assalamualaikum wrwb...., saya sdh 10 th tinggal di arab.. tepat nya di Qatar . negeri yg mungil dan penduduk yg ngga nyampe sejuta jiwa. itu juga banyakan org asing nya dari pada pribumi. soal RUU APP aku setuju kali kalo di laksanakan.., bukan nya apa2.., aku melihat ko di negeri ini ( Qatar ) segala nya begitu baik.., terutama kalo melihat para wanita2 nya yg mengenakan baju tradisional nya ( habbaya hitam /kadang pake cadar ) begitu manis sekali.., jadi malah bikin penasaran...:) konon..katanya mereka juga ngga ketinggalan dlm hal mode terkini segala pakaian /accecories dunia mereka mengenakan nya tapi itu di pakai setelah ditutupin oleh habbaya tadi. jadi mereka biasa nya "memperlihat" kan nya di rumah2 bersama teman2 wanita nya. aku bayangin juga kalo ke indonesia melihat ibu2/kaum wanita kita yg sorry aja..melihat paha2 berseliweran di mal-mal di plasa, aduuh..kalo cantik..( ehem ) maybe msh enak di lihat tapi...udah lah aku pun bayangkan kesan nya ko malah jadi 'murahan " begitu..., apa ngga bagus nya bagian tubuh itu di perlihat kan buat suami nya saja..? selain tidak mengundang "mata2 jalang" spt saya tadi. juga insya Allah bisa membuat aman dari org2 yg bermaksud jahat..( ingat film ACCUSED nya Jodie foster..???? ). jadi baik nya memang RUU APP ya..di laksanakan ajalah..bagus ko jangan liat dulu sekarang yg mmg sdh "terkontaminasi "dg budaya barat, liat nanti bgm manis2 nya , anggun nya wanita kita anak perempuan kita, isteri kita saudari2 kita.dg mengenakan busana muslim yg sopan..insya Allah semua akan lbh baik... wassallam
Arif Rizaldy Loebby <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Semoga Allah SWT menyampaikan pesan dan pertanyaan ini sampai ke orang-orang yang seneng seni 'begituan' dan tidak setuju RUU APP disahkan. Amiin.. Wahai BAPAK dari anak-anak perempuan ! Wahai yang berniat untuk nikah dengan perempuan dan mempunyai anak, dan Insya Allah, anak perempuan ! Wahai BAPAK yang bisa tua dan ngga' bisa muda terus dan yang punya istrinya Perempuan ! Jangan sampai menyesal anda melihat istri dan anak anda menjadi Inul ke 2,ke 3, dst... Mau apa ? Joget, laki-laki hidung belang-belang merah, kuning, ijo, pada.. "Cihuuuiii... goyaanngg truuuusss !!".. Apalagi jadi Covergirl majalah Lekboy. Kalo malah bangga, yang sakitlah kalian.. Kalo takut dan tau malu, ya sekarang waktu bertindak.. Mikir jangan perut kebawah.. Itu ada umurnya ! Perut keatas lebih bener, umurnya lebih panjang ! Begitu sudah sampai waktunya, baru pada nyaho' ente-ente !! Maaf temen-temen milis, melampiaskan uneg-uneg aja, abis gemes 'en kesel sih.. Hehehee. Wassalam, ArifRL -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of yudith intanwidya Sent: Tuesday, March 07, 2006 6:07 PM To: [EMAIL PROTECTED]; Media Dakwah; muslim arema Cc: apri; Kikie IkaDewi; Yose Rizal; IV Team Adri Dwison; kang asep; ENCEP BADHONY; idin; Mas Vidi; sakina; sarijan; entin kartini; datun cahyadi; Andik antam Subject: [media-dakwah] Masih Tentang RUU APP, kayaknya mulai panas nih Wa'alaikum salam wr wb... Hhmmm.... topik menjadi menarik tapi juga jadi nyengir...."Wanita adalah tiangnya negara" <==== jadi inget kemarin tiang rumah tetangga yg kebanjiran roboh euyyyy. Agaknya kang Andi ini juga sudah mulai memanas... Apa yg kang Andi paparkan memang bisa ditolerir, akan tetapi muncul satu pertanyaan dalam hati saya : "Lalu apakah masalah akan selesai dengan membasmi 'mereka' ?" 'Mereka' hanya bagian kecil dari sekian banyak lapisan masyarakat Indonesia yg menentang RUU APP tersebut. Kemarin saya ikut dalam diskusi secara on-air di radio Delta-FM Jakarta sekitar pukul 17.30 - 18.00 WIB, saat itu bintang tamu acara adalah seniman bung Alex Komang. Beliau semangat sekali berbicara tentang kemungkinan2 masa depan dunia seni Indonesia. Dlm pembicaraan itu lebih banyak dibahas tentang perkembangan industri film Indonesia pada masa doeloe sampai masa sekarang yg notabene didominasi oleh para seniman muda 'berbakat' (maaf sengaja dikasih tanda kutip, karena tergantung kita mau menterjemahkan apa makna 'berbakat' ini). Kemudian waktu saya dapet kesempatan bicara langsung, saya coba pancing apa reaksi beliau tentang masa depan art/film/pariwisata Indonesia jika RUU APP ini akan disahkan.....Beliau menjawab bahwa RUU APP tersebut akan memasung kreasi2 seni/film dan bisa mematikan industri pariwisata Indonesia. Seorang Inul Daratista yg berkreasi seni lewat 'goyang ngebor'-nya diprotes, juga beberapa artis2 lain. Artis pake pakaian mini diprotes. Trus knapa klo lelaki pake sarung dan cuma menutupi atas paha doang gak ada yg protes? Perempuan yg cuma keliatan sikutnya diprotes... INTI-nya : beliau TIDAK SETUJU disahkannya RUU APP tersebut. Walaupun kurang puas atas jawaban beliau, masih ada beberapa pertanyaan lagi yg sebenernya ingin saya ajukan ke beliau, tapi mau apa dikata... waktu on-air dah selesai. Pertanyaan saya saat ini (semoga saja didengar/disimak juga oleh beberapa aktivis yg mengatas namakan ART/FILM/PARIWISATA : "Apa sih definisi "SENI" itu???????" Coba pertanyaan ini dibuatkan link-nya pada tubuh manusia, utamanya "PEREMPUAN". Setau saya seni adalah sesuatu yg bisa dinikmati dan disyukuri keberadaannya. Sedangkan yang namanya 'nikmat' pastilah membawa kepuasan. Yang namanya puas pastilah cukup. Dan yg cukup itu pastilah tidak akan membuat kita ketagihan. Betul nggak??!! Lalu, apakah benar jika pronografi/pornoaksi yg diklaim beberapa orang yg mengatasnamakan seniman itu bisa dinikmati dan menghasilkan kepuasan????? Setau saya juga, beberapa penikmat pornografi/pornoaksi itu justru membuat lebih cenderung ketagihan, ingin coba lagi, lagi, lagi dan lagi...gitu aja terus sampe MATEEKKKK (kata orang Sunda : PAEH, kata orang Jawa : MODARRRR..hihihi, sori kasar) kecuali rantai siklus-nya diputus. "Apakah klo art/film/pariwisata itu akan menjadi tidak laku klo tanpa hal2 yg berbau porno??" Kita ambil contoh yg ada di Bali... Lihat aja tari Kecak, gak ada prono-nya toh juga laku dan digemari oleh banyak orang? Prosesi Ngaben, gak ada porno-nya juga tuh, toh juga selalu ditunggu2 oleh orang lain utk dinikmati nilai seni-nya?? Kuta, Sanur dan masih banyak lagi tempat2 pariwisata yg lain, toh yg jadi nilai seni-nya adalah alam-nya bukan orang2nya yg pada telanjang...Emangnya sengaja datang ke Kuta cuma hanya mau liat orang telanjang doang?? Klo yg itu kan bisa aja liat bini sendiri yg dah dilucuti bajunya semua... Sama aja kan?? Apanya yg beda??!! Sama2 telanjang. Klo bini sendiri telanjang di kamar, suami bebas mo ngapa2in... lha klo yg berjemur di pinggir2 pantai itu cuma bisa diliat doang. RUGI GEDE euyyy....Trus yg mana yg disebut seni?? Yg mana yg mendatangkan uang?? Seni alamnya atau telanjangnya?? Klo yg mendatangkan banyak uang karena yg telanjang, mendingan telanjang aja di jalan2, pasar2... toh sama2 telanjang kan?? sama2 bisa diliat orang banyak kan?? Gi tu aja kok repot, kata Gus Dur. Dari ocehan2 yg mungkin memang asal nyletuk doang...maklum aja, makan saya cuma gaplek+garam doang, kadang klo lagi nasib mujur bisa makan nasi menir (beras yg hancur campur ama dedak bekatul), itupun rebutan ama ayam, dan mungkin juga karena otak saya semester lalu terserang DBD dan sekarang terserang busung lapar ditambah lagi polio dan flu burung (gak kuat beli tamiflu) tambah lagi nafasnya juga gk bisa pake oksigen melainkan cuma bisa hisap asap knalpot mobil2 tetangga dan asap pabrik sebelah, gak ada pohon buat filter karena pohonnya dah lari2 sendiri ke negara tetangga. Tadi malem juga diare karena kemarin kampung kebanjiran, terpaksa minumnya dari air sumur tetangga yg jaraknya cuma 1 meter dari jamban, gak bisa minum air AQUA apalagi susu (soalnya susu-nya gi dipajang di Kuta beach...hehehe). Uppsss...kepanjangan ya? OK, the last question : "Bagian mana sih yg sebenernya dipasung hak2nya dalam berkreasi seni/film/pariwisata sehubungan dengan RUU APP nanti??" GDUBRAAKKK!!!! Lemes euyyyy.....pulsa bengkak. Wah, alamat bakal busung lapar kedua neh... soalnya gk bakal bisa makan walaupun cuma gaplek, cuma bisa minum air deket jamban doang =(( hiks Maaf ya, semoga gak ada yg keberatan saya pake bahasa yg agak nyindir. Yang mo nanggapin silakan. Syukur2 ada artis/seniman yg mau nanggepin.. gak ada artis yg di real, yah artis cyber atau artis room ceting boljug deh. Wassalamu'alaikum wr wb Yudith andi suntaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalamualaikum wrwbr. Saya sangat setuju bila RUU APP segera disahkan mengingat kemerosotan akhlak dalam satu dekade terakhir sungguh massif. Adapun tentang pro dan kontra -khususnya tentang yang kontra- tak perlu membuat pemerintah bersikap plinplan. Sebenarnya tidak ada yang perlu diperdebatkan menyangkut definisi pornografi dan pornoaksi, karena semua sudah jelas. Adapun bagi yang memperdebatkan sebenarnya hanya bermain dengan kata-kata kosong dan semuanya bermuara pada urusan di bawah udel yang berusaha mereka pertahankan. Khusus bagi pemuda bali dan ancaman-ancaman mereka, mereka sudah secara nyata mendekati tindakan pemberontakan terhadap NKRI. Pemerintah tak perlu ragu ragu untuk menindak mereka. Tangkap mereka seperti yang dilakukan banyak pemerintahan negeri ini terhadap aktivis muslim. Dan bila mereka nyata nyata memberontak, basmi mereka. Bila tidak, Wallahua'lam. Tentang sektor pariwisata yang katanya menyumbang banyak kepada NKRI ada benarnya, jika kita hanya melihat dari sisi materi saja. Tapi harus direnungkan, primadona yang satu ini sudah menjadikan bangsa kita tak ubahnya pelacur.. sejak dulu bangsa kita seperti pelacur. Perdebatan yang terjadi sebenarnya hanya permainan kata kata. Mereka memutarbalikan fakta fakta yang sudah nyata, bahwa moral bangsa ini sudah terhempas di atas kotoran hewan hewan najis. Dan kepada kum feminis yang juga ada di barisan yang menentang, jangan berbicara dengan rasio, tapi berbicaralah dengan hati yang terdalam dan dengan kodrat. Menggunakan rasio memerlukan waktu yang tidak sedikit dan perlu superkomputer paling canggih untuk sekedar dapat mendekati kesimpulan yang tepat. "Wanita adalah tiangnya negara", Kenapa? Wassalam, ************ SORRY, email sebelumnya saya potong*************** --------------------------------- Yahoo! Mail Bring photos to life! New PhotoMail makes sharing a breeze. [Non-text portions of this message have been removed] Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah. Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah. Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] SPONSORED LINKS Rek Beyond belief Islam online Nation of islam Media --------------------------------- YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "media-dakwah" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- --------------------------------- Yahoo! Mail Bring photos to life! New PhotoMail makes sharing a breeze. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah. Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
