Kekuasaan yang bijaksana harus mempunyai pandangan yang pluralis.
Kekuasaan mempertimbangkan keragaman norma, pandangan, sistem nilai
yang ada dibawah kekuasaannya. Meskipun tentunya ada nilai-nilai
universal yang tetap harus dipegang teguh.

Tentumya lebih mudah jika memandang wilayah kekuasaan sebagai wilayah
yang homogen. Tidak harus banyak mempertimbangkan hal yang
bertentangan. Tidak usah mencari titik temu. Kekuasaan hanya
memikirkan efektifitas jangka pendek. Sekedar mengingatkan, ada
seorang capres yang pernah nerkata: tidak mungkin bisa memuaskan semua
pihak. 

Dalam beberapa kasus memang harus dipilih skala prioritas dan
mengorbankan beberapa kepentingan pihak2 tertentu. Dalam situasi
seperti ini seharusnya penguasa memikirkan yang paling lemah.
Memberikan kompensasi bagi yang tak berdaya.

Di Pemilu  yang akan datang ini, saya berharap muncul pemimipin yang
berjiwa pluralis. Bijaksana dalam mendengarkan aspirasi semua pihak.
Siap membela yang lemah dalam menjalankan roda pemerintahan.  



Kirim email ke