On 2/25/2006 at 9:25 AM Yusa wrote:
>Pak Nizami dan mbak Hana,
>Email di bwh saya krm td mlm tp kenapa pagi kok ndak muncul di milis, ya?
>Apa ditolak oleh anda berdua yg notabene moderator milis MD? Kalau itu
>bnr lalu kenapa? Kenapa kejadian ini seingat saya sdh berulang dua kali
>ini, yaitu tiap kali saya krm email yg rawan spt ini, anda berkomentar
>menanggapi email saya, lalu ketika saya tanggapi email anda kok ndak msk milis,
>kenapa?

Posting ke milis ini masuk ke daftar moderasi terlebih dahulu - jadi tidak 
langsung muncul di milis.
Hal ini terpaksa dilakukan untuk menghindari masuknya email sampah, yang 
semakin banyak jumlahnya akhir-akhir ini.

Karena para moderator tidak online 24 jam (ada yang kerja di kantor, kemudian 
mengurus keluarganya masing2, dst), jadi posting yang masuk ke antrian biasanya 
menunggu dulu, sampai moderator ada kesempatan untuk online, dan memeriksa 
daftar moderasi.

Email Anda ini di approve oleh ibu Hana, sekitar pukul 01:30 waktu Amerika.


>Sebenernya ada bnyk yg blm anda jwb, antara lain:
>1. Kalau anda ingin mencegah kemungkaran, apa anda sdh lngsng ke Dewa
>    u/ menyampaikan bahwa mereka itu keliru dsb?
>    Saya rasa lbh baik, anda yg lbh faham mslhnya kumpul bareng dlm satu
>    ruangan dgn Dewa sbg 'tersangka', lalu kita hadirkan hakim untuk mslh
>    ini, kita bicarakan mslh ini, bicarakan baik2, cari jalan2 keluarnya biar
>    ancaman bahaya yg dikhawatirkan bisa dicegah dan sampaikan pd Dewa
>    bahwa mereka itu keliru dsb dsb. 

Maaf, easier said than done.

Contoh kasus saya; dulu pada waktu baru awal-awalnya Islam Liberal muncul, saya 
sudah mengusulkan ini. Ketika itu ada tokoh JIL yang muncul di forum komunitas 
kami, dan ditanggapi oleh salah satu tokoh INSIST (dulu basisnya di Malaysia, 
sekarang juga sudah buka kantor di Depok) yang kebetulan saya kenal.
Wacana ini sempat berkembang dari kedua belah pihak, tapi pada akhirnya tetap 
gagal direalisasikan.

Jadi daripada tidak ada counter sama sekali, saya kira posting seperti pak 
Nizami ini tidak apa. Masalahnya, opini dari pihak Dewa tsb (syair lagunya) 
sudah disebarkan ke seantero tanah air, di forum PUBLIK. 
Jadi tidak apa kalau dibahas. Toh, ini di ruang publik, sehingga Dewa juga bisa 
langsung meng-counternya. Jadi jika Anda kebetulan punya akses ke Dewa, monggo 
mereka diberitahu. Agar bisa mengklarifikasinya.


>2. Kalau belum, maka darimana bpk tahu bahwa pemahaman bpk tsb sesuai
>    dgn pemahaman Dewa? Apa anda menafsirkan sendiri?

Masih ingat syair ibu Hana kemarin yang sempat disalah artikan, karena agak 
ambigu / samar - bagaimana ketika itu ?

Nah, syairnya Dewa lebih rentan untuk disalah artikan lagi daripada itu. 
Apalagi ketika ada credit ke Al-Hallaj & Syekh Siti Jenar.

Jadi, saya lihat disini Dewa sebagai yang pembuat masalahnya.


Salam,
Harry



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke