bisa disapa dengan mengucap bismillah dan kalo udah kelar bilang 
alhamdulilah.

+

W menulis, sbb:

Kalo hamil baru Astaghfirullah al adzim :)

Saya kebetulan punya puteri dan dulu saya berpikiran paranoid juga, tapi si Kuz 
Kuz menjelaskan di Russia juga wajar seorang anak perempuan having sex di usia 
15-18. Akhirnya saya yah manggut-manggut saja. Si Kuz Kuz yg lahir dan 
dibesarkan dalam tradisi atheisme sekular banyak membantu pemahaman saya 
terhadap hidup dan juga penanganan anak, termasuk melindungi Kuz Kuz kecil 
karena perbedaannya dengan temannya cukup mencolok.

+

WS menulis, sbb:

Kalau buka kitab suci, orang mengucapkan" Bismillah "... Kalau membuka celana 
wanita orang mengucapkan" Dukillah"... .. (harap disambung sendiri).

+

D menulis, sbb:

Tergantung, kadang kadang "Astagfirullaaahhh" , atau "masyaallahhh" , atau 
"Yailahhh", atau sekedar" oooaalaaahhhhh. ..

___

Dan berikut ini yg serius:
___


B menulis, sbb:

Permisi mbak, permisi selamat malem mas, apa kabar? Semua baik tokh, sukurlah 
mas, semua baik hehehe... Anu lho mas, kalau belajar budi pekerti dari agama, 
malah bisa rusak lho mas, bahaya mas hehehe.... nanti salah salah bisa jadi 
Amrosi atau Abu Bakar Baasyir, atau juga seperti the Pope, tidak boleh pakai 
condom, nggak boleh ini itu. 

Ada juga yang belajar budi pekerti seperti FPI-nya India yang baru baru ini 
menteror pasangan remaja India yang sedang merayakan Valentine, dan merusak 
pesta perkawinan orang karena mereka memotong dan menyuguhkan daging sapi. Atau 
belajar budi pekerti buddhist monks di Thailand, yang nggak kerja, hanya 
minta-minta di jalan.

So, jangan belajar budi pekerti dari agama, nanti disuruh bunuhin semua kafir 
di manapun kamu temui, penggal lehernya dan potong tangannya. Jangan belajar 
budi pekerti dari Sri Kresna, yang menyuruh Arjuna untuk membunuhi semua sepupu 
dan pamannya...

Hati hati mas, jangan mbak... Belajar budi pekerti dari alam saja, yang simple. 
Pakai rule of thumb saja, beres dah... or not...

Shanti pikir, anggap orang lain itu sama seperti kita.

+

WS menulis, sbb:


Sang Pencipta tidak mengajarkan budi pekerti yang BUILT IN dalam sanubari 
manusia, tidak seperti yang diajarkan oleh manusia dalam agama apapun juga. 
Buktinya Anda sudah tahu mana yang baik mana yang buruk (jahat) secara OTOMATIS 
KARENA PUNYA FIKIRAN sehat tanpa harus diajari oleh agama.

+

D menulis, sbb:

Mungkin WS mau katakan justru: "Sang Pencipta mengajarkan budi pekerti yang 
BUILT IN dalam sanubari manusia, tidak seperti yang diajarkan oleh manusia 
dalam agama apapun juga".

+

Leo
Komunitas Spiritual Indonesia @ <http://groups. yahoo.com/ group/spiritual- 
indonesia>.




Prosentasi siswa/i SMU di Amerika Serikat yg pernah melakukan hubungan seksual 
berkisar di angka 50%, berarti 1 diantara 2 orang. Kita tidak tahu berapa 
prosentase sesungguhnya di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, 
walaupun gut feelings saya bilang sekitar 25%, atau 1 diantara 4 orang. Of 
course it's not a sin, bukan dosa karena suka sama suka. Yg menjadi masalah di 
AS adalah teen pregnancy atau kehamilan oleh wanita yg berusia belasan tahun, 
dan bukan teen sex. Teen sex is ok as long as they play it safe, so yg 
dibutuhkan adalah more sexual education especially related to pregnancy 
prevention atau pencegahan kehamilan.


Get your new Email address! 
Grab the Email name you've always wanted before someone else does! 




Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! 

















      Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web. Gunakan Wizard 
Pembuat Pingbox Online. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke