Online ยป Nasional
Senin, 24 April 2006 19:35:00
Masalah Palestina Terselesaikan Jika Dunia Islam
Dipimpin Khalifah
Jakarta-RoL -- Persoalan Palestina yang wilayahnya
dikuasai Israel akan terselesaikan sepenuhnya jika
Dunia Islam dipimpin seorang khalifah yang lurus dan
adil, kata pengurus Lajnah Syaqofiah Hizbut Tahrir
Indonesia (HTI), Rohmat S.Labib.
"Palestina hanya membutuhkan pekikan seorang Khalifah
yang lurus dan adil, yang akan memimpin dan menjadi
tameng perang. Dengan pekikan Islam yang
dilontarkannya, dia akan mengerahkan pasukan Islam
untuk berangkat ke Palestina," katanya dalam sebuah
surat terbuka yang diterima Antara di Jakarta, Senin.
Dalam surat terbuka kepada Konferensi Al-Quds-Tehran
yang berlangsung pada 15 April lalu itu, Rohmat
mengatakan, khalifah itu lah "orang yang akan
membisingkan telinga orang-orang Yahudi dengan
desingan pedang sebelum lantunan kata dan nada sampai
ke telinga mereka."
Menurut dia, konferensi tentang masjid suci umat Islam
di Palestina itu tidak efektif untuk dapat
mengembalikan sejengkal pun tanah Palestina yang
berpuluh tahun dirampas Zionis Yahudi
Israel.Karenanya, perhelatan itu pun seharusnya tidak
cukup jika ia merupakan konferensi tentang Al Quds
melainkan tentang Palestina dan untuk seluruh
Palestina, katanya.
"Al Quds sebagai jantungnya yang berdenyut, yang tidak
bisa dipisahkan dari Palestina, dan Palestina pun
tidak mungkin dipisahkan darinya bagi setiap Muslim
yang mengimani Allah, Hari Akhir dan bersaksi bahwa
tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah
utusan-Nya," kata Rohmat.
Terkait dengan kondisi pemerintahan Palestina yang
sedang menghadapi krisis keuangan, Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono berjanji Indonesia akan menggunakan
jasa diplomatik agar bantuan internasional bagi
Palestina segera dikucurkan guna mengatasi krisis
keuangan tersebut.
"Indonesia juga meminta masyarakat internasional untuk
meningkatkan tekanannya kepada Israel agar Israel
menjamin komitmen terhadap perdamaian di Timur
Tengah," kata Juru Bicara Kepresidenan urusan luar
negeri, Dino Patti Jalal, akhir pekan lalu di
Makassar. Sabtu (22/4) siang di Jakarta, Presiden
Yudhoyono menerima kedatangan utusan khusus Presiden
Palestina Mahmud Abbas, Nabiel Saad. Pertemuan itu
berlangsung hangat.
Dino mengemukakan, saat bertemu dengan Presiden,
Nabiel yang merupakan tokoh perjuangan Palestina dan
anggota eksekutif PLO Palestina menceritakan
perkembangan terakhir di Palestina sekaligus
mengemukakan tiga hal pokok mengenai negara Palestina
kepada Presiden.
Hal pertama, kata Dino, Nabiel menyampaikan situasi
Palestina yang semakin memprihatinkan karena rakyat
berada dalam keadaan sosial ekonomi yang makin
terjepit, terlebih setelah sebagian besar bantuan AS
dan Eropa dipotong.
Dalam perkembangan lain, hari Minggu (23/4), pasukan
keamanan Israel kembali membunuh dua orang Palestina
di kota Bethlehem, Tepi Barat, kata beberapa petugas
medis Palestina seperti dikutip Reuters.
Sumber-sumber keamanan Palestina mengatakan, satu dari
dua korban tewas itu adalah aparat keamanan Palestina.
Seorang jurubicara militer Israel mengakui bahwa
orang-orang Palestina itu diburu oleh pihaknya.
"Kami memiliki informasi intelijen yang tepat mengenai
identitas kendaraan dan pasukan di daerah itu, bahkan
mengetahui plat nomer mobil. Dari bukti balistik,
jelas bahwa orang-orang itu menembaki pasukan dari
dalam kendaraan," katanya.Hamas menang dalam Pemilu
Palestina beberapa waktu lalu sehingga kelompok yang
memperjuangkan kemerdekaan negara itu dari pendudukan
Zionis Israel menguasai pemerintahan.
Namun, Amerika Serikat dan sekutu Uni Eropanya tidak
menyambut kemenangan demokratis Hamas, organisasi
perjuangan rakyat Palestina yang sangat tegas terhadap
Israel, itu dengan mengumumkan penghentian bantuan
keuangan bagi Palestina. antara/pur
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Rek | Beyond belief | Islam online |
| Nation of islam | Media |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "media-dakwah" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
