BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
001. Peranan Wahyu dan Akal dalam Kehidupan
Makhluk ciptaan Allah SWT di alam syahadah ini, seperti apa yang dapat kita
amati, dapat digolongkan dalam jenis-jenis: batu-batuan/mineral,
tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia. Allah SWT sebagai ArRabb mengatur alam
syahadah dengan hukum-hukumNya untuk mengendalikan berjenis-jenis ciptaanNya
itu. Allah sebagai ArRabb (Maha Pengatur) mengendalikan alam semesta dengan
hukum-hukumNya yang hingga kini baru dikenal oleh manusia sebagai: medan
gravitasi, medan elektromagnet, gaya kuat dan gaya lemah. Medan gravitasi
utamanya mengontrol makrokosmos, mengendalikan bintang-bintang. Ketiga jenis
yang lain mengontrol mikrokosmos. Medan elektromagnet mengontrol pasangan
proton (bermuatan +) dengan elektron (bermuatan -). Proton-proton dalam inti
atom yang saling tolak karena bermuatan sama, "direkat" oleh gaya kuat.
Sedangkan gaya lemah menyebabkan inti atom seperti misalnya Thorium dan Uranium
tidak stabil menjadi "lapuk" terbelah dengan mengeluarkan sinar radioaktif,
sehingga Thorium dan Uranium disebut pula zat radioaktif.
Di samping ke-4 jenis itu hukum Allah mengendalikan pula tumbuh-tumbuhan dengan
kekuatan bertumbuh dan berkembang biak; kekuatan bertumbuh itu dapat melawan
kekuatan gravitasi yaitu bertumbuh ke atas melawan tarikan gravitasi ke bawah.
Adapun pada binatang ditambah pula lagi dengan kekuatan naluri dengan
perlengkapan pancaindera. Dengan kekuatan naluri dan perlengkapan pancaindera
itu binatang dapat bergerak ke mana saja menurut kemauannya atas dorongan
nalurinya.
***
Allah meniupkan ruh ke dalam diri manusia, yang tidak diberikanNya kepada
makhluq bumi yang lain. Karena manusia mempunyai ruh, ia mempunyai kekuatan
ruhaniyah yaitu akal. Dengan akal itu manusia mempunyai kesadaran akan wujud
dirinya. Dengan otak sebagai mekanisme, akal manusia dapat berpikir dan dengan
qalbu (hati nurani) sebagai mekanisme akal manusia dapat merasa. Allah
menciptakan manusia dalam keadaan, "fiy ahsani taqwiym" (95:4), sebaik-baik
bentuk.
Kemampuan akal untuk berpikir dan merasa bertumbuh sesuai dengan pertumbuhan
diri manusia. Agar manusia dapat mempergunakan akalnya untuk berpikir dan
merasa, ia perlu mendapatkan informasi dan pengalaman hidup. Mutu hasil
pemikiran dan renungan akal tergantung pada jumlah, mutu dan jenis informasi
yang didapatkannya dan dialaminya. Ilmu eksakta, non-eksakta, ilmu filsafat
adalah hasil olah akal dengan mekanisme otak. Kesenian dan ilmu tasawuf adalah
hasil olah akal dengan qalbu sebagai mekanisme.
Hasil pemikiran dan renungan anak tammatan SMA lebih bermutu ketimbang hasil
pemikiran anak tammatan SD, karena anak tammatan SMA lebih besar jumlah, lebih
bermutu dan lebih beragam jenis informasi yang diperolehnya dan pengalaman yang
dialaminya. Jadi kemampuan akal manusia itu relatif sifatnya, baik dalam hal
evolusi pertumbuhan mekanisme otak dan qalbunya, maupun dalam hal jumlah, mutu
dan ragam informasi yang diperolehnya dan dialaminya. Dengan demikian akan
relatif juga, baik untuk memikirkan pemecahan masalah, maupun untuk merenung
baik buruknya sesuatu.
Oleh karena akal manusia itu terbatas, Allah Yang Maha Pengatur (ArRabb)
memberikan pula sumber informasi berupa wahyu yang diturunkan kepada para Rasul
yang kemudian disebar luaskan kepada manusia. Nabi Muhammad RasuluLlah SAW
adalah nabi dan rasul yang terakhir. Setelah beliau Allah tidak lagi menurunkan
wahyu. Dalam shalat kita minta kepada Allah:
-- Ihdina shShira-tha lMustqiym (1:6), tuntunlah kami ke jalan yang lurus. Maka
Allah menjawab:
-- Alif, Lam, Mim. Dza-lika lKitaabu laa Rayba fiyhi Hudan lilMuttaqiyn (s.
alBaqarah, 1-2), itulah Kitab tak ada keraguan dalamnya penuntun bagi Muttaqiyn
(2:1-2). Al Quran yang tak ada keraguan dalamnya memberikan informasi kepada
manusia tentang perkara-perkara yang manusia tidak sanggup mendapatkannya
sendiri dengan kekuatan akalnya:
-- 'Allama lInsa-na Maalam Ya'lam (s. al'Alaq, 5), (Allah) mengajar manusia apa
yang tidak diketahuinya.
Kebenaran mutlak (Al Haqq) tidak mungkin dapat dicapai oleh manusia dengan
kekuatan akalnya. Kebenaran mutlak tidak mungkin diperoleh dengan upaya
pemikiran mekanisme otak yang berwujud filsafat. Juga kebenaran mutlak tidak
dapat dicapai manusia dengan upaya renungan mekanisme qalbu dalam wujud
tasawuf. Al Haqq tidak dapat dicapai melalui filsafat ataupun tasawuf:
-- Al Haqqu min rabbikum (s. alKahf, 29), artinya Al Haqq itu dari Rabb kamu
(s. Gua 18:29). Alam ghaib juga tidak mungkin diketahui manusia dengan kekuatan
akalnya. Filsafat dan tasawuf tidak mungkin dapat menyentuh alam ghaib.
Demikianlah tolok ukur produk pemikiran dan renungan yang berupa filsafat dan
tasawuf itu adalah:
-- "Dza-lika lKita-bu la- Rayba fiyhi Hudan lilMuttaqiyn". Filsafat dan tasawuf
harus dibingkai oleh Al Quran dan Hadits shahih, sebab kalau tidak demikian,
maka filsafat dan tasawuf itu menjadi liar. Sungguh-sungguh suatu keniscayaan,
para penganut dan pengamal filsafat dan tasawuf tanpa kendali itu menjadi
sesat. Terjadilah fenomena yang naif, lucu, tetapi mengibakan, yaitu antara
lain filosof itu berimajinasi tentang pantheisme, sufi itu ber"kasyaf" terbuka
hijab, merasa bersatu dengan Allah. Adapun indikator penganut dan pengamal
filsafat dan tasawuf tanpa kendali itu, adalah upaya yang sia-sia untuk
mempersatukan segala agama. Inilah yang selalu kita mohonkan kepada Allah SAW
setiap shalat, agar tidak terperosok ke dalam golongan "Dha-lluwn", kaum sesat.
-- Hudan lilMuttaqiyn", demikianlah wahyu itu menuntun akal para Muttaqiyn
untuk berolah akal, yaitu berpikir/berfilsafat dan merasa/bertasawuf. Akal
harus ditempatkan di bawah wahyu dan ilmu filsafat serta ilmu tasawuf harus
ditempatkan di bawah iman, singkatnya wahyu di atas akal dan iman di atas ilmu.
WaLlahu a'lamu bishshawab.
*** Makassar, 20 Oktober 1991
[H.Muh.Nur Abdurrahman]
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/