Rekan-rekan semua, Tanggal 24 february 2005, jam 21:00 waktu qatar, ARIRANG TV KOREA menayangkan seorang pekerja Indonesia yang bernama HENRIK, beliau itu kehilangan IBU dan seorang keponakan di Banda Aceh ketika tsunami terjadi 26 Desember 2004. Henrik yang berumur 30 thn masih single bekerja di Korea di pabrik optik. Ketika terjadi tsunami beliau sangat terpukul karena diketahui Ibu tercinta dan seorang keponakan beliau jadi korban. Mayat ibu Henrik ditemukan didekat gereja di Banda Aceh. Sementara keponakan beliau masih hilang. Pada tayangan TV KOREA ARIRANG itu dinampakan koran Indonesia yang memuat photo keponakan Henrik. Mengetahui keadaan Henrik tsb, CEO tempat Henrik bekerja memanggil Henrik kerumahnya dan menawarkan apakah Henrik ingin pulang ke Banda Aceh. Atas kebaikan CEO tsb Henrik mendapatkan tiket utk pulang ke Banda Aceh dan yang sangat penting lagi pemerintah Korea juga memberikan kemudahan pada Henrik agar Henrik setelah keluar dari Korea dan masih bisa masuk lagi. Selama tayangan tsb Henrik selalu berbahasa Indonesia rupanya Henrik belum bisa berbahasa Korea. Ditayangan tersebut dinampakan sewaktu beliau diundang oleh CEO tempat beliau bekerja dan juga rekan-rekan beliau sangat ramah dengan Henrik. Karena hal tersebut Henrik jadi terobat hatinya dan ditayangkan bagaimana Henrik diajak bernyanyi bersama. Tayangan tersebut cukup lama yaitu 30 menit tanpa iklan. Melihat keadaan Henrik di Korea bagi yang berminat bekerja di Korea rasanya cukup menjanjikan. Tapi lain lagi cerita tetangga saya yang orang Korea. Saya bertetangga dengan beliau sudah 4 tahun dan sekarang sudah kembali lagi ke Korea. Kalau menurut beliau sang Korea tersebut, beliau ini menyarankan tak usah pergi ke Korea, no good katanya. Pembantu beliau rekan saya ini yang Korea adalah Indonesia, kalau beliau ada masalah dengan maid ini beliau selalu kerumah dan meminta kami (saya dan isteri saya) sebagai penterjemah. Balik kesoal Henrik, pada acara 30 menit itu dinampakan bagaimana mereka mencoba membantu Henrik agar tidak larut didalam kesedihan karena kehilangan Ibu tercinta dan seorang keponakan ketika tsunami melanda Banda Aceh. Tampaknya Henrik cukup terhibur dan merasa Korea sebagai negaranya yang kedua. Bagi rekan-rekan yang ada melihat tayangan tersebut bisa menambahkan kisah Henrik yang sekarang berumur 30 tahun dan masih lajang alias belum kawin. Henrik adalah seorang kristen dan ternyata rekan-rekan beliau yang seagama dengan beliau selalu berusaha menghibur agar Henrik tidak bersedih. Dan hal yang sama dilakukan oleh CEO tempat beliau bekerja ditampakan bagaimana sang BOSS/ CEO sewaktu mengundang Henrik pada tahun baru disitu dilihatkan bagimana Boss Henrik berusaha berbuat yang terbaik untuk Henrik. Salam, Doha, State of Qatar
_____ <http://promos.hotbar.com/promos/promodll.dll?RunPromo&El=&SG=&RAND=16265&pa rtner=fastutility> Block Spam Emails - Click here! [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> In low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help bridge the Digital Divide! http://us.click.yahoo.com/hjtSRD/3MnJAA/i1hLAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
