Jumat kemarin dalam Kick Andy menampilkan bintang tamu Karmaka Surjaudaja,
perintis Bank OCBC NISP. Ia bukan datang dari kalangan cina kaya tapi
sebaliknya cino kere, jadi guru oleh raga, merangkap guru pabrik dan guru
les, kemana2 naik sepeda tua, shg ia mesti kerja keras dari subuh hingga
malam.

Salah satu pengalaman yg menyentuh batinya adalah ketika ia dimaki2 oleh
atasannya ketika jadi buruh, dan ia dalam hati bertekad, jika nanti ia punya
usaha sendiri, ia tdk akan memperlakukan anak buahnya seperti yg ia alami.

Acara Kick Andy ini banyak diiringi tetes air mata haru dan kagum akan
perjuangan hidupnya.

Jer basuki mowo bea.

Salam damai selaras,

Sony HW

========

Karmaka Surjaudaja: Tidak Ada Yang Tidak Bisa

(
<http://id.news.yahoo.com/dtik/20090311/tbs-karmaka-surjaudaja-tidak-ada-yan
g-ti-dc39929.html>
http://id.news.yahoo.com/dtik/20090311/tbs-karmaka-surjaudaja-tidak-ada-yang
-ti-dc39929.html)

 

 <http://www.detik.com/> detikcom

detikcom - Rabu, Maret 11 

Di usianya yang sudah 74 tahun, sang perintis bank OCBC NISP, Karmaka
Surjaudaja masih terlihat segar. Dan di balik sosoknya yang kuat itu
tersimpan perjuangan luar biasa, termasuk dalam membangun bank OCBC NISP dan
perjuangan melewati transplantasi hati.


ADVERTISEMENT

 


Kisah perjuangan dan ketegaran hidup Karmaka Surjaudaja kini telah
dituliskan dalam buku yang berjudul "Tidak ada yang Tidak Bisa", yang khusus
ditulis oleh pendiri dan CEO Jawapos Group Dahlan Iskan.

Buku ini ditulis oleh Dahlan karena kesamaan nasibnya dengan Karmaka. Awal
mula ketertarikan Dahlan menulis buku tersebut adalah ketika Karmaka bersama
anaknya Pramukti Surjaudaja mengunjungi dirinya, yang ketika itu belum lama
menjalani transplantasi hati di China. Perjuangan menjalani transplantasi
hati itu ternyata juga sempat dilalui Karmaka beberapa tahun sebelumnya.

Berawal dari perbincangan dua orang yang 'senasib' hingga perbincangan
perjuangan-perjuangan hidup Karmaka lainnya, Dahlan pun akhirnya meminta
ijin kepada Karmaka untuk menulis buku tersebut. Dahlan berpendapat,
pengalaman hidup yang telah dilalui Karmaka dapat menjadi teladan dan
motivasi bagi banyak orang. Sosok Karmaka sendiri bagi Dahlan adalah pribadi
yang sangat luar biasa dan dikaguminya.

Karmaka dikenal oleh orang sekitarnya sebagai orang yang ramah, rendah hati
dan bersahaja. Semua orang sangat menghormati bankir senior yang telah
menahkodai sebuah bank yang dulunya bernama bank NISP itu sejak tahun 1960.

Melalui perjuangan yang tidak gampang, termasuk kala krisis menerpa tahun
1987, Karmaka bisa membawa bank NISP hingga kini menjadi bank dengan aset Rp
34 triliun.

Di penghujung masa jabatannya, ia telah mempercayakan sepenuhnya tongkat
estafet kepemimpinan Bank yang telah ia bina selama 45 tahun kepada kedua
anaknya: Pramukti Surjaudaja sebagai Presiden Komisaris dan adiknya Parwati
Surjaudaja sebagai Presiden Direktur. Estafet ini merupakan kepercayaan yang
diberikan OCBC Bank kepada keluarga Surjaudaja.

"Saya sangat berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kepercayaan
yang diberikan kepada saya untuk melalui berbagai situasi dan kondisi dalam
kehidupan ini," ujar Karmaka melalui siaran pers disela-sela peluncuran
bukunya itu, Rabu (11/3/2009).

"Saya juga berterima kasih diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman hidup
kepada orang lain melalui buku ini. Saya berharap buku ini dapat
menginspirasi pembaca agar dalam keadaan sesulit apapun dapat senantiasa
berupaya dan tidak mudah menyerah; dengan keyakinan yang kuat maka 'Tidak
Ada yang Tidak Bisa'," ujar Karmaka lagi.

Sekilas Perjalanan Karmaka Surjaudaja
1954 - 1958 Mengajar sebagai guru olah raga1958 - 1962 Wakil Pimpinan
Perusahaan Dying, Finishing dan Printing NV Padasuka, Majalaya1962 - 1963
Direktur Pertenunan &; Perdagangan PT Dharma Kusuma, Cimahi1963 - 1971
Direktur Operasional Bank NISP1971 - 1997 Presiden Direktur Bank NISP1997 -
2008 Presiden Komisaris Bank NISP  2008 - sekarang Chairman Emeritus dan
Senior Advisor Bank OCBC NISP
Aktivitas Sosial:

Pengurus berbagai organisasi sosial a.l Yayasan Hati Indonesia Jawa Barat,
Yayasan Stroke Indonesia Jawa Barat, Asosiasi Pengusaha Taiwan, Dewan
Pengurus Lembaga Lanjut Usia Indonesia, dllOrang tua asuh dari  lebih dari
1600 sarjana/pasca sarjana di IndonesiaAnggota Forum Kebudayaan Jawa Barat.

 

 

<<image001.jpg>>

Kirim email ke