Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokaatuh,

Alhamdulillah seharusnya bagi thullab or tholabul 'ilmi juga punya sifat shabar dalam menuntut ilmu.
Apalagi kalo ngajinya di internet harus lebih sabar lagi karena tidak semuanya member disini mumpuni dalam 'ilmu syar'ie yang begitu luasnya sehingga hanya sebatas menyumbangkan ilmu yang pernah didapat dari gurunya yang shalih atau sekedar copy paste utuh dari tulisan para 'ulama.

Bisa jadi juga ada yang mumpuni ilmunya tapi waktu dan dananya juga terbatas di dunia internet, atau ada urusan dinas di luar kantor dan alasan uzur lainnya.

Seharusnya anda bersyukur ada yang mau menjawab, maka perhatikan saja jawaban itu dan selanjutnya terserah anda menilainya tanpa harus mengomentari saudara-saudaranya yang berusaha menjawab dan membahas pertanyaan saudara Adi sebagai tukang debatlah, yang ini kurang meyakinkanlah dlsb...salah atau bener jawabannya tapi mereka sudah mau meluangkan waktunya untuk menanggapi akhi Adi. Bagi mereka itu adalah tuntutan balighu anni walau aayah...sampaikan walau satu ayat atau walau Cuma sedikit.

Namun, semangat akhi Adi sudah cukup mantap sebagai modal mencari 'ilmu dien yang mulia ini. Maju teruuus.

Sedikit tambahan tentang sholat secara global aja dah...

Masalah meninggalkan sholat harus diteliti penyebab dari orang yang meninggalkan sholat.
Semua ibadah seyogyanya haruslah disandarkan kepada masalah Tauhid atau keimanan salah satunya adalah sholat wajib yang 5 waktu.

- Meninggalkan sholat dan sudah tahu ilmunya
Jika seseorang meninggalkan sholat lantaran menolak syariat sholat dalam artian dia tahu hukum sholat, dengan penuh kesadaran dia tahu dalilnya dari Qur'an dan Sunnah, tahu akibat hukumannya namun dengan hawa nafsunya dia menentang syariat sholat yang sudah nyata-nyata ilmunya bagi dia maka dia keluar dari Islam. Dia sudah menolak salah satu hukum yang diturunkan oleh Allah samada dengan menolak perintah Allah untuk menyembahNya. Jika menolak sudah terkait dari sisi akidah dan keimanan seseorang maka ketegasan sikap dan pernyataan harus dikedepankan. Karena jika dibiarkan penyakit tidak sholat akan berkembang layaknya virus dan akan semakin banyak orang meremehkan sholat, menyembah kepada Allah.

- Meninggalkan sholat dan belum tahu syariatnya atau belum lengkap ilmunya.
Nah yang satu ini kita tidak boleh terburu-buru menilainya kafir akbar atau murtad. Maka dakwah Islam dalam menyampaikan syariat sholat terus disampaikan sampai seseorang paham dengan sempurna sampai tuntas. Masalah dia itu ndak paham-paham karena IQ kurang atau idiot atau hanya seneng debat maunya tampil beda saja ya sudah tinggalkan saja orang tersebut karena energi kita masih banyak untuk hal-hal yang bermanfaat yaitu untuk menambah ilmu kita sendiri dan dakwah kepada orang lain yang akidahnya lurus, akalnya cerdas dan baligh (sudah dewasa).

Jadi kalo ada materi pembahasan fikih ibadah yang terkait langsung dengan kekafiran, maka telitilah kafir akbar atau kafir asghar. Bentuk kekafiran itu banyak macam ada (fasik, nifaq (munafiq), riddah (murtad) sampai kafir asli (semua non muslim).
Kafir akbar adalah kekafiran yang bisa mengeluarkan seseorang dari millah atau agama dan sebaliknya buat yang asghar. Namun kalo perilaku kafir asghar dipelihara maka lama-kelamaan akan cenderung kepada kafir akbar. Semuanya itu diputuskan dilihat dari sisi akidah atau keimanan orangnya.

Gitu aja secara global. Secara rincinya bisa dicari sendiri dalam sirah dan fikih yang ada bahwa tauladan kita Rosulullah sholallahu'alaihi wa salam dan para shahabat yang mulia sangat menjaga sekali sholatnya bahkan tidak pernah meninggalkan sholat dalam kondisi apapun. Makanya dalam fikih sholat terdapat rukshoh (keringanan) yang jumlahnya tidak sedikit yang menggambarkan bahwa tidak ada alasan lagi meninggalkan sholat (menyembah kepada Allah secara fisik). Mau dalam kondisi damai, perang, sakit, cuaca buruk, dikendaraan, dalam keadaan takut, masalah sutrah (pembatas sholat) dlsb tidaklah menghalangi seseorang yang beriman meninggalkan sholat. Lalu apa lagi yang membedakan antara muslim dan orang non muslim jika salah satunya adalah sholat bahkan itu adalah amalan pertama yang akan di hisab di yaumil hisab nanti.

Wallahu'alam bishshowwab.

Afwan jiddan kalo kurang puas, masih banyak saudara yang lain yang mungkin mau menambahkan.
Mohon maaf kalo ada yang salah dan selamat mencari ilmu sampai ajal menjemput.

Barokallahu fiikum
Abu Fahmi


-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Adi Pratama
Sent: Sunday, April 23, 2006 8:28 PM
To: [email protected]
Subject: [media-dakwah] RE: FW: Derajad Hadist - ga Shalat ga sah Islamnya??????????

Assalamualaikum Wr Wb
  Yang terhormat para ulama, ustadz, kyai dan saudara2 yg memiliki ilmu yg tentang akidah Islam, tolong dong saya, saya masih bingung menentukan yang mana sebaiknya yang haru saya laksanakan. Pernyataan Tentang Rukun dari Sdr Muhasrul ini membuat saya gak tau harus gimana, kalau dipikir benar juga apa yg dia bilang, tapi dipikirlagi masak sih begitu!
  
  Kemana para Bapak2 dan Ibu yang selama ini saya angap orang yang berilmu, kenapa kok ga ada yang bermurah hai untuk memberi jawaban yang benar menurut anda? kasihan kami yang masih mentah ini janganlah dibiarkan dalam kebimbangan toonglah bermurah  untuk memberi pencerahan. Atau apakah bapak2 dan ibu  selama ini hanya sekadar ingin menunjukkan bahwa anda adalah orang2 yang mempunyai ilimu pengetahuan hebat dan pantas untuk dipertontonkan dalam diskusi2 hebat!.
  
  Ada apa dengan anda semua? takutkah mengatakan yang benar itu benar atau yang salah itu salah?
  Semoga ilmu yang Allaah berikan kepada anda bisa menyelamatkan dan menjadi suluh penerang bagi kami yang bodoh2 ini, bukan hanya untuk dipamerkan dalam adu argumentasi yang membuat orang terkagum kagum, amien
  
  Maaf, kalau tulisan ini tidak pada tempatnya, saya hanya sekadar ingin melihat apakah tulisan2 yang selama ini di kirimkan serta diskusi2 hebat yg dilakukan hanya sebagai pameran ilmu yang mengundang decak kagum yg anda sendiri pun tidak sangup melaksanakan apa yang anda tulis dan nasehatkan.
  
  Wahai anda2 orang 2 yg berilmu, sampai hatikah anda semua membiarkan saya dalam kebingungan padahal sdh saya berikan pengakuan bahwa saya sangat mentah dan baru ingin belajar untuk memperdalam akidah Islam ini.
  Semoga Allaah membimbing saya dan menuntun saya kepada seseorang yg betul2 ikhlas dalam dakwah nya, dan mudah2an saya diberi kekuatan untuk melaksanakan ilmu yg masih sangat sedikit ini, dan mudah2an anda orang2 pandai dan berilmu tinggi mudah2an dibukakan dan dimudahkan Allaah juga kemampuan menjalankan dan mempraktekkan ilmu serta nasehat dan teori2 yang anda berikan semoga ilmu itu tidak menjadi sekadar ilmu yang tidak membawa arti apa2 untuk kemaslahatan, amiin
  
  Wassalam
  Ad 1
  
 

"Muhasrul, Zubir (Supraco)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
      Assalamualaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuhu,
  Adi, matur nuwun saget atas usaha dan bantuannya untuk mencari tambahan ilmu, saya sangat yakin dari butir2 ilmu yang di berika oleh saudara2 kita itu akan bermanfaat untuk kita semua insyaallaah akan saya coba memahaminya. Biar lebih lengkap saya gabungkan saja jadi satu masukan dari saudara2 kita lainnya.
  Di, aku bingung harus menanggapinya kayak apa, semuanya berbobot, sayangnya ga ada yang memberikan pendapat mengenai pokok pikiran saya yang menghasilkan penilaian saya tentang orang yg tidak shalat, coba deh dibaca lagi email ku yg terdahulu intinya saya ingin mendapatkan suatu definisi yang kuat tentang makna (makna lho Di bukan arti) yang dikandung oleh RUKUN, apa sih defini rukun itu? minimum definisi yg tepat yg berdasarkan dalil2 yg syar'i yang ku inginkan. Mudah2an dengan demikian saya bisa lebih terarah dalam meng implementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
  Adi, ada yg membuat saya iri sama kamu: ghirah mu untuk mendapatkan ilmu dan penghayatan serta konsistensi kamu melaksanakan ilmu yang kamu dapatkan adalah kelebihan mu yg susah untuk disamai. Kamu boleh bangga Di, ilmu mu memang sedikit dibanding ulama dan cerdik pandai tapi pelaksanaan ilmu yg sedikit itu dalam kesehari harian mu jauh lebih berbobot dari mereka yg tukang lahap buku dan lapar ilmu tapi miskin dalam praktek dalam kehidupannya. Aku hormati kedalaman ilmu mereka tapi belum tentu aku kagum kepada mereka sebagai mana aku kagum sama kamu. Thanks Adi.
  
  Izinkan saya mengulas masukan dari akhi Agus Rofuji, sebelumnya titip salam saya buat teman2 di QA dan QC PTG ya Gus!
  Agus, sekalian kenapa sampeyan ga minta pendapat dan arahan dari Pak Rahadi, boss mu iku guru ku lho!
  Dalam kesempatan ini titip amanah saya sama Agus " sampaikan permintaan saya sama Pak Rahadi mengenai pokok diskusi kita ini" saya ga tau mau menyebut dia apa, tukang insinyur yang ustadz atau ustadz yang tukang insinyur, tolong ya Gus saya mengharapkan banget masukan dari beliau.
  
  Agus, saya mencoba mencari korelasi subjek dskusi kita dengan ayat2 yang Agus bilang itu (QS 3:19 dan 75) tapi saya ga menemukan korelasinya dengan apa yg kita diskusikan, mungkin saya belum bisa tanggaptentang makna yag terkandung didalam dua ayat tsb atau mungkin Agus salah mengetiknya
  Agus, sementara ini saya belum mendapatkan dalil yg lebih kuat tentang definisi RUKUN ( biarlah pendapat saya itu tetap saya pegang dulu sampai ada saudara kita yg menjelaskan definisi sebenarnya yg lebih baik). Saya berpendapat seperti yg saya tulis"Tidak sah Islamnya" berdasarkan definisi yg berlaku untuk rukun2 yg lain seperti contoh yg saya utarakan, apakah untuk shalat ada pengecualian? kenapa untuk shalat harus kita tukar dengan istilah "kurang sempurna", apakah kita akan katakan kurang sempurna nkahnya karena dia tidak mengucapkan ijab dan qabul, atau kurang sempurna Islamnya karena dia tidak pernah mengucapkan duakalimah syahadat, kurang sempurna puasanya karena dia tadi siang minum es, kurang sempurna hainya karena dia tidak wukuf..!
  Wah..   Kalau demi menjaga perasaan orang kita harus mengorbankan akidah  ...............repot kita Gus bisa kacau balau kita dibuatnya!
  
  Kemudian mengenai yg Agus utarakan "istilahnya diperhalus" saya kok agak keberatan ya, karena ini mungkin telah menyangkut masalah hukum (fikih), saya setuju memperhalus istilah untuk hal2 mengenai tauhid. Apakah hanya karena kita ingin orang lain tidak tersinggung kita harus mengorbankan hukum?. Kalau seandainya definisi rukun yg beul itu sama dengan apa yg saya yakini saat ini saya sangat keberatan untuk mengganti istilah itu, tapi begitu ternyata pendapat saya salah otomatically istilah itu tidak akan pernah lagi saya uapkan.
  Kenapa kita harus memperhalus bahasa untuk hal yg tidak benar Gus, mari Gus saya ambil ambilkan satu contohsbb: untuk menjaga agar para pelacur tidak begitu malu maka istilah pelacur di perhalus dengan wanita tuna susila, beberapa waktu kemudian semua orang sudah tahu bahwaWTS itu adlah pelacur nah kemudian apa? kembali untuk menjaga jangan sampai terlalu mencolok diganti dengan istilah Pekerja Sex Komersial, edan ga Gus!
  
  Agus maaf kan saya, saya tidak akan mengganti keyakinan hanya karena ingin menina bobokkan dan menyenangkan pendengaran orang2 yang nyata2 ga benar, seperti contoh diatas pelacur bagi saya tetap saja isitilahnya pelacur ga perlu ganti dengan wts atau psk
  
  Maaf ya Gus, aku kok kayak wong edan yo! tapi ya itulah aku (sampeyan tanyas senior2mu di Grenyang atau tanya Pak Trisna, Pak Akhyar, atau siapa ajalah, edanne aku iku koyok opo, masalah begini seharus nya ga ada tawar menawar  Gus dan masalah hukum jangan dikorbankan hanya demi menjaga nama baik atau harkat seseorang atau sekelompok golongan - haq is haq dan bathil yo bathil toh). Nyuwun sewu Gus yo - aku ini emang rada2 edan kok hehe.
  
  Saudaraku se iman se akidah, mari kita sama2 belajar, belajar menambah ilmu dan belajar memparaktekkan ilmu yg dipelajari itu.
  Allaahumma arinal haqqa haqqan warzuqnattiba'ah wa arinal bathlilla bathillan warzuqna tinaabah
  
  Dengan sebaga kebodohan ku, dengan segala kemiskinan ilmu ku dan dengan segala kealpaan serta kesalahan ku, dengan segala kerendahan hati saya memohonkan maaf kepada suadara2 ku seiman, tidak ada niat ingin memecah belah, insyaallah dihati niat masih terjaga "ibadah dan menuntut ilmu.
  Semua kesalahan yang ada itu murni kesalahan saya Insyaallah saya akan merobahnya ke arah yg lebh baik, semua kebenaran yg terungkap dalam tulisan saya adalah kebenaran Allaah yang Haq semata.
  
  Wassalamualaikum
  Ikhawanukum fillah
  
  Muhasrul
  
  -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  
  
  Masukan dari akhi Agus Rofuji dari Cilegon,
  
    Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
  
  Ma'af atas kelancangan saya ikut nimbrung dalam masalah ini semoga tidak keberatan.
  terus terang saya sering dapat Email dari Bapak Muhasrul yang sangat bagus-bagus dan sangat membantu dalam menambah ilmu saya yang masih-masih sangat dikiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit sekali.
  Tapi walaupun begitu bolehlah kiranya saya berpendapat dan maaf pula soalya saya gak bisa menulis dengan bahasa sangat indah seperti bapak-bapak seiman disini.
  Apa yang dikatakan Pak Muhasrul menurut saya semuanya benar dan beralasan, menurut saya........!
  tapi mungkin bahasa yang terakhir bahwa "Tidak sah Islamnya" atau Bapak AD1 sampai bilang "Kafir dong!" agak diperhalus atau kalo "Tidak sah Islamnya" diganti dengan "Tidak sempurna islamnya" dan yang "kafir dong!" mungkin tidak sampai begitu. Menurut teman saya yang insyaAllah lebih ilmunya dari saya katanya "bahwa Manusia kan harus selalu berusaha, dan lihat Surah Al-Imron ayat 19 dan 75, kafir tidaknya seseorang hanya Allah yang tahu"
  Karena kebodohan saya, saya gak ngerti arti dalamnya ayat tersebut, mungkin bapak-bapak yang lebih mengerti.
  
  Wasalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
  
  Terima kasih
  
  Agus Rofuji
  QA Doc. Control
  -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  

  Masukan dari Saudari kita dari Makassar:
  
    Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabaraqatuuhuu
  
  Sebelumnya saya minta maaf kalau dalam tulisan saya terdapat kesalahan, saya sebenarnya masih belum capable untuk menjawab hal-hal seperti ini, but i'll try jawab dikit.
  
  Shalat itu hukumnya wajib bagi setiap orang yang beriman, Allah Ta'ala berfirman :
  
  "Maka dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. "QS :An-Nisa-103"
  
  "Peliharalah segala shalat(mu) dan (peliharalah) shalat wusthaa (shalat Ashar).
  (QS. Al-Baqarah -238")
  
  Rasulullah SAW bersabda :
  
  "Islam itu dibangun  berdasarkan rukun yang lima; yaitu : Bersaksi bahwa bahwa tidak ada sesembahan yang HAQ selain Allah SWT dan Nabi Muhammad itu utusan-Nya, mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan dan melaksnakan ibadah haji ke Baitullah (bagi orang yang mampu).
  
  Oleh karena itulah , maka orang yang meninggalkan shalat/tidak melaksanakan shalat itu hukumnya "KAFIR" kata KAFIR ini terserah orang menafsirkannnya, sedangkan orang yang melalaikan shalat dihukumi "FASIK".
  Apalagi shalat itu IMADUDDIN...atau tiangnya agama...jadi kalau shalatnya tidak beres, maka amalan-amalan lainnya juga tidak beres, di yaumul hisab amalan yang paling pertama dihisab adalah SHALAT...
  
  Inilah tulisan singkat saya dan sekali lagi mohon dimaafkan kalau ada yang salah.
  -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  
  Masukan dari Bpk M Sabari ([EMAIL PROTECTED])
  
  Wassalam Wr.Wb.

  Ass. Wr. Wb,
  Akhi MMZ dan ikhwani, mohon ma'af sebelumnya, sekedar sharing:
  menurut ayat tsb, "Perintahkanlah" adalah Mandatory & sekaligus Have to.
  
  Atau dengan perkataan lain, menurut pendapat kami pribadi, adalah "default" bagi seseorang yang Jasad-nya mengaku sebagai Abdi Allah SWT, Nafs-nya mengaku sebagai Khalifah Allah SWT dan juga sekaligus Ruh-nya mengaku sebagai Saksi Allah SWT.
  
  Taqwa = ber-Iman & ber-Amal Shalih,
  
  dg demikian (sekali lagi menurut pendapat pribadi kami), kita ilhtiyar (berjihad) utk dapat istiqamah menjalankan Rukun Islam, dg harapan bahwa Allah SWT akan berkenan meletakkan setitik Iman (yang mudah2an di tambahkan-Nya) didalam shudur kita sehingga/semoga setiap amaliyyah lahir & bathin kita menjadi Amalan Shalihan (Ihsan).
  
  Akhi MMZ, mohon ma'af apabila sharing pendapat pribadi kekinian kami ini dirasakan kurang sesuai.
  
  Wass. Wr. Wb,
  M. Sabari

   
---------------------------------
  From: Adi Pratama [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, April 22, 2006 2:02 PM
To: Muhasrul, Zubir (Supraco)
Subject: Re: FW: Derajad Hadist - ga Shalat ga sah Islamnya??????????


 
  Assalamualaikum Wr Wb
  Kang Muhasrul, aku coba minta pendapat sama teman2 di milis dan ada beberapa masukan tambahan ilmu yang diberikan. Kalau sampeyan ga keberatan aku mohon Abang menanggapinya. (aku copy paste aja). Dan tolog di forwardkan kepada teman2 yang biasa Abang cc kan itu, aku ga udah coba beberapa kali tapi gabisa reply kesemuanya,
  
  Wassalam
  AD 1
 


     
---------------------------------
  Celebrate Earth Day everyday! Discover 10 things you can do to help slow climate change. Yahoo! Earth Day

   
---------------------------------
  Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2¢/min or less.

           
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2¢/min or less.

[Non-text portions of this message have been removed]






Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links








Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke