Saya setuju dengan tulisan Danny dan Suhana, bahwa dengan semua fakta
yang kita lihat dan rasakan di Indonesia, akhirnya kita masing-masing
harus ambil keputusan, mau membiarkan semua itu berlangsung terus
dengan diti kita sekeluarga terbawa arus dan larut bersamanya,
ataukah inginkan adanya perubahan kearah terbentuknya masyarakat yang
indah (berakhlaq luhur) sesuai dengan agama Islam yang dianutnya (dan
tak perlu pake nama negara Islam segala).
Kalau mau perbaikan akhlaq, maka sesuai kata Hadits, 'ibda bi
nafsika', mulailah dari diri sendiri dan keluarga kita sendiri.
Menuduh orang korupsi di Indonesia adalah mudah, tapi apakah kita
tidak sadar bahwa diri kita dan keluarga kita juga melakukan korupsi
sewaktu kita menyogok polisi di jalan ketika kena tilang ? Atau
sewaktu kita menyogok petugas agar urusan kita didahulukan (tidak mau
antri) ketika kita membuat KTP atau SIM ataupun untuk urusan lainnya
? Kita bahkan sering melanggar aturan lalu-lintas tanpa merasa
bersalah, sehingga lalu-lintas di negara kita semrawut gak keruan.
Coba bandingkan dengan tertib masyarakat di negara-negara Barat (yang
kata Suhana itu negara-negara kafir, ya ?), mengapa kok justru
masyarakat Barat itu yang menerapkan prinsip hidup yang Islami itu,
khususnya di dalam hal tertib lalu lintas dan tertib antri di semua
urusan dan tertib kebersihan (kota bersih sampah) ?
Jadi, kalau mau adanya perbaikan, mulailah dengan menunjuk ke diri
kita sendiri, apakah diri dan keluarga kita mau merubah sikap dan
mulai melaksanakan hidup sehari-hari kita sebagai muslim yang mukmin
ataukah mau tetap saja menjadi muslim yang KTPnya doang ?
Wassalam,
ARS.
--- danny kristianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Rekans,
>
> Iya setuju, secara Global, Umat Islam tidak bodoh, apalagi di
> Indonesia.
> Tapi keimanan-nya minim sekali bahkan bertolak belakang dgn
> ajaran Islam.
>
> contoh :
> Ada orang yang Sholatnya rajin, tapi korupsinya rajin juga dan
> mengajak orang2 lain untuk korupsi berjamaah.
> Di umum dia terkenal sebagai Haji yang sholeh dgn menyumbang
> pembagunan Masjid, mempunyai yayasan Islam dan mendanai kegiatan2
> Islam,
> tapi dibalik itu dia seorang yg bengis dan korup.
>
> Betul kata Suhana, dan daripada kita hanya berjengkel ria dgn
> keadaan Islam saat ini, mari kita munculkan Islam yang sepatutnya
> menjadi sinar dunia,
> Bukan sekedar membawa simbol2 Islam tapi cobalah menerapkan
> ajaran Islam dalam pemikiran dan tindakan,
>
> Tanpa memaksa-maksa orang dan memukuli orang dan melempari kantor
> orang,
> dengan pembawaan Islam yang humanisme dalam diri kita,
> lingkungan akan terbawa semangat dan ajaran Islam kok.
>
> Dan selanjutnya, percaya deh, Islam akan membawa Negara dan
> Bangsa ini menuju kesejahteraan dan kejayaannya, bagi semua secara
> adil dan proporsional.
>
> Tapi apakah kita akan memulainya dan bagaimana ?
> Persatuan antara umat Muslim dan persatuan dgn sodara2
> non-Muslim,
> patut dilakukan, tapi bagaimana caranya ya ?
>
> Dalam Al Qur'an banyak terdapat dasar2 ilmu,
> tapi kurang diriset dan dipelajari dgn detil,
> oknum Islam hanya mempelajari Al Qur'an untuk kepentingannya
> semata spt untuk mendirikan sekedar Negara Islam atau apalah yang
> berbau Islamisasi secara paksa.
>
> padahal coba riset ungkapan2 dlm Al Qur'an (aku juga denger dari
> ceramahnya Qurais Shihab) dgn cerdas dan luas, spt :
>
> "Anda lihat itu gunung, seolah2 dia diam tapi dia bergerak" oleh
> orang barat diriset dan ditemukan bahwa dataran itu senantiasa
> bergerak dan ada lempengan2 yang membentuk bumi.
>
> "Makin keatas kita makin tercekik" oleh orang barat di teliti dan
> ternyata kalau kita makin berada di ketinggian, udara makin tipis
> dan membuat diri kita sesak, makin keatas lagi, makin tidak ada
> udara. Hal tersebut menjadi salah satu ilmu yang digunakan ketika
> membuat Pesawat Luar Angkasa.
>
> Atau siasat2 perang (spt perang Badar dan Uhud),
> ternyata hal itu digunakan dalam perang2 saat ini oleh bangsa
> Barat.
> pasukan panah dahulu di adakan,
> pasukan pengintai berseliweran,
> pasukan darat maju,
> pasukan pelindung tetap diposnya, jangan ikut2-an menjarah barang
> pampasan perang, krn berguna utk melindungi pasukan darat.
> Itu model perang-nya Amerika kan.
> Kerahkan Rudal dan peluru kendali.
> Kerahkan pasukan pengintai.
> Majukan Infanteri.
> Pasukan pelindung tetap di pos untuk melindungi infanteri.
>
> Belum lagi tentang cara mengelola negara, tapi di Al Qur'an
> kayanya tidak disebutkan harus berdiri Negara Islam, hanya Nabi
> Muhammad SAW mendasarkan jalannya negara menurut Islam.
> Tapi Nabi menjadikan dirinya sebagai Panutan dan contoh jadi
> Beliau tidak sekedar Berkoar-koar tapi tidak melaksanakan hal yg
> dia utarakan.
> Bandingkan dgn para pejabat kita.
> koar-koar aja.
> BAHKAN PARA MENTERI AGAMA DIDUGA MELAKUKAN KORUPSI DANA ABADI
> UMAT (ada satu yang manjadi terdakwa dan ditahan),
> UMAT MUSLIM SUSAH PAYAH NGEJUAL TANAH SAWAHNYA BUAT NAEK HAJI, EH
> INI DGN SANTAINYA DIGUNAKAN BUAT JALAN2 KELUARGA PEJABAT, KASIH
> HADIAH NIKAH PUTRA-PUTRI PEJABAT.
>
> BETUL KATA SUHANA, MEREKA PINTAR TAPI JADINYA MEMINTAR2-I ORANG
> LAIN DAN MEMBUAT ORANG LAIN JADI BODOH.
>
> Jadi kapan mau memulai perjuangan menjadikan diri kita menjadi
> contoh dan panutan nih, dan selanjutnya bersama-sama merintis serta
> melanjutkan usaha2 positif utk mewujudkan negara Indonesia yang
> maju, adil, sejahtera dan jaya.
>
> tujuan akhirnya sih, menjayakan Islam tanpa sok2 ber-simbol ria
> Islam dan berwacana kesana kemari ttg Negara Islam, tapi betul2
> Islam is my way dan mewujudkan Islam sebagai cahaya Dunia.
>
> Sekian dan terima kasih.
>
> Piss,
> Danny
>
>
>
>
> suhana032003 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> --- In [email protected], "suhana032003"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mas Dwita dan Bang Sabri dan semuanya:)
>
> siapa bilang umat islam bodoh???siapa bilang umat islam miskin dan
> ketinggalan zaman?? tidak?! umat islam banyak sekali yg pintar dan
> cerdas, hanya saja kepintaran dan kecerdasannya itu tidak dibarengi
>
> dengan landasan keimanan yg kokoh. hingga kepintarannya itu
> digunakan
> untuk mintar-mintarin orang (tukang bohong), kepintarannya itu
> digunakan untuk keculasan demi keuntungan pribadi masing2.
>
> hmm..aku sering membayangkan kalau indonesia itu miniatur dunia,
> dengan segala macam kekayaan alam yg terkandung di dalam ribuan
> pulau, laut, hutan, sungai, gunung,hingga manusianya. secara logika
> harusnya penduduk disini kaya semua bila dibandingkan dengan
> negara2
> yg terbatas hasil kekayaan alamnya. tetapi kenapa justru semua jadi
>
> terbalik?? dimana salahnya??penduduk indonesianya kah yg bodoh??
> tidak?! penduduk indonesia banyak yg pintar, buktinya disini banyak
>
> sekali para konglomerat dan lebih banyak sekali yg melarat.
> (terlihat
> sekali grafik perbedaan kaya dan misin disini) yg kaya makin kaya
> dan
> yg miskin makin miskin. kenapa itu bisa terjadi?? karena yg pintar
> itu kerjaannya mintar2in orang yg bodoh. kenapa bisa begitu??
> karena
> mereka yg pintar tidak dilandasi dengan keimanan dan pengetahuan
> agama yg benar dan yg menjadi agama mayoritas disini. jadi yg perlu
>
> diperbaiki adalah moralitas penduduknya untuk kembali kepada ajaran
>
> islam yg benar.
>
> "umat islam pada saat meninggalkan Al-Qur'an dan Sunnah maka ia
> akan
> hancur, sedangkan yahudi dan nasrani yg meninggalkan kitabnya akan
> berjaya"
>
> jadi menurutku sich..perbaiki diri masing2 berdasarkan tuntunan
> islam
> yg benar (Al-Qur'an dan Sunnah) dan fokus pada ilmu pengetahuannya
> masing2 dan aku yakin sekali, umat islam akan berjaya di dunia ini.
>
>
> pada saat kita konsekuen dengan ajaran kita dan benar2 mengikuti
> apapun yg diperintahkan dan meninggalkan apapun yg dilarang serta
> hati2 pada semua yg diperingatkan, maka dengan sendirinya akan
> hilang
> para koruptor yg membuat negara ini miskin dan membuat kaya
> segelintir orang2 "pintar" (yg suka mintar2in orang), akan hilang
> para pendusta, akan hilang para pezina, akan hilang semua maling
> dan
> perampok negeri ini.
>
> enggak percaya??cobain dech??:) yg ahli ekonom coba fokus dengan
> ilmu
> ekonominya, yg senang sains coba fokus dengan sainsnya, yg senang
> dengan ilmu kedokteran coba fokus dengan kedokterannya, dan jangan
> pernah mengurusi sesuatu yg bukan keahliannya. dan kuncinya adalah
> DILANDASI DENGAN KEIMANAN YG BENAR sesuai tuntunan ajaran islam yg
> benar (Al-Qur'an dan Sunnah) dengan taat tanpa melebih2kan dan
> mengurang2inya.
>
> tapi yg terjadi saat ini adalah bukan seorang ahli agama tapi sibuk
>
> ngajar agama dimana2, nda sadar kalau dia sedang menyesatkan banyak
>
> orang. Ahli ekonomi diminta untuk membangun jalan, makanya jalannya
>
> banyak yg hancur. Yg teknik diminta untuk ngurus masalah ekonomi,
> jelas aja ekonominya amburadul semua.
>
> dan yg buat aku kadang geli adalah ngaku orang islam, tapi tidak
> henti2nya mencemooh agamanya sendiri (mending keluar aja dech dari
> islam dari pada jadi pengkhianat:)dan sibuk memuji2 negara2 yg
> dipikirnya sangat "modern". harusnya cemooh diri sendiri, kenapa
> tidak belajar islam yg benar hingga dengan keterbatasan akalnya
> lalu
> menyalah2kan agama sendiri, padahal diri adalah sangat2 bodoh.
>
> kalau mungkin BJ Habibie termasuk salah satu muslim yg sangat
> cerdas
> tapi ternyata masih banyak Habibie..habibie lain yg belum kita
> kenal
> kan??makanya aku suka protes kalau ada yg bangga dengan orang2
> kafir
> dengan membodoh2kan orang muslim sendiri. karena tidak begitu
> kenyataan yg pernah aku lihat.
>
> contoh di instansi kami yg sudah banyak menghasilkan produk2 dengan
>
> teknologi yg canggih. misalnya dibidang kedokteran, instansi kami
> sudah menghasilkan alat diagnosa penyakit gondok tyroid, alat
>
=== message truncated ===
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Rek | Beyond belief | Islam online |
| Nation of islam | Media |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "media-dakwah" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
