Peringkat 20 Diktator Terburuk
Christianto Wibisono DAVID Wallechinsky, penulis buku seri Almanac, akan meluncurkan buku terbaru berjudul Tyrants: The World's 20 Worst Living Dictators. Sinopsisnya muncul dalam suplemen The Washington Post, tabloid Parade, edisi 13 Februari 2005. Dalam menyusun buku dan peringkat, David berkonsultasi dengan Human Rights Watch, Freedom House, Amnesty International, dan Reporters Without Borders yang rajin memantau kondisi HAM dan kebebasan pers di seluruh dunia. Diktator terburuk adalah Omar al Bashir yang berkuasa di Sudan sejak 1989 pada umur 55, dan peringkatnya memburuk dari nomor 7 tahun 2004 karena pembantaian penduduk di Darfur. Peringkat 2 ditempati oleh Kim Jong Il yang tahun sebelumnya menjuarai peringkat. David tentu belum sempat mendengar pengumuman Korea Utara bahwa mereka sudah memiliki nuklir yang mengheboh-kan dunia. Jika Anda melipat atau membiarkan foto Kim Jong Il dan ayahnya Kim Ilsung berdebu, itu merupakan tindak pidana serius. Sekitar 250.000 rakyat Korea mendekam dalam penjara dan selama 33 tahun Korea Utara selalu menjadi juara pelanggaran HAM dalam indeks Freedom House. Peringkat ketiga, Than Shwe, yang mengalahkan jenderal lain di Burma sejak 1992 dan pada usia 72 tahun, sekarang masih tetap ngotot tidak mau membebaskan pemenang hadiah Nobel dan pemenang pemilu 1990, Aung San Suu Kyi. Memiliki faks dan modem di negeri itu bisa diancam pidana 15 tahun, dan 1,2 juta rakyat jadi pengungsi karena 3.000 desa dihancurkan oleh junta militer. * YANG surprise adalah David berani menempatkan Hu Jintao sebagai diktator nomor 4 dengan alasan, walaupun Tiongkok melakukan liberalisasi ekonomi, sistem politiknya tetap represif. Sekitar 250.000 penduduk masih mendekam di kamp indoktrinasi dan kerja serta melaksanakan eksekusi hukuman mati melebih jumlah terpidana seluruh dunia yang dihukum mati. Di tempat kelima, Putra Mahkota Pangeran Abdullah mewakili rezim otoriter Arab Saudi. Menurut David, pemilu tingkat lokal di Arab Saudi merupakan langkah awal yang diharapkan bisa diikuti dengan liberalisasi politik yang lebih luas. Muammar Khadafi masih menduduki peringkat keenam walaupun sudah melakukan tebus dosa membayar ganti rugi pada keluarga korban pesawat Panam yang dibom oleh dinas rahasia Libia di Lockerbie 1988. Walaupun secara global Khadafi berusaha mengubah citra teroris, di dalam negeri ia masih tetap memperlakukan warga negaranya sendiri secara kejam dan otoriter. Peringkat ketujuh adalah Pervez Musharraf yang baru berkuasa 6 tahun sejak 1999, disusul Saparmurat Niyazov dari Turkmenistan yang sudah berkuasa sejak 1990. Niyazov mewajibkan rakyat menghafalkan buku petunjuk moral Rukhnama, bahkan merupakan syarat untuk mendapat SIM. Di tempat ke-9 Presiden Robert Mugabe dari Zimbabwe yang sudah bercokol 25 tahun sejak kemerdekaan tahun 1980. Umur rata-rata rakyat Zimbabwe adalah yang terendah di seluruh dunia, hanya 33 tahun. Baru saja ia membantah Menlu AS Condoleeza Rice yang menyebutnya dirinya tiran kejam. Menurut Mugabe, kalau ia kejam, tentu sudah menghukum mati mantan PM kulit putih, Ian Smith. Nyatanya Smith masih boleh melakukan kegiatan "politik" di Zimbabwe. Tentu saja debat pokrol bambu ini tidak tuntas sebab Mugabe tidak menjelaskan bagaimana dia menghancurkan setiap lawan politik sehingga bisa berkuasa 25 tahun dan ingin terus berkuasa seumur hidup dengan pemilu yang selalu dicurangi model Soeharto dulu. Di tempat ke-10, Teodoro Obiang Nguema, sudah menjadi penguasa Equatorial Guinea sejak 1979. Rezeki minyak yang ditemukan sejak 1995 mengguyur negara ini dengan US$ 5 miliar investasi dan memperkaya kroni Nguema. Sementara rakyatnya tetap melarat dengan pendapatan di bawah US$ 1 per kapita per hari. Raja Mswasti III dari Swaziland berada di peringkat 11, diikuti oleh Alexander Lukashenko dari Belarus, Fidel Castro, Bashar Al Assad (Siria), Islam Karimov (Uzbekistan), Joseph Kabila (Congo, umur 31 mengganti ayahnya Laurent Kabila yang terbunuh), Isaias Afwerki (Eriteria), Ayatolah Ali Khamenei (Iran), Tran Duc Luong (Vietnam), dan Khamtai Siphadon (penguasa tua Laos umur 81). Perez Musharraf dari Pakistan masuk 10 besar tahun 2005, menggeser Paul Kagame dari Rwanda yang tahun lalu menjadi juru kunci di nomor 20. 