bangsa bodoh, ulamanya juga bodoh

--- Pada Sab, 18/4/09, Wal Suparmo <[email protected]> menulis:

Dari: Wal Suparmo <[email protected]>
Topik: Bls: [Mayapada Prana] Takut Neraka, 30 Warga Datangi MUI
Kepada: "Mail Delivery" <[email protected]>, "Komnas HAM" 
<[email protected]>, "media jabar" <[email protected]>, "media 
jakarta" <[email protected]>, "media jatim" 
<[email protected]>, [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], "KP-PRP1" 
<[email protected]>, [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected]
Tanggal: Sabtu, 18 April, 2009, 12:24 AM











    
            
            


      
      Salam,
Kasiaaan, kalau otaknya di dengkul.
Wasalam,
Wal Suparmo

--- Pada Jum, 17/4/09, Robert Sianturi <sianturi1972@ yahoo.co. id> menulis:


Dari: Robert Sianturi <sianturi1972@ yahoo.co. id>
Topik: [Mayapada Prana] Takut Neraka, 30 Warga Datangi MUI
Kepada: "Mail Delivery" <postmas...@mail1. bogor.net>, "Komnas HAM" 
<i...@komnasham. go.id>, "media jabar" <media-jabar@ yahoogroups. com>, "media 
jakarta" <media-jakarta@ yahoogroups. com>, "media jatim" <media-jatim@ 
yahoogroups. com>, kolektor-musik@ yahoogroups. com, komunitas_kajian_ 
dong...@yahoogro ups.com, komunitas_pluralis@ yahoogroups. com, 
Konsultasi-Kesehata n...@yahoogroups. com, koran-nasional@ yahoogroups. com, 
"KP-PRP1" <prppu...@gmail. com>, krl-ma...@yahoogrou ps.com, 
lakpes...@yahoogrou ps.com, Liga-anti-imperiali s-platform@ yahoogroups. com, 
lingkar...@yahoogro ups.com, lingkun...@egroups. com, l...@yahoogroups. com, 
lkisgr...@yahoogrou ps.com, luri_...@yahoogroup s.com, mahar...@yahoogroup 
s.com,
 mailp...@yahoogroup s..com, maja...@yahoogroups .com, Manager-Indonesia@ 
yahoogroups. com, manusiabumi@ yahoogroups. com, marketing-forum@ yahoogroups. 
com, masyarakatfilmindon e...@yahoogroups .com, "Mayapadaprana" <mayapadaprana@ 
yahoogroups. com>, Media_Nusantara@ yahoogroups. com, me...@imc-usa. org
Tanggal: Jumat, 17 April, 2009, 4:02 PM








hehehe.. ada2 aja..
unik & menarik...
____________ _________ _________ _________ _________ _________ ________
Dari: Bambang Tribuono <bambu...@yahoo. co.id>
Topik: Takut Neraka, 30 Warga Datangi MUI
kepada: undisclosed receptions

Iya ya.. karena MUI keluarkan fatwa bahwa Golput Haram..
Maka warga negara Indonesia yang dipaksa menjadi Golput oleh Pemerintah dan KPU 
memang harus memberi penjelasan pada MUI.. bahwa mereka menjadi Golput itu 
bukan karena kemauan sendiri.. tapi dipaksa oleh orang lain..

Masyarakat perlu memohon kepada MUI agar memberi tahu Tuhan bahwa warga yang 
dipaksa jadi Golput itu nantinya jangan disiksa di akhirat, karena telah 
melakukan perbuatan yang haram..

Kepada seluruh Pengurus MUI mulai pusat sampai daerah, yang mengaku sebagai 
wakil Tuhan di dunia.. diharapkan segera menghadap Tuhan untuk melaporkan hal 
tersebut..
kalau tidak.. kasihan tuh banyak rakyat bisa
 masuk neraka semua gara2 pemilu...
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _______
Dari: Al Faqir Ilmi <alfaqirilmi@ yahoo.com>
Topik: Takut Dicap Golput, 30 Warga Datangi MUI
Kepada:undisclosed receptions
Tanggal: Rabu, 15 April, 2009, 7:03 PM

Rabu, 15/04/2009 16:17 WIB 

Takut Dicap Golput, 30 Warga Datangi MUI 
M. Rizal Maslan - detikPemilu



Warga datangi MUI 
 Jakarta - Tidak terdaftar sebagai pemilih dalam Pemilu 2009 dan takut dicap 
golput, sekitar 30 orang warga yang tergabung dalam Masyarakat Muslim Sadar 
Konstitusi (MMSK) mendatangi Majelis Ulama Indonesia (MUI). Mereka datang untuk 
mempertanyakan tentang fatwa haram golput yang telah dikeluarkan MUI itu.

30 Warga yang dipimpin oleh Koordinator MMSK, Wawan Mansyur, ini langsung 
diterima Ketua MUI Amidhan dan Khalil Ridwan di lantai empat Gedung MUI, Jl 
Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2009) pukul 14.30 WIB.

"Kita minta statemen dari MUI, bagaimana menyikapi banyaknya rakyat yang 
dipaksa tidak memilih. Dulu, MUI mengeluarkan fatwa bahwa golput
 itu haram, tapi sekarang banyak rakyat yang dipaksa golput," kata Wawan 
sebelum pertemuan.

Wawan menegaskan, kedatangannya ke MUI tidak ada tujuan lain, apalagi berbau 
politik. "Kedatangan kami kemari murni ingin meminta pernyataan MUI atas hak 
kami sebagai umat muslim yang tidak bisa memilih. sedangkan MUI sendiri 
menyatakan golput haram," tandasnya.

Menurut Wawan, sebagai umat Islam yang menjunjung anjuran ulama, termasuk MUI 
yang pernah mengluarkan fatwa haram golput, sangat menambah keyakinan 
masyarakat untuk memilih. Namun, saat mendatangi TPS-TPS ternyata namanya dan 
jutaan orang lainnya tidak tercantum sebagai pemilih.

"Padahal, menurut UU, kami telah memenuhi syarat dan memiliki hak pilih. 
Sehingga secara tidak langsung masuk dalam golput dan secara fatwa MUI bisa 
dikatakan haram," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Wawan, pihaknya meminta penjelasan MUI. "Apakah kami 
yang dipaksa golput oleh penyelenggara pemilu
 berarti melakukan tindakan haram dan menanggung dosa," tegasnya lagi.

Wawan mempertanyakan, apakah orang atau lembaga yang menyabotase otoritas 
politik tertinggi seperti UU dan KPU bisa dikategorikan bughot? Apalagi, jutaan 
umat Muslim yang mengikuti pemilu dipaksa haram karena menjadi golput. "Apakah 
hasil pemilunya juga bisa disebut haram?" pungkasnya.


Berselancar lebih cepat. 
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman 
favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)


        Akses email lebih cepat. 
 Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang 
dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Pamer gaya dengan skin baru yang keren. Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru 
sekarang! http://id.messenger.yahoo.com

Kirim email ke