logika dan pemaparan anda saya setujui kalau begitu, justru pola berfikir seperti ini yang saya harapkan dalam dialog disini,
penekanan yang anda maksudkan adalah kata imannya itu sendiri dan masalah perkataan dari rasul, hatur nuhun ibu,,,salam sama suami dan anak-anak dari si ncep di kampung tanah air indonesia, wassalam KnC --- In [email protected], Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Pertanyaan semacam ini sudah saya duga sebelumnya. > > Yang pasti para ulama yang benar-benar berkompotent > dalam bidang hadist msa dahulu baik yang ketat atau > yang ringan telah meneliti hadist : " Alhubbu > minalwathani minal iimaan" Laa asala lahu(tidak ada > asalnya), dan assyaukaani mengatakan > maudhu'(palsu).Dan saya sendiri heran, bagaimana kita > mengatakan sesuatu hadist kalau itu tak ada dikatakan > oleh Rasulullah.Apakah kita tidak takut akan ancaman > sebagaimana hadist shahih mengatakan : " Barang siapa > yang dengan sengaja berdusta maka hendaklah ia > menempati tempatnya dineraka jahannam". > > Kalau benar itu hadist Rasulullah, seseorang harus > memberikan sanadnya. > > Meskipun matannya (lafaznya) benar.(contoh lain, > tuntutlah imu itu, walau kenegeri China sekalipun), > bukankah lafaz ini benar? Benar, kita disuruh menuntut > ilmu walau dinegeri mana saja bukan, dimana hal > tersebut tidak bertentangan dengan firman Allah Ta'ala > "bacalah", juga hadist shahih lainnya " menuntut ilmu > kewajiban atas muslim dan muslim lainnya? > > Tetapi tetap derajat hadist ini dari sisi sanadnya > maudhu(palsu). Tidak boleh kita jadikan sandaran > hujjah. Sebagaimana hadist cinta tanah air sebahagian > dari Iman. > > Saya hanya mengatakan : Bagaimana mungkin kita > mengatakan bahwa cinta tanah air sebahagian dari Iman, > tidak ada hubungan iman dengan cinta tanah air, yang > berhubungan dengan keimanan seseorang adalah cintanya > pada Allah dan RasulNya. Karena jelas ada hadist > shahih mengatakannya : " Tidak beriman salah seorang > kamu, sehingga Allah dan RasulNya lebih ia cintai > ketimbang dirinya sendiri". > > Kalau kita katakan Cinta tanah air sebahagian dari > Iman Bagaimana keadaannya dengan orang kafir, bukankah > mereka cinta tanah air mereka? Apakah mereka beriman > pada Allah. Coba kita jawab saja itu. > > "Kebersihan sebahagian dari Iman" Bisa dilihat ngak > perawinya bagaimana, sanadnya bagaimana. Banyak orang > kafir bersih-bersih, bahkan lebih bersih dari kita > ummat islam bukan. Betapa banyak anak gembleng, anak > jalanan, bukankah mereka badannya banyak yang kotor, > apakah kita katakan anak-anak jalanan itu tidak > beriman pada Allah? Tidak bisa bukan? > > Saya hanya menekankan, jangan sampai pernah kita > mengatakan sesuatu itu hadist Rasulullah, padahal ia > bukan hadist, bahkan sampai menjadikannya sebagai > hujjah. > > Namun anjuran untuk membela tanah air sah-sah saja. > Orang kalau tidak membela tanah airnya, dimana letak > harganya sebagai masyarakat bukan? Namun dengan > mengambil dalil sesuatu yang bukan hadist menjadi > hujjah, itu yang salah. Banyak firman Allah ataupun > hadist shahih lainnya, yang pasti bukan hadist " Cinta > tanah air sebahagian dari Iman", karena sudah jelas > itu hadisnta para ulama terdahulu telah menelitinya: > laa aslaa lahu" bahkan maudhu(palsu). > > Wassalamu'alaikum. Rahima. > > > > --- kang nceps <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Ibu rahima,, > > rasanya mungkin dan ada kemungkinan kalau dikatakan > > bahwa sebuah > > hadist itu palsu,dengan dihubungkannya melalui > > sistim perawi tersebut, > > lalu diurut sedemikian rupa sehingga mencapai > > derajat shahih,hasan dan > > dhaif, kenyataan bahwa hadist itu palsu memang > > berdasarkan urutan dari > > perawi > > > > akan tetapi kalau menghubungkan dengan cinta tanah > > air seperti orang > > kafir juga cinta tanah air,rasanya akan malah > > menjadi mentah lagi > > argumentasi yang telah sampeyan sebutkan tersebut > > > > kebersihan sebagian dari pada iman,,,,adalah sebuah > > hadist > > rasa malu adalah sebagian dari pada iman,,,,adalah > > sebuah hadist > > akhlak dan budi pakerti yang baik ,,,dst > > > > itu semua juga dimiliki orang non muslim , dan > > banyak sekali jumlahnya > > mereka yang memiliki kebersihan,dan rasa malu dan > > tidak ada > > hubungannya dengan keimanan islam, > > > > bagaimana kalau kita kembalikan suatu hadist kepada > > hubungannya dalam > > Al Qur'an,dan logika > > > > - tidak bertentangan dengan Al qur'an > > - tidak bertentangan dengan akal sehat > > - tidak bertentanga dengan hadist lain (ini urutan > > terakhir) > > > > wassalam > > KnC __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah. Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
