Assalamu'alaikum,....
  sekedar ikut nimbrung...
  siapa yang bilang jama'ah tabligh 'WAJIB' khuruj 40 hari dalam setahun....
  saudaraku.. marilah kita selami dengan baik...  jangan memvonis sesuatu yang 
kita belum mengenalnya dengan baik.
  jama'ah tabligh baik tidak ada paksaan khuruj, karena ana pernah dan ikut 
jadi jemaahnya. lagi mereka boleh khuruj jika mereka telah mampu membiayai 
keluarganya, artinya meninggalkan keluarga tanpa kekurrangan,
  IM, begitu banyak hal baik yang bisa kita pelajari dari mereka.
  saudaraku,... marilah kita ambil yang baik dan kita perbaiki diri ini agar 
senantiasa lebih baik...jangan pernah memvonis orang lain... lihatlah diri kita 
sudah demikian taatkah hingga kita bisa memvonis orang lain...????
  marilah kita melalui milis ini untuk saling mengingatkan akan kebaikan.jangan 
bicarakan keburukan orang lain dengan perspektif yang memvonis...
  subhanallah... maha suci Allah yang telah menciptakan manusia dengan penuh 
hegemonial ini....
  wassalam...

A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Wa'alaikum salam wr wb,

--- [EMAIL PROTECTED] wrote:

> 
> Semua orang salah dong ?!?!?!, Masak tidak ada
> sedikit saja kebaikan2 ada
> di antara mereka itu ?!?!?!  Jamaah tabligh ataupun
> Ikhwanul Muslimin
> ?!?!?!  

Selain Nabi memang tidak ada yang maksum. Ada benar
dan ada yang salah. Kita harus kritis.

Ada baiknya kita saling taushiyah dan memperbaiki
kekurangan. Paham sufi seperti Wihdatul Wujud, Nur
Muhammad yang hampir sejajar dengan Allah memang
sesat. Mudah2an semua harakah menghentikannya.

Kalau Jamaah Tabligh sedikit kritik dari saya adalah
adanya kewajiban khuruj/jaulah yaitu pergi 40 hari
dalam setahun. Ini dapat mengakibatkan orang diPHK dan
keluarganya terlantar. Ini ada ipar saya yang seperti
itu. Keluarganya terlantar karena yang bersangkutan
asyik berjaulah.

Ada pun Ikhwanul Muslimin mungkin bersifat toleran.
Sehingga bagi orang yang keras dianggap terlalu "sufi"
sementara bagi orang sufi justru dianggap
wahabi/salafi.

===
Di sana ada pula. kelompok sufi yang memandang Ikhwan
adalah penjelmaan paham Wahabi dan pengikut Ibnu
Taimiyah dan Ibnul Qayyim (AI Imamain). Dengan kata
lain, Ikhwan dipandang sebagai gerakan salafiyun yang
menjadi musuh utama bagi tasawuf dan penganutnya.
Sementara itu, ada kelompok yang menamakan diri mereka
salafiyun dan memandang Ikhwan sebagai kelompok
thariqat sufi dan menggolongkannya sebagai kelompok
Quburi (penyembah kubur, peny) Hal itu, didasari bahwa
al Banna tumbuh dalam suasana yang sarat nuansa sufi
di samping pandangannya bahwa tawassul masuk dalam
persoalan khilafiyah-perbedaan pendapat dalam tata
cara berdoa dan bukan masalah akidah."10 Terakhir
beliau berkata, “Itulah perlakuan yang dialami umat
poros tengah atau kelompok tengah dan pemikiran poros
tengah yang senantiasa dicela dari dua sisi yanb
berlawanan: pihak yang keras dan pihak yang lunak

http://ulwani.tripod.com/tuduhan.htm
===

> Mending konsentrasi ngejar ekonomi saja,
> kalo sudah cukup punya
> kekuatan ekonomi setidaknya, saya bisa menanami
> hutan kembali aja (gak
> perlu cita2 yang aneh2)

Ekonomi maju tapi kalau aqidah tidak baik juga kurang
bagus. Harus seimbang agar kita bisa meraih
kebahagiaan dunia dan akhirat.

> Pak moderator kalo sekiranya mail saya ini dianggap
> kurang pantas, tidak
> ditampilkan juga gak papa, tapi mohon kepada pak
> moderator untuk memberi
> penjelasan, terima kasih
> 
> Wassalam
> 
> 
> 
>                                                     
>                                                     
>               
>                     "A Nizami"                      
>                                                     
>               
>                     <[EMAIL PROTECTED]        To:   
>  "media dakwah" <[email protected]>,
> "sabili"           
>                     m>                       
> <[EMAIL PROTECTED]>, "padhang-mbulan"          
>                      
>                     Sent by:                 
> <[EMAIL PROTECTED]>, "Saksi"
> <[EMAIL PROTECTED]>       
>                     [EMAIL PROTECTED]        cc:   
>                                                     
>               
>                     groups.com               
> Subject:     [media-dakwah] ASAL MUASAL TASAWUF     
>                      
>                                                     
>                                                     
>               
>                                                     
>                                                     
>               
>                     02/02/2006 13:41                
>                                                     
>               
>                                                     
>                                                     
>               
>                                                     
>                                                     
>               
> 
> 
> 
> ASAL MUASAL TASAWUF
> suhana hana
> Wed, 10 Aug 2005 00:18:54 -0700
> 
> Bashrah, sebuah kota di negeri Irak, merupakan
> tempat
> kelahiran pertama bagi
> Tasawuf dan Sufi. Yang mana (di masa tabi'in)
> sebagian
> dari ahli ibadah Bashrah
> mulai berlebihan dalam beribadah, zuhud dan wara'
> terhadap dunia (dengan cara
> yang belum pernah dicontohkan oleh Rasulullah
> Shallallahu 'alaihi wassalam),
> hingga akhirnya mereka memilih untuk mengenakan
> pakaian yang terbuat dari bulu
> domba (Shuuf). Meski kelompok ini tidak mewajibkan
> tarekatnya dengan pakaian
> semacam itu, namun atas dasar inilah mereka disebut
> dengan "Sufi", sebagai
> nisbat kepada Shuuf .
> 
> Oleh karena itu, lafazh Sufi ini bukanlah nisbat
> kepada Ahlush Shuffah yang ada
> di zaman Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam,
> karena nisbat kepadanya
> dinamakan Shuffi, bukan pula nisbat kepada shaf
> terdepan di hadapan Allah
> Ta'ala, karena nisbat kepadanya dinamakan Shaffi,
> bukan pula nisbat kepada
> makhluk pilihan Allah karena nisbat kepadanya adalah
> Shafawi dan bukan pula
> nisbat kepada Shufah bin Bisyr (salah satu suku
> Arab),
> walaupun secara lafazh
> bisa dibenarkan, namun secara makna sangatlah lemah,
> karena antara suku
> tersebut dengan kelompok Sufi tidak berkaitan sama
> sekali.
> 
> Para ulama Bashrah yang mendapati masa kemunculan
> mereka, tidaklah tinggal
> diam. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Asy
> Syaikh - Al Ashbahani
> rahimahullah dengan sanadnya dari Muhammad bin Sirin
> rahimahullah bahwasanya
> telah sampai kepadanya berita tentang orang-orang
> yang
> mengutamakan pakaian
> yang terbuat dari bulu domba, maka beliau pun
> berkata:
> "Sesungguhnya ada
> orang-orang yang mengutamakan pakaian yang terbuat
> dari bulu domba dengan
> alasan untuk meneladani Al Masih bin Maryam ! Maka
> sesungguhnya petunjuk Nabi
> kita lebih kita cintai (dari/dibanding petunjuk Al
> Masih), beliau Shallallahu
> 'alaihi wassalam biasa mengenakan pakaian yang
> terbuat
> dari bahan katun dan
> yang selainnya." (Diringkas dari Majmu' Fatawa,
> karya
> Syaikhul Islam Ibnu
> Taimiyah Juz 11, hal. 6,16 ).
> 
> Siapakah Peletak/Pendiri Tasawuf ?
> Ibnu 'Ajibah seorang Sufi Fathimi, mengklaim
> bahwasanya peletak Tasawuf adalah
> Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam sendiri.
> Yang
> mana beliau ?menurut Ibnu
> 'Ajibah - mendapatkannya dari Allah Ta'ala melalui
> wahyu dan ilham. Kemudian
> Ibnu 'Ajibah berbicara panjang lebar tentang
> permasalahan tersebut dengan
> disertai bumbu-bumbu keanehan dan kedustaan. Ia
> berkata: "Jibril pertama kali
> turun kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam
> dengan membawa ilmu
> syariat, dan ketika ilmu itu telah mantap, maka
> turunlah ia untuk kedua kalinya
> dengan membawa ilmu hakikat. Beliau Shallallahu
> 'alaihi wassalam pun
> mengajarkan ilmu hakikat ini pada orang-orang
> khususnya saja. Dan yang pertama
> kali menyampaikan Tasawuf adalah Ali bin Abi Thalib
> Radiyallahu 'anhu, kemudian
> Al Hasan Al Bashri rahimahullah menimba darinya."
> (Iqazhul Himam Fi Syarhil
> Hikam, hal.5 dinukil dari At Tashawwuf Min Shuwaril
> Jahiliyah, hal. 8).
> 
> Asy Syaikh Muhammad Aman Al Jami rahimahullah
> berkata:
> "Perkataan Ibnu 'Ajibah
> ini merupakan tuduhan keji lagi lancang terhadap
> Rasulullah Shallallahu 'alaihi
> wassalam, ia menuduh dengan kedustaan bahwa beliau
> menyembunyikan kebenaran.
> Dan tidaklah seseorang menuduh Nabi dengan tuduhan
> tersebut, kecuali seorang
> zindiq yang keluar dari Islam dan berusaha untuk
> memalingkan manusia dari Islam
> jika ia mampu, karena Allah Ta'ala telah perintahkan
> Rasul-Nya Shallallahu
> 'alaihi wassalam untuk menyampaikan kebenaran
> tersebut
> dalam firman-Nya
> (artinya): "Wahai Rasul sampaikanlah apa yang telah
> diturunkan kepadamu oleh
> Rabbmu, dan jika engkau tidak melakukannya, maka
> (pada
> hakikatnya) engkau tidak
> menyampaikan risalah-Nya." (Al Maidah : 67)
> 
> Beliau juga berkata: "Adapun pengkhususan Ahlul Bait
> dengan sesuatu dari ilmu
> dan agama, maka ini merupakan pemikiran yang
> diwarisi
> oleh orang-orang Sufi
> dari pemimpin-pemimpin mereka (Syi'ah). Dan
> benar-benar Ali bin Abi Thalib
> Radiyallahu 'anhu sendiri yang membantahnya,
> sebagaimana yang diriwayatkan oleh
> Al Imam Muslim rahimahullah dari hadits Abu Thufail
> Amir bin Watsilah
> Radiyallahu 'anhu ia berkata: "Suatu saat aku pernah
> berada di sisi Ali bin Abi
> Thalib Radiyallahu 'anhu, maka datanglah seorang
> laki-laki seraya berkata: "Apa
> yang pernah dirahasiakan oleh Nabi Shallallahu
> 'alaihi
> wassalam kepadamu?" Maka
> Ali pun marah lalu mengatakan: "Nabi Shallallahu
> 'alaihi wassalam belum pernah
> merahasiakan sesuatu kepadaku yang tidak disampaikan
> kepada manusia ! Hanya
> saja beliau Shallallahu 'alaihi wassalam pernah
> memberitahukan kepadaku tentang
> empat perkara. Abu Thufail Radiyallahu 'anhu
> berkata:
> "Apa empat perkara itu
> wahai Amirul Mukminin ?" Beliau menjawab:
> "Rasulullah
> Shallallahu
>  'alaihi wassalam bersabda: "(Artinya) Allah
> melaknat
> seorang yang melaknat
> kedua orang tuanya, Allah melaknat seorang yang
> menyembelih untuk selain Allah,
> Allah melaknat seorang yang melindungi pelaku
> kejahatan, dan Allah melaknat
> seorang yang mengubah tanda batas tanah." (At
> Tashawwuf Min Shuwaril
> Jahiliyyah, hal. 7-8).
> 
> Hakikat Tasawuf
> Bila kita telah mengetahui bahwasanya Tasawuf ini
> bukanlah ajaran Rasulullah
> Shallallahu 'alaihi wassalam dan bukan pula ilmu
> warisan dari Ali bin Abi
> Thalib Radiyallahu 'anhu, maka dari manakah ajaran
> Tasawuf ini ?
> 
> Asy Syaikh Ihsan Ilahi Zhahir rahimahullah berkata:
> "Tatkala kita telusuri
> ajaran Sufi periode pertama dan terakhir, dan juga
> perkataan-perkataan mereka
> baik yang keluar dari lisan atau pun yang terdapat
> di
> dalam buku-buku terdahulu
> dan terkini mereka, maka sangat berbeda dengan
> ajaran
> Al Qur'an dan As Sunnah.
> Dan kita tidak pernah melihat asal usul ajaran Sufi
> ini di dalam sejarah
> pemimpin umat manusia Muhammad Shallallahu 'alaihi
> wassalam , dan juga dalam
> sejarah para shahabatnya yang mulia, serta
> makhluk-makhluk pilihan Allah Ta'ala
> di alam semesta ini. Bahkan sebaliknya, kita melihat
> bahwa ajaran Sufi ini
> diambil dan diwarisi dari kerahiban Nashrani, Brahma
> Hindu, ibadah Yahudi dan
> zuhud Buddha. (At Tashawwuf Al Mansya' Wal Mashadir,
> hal. 28). [1]
> 
> Asy Syaikh Abdurrahman Al Wakil rahimahullah
> berkata:
> "Sesungguhnya Tasawuf
> merupakan tipu daya syaithan yang paling tercela
> lagi
> hina, untuk menggiring
> hamba-hamba Allah Ta'ala di dalam memerangi Allah
> Ta'ala dan Rasul-Nya
> Shallallahu 'alaihi wassalam. Sesungguhnya ia
> (Tasawuf) merupakan topeng bagi
> Majusi agar tampak sebagai seorang Rabbani, bahkan
> ia
> sebagai topeng bagi
> setiap musuh (Sufi) di dalam memerangi agama yang
> benar ini. Periksalah
> ajarannya ! niscaya engkau akan mendapati padanya
> ajaran Brahma (Hindu),
> Buddha, Zaradisytiyyah, Manawiyyah, Dishaniyyah,
> Aplatoniyyah, Ghanushiyyah,
> Yahudi, Nashrani, dan Berhalaisme Jahiliyyah."
> (Muqaddimah kitab Mashra'ut
> Tashawwuf, hal. 19). [2]
> 
> Beberapa Bukti Kesesatan Ajaran Tasawuf
> 1. Al Hallaj seorang dedengkot sufi, berkata :
> "Kemudian Dia (Allah)
> menampakkan diri kepada makhluk-Nya dalam bentuk
> orang
> makan dan minum."
> (Dinukil dari Firaq Mua'shirah, karya Dr. Ghalib bin
> Ali Iwaji, juz 2 hal.600).
> Padahal Allah Ta'ala telah berfirman :
> "Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Allah, dan
> Dia Maha Mendengar lagi
> Maha Melihat." (Asy Syuura : 11)
> 
> 
> 
> "Berkatalah Musa : "Wahai Rabbku nampakkanlah (diri
> Engkau) kepadaku agar aku
> dapat melihat-Mu." Allah berfirman : "Kamu
> sekali-kali
> tidak akan sanggup
> melihat-Ku (yakni di dunia-pen)???" (Al A'raaf :
> 143).
> 
> 
> 
> 2. Ibnu 'Arabi, tokoh sufi lainnya, berkata :
> "Sesungguhnya seseorang ketika
> menyetubuhi istrinya tidak lain (ketika itu) ia
> menyetubuhi Allah !" (Fushushul
> Hikam).[3] Betapa kufurnya kata-kata ini ?, tidakkah
> orang-orang Sufi sadar
> akan kesesatan gembongnya ini ?!
> 
> 
> 
> 3. Ibnu 'Arabi juga berkata : "Maka Allah memujiku
> dan
> aku pun memuji-Nya, dan
> Dia menyembahku dan aku pun menyembah-Nya." (Al
> Futuhat Al Makkiyyah).[4]
> Padahal Allah Ta'ala telah berfirman :
> 
> "Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali
> untuk beribadah kepada-Ku."
> (Adz Dzariyat : 56).
> 
> "Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi,
> kecuali
> akan datang kepada Allah
> Yang Maha Pemurah dalam keadaan sebagai hamba."
> (Maryam : 93).
> 
> 
> 
> 4. Jalaluddin Ar Rumi, seorang tokoh sufi yang
> kondang
> berkata : "Aku seorang
> muslim, tapi aku juga seorang Nashrani, Brahmawi,
> dan
> Zaradasyti, bagiku tempat
> ibadah sama ? masjid, gereja, atau tempat
> berhala-berhala." [5]
> Padahal Allah Ta'ala berfirman :
> 
> "Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam,
> maka sekali-kali tidaklah
> akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di
> akhirat termasuk orang-orang
> yang merugi." (Ali Imran : 85)
> 
> 
> 
> 5. Pembagian ilmu menjadi Syari'at dan Hakikat, yang
> mana bila seseorang telah
> sampai pada tingkatan hakikat berarti ia telah
> mencapai martabat keyakinan yang
> tinggi kepada Allah Ta'ala, oleh karena itu gugurlah
> baginya segala kewajiban
> dan larangan dalam agama ini.
> Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata :
> "Tidak diragukan lagi oleh
> ahlul ilmi dan iman bahwasanya perkataan tersebut
> termasuk sebesar-besar
> kekafiran dan yang paling berat. Ia lebih jahat dari
> perkataan Yahudi dan
> Nashrani, karena Yahudi dan Nashrani beriman dengan
> sebagian dari isi Al Kitab
> dan kafir dengan sebagiannya, sedangkan mereka
> adalah
> orang-orang kafir yang
> sesungguhnya (karena mereka berkeyakinan dengan
> sampainya kepada martabat
> hakikat, tidak lagi terkait dengan kewajiban dan
> larangan dalam agama ini,
> pen)." (Majmu' Fatawa, juz 11 hal. 401).
> 
> 
> 
> 6. Dzikirnya orang-orang awam adalah La Illaha
> Illallah, sedangkan dzikirnya
> orang-orang khusus dan paling khusus "/ Allah", "/
> Huu", dan "/ Aah" saja.
> 
> 
> 
> Padahal Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam
> bersabda :
> 
> "Sebaik-baik dzikir adalah La Illaha Illallah ."
> (H.R.
> Tirmidzi, dari shahabat
> Jabir bin Abdullah Radiyallahu 'anhu, dihasankan
> oleh
> Asy Syaikh Al Albani
> dalam Shahih Al Jami', no. 1104).[6]
> 
> 
> Syaikhul Islam rahimahullah berkata : "Dan
> barangsiapa
> yang beranggapan bahwa
> La Illaha Illallah dzikirnya orang awam, sedangkan
> dzikirnya orang-orang khusus
> dan paling khusus adalah "/ Huu", maka ia seorang
> yang
> sesat dan menyesatkan."
> (Risalah Al Ubudiyah, hal. 117-118, dinukil dari
> Haqiqatut Tashawwuf, hal. 13)
> 
> 
> 7. Keyakinan bahwa orang-orang Sufi mempunyai ilmu
> Kasyaf (dapat menyingkap
> hal-hal yang tersembunyi) dan ilmu ghaib. Allah
> Ta'ala
> dustakan mereka dalam
> firman-Nya:
> 
> 
> 
> "Katakanlah tidak ada seorang pun di langit dan di
> bumi yang mengetahui hal-hal
> yang ghaib kecuali Allah." (An Naml : 65)
> 
> 
> 
> 8. Keyakinan bahwa Allah Ta'ala menciptakan Nabi
> Muhammad Shallallahu 'alaihi
> wassalam dari nuur / cahaya-Nya, dan Allah Ta'ala
> ciptakan segala sesuatu dari
> cahaya Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wassalam.
> Padahal Allah Ta'ala
> berfirman :
> 
> "Katakanlah (Wahai Muhammad), sesungguhnya aku
> hanyalah seorang manusia seperti
> kalian, yang diwahyukan kepadaku ?" (Al Kahfi :
> 110).
> 
> "(Ingatlah) ketika Rabbmu berfirman kepada para
> Malaikat : "Sesungguhnya Aku
> akan ciptakan manusia dari tanah liat." (Shaad : 71)
> 
> Keterkaitan Antara Sufi dengan Kelompok "JI"
> 
> Keterkaitan antara Sufi dengan kelompok "JI"
> (Jama'ah
> Tabligh dan Ikhwanul
> Muslimin) sangatlah erat karena pendiri kelompok
> "JI"
> ini adalah seorang Sufi.
> Jama'ah Tabligh, didirikan oleh Muhammad Ilyas
> Al-Kandahlawi seorang Sufi dari
> tarekat Jisytiyyah. Dan seiring bergulirnya waktu,
> Jama'ah Tabligh kemudian
> berbai'at di atas empat tarekat Sufi: Jisytiyyah,
> Qadiriyyah, Sahruwardiyyah,
> dan Naqsyabandiyyah. (Lihat kitab Jama'atut Tabligh
> Mafahim Yajibu An
> Tushahhah, karya Asy-Syaikh Hasan Janahi, hal. 2,
> 12.)
> Adapun Ikhwanul
> Muslimin, pendirinya adalah Hasan Al-Banna, seorang
> Sufi dari tarekat
> Hashafiyyah, sebagaimana yang ia katakan sendiri:
> "?Di
> Damanhur aku bergaul
> dengan kawan-kawan dari tarekat Hashafiyyah dan
> setiap
> malamnya aku selalu
> mengikuti acara hadhrah yang diadakan di Masjid
> At-Taubah?"
> 
> Ia juga berkata: "Terkadang kami berziarah ke daerah
> Azbah Nawam, karena di
> sana terdapat makam Asy-Syaikh Sayyid Sanjar, salah
> seorang dari tokoh tarekat
> Hashafiyyah." (Mudzakkiratud Da'wah Wad Da'iyah,
> hal.
> 19, 23, dinukil dari
> kitab Fitnatut Takfir Wal Hakimiyah, karya Muhammad
> bin Abdullah Al-Husain,
> hal. 63-64) (Sumber :
>
http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=155)
> 
> 
> Wallahu A'lam Bish Shawab
> 
> Hadits-hadits palsu atau lemah yang tersebar di
> kalangan umat
> 
> Hadits Abu Umamah
> 
> "Pakailah pakaian yang terbuat dari bulu domba,
> niscaya akan kalian rasakan
> manisnya keimanan di hati kalian"(HR Al Baihaqi dlm
> Syu'abul Iman).
> Keterangan : Hadits ini palsu karena di dalam
> sanadnya
> terdapat seorang perawi
> yang bernama Muhammad bin Yunus Al Kadimy. Dia
> seorang
> pemalsu hadits, Al Imam
> Ibnu Hibban berkata : "Dia telah memalsukan
> kira-kira
> lebih dari dua ribu
> hadits". (Lihat Silsilah Al Ahadits Adh Dhoifah Wal
> Maudhu'ah, no:90)
> 
> Footnote :
> [1][2] Dinukil dari kitab Haqiqatut Tashawwuf karya
> Asy Syaikh Dr. Shalih bin
> Fauzan Al Fauzan, hal.7
> [3][4][5] Dinukil dari kitab Ash Shufiyyah Fii
> Mizanil
> Kitabi Was Sunnah karya
> Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, hal. 24-25.
> [6] Lihat kitab Fiqhul Ad 'Iyati Wal Adzkar, karya
> Asy
> Syaikh Dr. Abdurrazzaq
> bin Abdul Muhsin Al Badr, hal. 173.
> 
> (Dikutip dari Buletin Islam Al Ilmu Edisi
> 46/III/I2/1425, diterbitkan Yayasan
> As Salafy Jember. Judul asli "Hakekat Tasawuf dan
> Sufi". Penulis Al Ustadz
> Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc. Dikirim oleh al Al Akh Ibn
> Harun via email.)
>
http://www.mail-archive.com/[email protected]/msg00480.html
> 
> 
> Tertarik masalah Ekonomi? Mari bergabung ke milis
> Ekonomi Nasional
> Kirim email ke:
> [EMAIL PROTECTED]
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam
> protection around
> http://mail.yahoo.com
> 
> 
> ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor
> 
> Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis
> Media Dakwah.
> Kirim email ke:
> [EMAIL PROTECTED]
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
>     [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 


Tertarik masalah Ekonomi? Mari bergabung ke milis Ekonomi Nasional
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 



  SPONSORED LINKS 
        Beyond belief   Islam online   Nation of islam     Media 
    
---------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS 

    
    Visit your group "media-dakwah" on the web.
    
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
    
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 

    
---------------------------------
  



                        
---------------------------------
 Yahoo! Mail - Helps protect you from nasty viruses.

[Non-text portions of this message have been removed]






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke