Adakah kasih menjadi warna hidupmu. Yang membuatmu bercahaya oleh mata bijakmu. Menggelayut rindumu akan kehidupan tanpa cela. Dan memahkotai bibirmu dengan kata-kata mesra. Tak perlu pemulas sebagai topeng untuk mempercantik dirimu
Sekalipun kau sadari bahwa kau ada dalam kepenuhanmu. Atas dua sisi kepribadian yang melekat pada dirimu. Kau yang terang dan sekaligus kau yang gelap. Yang terus melangkah di tiap tapak gelapmu. Berpandukan terang hatimu sendiri. Apakah kau melihatnya sebagai kegelapan. Apakah kau melihatnya sebagai terang. Hanya kau sendiri yang memutuskannya. Dan kaupun bisa lihat bila kaulah sendiri yang menjalaninya. Tak satupun yang terjadi dalam kehidupanmu tanpa peranmu. Kau yang mencipta dan menikmatinya. Bila hidupmu menjadi jalinan rajutan kasihmu. Kan tercipta bagimu cahaya kasih pembungkus tubuhmu. Dan semua akan datang kepadamu dengan kasih mereka. Karena getaran kasihmu sebagai magnet . Yang mendatangkan lebih banyak kasih bagi dirimu. Sebagai kebahagiaan keberadaanmu.. [Jakarta, 24Feb2010] Sony H Waluyo * You are what you think about. Beware of your mind. [Kesadaran ada di rasa, sulit utk memahaminya dg pikiran. Kita bisa bebas menyimpulkan apa yg kita lihat dan rasakan. Namun tetaplah sulit mendefinisikan rasa garam dengan kata2, tapi dg rasa di lidah semua orang sepakat itulah rasa garam, asin itu pasti asin, pahit itu pasti pahit. Demikian juga saat dirasa di hati, kasih itu pasti kasih. Olah rasa akan dg jelas mendefinikan kesadaran. Olah rasa...olah kesadaran...intuisi yg akan bermain...menyalurkan cahaya... cahaya adalah ilmu pengetahuan dan pengetahuan mjd landasan utk bertindak bijaksana dlm mengolah alam dan kehidupan]. ==================

