Assalamu Alaikum WR. WB.

 

Kebetulan ini ada E-mail  dari temen kita dari kuwait yg baru balik dari
cuti dan mendapatkan perlakuan yang sangat dan sangat 

Merepotkan kawan kita ini.

 

Smoga ini buat pengalaman atau pertimbangan para antuum semua.

 

Wassalamu Alaikum WR.WB. 

 

 

Original Message -----

From: Farid Ma'ruf <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Wednesday, October 26, 2005 2:01 pm

Subject: [permiqp2003] Surat Rekomendasi Depnaker

 

> *Dari Milis sebelah....

> 

>          Hari/Tanggal :Rabu, 05-Oktober-2005

> *        Nama :Zulkifli

> *        E-mail :[EMAIL PROTECTED]

> *        Komentar :

> *        SURAT REKOMENDASI DEPNAKER

> 

> *Tanggal 8 September 2005 jam 11.00 WIB saya sudah berada 

> di Airport

> Sukarno Hatta dengan harapan dapat berangkat ke Kuwait untuk kembali 

> bekerja setelah 35 hari cuti di lndonesia.Setelah melakukan boarding 

> pass dengan GULF, maskapai penerbangan yang juga membawa saya dari 

> Kuwait ke Indonesia,rasanya tidak ada masalah.Saya dapat seat dan 

> semua bagasi saya sudah dimasukkan semua. Ketika mengurus bebas 

> fiscal,muncul sedikit masalah karena ditanya petugas tentang surat 

> rekomendasi dari Depnaker,karena saya tidak tahu menahu,maka sedikit 

> saya berargumentasi dan akhirnya mereka tetap memberikan kertas bebas 

> fiscal. Berhubung saya masih mempunyai banyak waktu sebelum masuk ke 

> pesawat,saya lalukan sholat Duhur dan Ashar,sambil menunggu teman yang 

> akan berangkat ke Kuwait saat itu juga. Karena waktu sudah menunjukan 

> pukul 13.00,saya pikir lebih baik menunggu didalam saja.maka saya 

> masuk melalui pos imigrasi,disinilah muncul masalah besar.Petugas 

> imigrasi menanyakan surat rekomendasi dari Depnaker yang katanya WAJIB 

> bagi seluruh TKI tujuan Timur Tengah, karena memang saya tidak 

> tahu,maka saya berargumentasi seperti saat mengambil bebas 

> fiscal,tetap mereka tidak mau mencap paspor saya yang memang masih ada 

> stempel PT PJTKI yang melaluinya saya bekerja ke Kuwait 2 tahun yang 

> lalu. Akhirnya saya disuruh menemui supervisor imigrasi,setelah saya 

> temui,maka disuruhnya saya menghadap pos TKI yang dibuat oleh Depnaker 

> di Cengkareng Airport.Tapi saya tidak melihat satu petugaspun 

> disana,bahkan kursi maupun alat tulis menulis tidak ada,apalagi 

> didukung dengan ruangan yang berdebu,saya yakin tidak ada orang disitu 

> paling tidak satu minggu. Maka saya pergi lagi ke konter imigrasi yang 

> lain,setelah paspor saya dicap,ternyata dicancel lagi dengan alasan 

> yang sama,saya harus membawa surat rekomendasi dari Depnaker.

> Karena saya

> sudah panic dengan jam penerbangan yang mepet,maka timbul amarah saya 

> terhadap petugas imigrasi,yang akhirnya mereka bilang:ini bukan jalan 

> yang benar kalau bapak marah disini,kami pun dibuat pusing oleh 

> Depnaker dengan surat Rekomendasi ini,kalau bapak mau marah,bapak 

> langsung aja ke Depnaker sana,ini alamatnya dan bilang sama 

> sana,sebenarnya

> kamipun(imigrasi) tidak

> membutuhkan surat ini.Kalau gak percaya,ambil saja surat rekomendasi 

> orang ini (orang yg sudah berangkat dan menyerahkan ke imigrasi) 

> tunjukkan pada Depnaker bahwa imigrasi malah dibikin ribet dengan 

> surat yang gak lumrah ini! Karena masih ada waktu 20 menit,maka saya 

> kembali ke konter imigrasi yang lain dengan maksud memberi uang 

> "damai",ternyata hasilnya nihil,karena menurut ibu yang di konter 

> tersebut,sudah ada teman mereka yang berurusan dengan polisi karena 

> meloloskan TKI tujuan Timur Tengah tanpa surat rekomendasi. Pada 

> detik2 terakhir,petugas GULF dengan ramah datang kepada saya dan telah 

> membatalkan penerbangan saya.Terbayang sudah di kepala ini bagaimana 

> saya harus ngomong kepada direktur saya di Kuwait,bagaimana kondite 

> kerja saya,apakah salah saya sehingga ada peraturan yang mereka bilang 

> ada sejak Maret 2005 ini dan tak pernah ada satupun teman di Kuwait 

> yang memberi tahu saya sehingga saya tak bisa berangkat ke negara 

> dimana saya bisa sedikit memberi sumbangan devisa kepada RI dengan 

> gaji yang saya kirim ke tanah air?Apakah ini pemerintahan RI yang 

> terbaru,sehingga menyulitkan TKI yang sedang cuti untuk kembali 

> bekerja?Karena informasi yang saya dapat,dengan terpuruknya rupiah 

> terhadap dolar,maka pemerintah menginginkan dolar,yang salah satunya 

> diambilkan dari para TKI tujuan Timur Tengah yang sedang cuti.Dan 

> ternyata memang benar! Dengan langkah gontai,saya tinggalkan bandara 

> Cengkareng dengan harapan menuju ke Gondangdia,asrama yang menampung 

> saya ketika pelatihan 2 tahun yang lalu,karena saya bertempat tinggal 

> di Surabaya.Alhamdulillah,di dalam bis bersebelahan dengan seorang TKl 

> tujuan Saudi yg juga cancel,tapi dia mendapat kertas dari Garuda 

> Airways tentang cara2 pengurusan surat rekomendasi dan kantor2 yang 

> dituju, dengan berbekal mencatat tersebut,maka keesokan harinya 

> (Jumat) saya menuju ke PT PJTKI yang memberangkatkan saya dulu untuk 

> meminta surat pengantar ke Depnaker dalam hal mengurus surat 

> rekomendasi tersebut.Karena yang menandatangani tiba di kantor setelah 

> sholat Jumat,maka saya mendapatkan surat pengantar tersebut jam 14.00 

> WIB.Lalu dengan sekuat tenaga saya naiki metro mini menuju Kantor 

> BP2TKI Ciracas (bukan kantor Depnakertrans Dirjen BP2TKI di Jl Gatot 

> Subroto,seperti yang diarahkan oleh petugas imigrasi di

> Cengkareng) saya

> tiba pukul 15,30 WIB. Bertemu dengan para satpam yang dengan tegasnya 

> menyatakan bahwa saya harus ganti paspor,karena paspor saya 

> diterbitkan dari Jakarta Timur,seharusnya menurut mereka dikeluarkan 

> oleh perjalanan khusus(peraturan apalagi ini?).Alhamdulillah saya bisa 

> bertemu dengan bapak Turiman yang dengan sabar dan telaten menerangkan 

> kepada saya (yang sudah emosi),karena saya TKI formal(perawat) maka 

> tidak perlu ganti paspor.Tapi karena waktu sudah sore,maka beliau 

> menyuruh saya untuk datang Senin (Sabtu Minggu,kantor tutup) dengan 

> membawa surat pernyataan yang sudah disediakan kantor BP2TKI dengan 

> meterai Rp6000, lalu ke kantor BRI Cijantung di perempatan Pasar Rebo 

> untuk membayar ke Bendahara BP2TKI sebanyak

> $15 dengan

> no rekening 0122 02 000023 30 3,setelah itu kembali ke kantor BP2TKI 

> Penganten Ali Ciracas untuk membayar Jamsostek sebanyak $40.

> Seluruh berkas

> di fotocopy dan dimasukkan map lalu diserahkan ke petugas,hari itu 

> juga surat rekomendasi akan selesai. Terimakasih sekali kepada bp 

> Turiman dan mohon penyehatan kembali kepada para satpam disana. Malam 

> itu saya berkomunikasi dengan keluarga di Surabaya,mereka 

> bilang,selesaikan urusannya dulu,kalau ada waktu baru pulang lagi ke 

> Surabaya. Sabtu pagi saya ke kantor GULF di Sudirman square untuk 

> minta seat yang ada secepatnya,karena seharusnya hari ini saya sudah 

> join kerja di Kuwait.Ternyata saya baru bisa berangkat tanggal 5 

> Oktober 2005, untungnya saya juga disarankan untuk go show di 

> Cengkareng dengan harapan kalau ada penumpang cancel,maka seatnya bisa 

> saya gantikan.Saya hanya bisa berdoa, semoga keberuntungan ada pada 

> saya. Senin pagi jam 5.30 WIB saya sudah berangkat dengan naik bis 

> patas menuju BRI Cijantung,jam 9 tiba disana dan mendpat no urut 

> 65,padahal saat itu masih no 20.Maka saya tinggal sarapan di warteg 

> dekat BRI tersebut.Sekembalinya kesana,no urut masih 40,apalagi 

> petugas hanya 1 orang,30 menit kemudian ada petugas yang lain karena 

> banyaknya

> orang2 yg

> menurut saya adalah para "calo" yg nyerobot saja untuk membayar

> $15

> juga.Saya berusaha sabar saja dengan keadaan seperti ini,karena dengan 

> kantor yg kecil, hanya 2 teller,sedangkan banyak sekali nasabah yg 

> musti dilayani (Inilah bank pemerintah kita!) Setelah membayar,saya 

> naik ojek dengan biaya Rp5000 menuju ke Pengantin Ali Ciracas.Sampai 

> disana,saya tidak mau lagi berurusan dengan para satpam,langsung masuk 

> dan bilang ada janji dengan bp Turiman,bayar asuransi $40, fotocopy 

> lalu menuju ke meja pak Turiman,dengan sabar beliau mengecek ulang 

> semua persyaratan,setelah selesai beliau memberi no 20 pada berkas 

> saya dan bilang surat akan selesai sekitar jam 14 WIB. Sambil menunggu 

> inilah,saya bertemu dengan teman perawat yang sedang ambil Emergency 

> Leave karena orang tuanya sakit dan sepasang suami istri yang sedang 

> cuti juga.Karena saya sudah menyerahkan berkas,maka mereka menanyakan 

> prosedurnya kepada saya,tapi saya sarankan untuk menemui bapak Turiman 

> saja,karena memang tidak ada pengumuman atau alur yang bisa kita baca 

> dan kita ikuti petunjuknya. Finally,saya mendapatkan surat rekomendasi 

> tersebut walaupun dengan memaksa para petugas di konter,karena sampai 

> jam 14 surat saya belum selesai,sedang teman wanita saya sudah,dan 

> saya melihat berkas no 55 sudah selesai,kenapa punya saya yang no 20 

> blm selesai,mereka bilang karena yg mengetik banyak,jadi mungkin 

> ketlisut!Maka dengan berontak saya mau ketemu dengan bp Turiman 

> lagi,beliau bilang sudah selesai dari tadi.Dan saya melihat dengan 

> jelas,akhirnya petugas masuk ke dalam dan menyerahkan berkas kepada 

> saya sambil bilang: nih baru ditandatangani pak Haryanto. Masya 

> Allah........inikah moral petugas yg notebene,dari uang masyarakat RI lah 

> anda di gaji! Hari Selasa pagi,dengan bis airport dari Gambir menuju 

> Cengkareng,saya bawa kembali 2 koper dan 1 ransel dengan harapan dapat 

> terbang hari itu.Setelah konter GULF buka,maka saya dicatat sebagai 

> penumpang waiting list pertama dan menunggu keputusan bisa 

> terbang/tidak jam 13.30.Selama di airport saya berusaha mencari tiket 

> yang paling cepat bisa mencapai Kuwait, ada beberapa orang yang 

> menawarkan $550 dengan Emirat untuk tgl 19/9 atau $345 dengan GULF 

> juga tapi harus tiket baru! Alhamdulillah,jam 1315 saya dipanggil oleh 

> petugas GULF dan dinyatakan dapat terbang, dengan rasa syukur kepada 

> Allah dan linangan air mata saya menyambutnya. Petugas imigrasi di 

> konter bilang:kami sebenarnya mau saja membantu mas,tapi kemarin sore 

> saya membezuk teman kami (petugas imigrasi yang meloloskan TKI Timur 

> Tengah tanpa surat rekomendasi) di tahanan, kamar mereka bersebelahan 

> dengan kamar para koruptor!

> Alhamdulillah,sekarang saya

> sudah berada di Kuwait,saya menceritakan kejadian ini kepada petugas 

> di KBRI Kuwait dan mereka menerima dengan ramah,serta menindaklanjuti 

> semua laporan dengan berkirim surat kepada bapak Presiden kita.Tapi 

> saya yakin,bapak SBY pasti tidak hanya memikirkan TKI Timur Tengah 

> saja yang kesandung masalah ini,Dan saya yakin surat rekomendasi ini 

> masih akan berjalan hingga 1-2 tahun ke depan jika surat kecil saya 

> ini tidak disebarluaskan di media massa di Indonesia. Dan di 

> Kuwait,saya harus menjalankan semua formalitas karena keterlambatan 

> saya join kerja, dengan memakan waktu yang lebih lama daripada 

> mengurus surat rekomendasi Depnaker tersebut dan biaya yang tentunya 

> tidak sedikit. Saya hanya bisa berdoa dan mohon doanya kepada seluruh 

> pembaca,karena sampai surat ini saya buat,saya belum menyelesaikan 

> formalitas tsb, semoga saya masih diberi kesempatan untuk mendapatkan 

> gaji di Kuwait,sehingga masih bisa menyumbang sedikit2 sekali devisa 

> untuk membiayai sebagian gaji pegawai negeri RI. SURAT REKOMENDASI 

> DEPNAKER Saya adalah TKI formal (perawat) yang bekerja di Kuwait,ingin 

> menanyakan ttg surat rekomendasi bagi TKI Timur Tengah yang kembali 

> dari cuti,apa syarat2nya?Apakah untuk semua bandara di 

> Indonesia?Apakah hanya dikeluarkan oleh BP2TKI yang berada di 

> Jakarta?Apakah tidak bisa dibuat di daerah

> masing2 berdasarkan KTP?Mengapa harus membayar dengan $?Apakah 

> fungsinya membayar Jamsostek $40?Saya sangat memerlukan jawaban ini 

> segera,karena pasti pada lebaran ini banyak yang akan cuti.Terima 

> kasih.

> Zulkifli

> Jl.Ketintang l/2A Surabaya

> 

 

 



[Non-text portions of this message have been removed]






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Click here to rescue a little child from a life of poverty.
http://us.click.yahoo.com/rAWabB/gYnLAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke