http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/Etc/Salafi.html

PEMIKIRAN SALAFI

Yang dimaksud dengan "Pemikiran Salafi" di sini ialah kerangka berpikir
(manhaj fikri) yang tercermin dalam pemahaman generasi terbaik dari ummat
ini. Yakni para Sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan setia,
dengan mempedomani hidayah Al-Qur'an dan tuntunan Nabi SAW.
Kriteria Manhaj Salafi yang Benar

Yaitu suatu manhaj yang secara global berpijak pada prinsip berikut :

1. Berpegang pada nash-nash yang ma'shum (suci), bukan kepada pendapat para
ahli atau tokoh.
2. Mengembalikan masalah-masalah "mutasyabihat" (yang kurang jelas) kepada
masalah "muhkamat" (yang pasti dan tegas). Dan mengembalikan masalah yang
zhanni kepada yang qath'i.
3. Memahami kasus-kasus furu' (kecil) dan juz'i (tidak prinsipil), dalam
kerangka prinsip dan masalah fundamental.
4. Menyerukan "Ijtihad" dan pembaruan. Memerangi "Taqlid" dan kebekuan.
5. Mengajak untuk ber-iltizam (memegang teguh) akhlak Islamiah, bukan
meniru trend.
6. Dalam masalah fiqh, berorientasi pada "kemudahan" bukan "mempersulit".
7. Dalam hal bimbingan dan penyuluhan, lebih memberikan motivasi, bukan
menakut-nakuti.
8. Dalam bidang aqidah, lebih menekankan penanaman keyakinan, bukan dengan
perdebatan.
9. Dalam masalah Ibadah, lebih mementingkan jiwa ibadah, bukan
formalitasnya.
10. Menekankan sikap "ittiba'" (mengikuti) dalam masalah agama. Dan
menanamkan semangat "ikhtira'" (kreasi dan daya cipta) dalam masalah
kehidupan duniawi.

Inilah inti "manhaj salafi" yang merupakan khas mereka. Dengan manhaj
inilah dibinanya generasi Islam terbaik, dari segi teori dan praktek.
Sehingga mereka mendapat pujian langsung dari Allah di dalam Al-Qur'an dan
Hadits-Hadits Nabi serta dibuktikan kebenarannya oleh sejarah. Merekalah
yang telah berhasil mentransfer Al-Qur'an kepada generasi sesudah mereka.
Menghafal Sunnah. Mempelopori berbagai kemenangan (futuh). Menyebarluaskan
keadilan dan keluhuran (ihsan). Mendirikan "negara ilmu dan Iman".
Membangun peradaban robbani yang manusiawi, bermoral dan mendunia. Sampai
sekarang masih tercatat dalam sejarah.



                                                                                
                  
                    Ahmed Mustaqim                                              
                  
                    <[EMAIL PROTECTED]        To:     Ozan Sidik <[EMAIL 
PROTECTED]>,        
                    oo.com.sg>                  [email protected]    
                  
                    Sent by:                    cc:                             
                  
                    [EMAIL PROTECTED]        Subject:     [BULK] - Tentang 
Sebagian Kelompok   
                    oups.com                    Salafi Was - Re: [media-dakwah] 
Bola Liar Setelah 
                                                "AZAHARI"?                      
                  
                                                                                
                  
                    12/12/2005 11:01 AM                                         
                  
                                                                                
                  
                                                                                
                  



Wa'alaikumussalam warohmatulloh,

  Saudaraku Ozan menulis begini:
  Kalau boleh saya usulkan, apakah tidak lebih baik dalam milis ini lebih
dikedepankan pembahasan tentang dakwah, taktik dan strategi dakwah mana
yang
baik sesuai dengan nama milisnya 'media-dakwah' daripada saling mencerca
secara emosional mari dikedepankan diskusi yang baik dengan berlandaskan
nash-nash yang ada. Kalau saya banyak pelajari tulisan-tulisan dari para
ulama salafy (org2 menyebutnya kelompok salafy) berkaitan tentang
pemikiran Sayyid
Qutb, Yusuf Qaradhawi, Hassan al-Banna, dll bukanlah tanpa alasan
tulisan-tulisan itu mengkritisi pemikiran mereka, tulisan2 ini 'barangkali'
bisa menjadi topik pembahasan yang baik apabila dibahas dengan cara baik
pula.. amien..

  Yang saya lihat dari para ulama salafi terutama ustadz salafi di
Indonesia berilmu tapi tidak berakhlak.
  Mencela kasar dengan sebutan ANJING-ANJING JAHANNAM itu bukanlah bentuk
mengkritisi suatu pemikiran dengan "cara yang baik".

  Wajar jika kelompok lain yang "dikasari" untuk emosi karena caranya tidak
beradab.

  Silahkan mengkritisi tapi dengan cara yang baik. Inilah bentuk kritis
saya terhadap dakwah salafy yang tidak beradab. Jangan sampai terulang
kembali Masjid yang di dominasi oleh salafi di Bogor yang dilempari kotoran
kerbau sampai yang terakhir kasus di NTB terulang kembali. Evaluasi dan
dengarkan masukkan dari orang lain jangan buang dan merusak ilmu kalian
dengan akhlak yang kurang baik.

  Terakhir ada salah kaprah tentang cela mencela dengan konsep saling
menasehati.
  Kritikan dari saya ini dan teman-teman yang lain bukanlah bentuk
cerca-mencerca atau cela mencela tapi ini adalah bentuk saling menasehati
sesama saudara agar tetap berada dalam kebenaran.
  Gengsi menerima nasehat pertanda bukanlah termasuk mengikuti profil
salafush shalih sebagaimana Umar bin Khattab yang dinasehati rakyatnya di
saat beliau menjadi khalifah. Justru tidak pantas menyandang gelar
salafi/ahlussunnah/sunni dan malah bisa jadi merusak nama baik pendahulunya
(salaful ummah).

  Sekali lagi sampaikanlah ilmu kalian yang bermanfaat dan shahih itu wahai
para salafi untuk kemaslahatan ummat dengan cara-cara yang ahsan.

  Wallahu 'alam bishshowwab
  Ahmed

  Notes: Mohon ma'af kalo ada yang salah.

Ozan Sidik <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Assalamu'alaikum wr.wb.



Untuk tidak mengeneralisir masalah dalam thread ini, kalau kita amati kedua
tulisan dari 'redaksi situs Salafy.or.id' tentang "Salafy Bukan Teroris dan
Teroris Bukan Salafy" dan tulisan dari 'Rizki Ridyasmara' tentang "Bola
Liar Setelah "AZAHARI"?" kedua tulisan tersebut ada pernyataan yang 'saling
menghujat' satu dengan lainnya... sebelas duabelas.. kalau bicara tentang
mana yang paling berakhlaq Islami...? nah silahkan masing-masing pembaca
dalam milis ini bisa menilainya.. kalau pendapat saya sich kedua-duanya yah
sama saja...

Ngomong-ngomong tentang pelecehan kalau ada ikhwan yang memiliki pengalaman
buruk tentang akhlaq dari seseorang yang mengaku salafi, pun pengalaman
buruk pribadi pernah saya alami atas sikap dari teman-teman yang mengaku
'aktivis harakah plus aktivis partai', dari cercaan yang ringan hingga yang
nyerempet2 kepada memunafikkan, dulu sewaktu ngaji bareng selalu dipanggil
ikhwan (saudara seiman maksudnya)... kini setelah berbeda pendapat &
berbeda
pengajian - dipanggilnya hanif (dengan nada mengejek tentunya)... dalam
sebuah milis karena gara2 beda pendapat 'tentang boikot' saya pernah
disindir sebagai seorang munafik yang pantas untuk diasingkan... dalam
sebuah halaqah pengajian pernah sang murabbi memplesetkan kelompok salafy
dengan sebutan sapi, nu diplesetkan menjadi nasi uduk... istri saya yang
telah lama mengenakan jilbab dan lebih dulu dan lebih lama mengkaji ttg
Islam dibandingkan temen-temen yang dari harakah itu oleh karena tidak satu
pengajian dengan kelompoknya disebutkan oleh mereka "ini sich bukan
'akhwat'" ? loch saya bilang kalau istri saya ini kamu sebut bukan akhwat
lantas yang akhwat itu spt apa?. dan masih banyak kasus lain lagi yang saya
kira kalau dituliskan semuanya di milis ini saya pikir hanyalah
membuang-buang waktu saja karena toch ini hanyalah sebagai 'kasus' yang
mudah-mudahan tidak dialami oleh orang lain - yang saya menganggapnya
bukanlah sesuatu yang esensi. Dan mudah-mudahan para pelaku pelecehan itu
hanyalah "para oknum aktivis harakah yang masih belajar tentang Islam" sama
seperti yang sedang saya lakukan terus mengkaji dan mengkaji dan
mengamalkannya ? dan para oknum tersebut tidak mewakili karakter para
aktivist harakah semuanya... mudah-mudahan..



Kalau boleh saya usulkan, apakah tidak lebih baik dalam milis ini lebih
dikedepankan pembahasan tentang dakwah, taktik dan strategi dakwah mana
yang
baik sesuai dengan nama milisnya 'media-dakwah' daripada saling mencerca
secara emosional mari dikedepankan diskusi yang baik dengan berlandaskan
nash-nash yang ada. Kalau saya banyak pelajari tulisan-tulisan dari para
ulama salafy (org2 menyebutnya kelompok salafy) berkaitan tentang
pemikiran Sayyid
Qutb, Yusuf Qaradhawi, Hassan al-Banna, dll bukanlah tanpa alasan
tulisan-tulisan itu mengkritisi pemikiran mereka, tulisan2 ini 'barangkali'
bisa menjadi topik pembahasan yang baik apabila dibahas dengan cara baik
pula.. amien..



Wassalamulaikum wr.wb.


Ozan Sidik


[Non-text portions of this message have been removed]







Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links










---------------------------------
Do you Yahoo!?
 New and Improved Yahoo! Mail - 1GB free storage!

[Non-text portions of this message have been removed]







Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links













------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke