Prihatin Nasib Kaum Miskin Kota

Pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) akan digelar pada 9 April 
mendatang. Di Jakarta ada 41 calon senator yang akan memperebutkan empat kursi 
DPD. Tempo menampilkan profil beberapa calon di antaranya. Berikut ini adalah 
tulisan kedelapan. 
Dunia politik adalah hal yang baru bagi Masyuti. Meski demikian, guru Taman 
Kanak-kanak Tunas Harapan ini memberanikan diri menjadi calon anggota Dewan 
Perwakilan Daerah (DPD) Jakarta periode 2009-2014. "Saya secara pribadi ingin 
memperjuangkan rakyat kelas menengah ke bawah," katanya ketika ditemui di 
rumahnya di Petukangan, RT 07 RW 02 Nomor 155, Rawa Terate, Cakung, Jakarta 
Timur, Selasa lalu. 
Sejak aktif di Forum Masyarakat Kota Jakarta (FMKJ), keprihatinannya atas nasib 
kaum miskin kota kian menguat. Istri dari Sarwono, seorang buruh, ini 
memimpikan pedagang dan permukiman liar tak lagi digusur. "Tapi ditata ulang," 
tutur Masyuti yang menjabat sebagai ketua organisasi itu sejak 2000. 
Wanita kelahiran Palembang, 12 Juli 1969, ini juga cemas terhadap hak-hak 
perempuan yang kurang diakomodasi. "Soal kesehatan dan kesetaraan banyak yang 
belum terpenuhi," ujar ibu tiga anak yang masih mengikuti sekolah pendidikan 
guru di Sekolah Tinggi At Taqwa, Cakung, Jakarta Timur, ini. 
Untuk memperkenalkan dirinya, Tuti, sapaan Masyuti, mengaku tak ada uang. Namun 
dia mengungkapkan mendapat sokongan dari sebagian mahasiswa Universitas 
Nasional, rekan-rekannya di FMKJ, dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) era 
pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, Bondan Gunawan. "Mereka memberi 
dukungan materiil dan imateriil," tuturnya. 
Bantuan itu berupa sekretariat, dana, dan tim pemenangan kampanye. Dalam 
berkampanye, Tuti lebih mengandalkan dialog dan sosialisasi kepada kalangan 
terbatas. "Dalam pengajian atau arisan," kata calon senator bernomor urut 24 
ini.

 
Tuti mentargetkan meraih 500 ribu suara. Saat ini dia mengaku sudah memiliki 
150 ribu pendukung dari basis kaum miskin kota. Untuk segala sosialisasi dan 
pengenalan diri, dia sudah menghabiskan dana hingga Rp 20 juta. "Itu uang 
sumbangan dari kawan-kawan," ujarnya. 
Melihat calon lain yang sudah menghabiskan dana miliaran rupiah, Tuti tak 
gentar. "Saya punya massa kelas bawah," kata dia. Jika tak terpilih, Tuti tak 
akan kecewa. "Ini merupakan ajang belajar bagi saya," ia menambahkan. Muhammad 
Nur Rochmi
 
http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/03/27/Metro/krn.20090327.160633.id.html


             
 
http://groups.google.com/group/suara-indonesia?hl=id


      New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke