On 23/04/21 06.45, Syafril Hermansyah via Mdaemon-L wrote: > On 22/04/21 13.32, Syafril Hermansyah via Mdaemon-L wrote: >> Parsing header yang ada hanya X-Orig-To: sehingga jika sumbernya salah >> maka hasil parsing di MDaemon akan mengikuti (salah). >> >> Jadi kembali lagi ke saran awal: >> Diterima saja keterbatasan yang ada di layanan Domainpop Spooling >> mailbox CBN Rackspace. > > > Ini penjelasan teknis lengkapnya. > > Domainpop atau domain spooling mailbox prinsip kerjanya adalah dengan > menyimpan mail-mail untuk 1 domain di single POP3 account dan saat > diakses (retrive) oleh client akan di parse (diurai) kembali menjadi > unique mail per recipient address. > Dengan domainpop maka dimungkinkan koneksi dynamic IP (Dial UP, ADSL, > Broadband 4G dls) menggunakan Internet Mail Server sendiri, fungsinya > persis seperti koneksi lease-line dengan direct incoming mail to SMTP. > > Domainpop ada 2 bagian: > > 1. DomainPOP server (domainpop provider) > 2. DomainPOP client. > > Keduanya harus bekerja sama, mensepakati "parsing header" yang akan di > sisipkan (insertion) di message header. > Pengaktifan Domainpop di MDaemon akan menggunakan cara seperti ini > > https://www.mail-archive.com/[email protected]/msg21144.html > > Sebenarnya ada kurang di artikel itu, y.i perlu pengaktifan Mail Check > Scheduler agar diluar jam kerja maupun hari libur DomainPOP tetap > melakukan check mail ke domainpop spooling mailbox secara periodik. > > http://mdaemon.dutaint.co.id/mdaemon/21.0.1/scheduling_mail-schedule.html > > Mail Scheduling ini perlu diaktifkan untuk konfigurasi domainpop atau > multipop atau ODMR/ATRN mail release atau ETRN Dequeue. > Mail Scheduling diperlukan untuk melengkapi "un-schedule check mail" > yang dilakukan MDaemon bersamaan dengan pengiriman mail (dari MDaemon) > ke Internet. > > Domainpop server pada prinsipnya bisa menggunakan MTA (Mail Transfer > Agent) apapun mulai dari Sendmail (ini adalah MTA terpopuler jaman tahun > 1996 - 2000), Qmail (populer tahun 1998 - 2005), Exim (populer untuk > kalangan WebHosting karena ada paket Cpanelnya) dan tentu saja pakai > MDaemon sendiri. > Agar bisa melakukan "insertion parse header" yang disepakati, semua MTA > itu memakai utility "Message Process Content Filtering", yang di MTA > linux dikenal dengan nama ProcMail (qmail pakai ini) atau Milter > (SendMail pakai ini). > > Tahun 1996 saat MDaemon mengenalkan Domainpop Spooling mailbox, > domainpop servernya pakai Sendmail, demikian juga kami di Duta Integrasi > pakai Sendmail di ISP rad.net.id (hasil kolaborasi saya dengan Tech > Support Indra Pramana) di tahun 1997.
