At 10:46 AM 2/28/01 +0700, you wrote:

>DM> yap,  thx  fyi  :).  point saya adalah: apakah kita harus *ngotot*
>DM> mengikuti standard jika ternyata standard itu banyak kelemahannya?
>
>Selama  Server  kita  perlu  berhubungan  dg  server orang lain, tentu
>*wajib*   mengikuti   standard,   kalau  tidak  bagaimana  akan  bisa
>"berkomunikasi".  Lain  halnya  jika  Server  Anda  hanya  tidak perlu
>berhubungan dengan "dunia luar" sana.
>
>Inikan  masalah  protocol, jadi harus sesuai, coba bayangkan jika Anda
>perlu  bicara  dengan Corry Aquino, jika Anda menggunakan bahasa Sunda
>sementara  dia  menggunakan bahasa Tagalog, tentu tidak akan nyambung.
>Agar  lancar,  maka  Anda  berdua  perlu  menggunakan  bahasa yg sama,
>misalkan Inggris.

saya kira tetep akan lancar soalnya cory pernah lama tinggal di
dago...lol..j/k

menurut saya harus dibedakan antara feature yg betul2 berpengaruh terhadap
protokol komunikasi dan feature yg memang tidak berpengaruh.
makanya saya sebutkan "selama_tidak_mengganggu_mekanisme_transmisi_e-mail"
(mungkin bisa dilakukan, mungkin juga tidak, tergantung programmernya..hehe).
jadi bukan berarti keluar standard secara membabi buta. jelas dong
"standard" aslinya jangan diabaikan. alangkah bodohnya saya jika membuat
tambahan feature yg berakibat mailserver saya buta+budeg :).

>DM> kalaupun,  katakanlah, penambahan username+password (atau features
>DM> lain)  itu  melanggar standard yg ada tapi ternyata bermanfaat dan
>DM> tidak mengganggu mekanisme transmisi e-mail, why not?
>
>Kalau  memang  hal  tersebut  tidak mengganggu komunikasi dg MTA lain,
>boleh-2x  saja  kok.  Tp dari hasil test sepintas di tempat saya, jika
>Telnet  di port 25 saya capture dg WinGate misalnya, maka SMTP service
>MDaemon  tidak bisa di hubungi (mailer tidak bisa connect). Saya perlu
>melakukan  serangkaian  test  untuk memastikan hal ini (misalkan saja,
>saya  menggunakan  TCP  Mapping  menggunakan  WInGate  atau  memasang
>Firewall untuk melakukan hal itu, ini butuh waktu untuk testnya).

mungkin anda lupa merubah port smtp mdaemon. mestinya ngga boleh 25 lagi kan?
coba ganti ke, misalnya, 2525. trus anda buat tcp mapping baru di wingate
yg me redirect port 25 ke 2525, mestinya jalan tuh.
(eh sorry bukan ngajarin yah, cuman *mengingatkan*...:)). tapi spt yg
pernah saya bilang, 
saya kurang suka cara ini karena mdaemon jadi *tergantung penuh* sama proxy
server.
lagi pula sedikit banyak performance mdaemon maupun proxy server akan
terpengaruh.
btw, saya kira wingate itu sudah merupakan firewall juga koq. malah kalo boleh
saya bilang "extended firewall". security features nya lumayan oke punya.

>Bukannya  belum  dipikirkan  adanya  standard  baru,  hal  itu  terus
>dikerjakan  oleh  IETF.  

iya, begitu standardnya jadi, mail client yg baru udah bisa macem2 sampe 
bisa jadi web client, ftp client atau bahkan irc client :)


>DM> kalau boleh sih saya minta yg versi 4.x saja, yg 2.8.x saya bisa ambil
via
>DM> ftp.
>tapi kalo >> 3 Meg mendingan ditaro di ftp juga deh.
>
>Kalau    Anda    mau    test    sendiri,   silakan   download   dari
>ftp://ftp.dutaint.co.id/mdaemon untuk versi publish terakhir (3.5.4)
>ftp://ftp.dutaint.co.id/mdaemon/beta untuk versi beta
>ftp://ftp.dutaint.co.id/archive untuk versi 2.8.x

ok thx. tapi kayaknya ngga bisa dilakukan pas peak hours nih. abort mulu.
mesti saya schedule dulu biar d/l nya malem2 aja.

-DM-

-- 
--MDaemon-L----------------------------------------------------------
Milis ini untuk Diskusi antar pengguna MDaemon Mail Server.

Untuk menghubungi moderator/List Owner double click link dibawah ini:
   <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Untuk Unsubscribe, double click link dibawah ini langsung kirim
   <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Untuk Subscribe, double click link dibawah ini langsung kirim
  <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
--POWERED BY MDAEMON!------------------------------------------------


Anda terdaftar di List ini dg alamat : [email protected]


Kirim email ke