--- In [EMAIL PROTECTED], "A l i m" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
Membongkar kesesatan dan kedustaan Ahmadiyah
Kategori : Radd
Diakses : 3729
----------------------------------------------------------------------
----
1.Aliran Ahmadiyah-Qadiyani itu berkeyakinan bahwa Mirza Ghulam
Ahmad adalah Nabi dan Rasul, kemudian barangsiapa yang tidak
mempercayainya adalah kafir murtad
2.Ahmadiyah-Qadiyani memang mempunyai Nabi dan Rasul sendiri
yaitu Mirza Ghulam Ahmad dari India
3.Ahmadiyah-Qadiyan mempunyai kitab suci sendiri yaitu kitab
suci "Tadzkirah"
4.Kitab suci"Tadzkirah" tersebut adalah kumpulan wahyu yang
diturunkan "tuhan" kepada Mirza Ghulam Ahmad yang kesuciannya sama
dengan kitab suci Al-Qur'an, karena sama-sama wahyu dari Tuhan,
tebalnya lebih tebal dari Al-Qur'an, dan kitab suci Ahmadiyah
tersebut ada di kantor LPPI
5.Kalangan Ahmadiyah mempunyai tempat suci tersendiri untuk
melakukan ibadah haji yaitu Rabwah dan Qadiyan di India. Mereka
mengatakan: "Alangkah celakanya orang yang telah melarang dirinya
bersenang-senang dalam haji akbar ke Qadiyan. Haji ke Makkah tanpa
haji ke Qadiyan adalah haji yang kering lagi kasar". Dan selama
hidupnya "nabi" Mirza tidak pernah haji ke Makkah
6.Kalau dalam keyakinan umat Islam para nabi dan rasul yang
wajib dipercayai hanya 25 orang, dalam ajaran Ahmadiyah Nabi dan
Rasul yang wajib dipercayai harus 26 orang, dan Nabi dan Rasul yang
ke-26 tersebut adalah "Nabi Mirza Ghulam Ahmad"
7.Dalam ajaran Islam, kitab samawi yang dipercayai ada 4 buah
yaitu: Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur'an. Tetapi bagi ajaran
Ahmadiyah Qadiyan bahwa kitab suci yang wajib dipercayai harus 5 buah
dan kitab suci yang ke-5 adalah kitab suci "Tadzkirah" yang
diturunkan kepada "Nabi Mirza Ghulam Ahmad"
8.Orang Ahmadiyah mempunyai perhitungan tanggal, bulan dan
tahun sendiri. Nama bulan Ahmadiyah adalah: 1. Suluh 2. Tabligh 3.
Aman 4. Syahadah 5. Hijrah 6. Ihsan 7. Wafa 8. Zuhur 9. Tabuk 10.
Ikha' 11. Nubuwah 12. Fatah. Sedang tahunnya adalah Hijri Syamsi yang
biasa mereka singkat dengan H.S. Dan tahun Ahmadiyah saat ini adalah
tahun 1373 H.S (1994 M atau 1414 H). Kewajiban menggunakan tanggal,
bulan dan tahun Ahmadiyah tersendiri tersebut di atas perintah
khalifah Ahmadiyah yang kedua yaitu Basyiruddin Mahmud Ahmad
9.Berdasarkan firman "tuhan" yang diterima oleh "nabi"
dan "rasul" Ahmadiyah yang terdapat dalam kitab suci "Tadzkirah" yang
artinya: "Dialah tuhan yang mengutus rasulnya "Mirza Ghulam Ahmad"
dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya
atas segala agama-agama semuanya.("kitab suci Tadzkirah" hal. 621)
Berdasarkan keterangan yang ada dalam kitab suci Ahmadiyah di
atas BAHWA AHMADIYAH BUKAN SUATU ALIRAN DALAM ISLAM, TETAPI MERUPAKAN
SUATU AGAMA YANG HARUS DIMENANGKAN TERHADAP SEMUA AGAMA-AGAMA LAINNYA
TERMASUK AGAMA ISLAM
10.Ahmadiyah mempunyai nabi dan rasul sendiri, kitab suci
sendiri, tanggal, bulan dan tahun sendiri, tempat untuk haji sendiri
serta khalifah sendiri yang sekarang khalifah yang ke-4 yang
bermarkas di Inggris bernama: Thahir Ahmad. Semua anggota Ahmafiyah
