Ivan Albar
Kehidupan seksual normal atau sehat jika perilaku seksual itu dilakukan dengan pasangan nikah,berperilaku seks dengan cara, tempat dan waktu serta tujuan yang tepat untuk mencapai kebahagiaan secara fisik dan jiwa dalam mepertahankan eksistensi kehidupan manusia itu sendiri. Ada dua segi abnormalitas dari seksual yaitu segi fungsi dan kejiwaan. Dimana abnormalitas seksual segi fungsi sangat banyak dikenal oleh masyarakat umum misalnya impotent, frigiditas, disparenia sedangkan abnormalitas segi kejiwaan biasa disebut juga psikoseksual abnormal yaitu deviasi seksual. Pengertian dari deviasi seksual yaitu gangguan arah dan tujuan aktivitas seksual terhadap obyek yang tidak lazim agar mendapatkan kepuasan. Deviasi seksual sangat banyak macamnya terdiri dari Homosexual/lesbianisme yaitu perilaku seksual dilakukan pada pasangan sesama jenis, Fethisme yaitu perilaku terhadap sebuah benda misal sepatu, pakaian dalam, kaos kaki, atau rambut, Pedofilia yaitu perilaku
dilakukan pada anak yang belum matang secara seksual, Transvesitisme yaitu aktivitas seksual dengan cara memakai pakaian dan berperan sebagai lawan jenis, Zoofilia yaitu perilaku seksual terhadap binatang, Proumerisme yaitu menggosok-gosokan tubuh pada lawan jenis, Sadisme yaitu seorang mencapai kepuasan dengan jalan menyakiti secara fisik dan psikologi obyeknya, Masokhist yaitu mendapatkan kenikmatan bila disakiti obyeknya.
Dua yang terakhir merupakan bentuk yang sangat banyak dijumpai dimasyarakat namun tidak disadari yaitu Exhibisionisme (Ex) dan Voyeurisme (Vy). Pengertian yang dapat disimpulkan dari berbagai defenisi yang terdapat dalam buku-buku tentang gangguan psikoseksual yaitu ex seseorang memperlihatkan anggota tubuh yang merangsang terutama alat kelamin selain partner/pasangan pernikahan dengan maksud mencapai kegairahan seksual, kepuasan baik materi maupun non materi. Voyeurisme/ Skopofilia (Vy) perilaku mengamati aktivitas seksual atau ketelanjangan selain pasangan pernikahan dengan maksud mencari kepuasan seksual. Sebagian besar masyarakat mungkin tidak menyadari gejala-gejala awal dari gangguan jiwa ini. Kedua gangguan jiwa ini sangat terkait dengan gangguan jiwa lain yang disebut gangguan obsesi-kompulsif. Bahkan boleh dikatakan seseorang Ex dan Vy biasa diawali denganp gangguan obsesif-kompulsif khusus masalah seksual. Apa yang dimaksud dengan Obsesif-Kompulsif ?
Gangguan ompulsif yaitu dorongan untuk melakukan perbuatan atau rangkaian tertentu yang apabila dilawan atau tidak dilaksanakan akan menimbulkan ketegangan yang sangat. Pasien seolah-olah dipaksa menyerah pada impuls untuk melakukan perbuatan itu sekalipun tidak menyukainya bahkan tidak memperoleh kepuasan dari perbuatan itu. Gangguan kompulsif terkait dengan Exhbisionisme. Pasien pada awalnya melakukan Ex tanpa disertai dengan kompulsif, namun saat titik kejenuhan maka biasanya pasien melakukan Ex tanpa memperoleh kepuasan melainkan sekedar melepaskan ketegangan kontradiktif dalam jiwanya sebagai beban kejiwaan yang sulit dilepasnya, Gangguan Obsesi adalah sebuah isi atau unsur pemikiran yang berulang timbul dalam kesadaran, sekalipun pasien tidak menghendaki untuk memikirkannya. Pasien tidak sanggup menghilangkan dari kesadaranya atas kemauan sendiri, seolah-olah dia dipaksa untuk memikirkan, mengingat dan membayangkannya. Gangguan obsesif jika dikaitkan dengan
Exhibisionisme berarti isi/unsur pikiran tersebut intinya segala sesuatu yang mengenai pornoversal. Istilah ini dikenal dalam masyarakat yaitu Piktor (Pikiran Kotor). Ketegangan kontradiktif yang dimaksud yaitu pecahnya kejiwaan pasien tersebut antara fitrah manusia sebagai mahkluk yang suci dan beragama dengan naluri biologis atau disebut juga dengan hawa nafsu yang tidak terkontrol akibat impuls-impuls berupa media pornoversal yang dikonsumsi secara mudah ditengah masyarakat. Sehingga awal dari pasien Ex dan Vy jika selesai beraktivitas yang berhubungan dengan Ex dan Vy berupa perasaan bersalah dan berdosa. Namun jika Impuls tersebut masih belum sempat dihapus dalam memori bahkan ditambah dengan masuknya impuls baru dari berbagai media pornografi maka akan terjadi ketegangan jiwa yang kontradiktif.
Gangguan kejiwaan seksual ini terkait dengan masalah pornoversal (Istilah –pen) = terutama pornografi dan pornoaksi yang marak sekarang diperbincangkan. Banyak yang tidak menyadari bahwa ternyata seks bebas merupakan sebuah penyakit kejiwaan. orang yang mengalami gangguan jiwa bermacam-macam, misalnya pada exhibisionisme tingkat ringan mungkin seseorang hanya memperlihatkan sebagian tubuhnya misal lengan dalam, paha. Dan dia dikatakan menderita gangguan jiwa berat jika organ vitalnya sudah dipertontonkan. Begitu pula dengan voyeurisme biasanya gejala-gejala awal dari penyakit jiwa ini terlihat dimana seseorang sudah menganggap wajar pornografi, melihat secara sembunyi-sembunyi seseorang sedang mandi dan bertukar pakaian langsung ataupun lewat media. Penyakit ini makin parah jika dia tidak dapat mengendalikan diri melihat secara langsung aktivitas seksual maupun pornografi dari orang lain secara berulang kali. Jika dianalogkan dengan Pro dan kontra RUU AP maka
seyogyanya kita yang pro RUU AP melihat dari kaca mata medis mungkin sebagian orang yang kontra dan menolak RUU AP membutuhkan pertolongan secara medis (diluar kepentingan finansial/ekonomi), karena terlihat pada mereka gejala-gejala awal gangguan jiwa baik exhibisonisme maupun voyeurisme dan berkaitan langsung dengan Obsesif-kompulsif. Burrhus F skinner seorang psikologi pada Universitas Harvard dengan teori "Operant conditioning" yaitu sebuah konsep pengawasa terhadap lingkungannya. Membangun suatu sistem untuk menciptakan suatu dunia dengan "manusia yang pada dasarnya baik". Eksopsikiatri merupakan ilmu yang mempelajari masalah psikiatrik akibat interaksi manusia dan lingkungan ataupun hubungannya antara interaksi dengan perilaku yang menyimpang. Eksopsikiatrik antara lain berusaha mencegah atau mengubah perilaku yang menyimpang itu melalui pengaruh lingkungan. Built enviroment memudahkan timbulnya perilaku yang baik dan menyukarkan timbulnya perilaku menyimpang. Dari
teori ini kita menyadari tingginya peran media informasi terutama televisi dalam membentuk opini publik secara halus mendukung revolusi seks bebas dan pornografi untuk kepentingan ekonomi maupun non-ekonomi. Peran media sangat besar membentuk masyarakat yang mengidap gangguan obsesif-kompulsif, Ex dan Vy. Walaupun masih jauh dari kesempurnaan setidaknya RUU AP bisa dijadikan sebuah konsep yang sejalan eksopsikiatri dan sangat baik diterapkan untuk menciptakan masyarakat sehat secara kejiwaan. Tentu isi RUU AP yang baik sesuai dengan kaidah norma agama dan medis serta budaya sehat, bukan hasil kompromi antara pro dan kontra RUU AP sehingga terbuka celah untuk mengeksploitasi seks tetap ada. RUU AP yang disahkan seyogyanya dirundingkan dengan agamawan. tim medis, para medis, psikolog agar bisa menyempurnakan RUU AP menjadi lebih baik. Kita tidak perlu berbenturan keras lewat dengan orang yang kontra RUU AP, tapi membuka klinik-klinik medis dan menawarkan terapi baik secara
medis, non medis maupun agama kepada mereka. Pertolongan terhadap mereka bertujuan mencegah revolusi seks bebas yang merusak kehidupan dan norma agama sehingga merusak program pemerintah Hidup Sehat 2010. Pertolongan harus diberikan oleh tenaga medis baik dokter jiwa maupun psikolog untuk segi kejiwaan, dibantu dengan perbaikan secara rohani dari agama masing-masing dalam hal ini islam bagi mayoritas bangsa Indonesia sebagai pemeluk agama islam. Ibarat sebuah kanker maka pola pikir yang mendukung pornografi dan seks bebas bisa bermetastasis hingga keseluruh pelosok, dari orang dewasa sehingga anak-anak dibangku sekolah. Selain itu Media yang sehat sangat perlu membantu menciptakan masyarakat sehat dari gangguan jiwa. Bagi umat islam sendiri sebenarnya tidak perlu pusing dan berpikir keras untuk merumuskan RUU AP, karena mereka memiliki UU yang sempurna dari ALLAH lengkap dengan konsep Khilafiah untuk menjaga membentuk masyarakat madani. Semula ivan masuk penghuni
terakhir 2 bertujuan membawa konsep anti pornografi dan seks bebas untuk kampanye hidup sehat, namun setelah bersentuhan dengan dunia hiburan maka ivan menyadari ternyata kurangnya media sehat, hingga ivan berpikir tidak mungkin kampanye hidup sehat tersosialisasikan sedang media sendiri masih perlu penangan secara medis maupun non medis. Sampai saat ini peran media Tv secara halus menentang RUU AP, lewat artis membentuk opini publik yang mengarahkan pornografi sebagai sesuatu yang wajar. Tidak mustahil pula suatu saat yang akan terbentuknya RUU melegalkan seks bebas secara halus lewat RUU kebebasan berekspresi. Untuk mewujudkan Hidup Sehat 2010 termasuk kesehatan jiwa harus diperbaiki dalam hal ini ivan lagi menyusun Komite Anti Pornografi dan seks bebas segi medis dan non medis bekerjasama dengan media yang sehat untuk sosialisasi gerakan gema pembebasan dari gangguan jiwa. Saat ini telah dirintis oleh saudara-saudara kita berupa Tv Islam dimana Tv inilah merupakan
cikal bakal dan model contoh media yang sehat untuk mengimbangi berbagai media tidak sehat saat ini. IDI khususnya Persatuan dokter Jiwa Indonesia untuk mendukung RUU AP ditinjau segi medis. Mudah-mudahan Parlemen dan Pemerintahan kita masih sehat terbebas dari gangguan jiwa ini sehingga RUU AP memiliki isi yang bagus dan bisa disahkan segera. Marilah kampanyekan Gerakan hidup sehat.. bebas pornografi bebas gangguan jiwa. Salam APROSES.
---------------------------------
Be a chatter box. Enjoy free PC-to-PC calls with Yahoo! Messenger with Voice.
[Non-text portions of this message have been removed]
Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Rek | Beyond belief | Islam online |
| Nation of islam | Media |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "media-dakwah" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
