Wa'alaikum salam wr.wb.

kalau menurutku..mereka nda diam koq:)hanya saja kita nda begitu tahu 
seberapa jauh mereka ikut mendukung RUU APP ini. coba kalau 
diperhatikan dakwah2 mereka selama ini, selalu juga menjurus kepada 
penolakan pornografi dan pornoaksi. kalau mereka tidak terlihat 
terlalu terang2an ikut mendesak pemerintah untuk mengesahkan RUU APP 
itu dikarenakan umat saat ini juga sudah terus mendesak pemerintah 
untuk mengesahkan RUU APP. kalau mereka ikut2an mendesak pemerintah 
mungkin dikhawatirkan, umat malah bertambah geram dan pemerintah 
tidak selesai2 mengerjakan tugasnya:)

posisi mereka saat ini berada di tengah2, satu sisi mereka harus 
mendukung pemerintah untuk nyaman melakukan tugasnya karena 
permintaan umat, dan sisi lain mereka pun harus terus mengingatkan 
umat ttg bahayanya pornografi dan pornoaksi, tapi..mereka tidak 
ikut2an mendesak pemerintah secara terang2an, (tar pemerintah stress 
karena para ulama ikut2an spt umat:)karena mereka sendiri punya 
senjata untuk mendesak pemerintah yaitu kita2. jadi..biar kita2 aja 
yg terus menggaungkan pengesahan RUU APP untuk menangkal pornografi 
dan pornoaksi.

hmm..kalau menurutku juga..RUU APP tidak bisa begitu saja tanpa 
pemikiran yg benar2 matang untuk segera disyahkan. karena jujur kita 
sudah berada di dalam multi masalah. (lingkaran setan), jangan sampai 
nanti dengan tergesa2 disyahkan akhirnya ada salah satu lubang yg 
lupa tertutup dan dijadikan senjata oleh pihak2 yg menolak RUU APP 
untuk memprotes kembali kebijakan pemerintah. 

masyarakat indonesia saat ini memang sudah banyak yg kritis, hanya 
masalahnya..kalau aku perhatikan kekritisannya itu digunakan untuk 
kejahilan2 dan bukan untuk kemaslahatan, tapi hanya sekedar mencari 
pembenaran dan melegalkan kejahilannya tsb. maka..kalau menurutku 
pemerintah tidak boleh gegabah dalam hal ini, jangan ada celah yg 
bisa menimbulkan kejahilan2 mereka dan akhirnya malah terus 
mendiskreditkan pemerintah dan kita2 yg terlalu terburu2 mengesahkan 
tanpa melihat secara mendetail dan menutup semua kemungkinan bagi 
mereka untuk memprotes kebijakan ini. jadi..pemerintah harus benar2 
menerangkan batasan2 pornografi itu yg sedetail2nya.

contoh kejahilan yg mungkin saja bisa mereka ungkapkan. 
misalnya : seorang ibu yg suka "sembarangan" menyusui anaknya 
dikendaraan umum karena rengekan anaknya dan lupa membawa penutup dan 
begitu saja mengeluarkan buah dadanya,apakah ini bisa dikatakan 
pornografi??or langsung ditangkap aja? dan mungkin mereka akan bilang 
ini satu kesadisan karena melarang seorang ibu yg menyusui anaknya yg 
menangis dijalan. dan itu akan terus aja dibuat merembet begini 
begitu oleh orang2 jahil.

atau misalnya, kalau tidak boleh memperlihatkan pusar bagi wanita, 
tapi tidak diterangkan juga agar minimal memakai rok dibawah dengkul, 
mungkin bisa saja wanita2 yg suka pornoaksi itu, menutup pusarnya 
tapi mengobral pahanya sampai batas paling tinggi.

pokoke masyarakat indonesia ini memang sudah banyak yg kritis saat 
ini, tapi kekritisannya digunakan untuk kejahilan2 dan jadi terlihat 
sekali kebodohannya dan mreka tidak sadar:) jadi..untuk menghindari 
kejahilan2 karena kebodohan mreka, memang pemerintah harus benar2 
menutup semua kemungkinan untuk di jahili oleh mereka.

jadi..biarkan pemerintah bekerja dengan tenang dan kita doakan semoga 
mereka masih punya mata hati untuk melihat satu kebenaran dan cepat 
mengesyahkan RUU APP dengan tepat dan jelas. dan biarkan para ulama 
juga bergerak lewat belakang dan terus mengingatkan umat ttg 
bahayanya pornografi dan pornoaksi dengan gaya mereka masing2. dan 
kita2 aja yg terus mengingatkan pemerintah untuk tetap istiqomah dan 
mengesahkan RUU APP dengan gaya kita masing2. (diskusi dimilis, kirim 
voting di internet, dll)karena aku yakin koq..kalau semua milis di 
internet juga diawasi oleh orang2 pemerintah dan juga diawasi oleh 
ulama2 yg disebutkan itu, untuk dapat masukan dari umat.

aahh..andai umat semua (dari yg bawah hingga yg tertinggi di negeri 
ini) mau kembali pada Al-Qur'an dan Sunnah, tentunya pro dan kontra 
semacam ini tidak akan ada lagi. waktu itu ada yg nyeletuk padaku 
bahwa saat ini tidak mungkin mendirikan kembali satu negara yg 
bersyariat islam tanpa kekerasan. 

wuuiihh..itu hanya pemikiran orang2 pesimis dan tidak tahu apa itu 
islam??jika satu negara didirikan karena dasar kekerasan dan 
keterpaksaan, maka untuk dijatuhkan kembalipun akan dengan mudah. 
tapi apabila satu masyarakat dibangun berdasarkan ilmu, akidah dan 
dasar syariat agama islam yg benar yg sudah mereka miliki, maka insya 
Allah segala sistem lainnya akan mengikuti dengan sendirinya karena 
kesadaran akan keyakinannya dan tanpa kekerasan.

mohon maaf bila ada kesalahan, yg benar pasti selalu datangnya dari 
Allah dan yg salah pasti dariku.


salam:)
hana


--- In [email protected], [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> Assalaamu'alaikum wr.wb.,
> 
> Yth Bang Nizami Mba Hana dan Anggota Milis semuanya,
> 
> Saya mengusulkan agar Koordinator Milis Dakwah kita mengirim e-mail 
kepada 
> 
> Ustadz atau Ustadzah kondang di Negeri yang kita cintai ini, 
Seperti :
> 
> 1. Ust. KH Gymnastiar  (  Aa Gim ),
> 2. Ust.  Arifin Ilham,
> 3. Ust. Jefri ( UJ ),
> 4. Ustz. Lutfiah Sungkar,
> 5. dll - dll ( tidak saya sebutkan satu persatu ),
> 
> Untuk ikut menyuarakan MENDUKUNG  UU APP yang saat ini lagi marak 
diprotes 
> 
> dan dihadang oleh kaum Artis , Salibis dan kaum Liberal, dll.
> 
> Saya lihat dan dengar selama ini MEREKA-MEREKA ini, seperti DIAM & 
MEMBISU 
> SERIBU BAHASA
> atau kasarnya TUTUP MULUT & TUTUP MATA tentang perjuangan kaum 
Muslimin 
> mendukung UU APP ini.
> 
> Kemana mereka ???  Mana Komentar Mereka ??? Apa dukungan Mereka ???
> 
> Kita umat Muslimin mau tahu dan mendengar Ucapan langsung dari 
MULUT 
> MEREKA.
> 
> Mereka 'kan sering muncul di TV dan Radio, yang notabene suara dan 
> komentar mereka
> berpengaruh sekali terhadap masyarakat kita yang mayoritas Muslim.
> 
> Terima kasih dan wassalaamu'alaikum wr.wb.
> 
> Iwan Rauf 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>






Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke