PERCERAIAN
  
Perceraian adalah sebuah kata yg menjadi fenomena saat ini, dan 
merupakan kata yg ditakuti oleh semua yg menjalani bahtera rumah 
tangga. Perceraian adalah sesuatu yg misteri, dimana semua pasangan 
suami istri sebelumnya tidak pernah membayangkan akan mengalaminya. 
Alasan perceraianpun sesuatu yg klise dan biasa terdengar oleh umum, 
dimana pasangan tersebut mengakhiri kehidupan rumah tangga mereka.
>    
>   Adapun alasan perceraian yg klise itu ialah :
>       
>    1. tidak adanya lagi kecocokan satu dengan yg lainnya  
>    2. karena faktor ekonomi yg tidak mencukupi  
>    3. adanya WIL/PIL 
>    4. masalah sex  
>    5. masalah keluarga dari pihak suami/istri
> 
>    
tidak adanya lagi kecocokan satu dengan yg lainnya adalah salah satu 
alasan yg paling klise diantara alasan2 lain yg biasa dilontarkan 
oleh pasangan yg bercerai. Faktor ketidak cocokan ini bisa bermacam2 
alasan yg akhirnya menimbulkan ketidak cocokan lagi yaitu :
  
>     
1. tidak adanya lagi satu misi dan visi dalam menjalankan RT, dimana 
antara suami/istri tidak lagi mengetahui hak dan kewajiban masing2, 
yg sudah menjadi bias dan disalah artikan oleh pasangan yg merasa 
lebih mendominasi jalannya RT.  
>    
2. Menganggap remeh semua masalah yg timbul dan awalnya hanya berupa 
percikan2 api yg mungkin tidak di sadari dan akhirnya menjadi kobaran 
api yg siap membakar semua yg ada  

3. Ingin selalu di dengarkan dan enggan untuk mendengarkan. Ini 
sering terjadi karena salah satu pihak merasa hanya masalahnya saja 
yg patut didengarkan dan dicarikan jalan keluar. Yg mana salah satu 
pihak, merasa ingin selalu dimengerti dan tanpa mau mengerti 
pasangannya, hingga menimbulkan rasa ketidak adilan bagi lainnya.  
>  
4. Menganggap tanggung jawabnya lebih besar dibandingkan pasangannya 
hingga mengecilkan arti peran yg lain pada pasangannya.
>    

Mengingat beberapa faktor yg menimbulkan perselisihan dalam RT, yg 
akhirnya terjadi perceraian, maka hendaknya pasangan harus 
memperhatikan hal2 sebagai berikut :
>    
>     
1. hendaknya suami/istri mengetahui kewajibannya masing2 dengan baik, 
dan tidak perlu merasakan kewajiban sebagai suatu beban, hingga 
timbul perasaan2 yg lebih berat dalam memikul kewajiban. Tapi 
lakukannlah kewajiban itu atas dasar tanggung jawab pada Allah, 
hingga tidak perlu merasa menjadi sebuah beban yg harus dilakukan 
dengan berat hati, karena merasa belum mendapatkan hak nya sesuai 
dengan keinginan  
>  
2. memandang enteng pekerjaan pasangannya, yg akhirnya menganggap 
remeh pekerjaan yg sudah dilakukan dengan kemampuan yg dilihat 
berdasarkan kaca mata dirinya saja, dan itu akan menimbulkan 
kekecewaan dari pasangan. Tapi hargailah semua jerih payah pekerjaan 
yg sudah dilakukan oleh pasangan dengan berusaha memahami masalah yg 
dihadapi pada pekerjaannya. Misalnya suami tidak memandang remeh 
pekerjaan seorang istri yg mengurus anak dan rumah seharian. 
Begitupun seorang istri tidak memandang remeh pekerjaan suami yg 
seharian berada di kantor. Karena keduanya mempunyai kadar tanggung 
jawab dan beban yg sama untuk mendapatkan perhatian.  
>    
3. ingin selalu didengarkan dan enggan untuk mendengarkan, ini juga 
sering terjadi. Karena hanya merasa bahwa tanggung jawabnya lebih 
berat, hingga dirinya saja yg patut didengarkan. Hingga menyepelekan 
pasangan yg dianggap tanggung jawabnya lebih ringan dari dirinya. 
Harusnya keduanya menyadari bahwa mereka sama2 mempunyai hak yg sama 
untuk didengarkan keluhannya dan masalah yg terjadi di seputar RT, 
hingga perlu membicarakan semua persoalan yg dianggap suatu masalah 
yg harus dibicarakan oleh pasangan. Karena fungsi pasangan adalah 
menjadi tempat curahan hati dan perasaan untuk mengungkapkan semua 
masalah pada pasangannya.  
>  
4. menganggap tanggung jawabhya lebih berat daripsangannya, hanya 
akan menimbulkan sikat berbuat tidak adil pada pasangannya. Karena RT 
tidak akan stabil berjalan, andai tanggung jawabnya dianggap lebih 
ringan dikerjakan oleh pasangan yg lain.
>    

Berdasarkan faktor penyebab dan solusi yg sebaiknya dilakukan untuk 
memperkecil kemungkinan perceraian yg bisa saja terjadi, maka 
sebaiknya :
>    
1. utarakan secara terbuka, apa yg menjadi visi dan misi dibangunnya 
RT tersebut, hingga menjadi satu tujuan yg harus dikerjakan oleh 
keduanya untuk mencapai keinginan dan terwujudnya tujuan RT tersebut, 
tanpa menganggap remeh dan mengecilkan arti tanggung jawab dari yg 
lainnya.
>    
2. perlunya keterbukaan, agar pasangan memahami apa yg menjadi 
keinginan masing2 dan hal2 apa yg akan memancing keributan, agar 
tidak dilakukan. Dan hal2 apa saja yg diinginkan pasangan untuk 
melakukannya dan membuat senang.
>    
3.  agar bisa menghormati keinginan masing2, maka jangan pernah 
merasa lebih penting dari yg lainnya, karena sadarlah RT tidak akan 
berjalan lancar tanpa peran pasangan yg dianggap tidak penting, pada 
kaca mata dirinya.
>    
4. suami tetap menjadi pemimpin RT, tapi bukan menjadi seorang 
pemimpin g menyalahi kepemimpinannya, karena istri adalah pemimpin 
pada harta dan anak yg telah dipercayakan oleh dirinya untuk 
menjaganya selama suami pergi bekerja.
>    
5. adakan situasi yg nyaman, agar pasangan bebas mengutarakan semua 
masalah dan persoalan yg dihadapinya, dengan cara berdiskusi selama 
bukan aturan Allah dan Rasul yg dilanggaranya.
>    
>    
>   Itu hanya analisa saja, bisa salah dan bisa juga benar. Andai 
salah mohon dikoreksi, masih dalam kelanjutan hanya saat ini masih 
belum bisa meneruskan tulisan, karena terbentur dengan pekerjaan yg 
lainnya. 
    
    
    
by 
hana
>    
>    
>    
>    
> 
>               
> ---------------------------------
> Yahoo! Photos – Showcase holiday pictures in hardcover
>  Photo Books. You design it and we'll bind it!
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke