“Aku telah turun dari sorga untuk melakukan kehendak Dia yang telah
mengutus Aku”

(Kis 8:1b-8; Yoh 6:35-40)

 

“Kata Yesus kepada mereka: "Akulah
roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan
barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. Tetapi Aku telah
berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya. Semua
yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang
kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk
melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus
Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua
yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya
Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya
setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang
kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.” (Yoh 6:35-40), 
demikian kutipan Warta Gembira hari
ini. 

 

Berrefleksi
atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Katarina dari Siena, Perawan dan 
Pujangga Gereja, hari ini saya sampaikan
catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Entah pergi untuk belajar di sekolah/perguruan tinggi
atau untuk bekerja di kantor, perusahaan atau tempat kerja, pada umumnya bukan
semata-mata merupakan keinginan atau kemauan sendiri, melainkan ada atau
mungkin terutama karena desakan atau perintah dari orang lain. Itulah yang
dihayati oleh Yesus, yang juga diikuti oleh St.Katarina dari Siena, yang dalam
usia muda telah terpanggil untuk hidup suci serta demi kebersamaan atau
kesatuan Gereja dan keselamatan semua orang, masyarakat pada umumnya. “Aku 
datang dan pergi bukan untuk melakukan
kehendak saya sendiri, melainkan kehendak dia yang mengutus aku”, inilah
kebenaran yang ada. Kiranya entah dengan belajar atau bekerja kita tidak hanya
demi kepentiingan sendiri untuk menjadi cerdas, beriman dan suci, tetapi dengan
dan dalam kecerdasan dan iman serta kesucian yang telah kita terima selama
belajar atau bekerja kita berharap dapat menjadi ‘man or woman with/for 
others’, berpartisipasi dalam karya
penyelamatan dunia. Kita dapat meneladan St.Katanina yang hidup suci, berusaha
memperteguh persaudaraan atau persahabatan sejati dan keselamatan atau
kebahagiaan umum. Dengan ini kami berharap 
kepada siapapun yang dianugerahi aneka rahmat, keterampilan, bakat dst..
secara melimpah ruah hendaknya memfungsikan semua itu demi kebahagiaan atau
keselamatan umum, bersama, bukan hanya untuk diri sendiri atau kelompok dan
golongannya sendiri. Marilah saling membantu dan mengingatkan agar kita yang
berasal dari Tuhan pada waktunya ketika dipanggil Tuhan atau meninggal dunia
otomatis kembali kepada Tuhan, hidup mulia di sorga. Marilah kita berusaha agar
tidak ada seorangpun dari saudara-saudari kita ada yang ‘hilang’ alias hidup
menyendiri, tidak bersedia berkumpul, bercakap-cakap atau bekerjasama dengan
yang lain. 

·   “Mereka yang
tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil.”(Kis
8:4), demikian berita perihal jemaat Purba/Perdana, yang mengalami aneka
penganiayaan setelah kematian Stefanus. Karena dianiaya dan diancam maka umat
beriman tersebar, melarikan diri, bukan untuk bersembunyi, tetapi  
‘memberitakan Injil atau Kabar Baik’, sehingga
semakin  banyak orang menjadi
pewarta-pewarta Kabar Baik. Inilah misteri Salib, derita dan ancaman yang
membangkitkan dan menggairahkan. Belajar dan bercemin pada pengalaman jemaat
Purba/Perdana ini kami berharap: (1) jadikan dan hayati aneka derita dan
ancaman karena kesetiaan hidup beriman atau terpanggil sebagai kesempatan emas
untuk menjadi pewarta-pewarta Kabar Baik, untuk lebih berbuat baik kepada
sesama dimanapun dan kapanpun, dan (2) secara khusus kepada mereka yang merasa
sendirian sebagai yang beriman pada Yesus Kristus, entah di kantor/tempat kerja
atau tempat tinggal, meskipun memperoleh atau menghadapi tantangan, ejekan,
ancaman, dst..hendaknya tetap setia dan taat pada iman anda, jadikan kesempatan
tersebut menjadi kesempatan emas untuk mempertebal dan memperteguh iman, Semoga
dengan kesetiaan dan ketaatan iman kita akan terjadi sebagaimana terjadi pada
masa lalu, zaman Gereja Purba/Perdana, dimana “banyak orang yang kerasukan roh 
jahat keluarlah roh-roh itu sambil
berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang
disembuhkan. Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu” (Kis 8:7-8). Semoga 
para penjahat bertobat, yang
lumpuh dan timpang hati, jiwa dan akal budi maupun tubuhnya sembuh, sehat
kembali, karena kesetiaan dan ketaatan iman kita. Ingatlah dan hayati pepatah
Jawa ini “jer basuki mowo beyo” (=untuk
hidup mulia, damai sejahtera harus berani berjuang dan berkorban). 

 

“ Seluruh bumi sujud menyembah
kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu, memazmurkan nama-Mu."  Pergilah dan lihatlah 
pekerjaan-pekerjaan
Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia: Ia mengubah laut
menjadi tanah kering, dan orang-orang itu berjalan kaki menyeberangi sungai.
Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia,yang memerintah dengan perkasa untuk
selama-lamanya, yang mata-Nya mengawasi bangsa-bangsa” (Mzm 66:4-7a)   .

  

Jakarta, 29 April 2009




      Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web. Gunakan Wizard 
Pembuat Pingbox Online. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke