Fyi,
HMNA

----- Original Message -----
From: "buana101" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Saturday, March 28, 2009 9:23 AM
Subject: [debat_ islam-kristen] Re: Yesus utk Israel, Sony orang Indonesia
gak kebagian jatah.....hehehe


 Mhmm...jadi abah tidak ragu2 untuk mengutip ayat dari kitab yang sudah
 rusak....?
##################################################################
HMNA:
Bible adalah campuran antara wahyu (murni, asli) dengan israiliyat (tidak
asli, palsu). Karena camputan antara yang murni, asli dengan tidak asli,
palsu, maka tentu saja Bible itu rusak. Apa itu Israiliyat ? Baca artikel di
bawah:
*************************
BISMILLA-HIRRHMA-NIRRAHIYM

WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
107. Israil, Baniy Israil dan Israiliyat

Israil adalah nama lain dari Nabi Ya'qub 'Alayhissalam (AS), anak dari Nabi
Ishaq AS, anak dari Nabi Ibrahim AS. Baniy Israil adalah puak etnis
keturunan Israil. Israiliyat adalah cerita-cerita produk budaya dari
kalangan puak etnis ini, karangan, imajinasi yang bersumber dari akar
historis. Israiliyat ini perlu dibedakan dengan sumber yang nonhistoris.
Yaitu wahyu yang diturunkan Allah SWT yang diterima oleh para nabi dari
Baniy Israil dalam wujud secara verbal yang diucapkan oleh para nabi itu.
Dalam bentuk tertulis secara otentik menjadi salah satu dari rukun iman yang
enam, yaitu beriman kepada wa ma- unzila min qablika, beriman kepada
Kitab-kitab yang diturunkan sebelum engkau (hai Muhammad), (S.Al Baqarah 4).
Para pakar sejarah yang tidak percaya wahyu, atau sekurang-kurangnya percaya
wahyu akan tetapi melecehkan wahyu dalam menganalisa sejarah dengan
pendekatan historis, tidaklah membedakan antara produk budaya Baniy Israil
(Israiliyat), yang mempunyai akar historis, dengan yang bersumber dari akar
yang nonhistoris, yaitu dari wahyu yang diturunkan Allah SWT kepada para
nabi dari kalangan Baniy Israil tersebut. Perjanjian Lama adalah campuran
antara sumber non-historis (wahyu) dengan sumber yang historis (Israiliyat).
Tentu saja ummat Islam tidak diwajibkan beriman kepada Israiliyat ini, namun
apabila Israiliyat itu mengandung pesan-pesan nilai akhlaq, tidak ada
salahnya diambil ibarat daripadanya, dengan keyakinan bahwa cerita itu bukan
kejadian yang sesungguhnya.

Dalam kalangan Baniy Israil ada kelompok yang disebut sect of writers, sekte
penulis yang bertugas untuk menuliskan hukum-hukum Musa bagi yang
memerlukannya. Mereka para penulis itu terkadang dipanggil dengan nama
Pendeta, terkadang dengan Tuan, terkadang dengan Rabbi. Mereka ini menjadi
pendukung dari pemerintah asing dari bangsa-bangsa Parsi, Romawi dan Yunani.
Mereka inilah yang bertanggung jawab dalam penulisan yang menyisipkan unsur
Israiliyat ke dalam Perjanjian Lama.

Anehnya Israiliyat itu tidak kurang berisi dengan hal-hal yang melecehkan
para nabi dalam kalangan Baniy Israil. Seperti misalnya Ya'qub mengecoh
kakak dan ayahnya. Dalam Israiliyat itu Ya'qub digambarkan sebagai seorang
yang licik terhadap Isu, kakak-kembarnya, yang dalam keadaan terdesak karena
sangat lapar Isu menerima tawaran yang sangat tidak adil, yaitu makanan
ditukar dengan kedudukan anak sulung. Demikian pula Ya'qub mengecoh ayahnya
yang sudah rabun (atau katarak?) dengan menyamar sebagai Isu, memakai baju
berbulu. Maksudnya agar sang ayah dapat terkecoh dengan meraba lengan
Ya'qub, dan memang sang ayah terkecoh. Sebelumnya Ishaq menyuruh Isu pergi
berburu dan hasil buruannya itu akan dimasak menjadi lauk yang enak. Akan
tetapi Ya'qub mendahului Isu dengan mengambil domba peliharaan mereka. Tentu
saja Ya'qub dapat mendahului Isu. Akhirnya Ya'qublah yang mendapatkan berkah
dari Ishaq sang ayah, dan siapa saja yang melawan kepada yang diberkati itu,
akan terkutuk. Di sinilah keanehan itu, Israiliyat tentang Ya'qub ini
menimbulkan citra yang jelek tentang Ya'qub. Ada kemungkinan bahwa latar
belakang sang Rabbi dari sect of writers ini mengarang cerita yang tak
terpuji itu, untuk justifikasi tentang intrik yang pernah dilakukannya,
karena seperti dikatakan di atas, sekte ini menjadi pendukung penguasa dari
bangsa-bangsa asing. Artinya untuk memberikan kesan, apabila Ya'qub dapat
berlaku licik, mengecoh, mengapa ia tidak boleh.(*)

Sebagai ummat Islam yang diwajibkan beriman kepada para rasul, memuliakan
rasul-rasul itu, haruslah menolak Israiliyat yang menyangkut pelecehan
NabiyuLlah Ya'qub AS tersebut. Ada seorang pakar sejarah yang berlaku tidak
fair dalam hal Ya'qub dan Baniy Israil secara keseluruhan. Seperti dikatakan
di atas umumnya pakar sejarah tidak membedakan antara sumber nonhistoris
dengan sumber yang historis. J.W.D. Smith dalam bukunya God and Man in Early
Israel membuat rampatan (generalisasi) bahwa perangai Ya'qub yang ahli
tipudaya ini mencerminkan perangai (behavior) dari Baniy Israil secara
keseluruhan.

