Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya,  meminta pertolongan
dan ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari  kejahatan
jiwa-jiwa kami dan kejelekan amalan-amalan kami. Barangsiapa yang  diberi
petunjuk oleh Allah, maka tidak akan ada yang menyesatkannya. Dan
barangsiapa disesatkan oleh Allah, maka tidak akan ada yang memberi petunjuk
kepadanya.

Saya bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan yang  berhak untuk disembah
kecuali hanya Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan  aku bersaksi bahwa
Muhammad adalah seorang hamba dan utusan-Nya.

Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, dan  sebaik-baik
petunjuk adalah petunjuk Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam.
Seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diada-adakan. Setiap perkara yang
diada-adakan adalah bid'ah. Setiap bid'ah adalah sesat. Dan setiap kesesatan
ada di neraka.

Sungguh hari ini kita hidup ditengah perpecahan dan perselisihan  yang
disebabkan oleh firqoh-firqoh di dalam tubuh kaum muslimin, maka sungguh
benar sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

" ... Barangsiapa di antara kalian berumur panjang, niscaya  akan melihat
perselisihan yang banyak. Maka tetaplah kalian berpegang teguh  dengan
sunnahku dan sunnah khulafaur rasyidin yang mendapat petunjuk. ..."(HR
Nasa'I dan Tirmidzi: HASAN SHAHIH. Lihat Kitab Firqah Najiyah oleh Syaikh
Jamil  Zainu)

Maka untuk memilih jalan sunnah kita membutuhkan ilmu dan  menanamkan kepada
diri kita kesiapan untuk menerima nasihat dan didalam  menempuh jalan ini,
Allah Subhanahu wa Ta'ala memberi bimbingan:

"... yaitu mereka yang mendengarkan perkataan yang baik,  dan mengikuti yang
terbaik diantaranya." (QS Az Zumar:18)

Maka mencari ilmu dari ahlul ilmi dari mana pun adalah  sebuah kebaikan,
karena hikmah itu adalah milik muslim yang hilang, maka  ambillah ia dari
mana pun engkau mendapatkannyu. Rasulullah shalallaahu 'alaihi  wa sallam
menasihatkan: "... Terimalah kebenaran itu apabila engkau  mendengarkannya,
karena atas kebenaran itu ada cahaya."
(Shahih Abi Dawud, jilid 3, hal 872, hadits ke 3855).

Maka tolok ukur utama kita dalam menilai kebenaran dan  mengambil ilmu, yang
pertama adalah ada tidaknya dalil tentangnya karena  Rasulullah saw
mengatakan: "Barang siapa melakukan suatu amal yang tidak ada  contohnya
dari kami, maka amalan itu tertolak." (HR Mutafaqun 'alaih)

Kemudian yang kedua, sesuaikah dengan pemahaman para  salafush-shalih yang
Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam mengatakan  tentang mereka:
"Sebaik-baik generasi adalah generasiku, kemudian generasi  orang-orang
sesudahnya, dan kemudian orang-orang yang sesudahnya." (HR Arba'ah)

Allah Tabaraka Wa Ta'ala pun mengatakan tentang pemahaman  para shahabat
radhiyallaahu 'anhum ajma'in dengan firman-Nya: "Maka jika mereka  beriman
kepada apa yang kalian telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah
mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada
dalam  permusuhan." (QS Al Baqarah: 137)

Seandainya apa yang kita pahami sesuai dengan pemahaman  mereka maka itulah
al-haqq, maka siapa pun yang berada di atas pemahaman ini  maka merekalah
yang disebut al-firqatun najiyah, merekalah assawaadul a'zham,  dan itulah
al-jama'ah, sebagaimana dikatakan Nabi shalallaahu 'alaihi wa  sallam:
"Setiap yang mengikuti sunnahku dan para shahabatku." ; "Kalian wajib
berpegana teguh dengan sunnahku dan sunnah khulafaui rasyidin" (HR Abu Daud
dan  Tirmidzi). Ibnu Mas'ud radhiyallaahu 'anhu: "Al Jama'ah itu ialah
setiap yang  sesuai dengan al-haqq walau engkau seorang diri." Dalam riwayat
yang lain  dikatakan: "Al Jama'ah adalah siapa saja yang sesuai dengan
ketaatan kepada  Allah walaupun engkau sendirian." Ibnu Khallal
rahimahullaah mengatakan: "Al  Jama'ah ialah Jama'atul Muslimin, yaitu para
shahabat serta orang-orang yang  mengikuti mereka dengan ihsan sampai Hari
Akhir. Mengikuti mereka adalah  hidayah dan menyelisihi mereka adalah
sesat."

Maka jika ada seorang yang mengatakan ambilah kebaikan  dari setiap firqoh ,
ambilah adab dari jama'ah tabligh, ambillah jihad dari  ikhwanul muslimin,
ambilah politik dari hizbut tahrir, dan seterusnya...kemudian  mereka
membiarkan kesalahan yang terjadi para mereka, Sungguh orang ini dengan
tidak langsung menuduh salafushalih (Nabi dan para sahabatnya) tidak
mengerti  adab, jihad bahkan politik....mengapa tidak kita ambil saja semua
itu dari mereka  (salafushalih) bukankah mereka adalah sebaik-baik panutan
kita ? dan  orang-orang yang lebih layak kita contoh. Lau kaana khairan
lasabaquunna ilaihi  (seandainya hal itu baik tentulah para sahabat telah
mendahului kita  mengamalkannya).

Atau mereka ini menyamakan menyandarkan diri kepada  salafusshalih dengan
bentuk-bentuk hizbiyah yang ada sungguh sangat berbeda  antara orang yang
menyandarkan diri kepada seorang mujtahid yang kadang benar  kadang salah,
fanatik kepadanya, loyal dan benci karenanya dengan seseorang  yang
menyandarkan diri kepada suatu kaum yang selamat, terjaga dari  penyimpangan
dan kesesatan ketika muncul perselisihan.

"Artinya : Dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh  tiga golongan semua
masuk neraka kecuali satu. Beliau ditanya : 'Siapa mereka  wahai Rasulullah
?' Jawaban beliau : 'Mereka adalah orang-orang yang berada di  atas apa yang
aku dan sahabatku berada di atasnya" [Abu Dawud 4586, Tirmidzi  2640, Ibnu
Majah 3991 Ahmad 2/332]

Seakan-akan orang seperti inipun membiarkan perpecahan  diantara kaum
muslimin, sesungguhnya Allah Taala telah mengabarkan tentang  mereka dalam
al-Quran. Ia berkata ,"Janganlah kalian menjadi orang-orang  yang berpecah
belah dan berselisih setelah datang kepada mereka keterangan. Dan  mereka
mendapatkan adzab yang besar". Ia berfirman,"Sesungguhnya  orang-orang yang
memecah belah agama mereka dan mereka (terpecah-belah menjadi  beberapa
golongan) tidak ada sedikit pun tanggung jawabmu terhadap  mereka". Ibnu
Katsir menjelaskan makna ayat ini,"Ayat ini secara umum  menerangkan orang
yang memecah-belah agama Allah dan mereka berselisih.  Sesungguhnya Allah
mengutus nabi-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar agar  memenangkannya
atas semua agama. Syariatnya  adalah satu yang tidak ada perselisihan dan
perpecahan padanya. Barang siapa  yang berselisih padanya maka merekalah
golongan yang memecah belah agama  seperti halnya pengikut hawa nafsu dan
orang-orang sesat.
Sesungguhnya Allah taala  berlepas diri dari apa yang mereka lakukan".

Syeikhul Islam  Ibnu Taimiyah rahimahullah menegaskan bahwa syiar ahli
bid'ah adalah  perpecahan,"Oleh karena itu al-Firqatun Najiah disfati dengan
Ahlus Sunnah  wal Jamaah dan mereka adalah jumhur dan kelompok terbesar umat
ini. Adapun  kelompok lainnya maka mereka adalah orang-orang yang
menyimpang, berpecah belah,  bidah dan pengikut hawa nafsu. Bahkan terkadang
di antara firqah-firqah itu  amat sedikit dan syiar firqah-firqah ini ialah
menyelisihi al-Qur'an, as-Sunnah  serta ijma".

Kemudian  orang-orang bermanhaj seperti ini melupakan nahi munkar di
tengah-tengah mereka  dengan alasan "kita bekerjasama pada hal yang
disepakati dan bertoleransi pada  hal-hal yang diperselisihkan" ,Na'am jika
ikhtilaf tersebut adalah ikhtilaf  tannawu bukan ikhtilaf tadhod atau bahkan
ikhtilaf dalam masalah aqidah.


Sungguh setiap  kita mempunyai kebaikan namun berarti kebaikan tersebut
harus membuat diri kita  menjadi ujub dan merasa tidak perlu diberi nasihat
dan masukan lagi, bahkan  menuduh para ulama yang memberi nasihat sebagai
para pendengki yang berlaku  curang, subhanallah. Sungguh benar firman Allah
"... maka janganlah kamu  mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling
mengetahui tentang orang yang  bertakwa." (An-Najm: 32).

Seorang yang benar-benar meneladani salafusshalih mereka  akan senantiasa
berusaha menginstrospeksi dirinya namun hal tersebut tidak  melalaikan
mereka dari menjalankan tugas amar ma'ruf nahi munkar.

Hanya orang-orang yang merasa dirinya suci sajalah yang  mereka lalai dan
merasa ujub tidak perlu lagi menerima nasihat, mengganggap  nasihat adalah
kedengkian, kritik adalah hujatan, nahi munkar adalah kebencian.  Dan
sungguh mereka ini juga sedang mentaqlidi syeikhnya yang tidak mau menerima
kritik dan masukan, walaupun mereka menuduh orang-orang yang menasehati
mereka  sebagai orang-orang yang taqlid dan ta'ashub, sungguh sebenarnya
merekalah  orang-orang yang curang dalam menilai diri mereka sendiri.

"Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan ummat  yang menyeru kepada
kebajikan, menyuruh kepada yang maruf dan mencegah dari  yang mungkar,
merekalah orang-orang yang beruntung."(Qs Ali imran : 104)

Beramar maruf dan bernahi mungkar juga sebagai ciri khas  ummat ini, yang
mereka sebaik-baik ummat di muka bumi ini. Dan setiap muslim yang  bersegera
untuk mengamalkan ciri khas ummat ini, ia akan mendapat kemuliaan dan
berhak mendapat pujian Allah Subhanahu wa Taala. Tatkala Umar bin Khatab
radiyallahu anhu membaca ayat "Kalian adalah ummat terbaik yang dilahirkan
untuk manusia, menyuruh kepada yang maruf, dan mencegah yang mungkar"{Ali
Imran : 110}

Beliau berkata : "Barang siapa yang ingin menjadi  golongan ummat ini, maka
hendaklah ia tunaikan syarat yang Allah sebutkan.  "Begitu mulia akhlak ini,
hingga setiap muslim harus memilikinya. Karena  hanya orang-orang kafir dan
yang semisal dengan mereka yang tidak mau  mengamalkan akhlak ini, akibatnya
mereka mendapatkan kemurkaan dan laknat Allah  Subhanahu wa Taala. Allah
berfirman : "telah dilaknati orang-orang kafir  dari Bani Israil dengan
lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu  disebabkan mereka
durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain  tidak melarang
dari kemungkaran yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah  apa yang
selalu mereka lakukan."{Al-Maidah : 78,79}

Orang-orang yang meneladani salafusshalih adalah  orang-orang yang selalu
siap menerima nasihat dan mereka siap rujuk kepada  kebenaran, daripada
mempertahankan kesalahan yang ada para diri mereka.  lihatlah bagaimana Imam
Abul Hasan al-Asy'ari merujuk kepada manhaj salaf  meninggalkan pemikiran
mu'tazilahnya, lihatlah bagaimana Imam Al Ghazali  kembali kepada Hadist
Shahih Bukhari dan Muslim di akhir hayatnya, lihatlah  bagaimana Syaikh
Rasyid Ridha meninggalkan tarikat sufiyah dan  pemikiran-pemikiran
rasionalis gurunya (Muhammad Abduh), lihatlah bagaimana  Imam Al Albani
rahimahullah meralat hadist-hadist yang dihaifkan dan  dishahihkan beliau
setelah meneliti kembali,adakah itu menjadi kelemahan dan  kehinaan
mereka?sungguh justeru disitulah letak kemuliaan mereka yang memang  mereka
meneladani salafusshalih.

Maka sungguh tepat kita katakan kepada orang-orang yang  merasa dirinya suci
sehingga mereka merasa lebih beradab, lebih ber jihad,  lebih faqih dalam
waqi dan politik daripada para salafusshalih, sebuah perkataan  Imam Ahmad
rahimahullah Jika engkau diam dan aku diam (tidak mau membicarakan
kejelekan para rawi), maka bagaimana seorang yang bodoh dapat mengetahui
hadits  shahih dari yang dha'if?. (lihat Irsyadul Bariyyah, hal. 103)

"Beruntunglah orang-orang asing yang mereka memperbaiki  apa-apa yang telah
dirusak oleh manusia sesudahku dari sunnahku." (HR  At-Tirmidzi)

Semoga Allah senantiasa membimbing umat ini agar selalu  bersatu di atas
bendera sunnah sesuai pemahaman salafusshalih, yang berdiri di  atas
landasan aqidah ash-shahihah, serta menyeru manusia dengan manhaj sunnah
dan di atas jalan nubuwwah.

Ya Allah, tunjukkanlah kebenaran itu sebagai kebenaran  dan berilah kami
kekuatan untuk mengikutinya, serta tunjukkanlah kebatilan itu  sebagai
sebuah kebatilan, dan berilah kami kekuatan untuk menjauhinya.

Maha Suci Engkau Ya Allah, dan dengan memuji-Mu, saya  bersaksi bahwa tiada
Tuhan yang berhak disembah melainkan Engkau, saya memohon  ampun dan
bertaubat kepada-Mu.

Wallahu A'lam








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Your favorite religious organization? Make a donation at Network for Good.
http://us.click.yahoo.com/EOl1HB/LPaOAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke