Masne,

 

Banyak orang yg mengeluhkan kesulitan2 dan tantangan2 yg dihadapinya,

Bahkan sering mereka menuduh setan dan iblis telah membuat kesulitan2 dlm
hidup mereka.

Padahal kenyataannya adalah sebaliknya

Semua sukses berawal dari kesulitan dan tantangan

Maka justru adanya kesulitan dan tantangan itulah manusia semakin maju taraf
kehidupannya.

Mengapa asia jarang maju dibandingkan eropa, adalah karena dininabobokan
oleh tanah surga yg mereka injak

Eropa lebih maju krn tekanan kondisi lingkungan mereka yg berat utk bertahan
hidup

Berlaku hukum alam fisik: "survival for the fittest"

Jepang sekalipun juga di asia, memiliki karakter lingkungan yg berat shg
membuat mereka bergerak jauh lebih maju drpd saudara2nya di asia.

 

Namun demikian bukan berarti pengetahuan ini sama sekali tdk dipahami oleh
para simbah2 yg katanya kolot dan bodo

Pemujaan thd Siwa si dewa perusak merupakan bentuk ekspresi pemahaman mereka
yg sangat mendalam ttg fungsi keseimbangan lingkungan alam

Dewa Siwa sekaligus sbg simbol pemberi tantangan bagi manusia utk tetap
terus bergerak maju memenuhi hukum alam fisik "survival for the fittest"

Di dlm gnosisme, setan juga ditempatkan sebagai faktor penyeimbang yg sama
sbgmana Siwa.

Itulah mengapa Vatikan sulit memahami ajaran gnosisme.

Tetapi jika semakin dipahami bahwa ternyata kemajuan/sukses (telenta)
dikembangkan dg cara mengatasi, mencari solusi atas setiap kesulitan dan
tantangan (kuk), dan dlm hal ini setan/iblis berperan membuat kuk/kesulitan
hidup atau materi pembelajaran hidup, maka setan yg menakuti2nya dan
mengojoki-ojoki manusia utk berbuat dosa adalah tidak ada.

Yg ada adalah manusia yg hrs menghadapi dirinya sendiri atas kemalasan2nya
utk bergerak maju.

Bila dipahami dg cara demikian jika dikatakan Yesus telah menebus dosa dan
membebaskan dari cengkeraman setan dengan menyampaikan pengetahuan rahasia
(gnosis) ini maka adalah benar adanya. 

Maka,  setan dan iblis yg dipropagandakan oleh agama2 tidak ada

Musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri, bukan setan dan iblis

Tentu saja ada makluk2 di dimensi lain, tetapi mereka tdklah spt yg
digambarkan itu.

 

Oleh karena itu semua kritikan adalah dorongan utk maju dan sebaliknya
segala pujian adalah racun yg mematikan.

 

Spt dlm uraian Mang Dipo di SI, Lucifer digambarkan sbg pemuda yg guanteng
bukan makluk buruk rupa. 

 

Ilustrasi dari 2 buah kisah kecil yg yg digunakan oleh Parlindungan:

 

Ada seekor burung yg memutuskan utk tdk ikut migrasi bersama burung2 lainnya
utk mencari tempat yg hangat dan makanan.

Ketika kahirnya suhu mjd lebih dingain dan tak tertahankan ia memutuskan
mulai terbang utk migrasi. Krn udara kelwat dingin akhirnya ia merasa harus
berhenti dan hingap di sebuah kandang kebo. Ketika itu ia kelewat kecapekan
shg diam saja saat si kebo berada di dekatnya. Dan kurajarnya di kebo nelek
dan menjatuhi dirinya. Si burung ngomel, udah meh mati kedinginan kok masih
diteleki juga. Tapi rupanya gara2 telek yg menutupi idirnya itu ia mulai
merasa hangat, dan saking hepinya ia bernyanyi riang. Kebetulan ada seoraong
kucing yg sedang tiduran di dekat kandang. Mendengar kicauan si burung ia
pergi mencari, dan ketika ditemukannya si burung, ia bersihkan kotoran tahi
kebo itu dan segera memakan si burung.

 

Moral: hal yg buruk (diteleki kebo) belum tentu bersifat membantu, dan
sebaliknya suatu pertolongan (dibersihkan dari kotoran) belum tentu
merupakan kebaikan kadang malah mematikan.

 

Kisah lain:

Seekor keledai tua jatuh ke sumur tua. Si pemilik merasa sulit dan percuma
menolong mengangkat si keledai dari sumur itu walau ia miris mendengar
lolongan si keledai. Maka ia bermaksud menimbuk keledai itu di sumur tua yg
sudah kering itu. Ketika ia mulai menguruk sumur itu dg tanah kedelai itu
mengibas2kan punggungnya dan tanah jatuh ke dasar sumur, dan ia mengangat
kakinya demikian seterusnya sampai tanah urukan sampai di bibir sumur dan si
keledai lari bebas.

 

Moral: jangan tenggelamkan diri dalam keluhan2 beban kesulitan, tapi taruh
kesulitan (tanah) yg menimpa itu ke bawah kaki dan mulailah bergerak naik
bertumpu atas setiap solusi yg telah ditemukan utk setiap masalah/kesulitan
yg ditemui, dan temukan kebebasan serta kemerdekaan.    

 

Salam damai selaras,

 

Sony H Waluyo

 

* You are what you think about. Beware of your mind. 

Kirim email ke