9/27/2005 3:56:55 PM
Titik Nol .... di al-Quds <http://www.infopalestina.com/Images/images10/alaqsa.jpg> Organisasi Internasional Crises Group, suatu organisasi non profhit yang anggotanya terdiri dari berbagai negara dan bermarkaz di Bruccel. Pada bulan Agustus kemarin organisasi ini mengeluarkan laporan tentang al-Quds, dengan judul "al-Quds...Dengan Bubuk Mesiu." Dalam laporan itu, diungkapkan tentang bahaya yang mengancam masa depan al-Quds dan sekaligus mengancam keniscayaan berdirinya Negara Palestina berdampingan dengan Israel, disaat semakin gencarnya pembangunan permukiman Maaleeh Adumim yang merupakan permukiman terbesar di Tepi Barat. Pembangunan permukiman tersebut bertujuan untuk melingkupi kota al-Quds dengan permukiman Israel, agar kota al-Quds berada di tengah permukiman Israel dan Tepi Barat termasuk kepada wilayah kekuasaan Israel. Laporan tersebut didasarkan atas fakta dilapangan, pengamatan dan wawancara yang dilakukan bersama para wakil dari kelompok-kelompok permukiman dan warga sipil bak dari kalangan Israel maupu Palestina. Oleh karena itu, laporan tersebut bukan semata-mata data yang tidak berdasar. Laporan ini memuat sejarah tentang pase pertama dan kedua, dimana disebutkan tentang sejarah peran kota al-Quds dalam pembinaan tiga agama besar dunia, serta bagaimana kontribusinya terhadap masa depan kota tersebut dalam perundingan politik yang terjadi antara Israel dan Palestina, untuk menghasilkan solusi nyata dalam pase ke tiganya. Pada pase ketiga ini, terjadi tumpang tindih masalah politik sebagai hasil dari perundingan politik bagi perkembangan meteri al-Quds dimasa yang akan datang, dalam kedudukannya secara politik bagi presiden Palestina Mahmud Abbas. Dan ternyata keadaan ini, menimbulkan ancaman bagi penyelesaian abadi atas pertentangan Palestina-Israel. Kenyataan ini juga sebagai rekomendasi yang disampaikan oleh para pembuat laporan tersebut kepada pemerintah Israel, pemerintah Amerika dan para anggota tim kwartet, yang merepleksikan sikap sekelompok orang yang menyerukan agar pemerintah Israel menghentikan pembangunan permukiman, sebagaimana tertuang dalam Road Map yang menyebutkan larangan pembangunan permukiman atau komplek yahudi di wilayah al-Quds timur dan tidak boleh memperluas permukiman Maaleh Adumim. Road Map ini menghimbau Israel menjaga agar proyek pembangunan tembok rasial tidak bertentangan dengan undang-undang internasional dan tidak melewati batas nagara pada tahun 1967 serta tidak membuat kekacauan politik baru di wilayah Palestina yang akan merubah situasi terakhir kota al-Quds. Adapun rekomendasi yang paling penting, yang diajukan kelompok ini kepada team kwartet adalah, mendesak Israel agar mau menghormati resolusi dunia ienternasional dengan menghentikan pembangunan permkukiman serta tidak merusak ornamen kota al-Quds. Laporan ini sendiri, muncul pada saat pelaksanaan penarikan mundur Israel dari Jalur Gaza. Hal yang memberikan bukti secara khusus, yaitu ingin memberikan peringatan kepada opini dunia, bahwa Sharon berusaha menjadikan penarikan dari Gaza sebagai alat untuk memperoleh dukungan internasional atas tindakannya paska penarikan. Lebih khusus, agar dia bebas melakukan hal-hal baru di wilayah yang mempunyai hubungan erat dengan masa depan al-Quds dan perbatasan negara Palestina di masa yang akan datang. Telah dijelaskan sebelumnya, bahwa laporan ini dibuat dengan beberapa sebab yang bisa dipahami diantaranya, bahwa sekarang ini masyarakat internasional sedang memusatkan perhatiannya kepada penarikan Israel dari Jalur Gaza, dengan mengaitkan bahwa segala sesuatu yang terjadi tersebut, berhubungan dengan kepentingan Israel dan Palestina. Dalam hal ini Amerika Serikat telah lalai mengkritik tindakan politik Sharon yang dengan gegabah sekali telah mendorong timbulnya ancaman dari kelompok kanan radikal yang merasa terdzolimi dengan adanya penarikan tersebut. Walaupun ada yang memahami masalah ini, namun pemahaman ini bersipat sempit dan sangat riskan penuh dengan resiko . Oleh karena itu al-Quds akan tetap penuh dengan "bubuk mesiu". Laporan ini juga menyebutkan, beberapa sebab yang akan menimbulkan secara pasti ledakan "mesiu" ini. Dianataranya, dibangunnya tembok pemisah disekitar kota al-Quds yang terus merangseg ke dalam wilayah Tepi Barat. Kedua, perluasan permukiman serta penambahan perumahan baru di Tepi Barat. Ketiga, usaha mereka menggabungkan permukiman Ma'alee Adumem yang menelan sebagian besar wilayah al-Quds. Keempat penghancuran rumah-rumah warga Arab di al-Quds timur. Terakhir, pemisahan 20.000 warga Palestina dari tanah miliknya. Tindakan seperti ini, jelas sangat merugikan bangsa Palestina yang berdiam di al-Quds timur sebagai ibukota yang sepadan terkait erat dengan dikuasainya wilayah tersebut secara terus menerus. Yang paling urgen dan mendasar yang terangkum dalam laporan tersebut adalah, mengingatkan pandangan umum dunia dan para pejabat negara, bahwa tidak boleh diam dan menganggap spele terhadap semua tindakan Israel yang baru dengan kemabli membangun permukiman yahudi di Tepi Barat dan merubah iklim kota al-Quds. Yang menarik dari peringatan dan warning yang terdapat dalam laporan adalah, bahwa laporan ini bukan berasal dari bangsa Arab atau berasal dari dorongan keyakinan ideologi. Akan tetapi laporan ini justru datang dari kelompok profesional seperti "Crises Grouf" yang beranggotan beberapa aktivis diplomatik dan politik dari berbagai bangsa, salah satunya berasal dari bangsa Israel yaitu, Ietamar Robyonfets, mantan menlu Israel dalam perundingan Israel-Suria. Laporan ini memperkirakan, di masa yang akan datang akan terjadi pertentangan yang sangat hebat, kebekuan politik dan macetnya proses diplomasi. Hal ini dikarenakan, ada kekhawatiran timbulnya kekacauan akibat pertentangan antara gerakan Hamas, Fatah dan Jihad Islam. Diperkirakan dimasa yang akan datang akan terjadi pertentangan dalam masalah hasil pemilu legislatif yang akan digelar pada tanggal 20 Januari 2006 nanti. Di pihak lain, Ariel Sharon akan didera berbagai kesulitan di dalam partai Likudnya. Kemungkinan Sharon akan kalah dalam pemilihan ketua partai tersebut. Disamping itu juga, Sharon akan mengalami kegagalan dalam mempercepat pelaksanaan pemilu di negerinya. Oleh karena itu, tahun 2006 merupakan tahun yang penuh dengan penantian. Proses perdamian, diperkirakan akan menghilang di daerah-daerah. Pada saat yang sama, pemerintah Israel sibuk menyempurnakan pembangunan permukiman dan memperluasnya, disamping mengusir warga Arab dari al-Quds timur. Pada saat itu, Israel juga akan sibuk memisahkan letak geografis serta memutuskan jalur transfortasi anatara bangsa Palestina yang tinggal di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Ini berarti, pertentangan Israel-Palestina akan kembali memuncak. Semua perundingan akan kembali ke titik nol. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah. Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