di seluruh dunia wajib tunduk dan taat tanpa reserve pada perintah
dia. Orang di luar Ahmadiyah adalah kafir dan wanita Ahmadiyah haram
kawin dengan laki-laki di luar Ahmadiyah. Jika tidak mau menerima
Ahmadiyah tentu mengalami kehancuran
11.Berdasarkan "ayat" kitab suci Ahmadiyah "Tadzkirah" bahwa
tugas dan fungsi Nabi Muhammad saw sebagai nabi dan rasul yang
dijelaskan oleh kitab suci umat Islam Al-Qur'an, dibatalkan dan
diganti oleh "nabi" orang Ahmadiyah Mirza Ghulam Ahmad
11.1. Firman "tuhan" dalam "kitab suci" Tadzkirah:
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab
suci'Tadzkirah" ini dekat dengan Qadiyan-India. Dan dengan kebenaran
Kami menurunkannya dan dengan kebenaran dia turun." ("kitab suci"
Tadzkirah hal.637)
11.2. Firman "tuhan" dalam "kitab suci" Tadzkirah:
Artinya: "Katakanlah-wahai Mirza Ghulam Ahmad-jika kamu benar-
benar mencintai Allah, maka ikutilah aku"
("kitab suci" Tadzkirah hal. 630)
11.3.Firman "tuhan" dalam "kitab suci" Tadzkirah
Artinya: "Dan Kami tidak mengutus engkau-wahai Mirza Ghulam
Ahmad-kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam". (kitab
suci "Tadzkirah" hal. 634)
11.4. Firman "tuhan" dalam kitab suci "Tadzkirah":
Artinya: "Katakan wahai Mirza Ghulam Ahmad-sesungguhnya aku ini
manusia biasa seperi kamu, hanya diberi wahyu kepadaku".("kitab suci
Tadzkirah hal. 633)
11.5. Firman "tuhan" dalam "kitab suci" Tadzkirah:
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu - wahai
Mirza Ghulam Ahmad - kebaikan yang banyak" ("kitab suci" Tadzkirah
hal.652)
11.6. Firman "tuhan" dalam "kitab suci" Tadzkirah:
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menjadikan engkau - wahai
Mirza Ghulam Ahmad - imam bagi seluruh manusia" ("kitab suci"
Tadzkirah hal. 630)
11.7. Firman "tuhan" dalam "kitab suci" "Tadzkirah":
Artinya: "Oh, pemimpin sempurna, engkau - wahai Mirza Ghulam
Ahmad - seorang dari rasul, yang menempuh jalan betul, diutus oleh
Yang Maha Kuasa, Yang Rahim" ("kitab suci" Tadzkirah hal. 658-659)
11.8. Firman "tuhan" dalam "kitab suci" Tadzkirah:
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam
lailatul qadr" (kitab suci Tadzkirah hal. 519)
11.9. Firman "tuhan" dalam "kitab suci" Tadzkirah:
Artinya: "Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar
tetapi Allah-lah yang melempar. (Tuhan) Yang Maha Pemurah, yang telah
mengajarkan Al-Qur'an" ("kitab suci" Tadzkirah hal.620)
Dan masih banyak lagi ayat-ayat kitab suci Al-Qur'an yang
dibajaknya. Ayat-ayat "kitab suci" Ahmadiyah Tadzkirah yang dikutip
di atas, adalah penodaan dan bajakan-bajakan dari kitab suci Umat
Islam Al-Qur'an.
Dan Mirza Ghulam Ahmad mengaku pada umatnya -orang Ahmadiyah-
bahwa ayat-ayat tersebut adalah wahyu yang dia terima dari "tuhannya"
di I N D I A.
12. PENODAAN AGAMA DAN HUKUMNYA
12.1 Pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana diadakan pasal baru
yang berbunyi sbb: PASAL 56 a:
Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun,
barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau
melakukan perbuatan: a. yang pokoknya bersifat permusuhan.
Penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama di Indonesia.
