bismi-lLah wa-lhamdu li-lLah wa-shshalatu wa-ssalamu 'ala rasuli-lLah wa 'ala alihi wa ashhabihi wa ma-wwalah, amma ba'd, assalamu 'alaikum.
On 10/18/05, R. Furi Mulia <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > tertarik juga neh untuk menanggapi... > uuuufs jadi ruame juga nech rupanya yach. buagus dech, agar terbuka akal dan pikiran kita yach, itu pertama dan bisa menerankan lebih lanjut lagi maxud dan tujuan penulis disini. > mungkin buat temen2 yang tinggal di negara barat emang > jadi suatu kegelisahan besar yaaa mengenai "virginity" > ini...well....nggak cuma di barat ding...di indonesia > juga > masalahnya bukan viginity, seperti saya pernah tulis di forum ini, tapi sesungguhnya kerna berzina-nya. > tapi sebenernya kan nggak usah terlalu pusing mikirin > itu... > yang penting adalah: hidup kita mau megang prinsip > atau nggak? kalau mau, prinsip yang mana? > tentunya kalau kita mau sesuai fitrah...ya prinsip > Islam dong!!! > jadi....nggak ada keraguan lagi....pegang aja terus, > dan amalkan... > jangan terlalu terlena dengan dunia, dan jangan pula > terlalu menutup diri dari dunia... > kalo kita mo pegang islam artinya kit aharus pegang quran dan hadits khan? nach gimana tuuch sabda rasulu-lLah SAW mengenai pernikahan tech? kemudian apa kata Allah di quran mengenai yang sama? dengan basa arab mah dalam pernikahan itu ada perlu kufu-nya, ingat surat annur yang pernah saya kutip disini. > intinya manusia itu makhluk ruhiyah yang ada di dalam > wujud fisik...kita punya kecenderungan dorongan2 > fisik...dan kita juga harus bertanggung jawab atas apa > yang terjadi terhadap fisik kita ini... > benar belaka, jadi harus ada keseimbangan antara ruh dan fisik ini. islam telah memberikannya tuntutan dan pedomannya kita tinggal jabarkan azza. > jelas2...yang mudah terpeleset ke dalam "pergaulan > bebas" bahkan sampai merasa kacau tentang "nilai > keperawanan/keperjakaan" itu bukanlah orang2 yang > berpegang teguh kepada prinsip...prinsip > Islam...prinsip yang jadi fitrah manusia. > sekali lagi masalahnya bukan kacau kerna masalah nilai keperawanan/keperjakaan, tepat sekali ini! kenapa? kerna pada pandangan Allah laki ataupun perempuan kalu berzina yach sama azza berzina, berdosa! itulah jadi kerna dosanya ini. yang repooot itu, malah bangga dengan dosa ini. jauh dari bertobat. terbias dengan rasa "kemaujuan zaman". > kita semua ini hanya tinggal berhati-hati dan > bertobat... > > itu aja.....gampang kan? hehehehe.... > > kendalikan hati dengan otak....imbangi otak dengan > hati... > > peace, yo!!! > se7 buanget, Allah itu maha luas ampuannNya, lebih luas lagi dari samudra dan ankasa ini. rahman dan rahiem. alhamdu li-lLah. wa-ssalamu 'alaikum > --- Leo Imanov <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > bismi-lLah wa-lhamdu li-lLah wa-shshalatu wa-ssalamu > > 'ala rasuli-lLah > > wa 'ala alihi wa ashhabihi wa ma-wwalah, amma ba'd, > > assalamu 'alaikum. > > > > pertama, kita mau lihat dulu apa sech maxud dan > > tujuan pernikahan itu > > sendiri. sebagai muslim, terutama, kali yach untuk > > medapatkan keturunan > > yang bakal mendo'akan kita nanti kalo kita sudah > > tergeletak dibawah > > rumput dan tanaman di bawah tanah. > > > > atau ada juga yang sengaja hanya untuk menjuruskan > > dan meluruskan > > permintaan dorongan biologish yang menghantuinya. > > agar jauh dari > > perzinaan khan? > > > > kemudian, bagaimana tuntunan rasulu-lLah SAW > > mengenai pernikahan ini ? > > bukankah pernah kita denger bahwa sebaik2nya > > menikahhi seorang muslimah > > itu karena agamanya? > > > > ok, jadi kalu dalam hal agama tak perlu lagi kita > > bincankan khan? se7 > > azza dech semuanya khan? > > > > yang menjadi fenomena sekarang ialah sesungguhnya > > bukannya mau memilih > > yang masih perawan atau sudah pernah nikah, jadi > > janda kerna dicerai, > > dia sendiri yang minta diceraikan sama suaminya, > > atau ditinggalkan > > mati. > > ada juga kali yang ditinggalkan syahied, mudah2an > > kita bisa mendapatkan > > janda yang demikian lhoh! mudah2an kit ajuga bisa > > kecepretan khan? > > > > jadi sekali lagi, saat, masa kita sekarang ini bukan > > hanya yang dua > > pilihan ini seperti disebutkan diatas itu saja, > > kerna kita jumpai > > adanya yang bukan perawan yang kerna "kecelakaan" > > bukan jadi perawan > > lagi, jadi bukannya kerna pernah nikah atau dinikahi > > seorang muslim, > > tapi jelasnya kerna hasil dan ulahnya perzinaan. > > > > nach disini, lain halnya. > > menurut hadits diatas jelas, tapi lebih utama lagi > > gimana kata quran: > > > > > الزَّانِي > > لَا > > يَنكِحُ > > إلَّا > > > زَانِيَةً > > أَوْ > > > مُشْرِكَةً > > > وَالزَّانِيَةُ > > لَا > > > يَنكِحُهَا > > إِلَّا > > زَانٍ > > أَوْ > > > مُشْرِكٌ > > > وَحُرِّمَ > > ذَلِكَ > > عَلَى > > > الْمُؤْمِنِينَ > > > > a-zzaanii laa yankihu illaa zaaniyatan au > > musyrikatan waa-zzaaniyatu > > laa yankihuhaa illaa zaanin au musyrikun wahurrima > > dzaalika > > 'alaa-lmu'miniina > > > > surat annur: ayat 3: > > Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan > > perempuan yang > > berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan > > yang berzina tidak > > dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau > > laki-laki musyrik, > > dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang > > yang mu'min. > > > > ada beberapa pendapat 'ulama tentang diharamkan > > disini, ada yang > > berpendapat haram ada juga yang membolehkannya. > > merka semua ada > > argumentnya juga sech. > > > > nach yang jadi masalah, kita, nech gimaana? > > mau menikahi muslimah yang pernah berzina? > > bersedia mimum dari "gelas" yang telah retak? ibarat > > azza sech. > > > > atau tergantung sama si dia nya ini? apakah masih > > dalam keadaan seperti > > masa berzinanya aatauuuuu sudah dalam keadaan > > bertobat, kembali > > kekeimanan dan ke islaman? > > > > hal ini perlu didiskusikan dengan jelas trus trank > > dan gambalng sebelum > > pernikahan terjadi bagi calon2 mempelai. lebih baek > > lagi kalo ada orang > > yang bisa dipercayai, misalnya guru2nya, atau > > murabbinya untuk diikut > > sertakan. > > > > tulisan saya ini hanyalach sebagai segelintir batu > > kerikil azza untuk > > digoncankan jadi batu besar, mudah2an. > > > > wabi-lLahi taufiq wa-lhidayah, > > > > wassalamu 'alaikum > > > > > > > > > > > > --- Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > --------------------------------- > > > > Satu hal yang tidak pernah saya lupakan dalam hidup > > saya apabila melihat kemajuan di Eropah, Amerika, > > atau > > negara maju lainnya, serta yang memandang hidup itu > > maju bila dilihat dari sisi material semata adalah > > firman Allah Subhanahu Wata'ala yang tercantum dalam > > surah Al Imran ayat 196-197, juga ayat-ayat serta > > hadits shahihah sebagai pendukungnya juga. > > > > Firman Allah tersebut sebagaimana terjemahannya > > adalah > > : " Janganlah sekali-kali kamu terpedaya dengan > > kebebasan orang-orang kafir (kemewahan dan kemajuan > > mereka), yang bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah > > kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka > > ialah neraka jahannam. Dan Jahannam itu adalah > > tempat > > tinggal yang seburuk-buruknya. > > > > Juga firman Allah untuk mengingatkan kita bahwa jauh > > lebih baik dan penting kehidupan akhirat ketimbang > > dunia itu adalah : Walalaakhiratu,khairullaka > > minaaluulaa"(Dan akhirat itu jauh lebih baik bagi > > kamu > > ketimbang dunia). > > > > Hadits Rasulullah Shallallaahu.Alaihi Wasallam : " > > Tidaklah yang dikatakan kaya itu dengan banyaknya > > harta seseorang tetapi yang dikatakan kaya adalah > > mereka yang kaya jiwanya." > > > > Salah satu penyakit hati adalah " Hubbuddunya > > "(cinta > > akan dunia). > > > > Bagaimana dengan keperawanan di Indonesia, kalau di > > Eropah, atau Amerika, mungkin sebagaimana yang > > diceritakan yang asli tinggal disana bertahun-tahun, > > sudah bukan hal yang penting lagi. > > > > Padahal, Rasulullah Shallaallahu "alaihi wasallam, > > didalam hadits yang berderajat shahih, ketika > > seorang > > sahabat(ingat sahabat itu juga masih bujang, bukan > > yang sudah duda, atau yang bukan bujangan lagi, > > kalau > > yang duda, setahu saya sebagaimana dalam firman > > Allah > > dianjurkan untuk menikahi perempuan yang yatim dan > > janda, ini kebanyakan sebaliknya para duda ingin > > yang > > perawan sebanyak-banyaknya, ups..sorri, jangan > > diambil > > hati, dan jangan tersinggung bagi lelaki yang duda, > > suka menikah dengan gadis perawan, saya hanya > > sekedar > > menyampaikan saja apa yang saya ketahui dari firman > > Allah dan hadits Rasulullah, ngak dilarang koq bagi > > duda menikahi perawan, dan ngak dilarang juga bagi > > bujangan menikahi perempuan janda, atau yang masih > > perawan), ketika sahabat yang masih bujangan itu > > ingin menikah apa yang ditanya Rasulullah padanya? > > Apakah ia perawan atau janda?, Jawab sahabat > > tersebut > > " Sudah Janda ", Apa jawab Rasulullah ketika itu? > > Kenapa tidak kamu nikahi yang masih perawan, agar > > bisa > > kamu mainkan...dst..". > > > > > === message truncated === > > > ..fa bi ayyi aa laa i rabbikumatu kadz dzibaan.. > > Ratnafuri Mulia > [EMAIL PROTECTED] > or > [EMAIL PROTECTED] > mobile ph.: (+62)0817-0206179 > > > > > > > > > > > __________________________________ > Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 > http://mail.yahoo.com > -- Leo Imanov Abdu-lKariem ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Click here to rescue a little child from a life of poverty. http://us.click.yahoo.com/rAWabB/gYnLAA/i1hLAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah. Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