19 negara hanya bertukar peringkat dalam kelompok 20 diktator terburuk. * MENCERMATI daftar diktator terburuk dunia, terlihat bahwa semuanya adalah mantan rezim komunis atau Dunia Ketiga dengan skala raksasa seperti RRT, sampai gurem dan miskin seperti Rwanda atau kaya raya seperti Arab Saudi. Kecenderungan dinasti juga menggejala di Dunia Ketiga, seperti penggantian Presiden Togo Gnassingbe Eyadema yang baru meninggal oleh putranya Faure. Gnassingbe adalah Presiden Togo yang sudah berkuasa sejak tahun 1967 yang sama dengan Presiden Gabon Omar Bongo. Presiden Angola Jose Eduardo dos Santos juga sesudah berkuasa sejak 1979 sama dengan Obiang Nguema. Presiden Mesir Hosni Mubarak juga sudah berkuasa sejak 1981, Paul Biya dari Kamerun sejak 1982, Lansana Conte dari Guinea dan Maouya Sidi Ahmed Taya berkuasa sejak 1984. Afrika memang terkadang melelahkan dan membuat orang putus asa. Tapi dua presiden paling berpengaruh, Thabo Mbeki dari Afrika Selatan dan Olusegun Obasanyo dari Nigeria, telah mengkritik suksesi dinasti Togo. Uni Afrika mencap langkah Faure Gnassingbe menggantikan ayahnya sebagai kudeta. Karena Soeharto sudah lengser dari jabatan maka tidak masuk peringkat David. Tapi kalau dibuat peringkat lamanya diktator berkuasa (32 tahun), Soeharto pasti masuk peringkat. Juara pertama yang masih hidup dan berkuasa adalah Fidel Castro, kedua Kim Il Sung, ketiga barangkali Omar Bongo dari Gabon yang masih berkuasa sekarang (sejak 1967). Setelah itu Gnassingbe Eyadema dari Togo yang baru meninggal dan berkuasa 38 tahun. Maka Soeharto akan masuk peringkat lima, diktator yang paling lama bercokol. Untuk adilnya di zaman pramodern, penguasa dan raja-raja kuno maupun abad pertengahan, bahkan Eropa pun memiliki raja atau ratu yang berkuasa jauh lebih lama dari kelima diktator modern, Castro sampai Soeharto. Tapi kekuasaan mereka karena memang belum ada contoh rezim demokratis dengan pemilu, oposisi dan alternatif penguasa. Sedang para diktator Dunia Ketiga dengan licik menggunakan pemilu bohongan untuk terus berkuasa dengan menindas HAM dan melakukan KKN untuk membeli suara rakyat dan dukungan kroni. * PERINGKAT David Wallechinsky barangkali tidak akan membuat diktator yang bersangkutan bertobat dan atau mawas diri. Peringatan kenabian yang secara skeptis terus memantau tingkah laku penguasa politik barangkali hanya akan berdampak lama. Tapi pengungkapan daftar seperti itu perlu untuk mengajak manusia merenung bahwa pola tirani dan dinasti penguasa absolut ternyata masih bertahan di abad 21. Padahal sudah terbukti bahwa tirani tidak akan mungkin membuahkan masyarakat sejahtera dan damai. Negara lain di luar daftar 20 diktator terburuk tidak seluruhnya mempraktikkan demokrasi murni, sebagian juga masih dalam kediktatoran, seperti Mesir. The Washington Post merasa perlu membuat editorial tentang penahanan seorang lawan politik Hosni Mubarak sebagai peringatan agar Mesir merubah sikap. Jika Palestina dan Iraq, bahkan Saudi Arabia sudah melakukan pemilu lokal. Kenapa Mesir masih tetap memakai pemilu dengan calon tunggal atau suksesi pola dinasti dengan hanya menyiapkan putra presiden Hosni Mubarak sebagai capres. Kita di Indonesia juga masih terpukau dengan karisma dinasti Soekarno. Karena itu, Megawati diimbangi dengan Guruh Sukarno. Lalu Tutut Soeharto juga kepengin come back, seperti putrinya Park Chung Hee ingin menjadi Presiden Korea Selatan. Semua itu sah-sah saja jika memakai pola kompetisi terbuka, transparan, dan fair membiarkan rakyat memilih. Dan yang paling penting jangan mengebiri dan menindas HAM rakyat, sambil tetap melakukan KKN yang memelaratkan rakyat, sedang elitenya kaya raya jutawan do- lar.* _____ <http://promos.hotbar.com/promos/promodll.dll?RunPromo&El=&SG=&RAND=2870&par tner=fastutility> Block Spam Emails - Click here! [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> In low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help bridge the Digital Divide! http://us.click.yahoo.com/hjtSRD/3MnJAA/i1hLAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