12.2 Surat edaran Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji Nomor
D/BA.01/3099/84 tanggal 20 September 1984, a.l.:
2. Pengkajian terhadap aliran Ahmadiyah menghasilkan bahwa
Ahmadiyah-Qadiyan dianggap menyimpang dari Islam karena mempercayai
Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, sehingga mereka percaya bahwa Nabi
Muhammad saw bukan nabi terakhir.
13.1. Malaysia telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh
Malaysia sejak tanggal 18 Juni 1975.
13.2. Brunei Darussalam juga telah melarang ajaran Ahmadiyah di
seluruh Brunei Darussalam.
13.3. Rabithah `Alam Islami yang berkedudukan di Makkah telah
mengeluarkan fatwa bahwa Ahmadiyah adalah KAFIR dan KELUAR DARI
ISLAM.
13.4. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan
keputusan bahwa Ahmadiyah adalah KAFIR dan TIDAK BOLEH pergi haji ke
Makkah.
13.5. Pemerintah Pakistan telah mengeluarkan keputusan bahwa
Ahmadiyah adalah golongan MINORITAS NON MUSLIM.
14. K E S I M P U L A N
a."Ahmadiyah sebagai perkumpulan atau jemaat didirikan oleh
Mirza Ghulam Ahmad di Qadiyan - I N D I A (sekarang Pakistan) tahun
1889, yang karena perbedaan pandangan tentang penerus kepemimpinan
dalam Ahmadiyah dan ketokohan pendirinya berkembang dua aliran, yaitu
Anjuman Ahmadiyah (Ahmadiyah Qadiyan) dan Anjuman Ishaat Islam Lahore
(Ahmadiyah Lahore).Kedua aliran tersebut mengakui kepemimpinan dan
mengikuti ajaran serta paham yang bersumber pada ajaran Mirza Ghulam
Ahmad.
b.Jemaat Ahmadiyah masuk dan berkembang di Indonesia sejak
tahun 1920-an dengan menamakan diri Anjuman Ahmadiyah Qadiyan
Departemen Indonesia dan kemudian dinamakan Jemaat Ahmadiyah
Indonesia (JAI) yang dikenal dengan Ahmadiyah Qadiyan, dan Gerakan
Ahmadiyah Lahore Indonesia (GIA) yang dikenal dengan Ahmadiyah
Lahore.
c.Mirza Ghulam Ahmad mengaku telah menerima wahyu, dan dengan
wahyu itu dia diangkat sebagai nabi, rasul, al-Masih Mau`ud dan Imam
Mahdi. Ajaran dan faham yang dikembangkan oleh pengikut Jemaat
Ahmadiyah Indonesia khususnya terdapat penyimpangan dari ajaran Islam
berdasarkan Al-Qur`an dan Al-Hadits yang menjadi keyakinan umat Islam
umumnya, antara lain tentang kenabian dan kerasulan Mirza Ghulam
Ahmad sesudah Rasulullah saw.(BALITBANG DEPAG RI, Jakarta, 1995 hal.
19, 20,21)
P E N U T U P
Sebagai penutup brosur ini, kami kutip sebuah ayat Al-Qur`an
yang mengancam orang yang mengaku menerima wahyu serta menulis kitab
dengan tangannya sendiri, kemudian dikatakannya dari Allah swt dengan
dusta yang amat keji seperti yang dilakukan oleh "nabi" Mirza di
atas.
Allah swt berfirman:
"Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-
Kitab dengan tangan mereka sendiri lalu dikataknnya: "Ini dari
Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit
dengan perbuatan itu. Maka kecelakaanlah bagi mereka, akibat dari apa
yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi
mereka akibat dari apa yang mereka kerjakan. (Q.S. Al-Baqarah 79)
Cat: Apabila PB Ahmadiyah berkeberatan dengan isi brosur ini,
alangkah baiknya diselesaikan melalui debat terbuka yang disaksikan
oleh umat.
Sumber: Buletin LPPI. Masjid Al-Ihsan Lt.III Proyek Pasar
Rumput Jakarta 12970 Telp/Fax. (021)8281606
[Non-text portions of this message have been removed]
--- End forwarded message ---
Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/