Wa'alaikum salam wr wb, Sesungguhnya Siti Jenar itu sama nyatanya dengan para Wali Songo. Begitu pula Al Hallaj. Toh meski mereka yang disebut tokoh sufi itu mengaku sebagai Tuhan (layaknya Fir'aun) dan difatwa sesat oleh jumhur ulama dan dihukum mati, kebanyakan penganut sufi tidak menganggap mereka sesat.
Tokoh Sufi lainnya meski ceritanya zuhud tidak riya, dsb, tapi syairnya yang mengharamkan surga dan minta neraka kepada Allah itu berlawanan dengan do'a yang diajarkan Nabi kepada ummatnya: Robbana atiina fid dunya hasanah Wa fil akhiroti hasanah wa qiina 'adzaaban naar Ya Allah, berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat Dan selamatkanlah kami dari siksa neraka. Di kitab Ihya 'Uluumuddin, meski Imam Al Ghazali berusaha mengkoreksi ajaran Tasawuf yang banyak sesatnya dengan "Tasawuf yang benar", toh beliau tergelincir juga. Di kitab itu ada sufi yang saking sederhananya pakai baju bulu yang berkutu. Ini bertentangan dgn sunnah Nabi yang menyatakan kebersihan sebagian dari iman. Ada juga para sufi yang saking rajinnya beribadah tidak bekerja. Mereka berkeliling mengunjungi para kenalannya untuk menumpang makan. Ada yang dalam seminggu balik dalam satu putaran (7 kenalan yang ditumpangi dalam seminggu). Ada yang 40 hari dalam 1 putaran. Ada pula yang setahun. Itu dinyatakan hal yang positif dalam kitab Imam Al Ghazali padahal Nabi menganjurkan ummat Islam untuk bekerja dan memberi nafkah keluarganya. Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. Sayangnya ajaran tasawuf membuat para sufi jadi hidup seperti pengemis. Saya telah membaca kitab di atas. Meski memakai dalil Al Qur'an dan Hadits, namun separuh hadits yang dipakai adalah lemah/palsu. Belum lagi cerita2/hikayat2 yang dijadikan sandaran sebagaimana cerita di atas. Sekali lagi, mengapa kita enggan berpedoman pada Al Qur'an dan Hadits? Wassalam --- In [email protected], "Yusa" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Aslkm wr wb > > ^_^ Syeikh Siti Jenar...ada banyak versi ttg Syeikh satu ini, ada yg > mengira > bahwa Syeikh ini bener2 ada dan nyata pd jaman Walisongo dulu, tp ada juga > yg berpendpt bahwa Syeikh ini tdk ada dan tdk nyata (maksudnya bahwa ini > hanyalah penggambaran dari nasehat2 para Walisongo dulu, nasehat ttg mslh > syari'at dan hakikat. Seseorang pernah menjelaskan bahwa dlm kisah Syeikh > ini dijelaskan salah satu diantara adalah jgn melupakan syari'at dg > mendulukan > hakikat, jgn lupakan syari'at sebab syari'at adalah dasar, wallahu a'lam.) > > Dulu saya mengira Syeikh ini seorang yg majdzub, tp ketika saya dijelaskan > bahwa semua itu hanyalah kiasan saja, maka ini insya Allah bisa saya terima > akal saya, jd ada kemungkinan begitu. Wallahu a'lam. > > Lalu, pernah seorang teman bertanya ttg Syeikh ini pd gurunya, sang guru pun > melarang teman saya itu untuk bertanya2 mslh Syeikh ini, blm waktunya! ^_^ > Jd, ya sampai di situ saja, dia tdk berani menanyakan lagi... > > Sayyidy al-Hallaj dan Syeikh Siti Jenar dikenal sbg tokoh tasawuf, tp msh > banyak tokoh lain yg bertasawuf yg tdk spt itu, yg tdk pernah mengaku dia > Tuhan. Wallahu a'lam bishshowab. > > Mhn dima'afkan kalau kurang berkenan, trm ksh. > Wslkm wr wb > Yusa > > __________________________________________________________ > Message: 22 > Date: Wed, 11 Jan 2006 00:46:35 -0800 (PST) > From: A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: Re: Tengoklah Sejarah Sufi dan Tasawwuf - was: RE: Balasan: Re: > Bahasa orang sufi > > Tidak perlu bingung pak Awam, pelajari saja Al Qur'an > dan Hadits, insya Allah kita tidak akan tersesat: > > "Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; > petunjuk bagi mereka yang bertaqwa" [Al Baqoroh:2] > > Sebaliknya jika kita mengikuti orang lain/taqlid, bisa > jadi kita ikut tersesat jika yang kita ikuti juga > sesat sebagaimana yang disebut oleh Allah SWT: > > "Sebahagian dan mereka menghadap kepada sebahagian > yang lain berbantah-bantahan. > Pengikut-pengikut mereka berkata (kepada > pemimpin-pemimpin mereka): "Sesungguhnya kamulah yang > datang kepada kami dari kanan > Pemimpin-pemimpin mereka menjawab: "Sebenarnya kamulah > yang tidak beriman." [Ash Shaaffaat:27-29] > > Sebagai contoh tokoh sufi terkenal Al Hallaj dan Syekh > Siti Jenar mengaku sebagai Allah sehingga dihukum mati > oleh para ulama. Jika kita mengikuti tokoh sufi tsb, > niscaya kita akan tersesat. > > Sebaliknya jika kita mempelajari Al Qur'an dan Hadits, > niscaya kita tahu bahwa para Nabi termasuk Nabi > Muhammad SAW yang merupakan manusia paling sempurna > tidak pernah sekali pun mengaku sebagai Allah. > > Jadi kelakuan para tokoh tasawuf tersebut dibalik > zuhud/wara yang mereka agung-agungkan ternyata > memiliki sifat sombong/takabur yang luar biasa > sehingga mengaku sebagai Tuhan seperti halnya Fir'aun. > > Wassalam > > > Produces wooden furniture. Includes company profile, list of products and contact details. > Material : Bengkirai, Bangkirai, Yellow Balau, Red Balau, Merbau. > Visit : www.duta-furni.com > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah. Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
