JK orang pertama yang paling bertanggung jawab didalam bidang ekonomi.Memang 
demikian politik......
tetapi jangan butakan umat yang tidak tahu menahu.
wassallam




________________________________
From: H. M. Nur Abdurahman <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Monday, June 1, 2009 9:51:27 AM
Subject: [Mayapada Prana] Cuplikan





Pemerintah sering melakukan praktik dagang menjelang pelaksanaan kebijakan 
ekonomi yang kontroversial. Stok beras di pasaran dibuat langka baru kemudian 
harga naik, akhirnya masyarakat dipaksa memahami impor beras yang akan 
dilakukan oleh pemerintah. Impor beras yang dilakukan oleh pemerintah berdampak 
dua hal yakni: 

Pertama, menurunkan motivasi kerja para petani karena hasil kerja kerasnya akan 
kalah berkompetisi dengan beras impor di pasaran. 

Kedua, menterpurukkan tingkat pendapatan petani domestik yang rendah menjadi 
sangat rendah. Selain itu, ada motivasi ekonomi-politik yang sebenarnya 
disembunyikan di balik logika bisnis impor beras. Impor beras merupakan bentuk 
kebijakan ekonomi-politik pertanian yang mengacu kepada kepentingan pasar bebas 
atau mazhab neo-liberalisme. 

Kebijakan impor beras adalah pemenuhan kesepakatan AoA (Agreement on 
Agriculture) WTO.  Butir-butir kesepakatan AoA terdiri dari :
1. Kesepakatan market access (akses pasar) komoditi pertanian domestik. Pasar 
pertanian domestik di Indonesia harus dibuka seluas-luasnya bagi proses 
masuknya komoditi pertanian luar negeri, baik beras, gula, terigu, dan lain 
sebagainya. 
2. Penghapusan subsidi dan proteksi negara atas bidang pertanian. Negara tidak 
boleh melakukan subsidi bidang pertanian, baik subsidi pupuk atau saprodi 
lainnya serta pemenuhan kredit lunak bagi sektor pertanian. Kedua butir itu 
adalah penterapan pasar bebas, ciri-khas neo-liberalisme Dampak pemenuhan 
kesepakatan AoA WTO sangat menyedihkan bagi kondisi pertanian lndonesia. Sektor 
pertanian di Indonesia mengalami keterpurukan dan kebangkrutan, akibat memenuhi 
kesepakatan AoA WTO







      

Kirim email ke