Sikap mereka yang exlusif di negeri orang ditambah dengan citra terhadap
diri mereka itu yang digambarkan berperangai penuh dengan intrik, kelicikan,
tipu daya yang menjadi batu sandungan terhadap Perjanjian Perdamaian PLO
dengan Israil, bahkan kabarnya baru-baru ini di Sudan dalam perembukan
negara-negara yang tergabung dalam OKI (Fajar, 6 Desember 1993) menolak
Perjanjian Perdamaian tersebut.

Namun perlu kita ingat bahwa setiap bangsa, setiap puak etnis tidaklah
seluruhnya akan baik, di antaranya tentu terdapat hati yang busuk. Demikian
pula sebaliknya, tidaklah semuanya yang berhati busuk, tentu di antaranya
terdapat pula mutiara-mutiara yang berhati mulia. Maryam Jamilah, sebelumnya
bernama Margaret Marcus, dalam pernyataannya setelah menganut Islam,
menyatakan ungkapan hatinya yang mengharukan dengan mengutip seperti apa
yang telah diungkapkan oleh salah seorang Baniy Israil, Muhammad Asad,
sebelumnya bernama Leopold Weiss (asad = leo = singa), seperti berikut:

I did not embrace Islam out of any hatret for my ancestral heritage or my
people. ............... Thus I can say with another from the Bani Israil who
chose to travel on the sama journey. ................. Saya menganut Islam
bukanlah karena tidak senang kepada warisan leluhur ataupun bangsa saya.
............. Walhasil saya dapat berkata seperti ucapan dari seorang Bani
Israel yang telah memilih bermusafir dalam perjalanan yang sama. Abraham
that early ancestor of mine, would have understood why I am here (in Mecca)
...................... Abraham (Ibrahim)
leluhur saya, tentu mengerti mengapa saya di sini (di Mekah). My coming to
this land of Arabia; was it not in truth a homecoming? Homecoming of the
heart that has spied its old home backward over a curve of thousands of
years and now recognizes this sky - my sky- with painful rejoicing?
Kedatangan saya ke negeri ini negeri Arabia; bukankah itu pada hakekatnya
kembali ke rumah? Pulang ke rumah dari sekeping hati yang menelusuri masa
silam ribuan tahun dan mengenal langit ini - langit saya - dengan
kegembiraan yang mengharukan? WaLlahu a'lamu bishshawab.

*** Makassar, 12 Desember 1993
    [H.Muh.Nur Abdurrahman]
http://waii-hmna.blogspot.com/2007/06/107-israil-baniy-israil-dan-israiliyat
.html
=======================================
(*)
saya baca dari Handbook saya punya kakek, dongeng-dongeng israiliyat itu
antara lain:
1. dongeng Hajar putri Salitis dari Dinasti Hyksos Al-Malik difitnah sebagai
budak
2. dongeng ttg Ibrahim meletakkan Ismail yang sudah berumur 16 tahun di atas
bahu Hajar.
3. dongeng incest, yaitu Luth berzina dengan kedua anak perempuannya, yang
keduanya mengandung dari hasil perzinaan itu.
4. dongeng perbuatan Ya'qub yang tidak terpuji mengecoh kakak-kembarnya
(Isu) dan ayahnya (Ishaq) yang sudah buta.
5. dongeng Daud berzina dengan Betsyeba.
6. dongeng Absalom (anak laki-laki Daud) yang berzina dengan semua
ibu-tirinya.
7. dongeng akhlaq Isa yang tak terpuji membentak ibunya, dan menyebut yang
bukan Bani Israil itu sebagai anjing.
8. dongeng Isa melanggar salah satu Hukum Musa, yaitu Hari Sabbath.
9. dll., dll., dll..

Israiliyat yang disisipkan masuk ke dalam Injil, yaitu
12:47 Maka seorang berkata kepada-Nya: "Lihatlah, ibu-Mu dan
saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau."
12:48 Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu
kepada-Nya: "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?"
Tidaklah mungkin Nabi 'Isa AS sekasar begitu kepada ibu beliau.
Kedua ayat itu adalah dongeng Israiliyat yang menghujat akhlaq mulia dari
Nabi Isa AS menjadi tidak terpuji.
############################################################################
######



------------------------------------

Aturan berdebat :
1. Menjaga Kesopanan (sampaikan dengan baik dan santun).
2. Argumen Yang Didukung Kitab Suci, dan ilmu terkait.
3. Tidak berdebat Kusir  (menanggapi dengan tidak tepat, melenceng jauh).
4. Tidak subjektif (menilai sesuai norma berpikir universal, bukan
individualistic dan fanatik semata)

Kirim email ke