Salam, Saya tidak begitu yakin pendapat premordial yang mengatakan bahwa Yusuf Kalla adalah MATAHARI dan Wiranto adalah BULAN. Mungkin sebaiknya Wiranto yang pernah jadi komandan seluruh angkatan bersenjata RI sedangkan Yusuf KalLa sebenarnya HANYA dibesarkan oleh GOLKAR. Dan Golkar sendiri dibersarkan oleh ABRI termasuk Wiranto.YK tanpa Golkar tidak berarti apa2.Wiranto TERPAKSA membonceng Golkar(JK) padahal sebenarnya terbalik sepert JK memboncenmg SBY. Wasalamm, Wal Suparmo.
--- Pada Sab, 16/5/09, H. M. Nur Abdurahman <[email protected]> menulis: Dari: H. M. Nur Abdurahman <[email protected]> Topik: [Mayapada Prana] Kepemimpinan Mentari dan Bulan Kepada: [email protected] Tanggal: Sabtu, 16 Mei, 2009, 7:15 PM Kepemimpinan Mentari dan Bulan Oleh: Ishak Ngeljaratan Kepemimpinan HM Jusuf Kalla (JK) dan Wiranto dapat dikiaskan sebagai kepemimpinan bersama antara mentari dan bulan. Kebersamaan demikian dapat dipandang sebagai sebuah pasangan ideal. JK bagaikan mentari, dan Wiranto adalah bulan. Cahaya yang dipantulkan bulan bersumber dari mentari. Namun, tanpa bulan, tak ada pantulan cahaya mentari ke bumi sehingga bumipun gelap. Ini cuma kiasan. Wiranto bukanlah benda mati, JK bukanlah dewa atau superman. Namun, ada nilai relevan di balik kiasan yang menyirat bagaimana kerja sama yang seharusnya dibangun antara JK dan Wiranto secara hierarkis. Kerja sama kedua pemimpin bangsa ini harus didasarkan secara jujur dan ikhlas. Untuk saling menerima denghan segala perbedaan yang melekat pada keduanya sebagai insan budaya yang selalu memiliki kelebihan, namun sekaligus tak bebas dari kekurangan dan kelemahan. Kelemahan dan kekurangan keduanya justru harus bisa diatasi dengan memanfaatkan kekuatan masing-masing secara sistemis sebagai sebuah pasangan kokoh. Kerja sama JK-Wiranto sudah harus ditunjukkan secara nyata selama masa persiapan pilpres, terutama selama masa kampanye yang akan datang menjelang tanggal 8 Juli 2009. Posisi dan fungsi hierarkial sebagai capres dan cawapres dicontohkan tanpa menimbulkan kesan seakan-akan ada yang inferior dan ada yang superior. Yang ada dan akan tampak pada tindakan hanyalah perbedaan tugas. Perbedaan tugas inilah yang akan dijalin dalam kerja sama intim antara keduanya sebagai contoh kekuatan perekat bagi tim sukses dan bagi rakyat Indonesia, khususnya yang akan memilih capres dan cawapres. Sumber kekuatan kedua tokoh nasional ini justru terletak pada perbedaan antara keduanya. Perbedaan etnis-kultural, perbedaan status militer-sipil atau perbedaan profesi, dan perbedaan pengetahuan serta pengalaman keduanya dapat dijadikan sumber kekuatan bersama untuk mengatasi atau mengurangi kelemahan masing-masing. Kekuatan JK dapat mengisi kelemahan Wiranto, sedangkan kekuatan Wiranto dapat mengisi kelemahan JK. Saling memadu kekuatan untuk meredam kelemahan masing-masing dapat membangun sikap dan kinerja politik yang tahan uji, produktif dan kreatif menghadapi tuntutan dan keinginan publik dengan ekspektasi tinggi terhadap ketiga pasangan petarung, juga menghadapi kedua pasangan petarung yang lain, yaitu pasangan Mega-Prabowo dan pasangan SBY-Boediono. JK dengan pengalaman entrepreneurship dalam bidang usaha bisnis dan pengalaman birokrasi pelayanan dalam pemerintahan selama bertahun-tahun adalah keutamaan yang dapat dijadikian modal. Demikian pula halnya Wiranto dengan pengalaman berorganisasi dan disiplin militer serta pengalaman luas di lapangan adalah juga keutamaan yang dijadikan modal bersama dengan modal JK. Penyatuan keutamaan JK-Wiranto menjadi modal dasar utama bersama yang dapat dijadikan kekuatan bersama untuk menutupi kelemahan masing-masing. Kekuatan bersama ini pula yang harus dijadikan sendi kokoh bagi political performance oleh JK-Wiranto dalam berkampanye, baik secara tertutup, maupun secara terbuka menurut undang-undang pemilu. Kekuatan sebagai modal bersama ini pula yang akan semakin dituntut penerapannya jika pasangan JK-Wiranto memenangkan pilpres. Sangat diharapkan bahwa dengan modal bersama ini, JK-Wiranto akan memasuki arena pertarungan pilpres menghadapi pasangan Mega-Prabowo dan SBY-Boediono secara terhormat, rendah hati, dan penuh militansi serta percaya diri tanpa melukai sesama pasangan petarung. (@) Lebih bersih, Lebih baik, Lebih cepat - Yahoo! Mail: Kini tanpa iklan. Rasakan bedanya! http://id.mail.yahoo.com

