Patut dipertimbangkan untuk dibaca : ILUSI NEGARA ISLAM 

Tentang buku ini selengkapnya silahkan klik :

http://www.bhinnekatunggalika.org/downloads/ilusi-negara-islam.pdf

Editor: KH Abdurrahman Wahid
Prolog: Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif
Epilog: KH. A. Mustofa Bisri


*ILUSI NEGARA ISLAM*

*Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia*

Gerakan garis keras transnasional di Indonesia terdiri dari
kelompok-kelompok di dalam dan di luar institusi pemerintahan/parlemen yang
saling mendukung untuk mencapai agenda bersama mereka. Bahaya paling jelas
adalah identifikasi Islam dengan ideologi Wahabi/Ikhwanul Muslimin yang
sangat ampuh membodohi umat Islam. Mereka menyusup ke bidang-bidang
kehidupan bangsa Indonesia, terutama ormas-ormas Islam moderat, institusi
pendidikan dan pemerintahan; dan dengan dalih membela dan memperjuangkan
Islam, melakukan cultural genocide untuk menguasai Indonesia. Formalisasi
agama (baca: Islam) yang mereka lakukan hanya dalih untuk merebut kekuasaan
politik.

Merespon gerakan ini, PP. Muhammadiyah menerbitkan SKPP Nomor
149/Kep/I.0/B/2006 untuk menyelamatkan Persyarikatan dari infiltrasi partai
politik seperti PKS. Nahdlatul Ulama juga mengeluarkan fatwa bahwa Khilafah
Islamiyah tidak mempunyai rujukan teologis baik di dalam al-Qur’an maupun
Hadits. PBNU mengingatkan bahwa ideologi transnasional berpotensi memecah
belah bangsa Indonesia dan merusak amaliyah diniyah umat Islam

Ketegangan kelompok moderat dengan gerakan garis keras adalah manifestasi
perseteruan al-nafs al-muthmainnah dengan hawa nafsu. Pengetahuan yang
terbatas membuat hawa nafsu tidak mampu membedakan antara washîlah (jalan)
dari ghâyah (tujuan), dalam memahami Islam pun kerap mempersetankan
ayat-ayat lain yang tidak sejalan dengan ideologinya. Hal ini juga
mencerminkan hilangnya daya nalar dalam beragama.

Buku hasil penelitian selama lebih dari dua tahun ini mengungkap asal usul,
ideologi, dan agenda gerakan garis keras transnasional yang beroperasi di
Indonesia, serta rekomendasi membangun gerakan untuk menghadapi dan
mengatasinya secara damai dan bertanggung jawab.


Kirim email ke