Maaf, perlu tambahan untuk meluruskan sejarah :-) Pada saat yang bersamaan, di awal tahun 1997 ini Onno Widodo Purbo (dosen muda Elektro ITB) melakukan uji coba domainpop spooling mailbox juga dengan rad.net.id cabang Bandung (lupa nama tecnical person yang wanita di rad.net.id Bandung), tetapi menggunakan teknik/cara "real name matching" http://mdaemon.dutaint.co.id/mdaemon/21.0.1/domainpop_name-matching.html Saat itu memang biaya koneksi lease line sangat mahal, disamping jaringan fiber optik jangkauannya terbatas (jumlah ISP di Indonesia masih sedikit baru ada 4 provider), sehingga koneksi Dial Up merupakan pilihan utama untuk banyak internet user. > Parse header yang disepakati adalah "for address" di received header. > > Tahun 1998 saya kerjasama dengan CBNnet untuk penerapan domainpop, saat > itu cbn.net.id pakai Qmail (kolaboarasi saya dengan tech support "angel" > dan Ahmad Yahya Saipuddin). > Parse header yang disepakati adalah > "Delivered-To:[email protected]". > Setting ini berjalan baik hanya perlu tambahan address filtering di > MDaemon. > > http://mdaemon.dutaint.co.id/mdaemon/21.0.1/domainpop_processing.html > > Always strip the following text from all parsed addresses: spoolfolder- > from left side address. > > Tahun 2000 Exim bisa dipakai sebagai domainpop provider, di kenalkan > oleh PY. Adi Prasaja (technical suppport M-Web Indonesia). > Parse header yang disepakati adalah "Envelope-To:". > Tahun 2002 Adi Prasaja melakukan modifikasi sehingga envelope-to header > bisa berisikan multi address: Envelope-To: [email protected], > [email protected], [email protected] dst. > Ini adalah puncaknya domainpop karena dengan cara itu maka domainpop > menjadi mendukung single mail address to multi recipient on same domain > (SMTP Pipeline). > > Di tahun 2003 cbn.net.id menggunakan Exim menggantikan Qmail dengan di > rekrutnya Adi Prasaja sebagai technical support disana. > Saya tidak sempat mencheck bagaimana cara Adi Prasaja melakukannya, > tetapi besar dugaan dia menggunakan Milter di Exim bukan pakai Amavis > yang merupakan bawaan instalasi Exim MTA. > > Sebenarnya Postfix pun bisa digunakan sebagai domainpop provider, dalam > hal ini pakai Milter dan prepend_header, tetapi entah mengapa tidak ada > provider yang menggunakannya dan sayapun tidak lagi concern dengan > pengembangan Domainpop server di MDaemon karena alasan tidak bisa check > validitas user mailbox di domainpop client (merepotkan pengaturan > antispam/antirelay nya). > Saya lebih memberi perhation terhadap pengembangan ODMR/ATRN (On Demand > Mail Relay/Authenticate Turn) yang memang comply dengan standard RFC nya > IETF tetaoi hasilnya sama dengan Domainpop y.i bisa memanfaatkan koneksi > dynamic IP untuk menjalankan internet mail server di kantor. > > Untuk semua MTA itu (kecuali Qmail yang perlu tambahan filter) > memungkinkan MDaemon domainpop digunakan untuk multi domain melalui > pengaktifan Extra Host > > http://mdaemon.dutaint.co.id/mdaemon/21.0.1/domainpop_domainpop.html > > Sejak CBNnet bekerja sama dengan rackspace, maka domainpop server > dipindah (secara berangsur) ke server rsapps.net, domainpop parse > header yang disepakati adalah "X-Orig-To:" > Hanya saja penerapannya tidak lagi konsisten. > > Mestinya setiap mail address (Rcpt-To) message di sisipkan X-Orig-To, > baik untuk To: <address>, Cc: <address> maupun Bcc:<address>, tetapi > ternyata hanya bcc: <address> yang disisipkan X-Orig-To sehingga di > MDaemon parsing header perlu di tambahkan parsing > To: > Cc: > X-Orig-To: > > Tetapi karena isian X-Orig-To: header terkadang juga isinya sama dengan > To atau Cc header maka perlu diaktifkan "Kill Duplicate base on > message-id" agar recipient tidak terima mail duplicate. > > http://mdaemon.dutaint.co.id/mdaemon/21.0.1/domainpop_parsing.html > > [x] Detect duplicate messages using this header = Message-ID > > dengan diaktifkannya menu kill duplicate itu punya efek samping lain, > y.i. bcc address hanya bisa terima untuk 1 saja. > > Singkatnya, dengan ketidak konsistennya isian parse header itu membuat > dilematis : > 1. Beberapa recipient tidak terima walaupun terdaftar di To/CC atau BCC > atau > 2. Semua recipient terima mail normal (as it should) tetapi terjadi mail > duplicate. > > > -- syafril -------- Syafril Hermansyah MDaemon-L Moderator. Please do not send mail direct or cc: to me regarding MDaemon problems. Run MDaemon 21.0.2 64 bit Beta B Adalah sebuah nasihat yg baik yg pernah saya dengar diberikan kpd seorang anak muda : Kerjakan selalu apa yg Anda takut melakukannya" --Ralp Waldo Emmerson, 1803-1882. -- --[mdaemon-l]---------------------------------------------------------- Milis ini untuk Diskusi antar pengguna MDaemon Mail Server di Indonesia Netiket: https://wiki.openstack.org/wiki/MailingListEtiquette Arsip: http://mdaemon-l.dutaint.com Dokumentasi : http://mdaemon.dutaint.co.id Berlangganan: Kirim mail ke [email protected] Henti Langgan: Kirim mail ke [email protected] Versi terakhir: MDaemon 21.0.1, SecurityGateway 8.0.1

