HITUNG SEMUA
Kulihat jam dinding menunjukan waktu hampir istirahat dan kuputar
No.telpn.guruku dan tak lama kemudian
Hallo.. terdengar suara sekretarisnya yg tidak asing lagi ditelingaku
say..babeku ada nda..? tanyaku langsung
sebentar ya.han..aku sambungkan..jawabnya ramah dan nda lama kemudian
hallo
terdengar suara guruku
Assalamualaikum wr.wb.. sapaku seperti biasanya
waalaikum salam wr.wb
jawabnya
pak..aku mau kesana ya..? tanyaku
iya.. jawabnya singkat dan aku kembali ucapkan salam dan terdengar jawab
salamnya yg kemudian telpon ku tutup kembali dan aku sudah mengenakan sepatuku
dan kemudian keluar menuju kantornya yg terletak tidak jauh dari tempatku dan
tak lama kemudian, aku sudah berada di ruangan sekretarisnya
say..babeku mana..? tanyaku pada sekretarisnya yg sebelumnya aku sudah
menengok di ruangannya dan beliau tidak ada disana
Ada di ruangan staf..sebentar aku panggil ya..? jawabnya dan sudah memutar
no. tlpn ke ruangan lain dan terdengar dia meninggalkan pesan pada staf yg
lainnya, kalau ada tamu untuk guruku dan tak lama kemudian terdengar suara
guruku yang sedang berbicara dengan salah seorang anak buhanya sambil berjalan
menuju ke arah ruangannya dan tak lama kemudian beliau sudah masuk melewati aku
dan sekretarisnya yg sekedar hanya menoleh ke arah kami dan terus menuju
ruangannya dan spontan aku sudah mengikutinya dari belakang dan beliau sudah
duduk di depan meja kerjanya dan akupun pamit minta diijinkan duduk di kursi
tamu yg ada diruangan itu.
pak..aku mau sekolahkan shafa tahun ini di gontor.. ceritakku memulai
pembicaraan
kenapa kamu pingin sekolahkan dia disana dan kenapa shafa mau sekolah
disana.? Tanyanya dengan mimik wajah yg serius
karena aku kepingin dia disana dan shafa juga tertarik disana. Hmm..beberapa
minggu lalu kami kesana, kami sudah liat2 situasi disana dan aku nyaman
tinggalkan dia disana, dan shafa waktu aku tanyapun katanya suka kalau
disana..? kataku yg berusaha menceritakan kepergian kami ke gontor liburan
minggu lalu
dengan siapa kamu kesana..dan kamu sudah lihat apa dan sudah tanya apa aja
disana..? sederet pertanyaan spt biasanya meluncur dari mulutnya bila aku
ingin menginginkan sesuatu
aku pergi bertiga dengan temanku mantan santriawati disana, dan aku sudah
melihat lingkungannya yg nyaman, kamar tidur murid2, dapur, perpustakaan, aula
dan kami keliling2 disana, aku juga sudah tanya para santriawati yg kebetulan
waktu itu mereka semua ngumpul di penginapan yg aku sewa dan berada di
lingkungan pesantren, kami banyak bicara sampai larut malam, dan kesannya
bagiku menarik sekali semuanya dan shafa juga tertarik sekali pada saat
mendengar pembicaraan dan sikap para santriawati yg ngumpul dan bercanda2
dengan kami, seolah2 kami sudah mengenal lama dan seperti kawan lama yg baru
ketemu lagi.. ceritaku dengan semangat dan diselingi tawa dan senyumku
ooh..iyalah..jelas aja semua cerita akan baik dan bagus aja, bila kamu
tanyakan pada orang2 yg sudah berhasil disana. Coba ingat..apa kamu pernah
dengar cerita ttg al-azhar yg jelek dari mulut saya..? terangnya yg mulai
dengan argumentasinya dan kembali melanjutkan pembicaraannya
Harusnya kamu cari informasi dari murid2 yg baru kelas 1 disana dan benar2
baru masuk, dan kamu cari informasi dari murid2 baru itu, tanyakan..apa yg
mereka rasakan selama ada disana? Apakah mereka merasakan tekanan perasaan
setelah jauh dari rumah dan orangtua..?dan suruh mereka ceritakan semua hal2 yg
tidak mengenakan yg sudah mereka rasakan. Dan kalau kamu tanya pada
senior2nya..jelas aja semua akan menjadi baik, apalagi senior yg sudah menjadi
seorang ustadzah dan sudah merasakan enaknya ganti mengajar dan ganti ngerjain
para santri. Ceritanya terus yg mulai berusaha masuk ke dalam pikiranku dan
beliau masih terus berbicara
kamu harus punya data2 yg lengkap, sampai ke hal2 yg pahit sekali yg bisa
saja terjadi dan kamu sudah siap menerimanya untuk mengukur kemampuan kamu dan
shafa, dan jangan sampai nanti kamu nangis2 karena hal2 yg pahit itu. Dan
pikirkan juga masalah psikis shafa yg biasanya pulang sekolah selalu cerita
dengan kamu, lalu tidak ada lagi tempat cerita. Biasanya bercanda dgn kamu dan
adiknya lalu harus berhadapan dengan menumpuknya pelajaran tanpa banyak waktu
untuk bermain apalagi bercanda. Biasanya tidur dengan kamu dan sekarang harus
tidur dengan puluhan orang dalam satu kamar dan itu terjadi selama 24jam x 6
tahun. Kebayang sama kamu, apa aja kemungkinan yg bisa terjadi..?sedangkan
shafa anak wanita dan masih kecil pula? Coba hitung..seberapa besar dia bisa
mengatasi tekanan2 perasaannya yg membuatnya tidak nyaman selama itu dan
seberapa besar dia bisa melakukan perlawanan apabila tekanan fisik di terimanya
dan itu semua harus kamu perhitungkan..? bicaranya serius dan
aku hanya tertunduk diam mendengarkan dan beliau masih terus bicara
lalu untuk kamu sendiri?apa kamu bisa terima kenyataan seandainya shafa
tidak lagi menjadikan kamu tempat curhatnya? Karena dia sudah dekat dgn teman
sekamarnya yg wanita. Yang tidur bersama, mandi bersama, main gitar bersama dan
itu wanita?! Jelas dong
24jam x 6thn dan otomatis dekatlah..?! seberapa mampu
kamu bisa terus berkomunikasi dengannya selama 6thn tsb?lalu seberapa banyak
informasi perkembangan anakmu yg bisa kamu dapatkan melalui telphon?dan berapa
banyak biaya yg harus kamu keluarkan untuk itu? Dan seberapa besar tekanan
perasaan yg akan kamu terima..pada saat kenyataan pahit..kamu tidak bisa
melakukan itu semua..? katanya yg terus bicara dan tak terasa mataku mulai
berkaca2 membayangkan andai kenyataan pahit itu benar terjadi.
sekarang.. data apa saja yg sudah kamu dapatkan dari sana..? tanyanya padaku
aku sudah mengeprint jadual kegiatan belajar selama disana dan shafa sudah
tahu, kalau dia tidak bisa lagi melihat acara TV kesukaannya, dia nda bisa
bebas bermain, jam berapa dia harus bangun tidur, dan kondisi kamar yg harus
ditempati oleh puluhan orang. Dan dia juga sudah tahu..kalau tidak bisa bertemu
denganku, adiknya dan neneknya dalam waktu lama ceritaku menginformasikan
seberapa banyak kemungkinan pahit yg akan diterima oleh kami padanya
lalu..data pahit yang kamu terima dari orang disana itu apa..? tanyanya lagi
hmmm..waktu itu temanku yg pernah nyantri disana kasih masukan ke aku yg
katanya kemungkinan pernah terjadi adalah hubungan sesama jenis dengan dalih
adik kakak.. kataku menginformasikan dan terlihat senyum di wajahnya
nah..itu satu sudah kamu dapatkan..?hmm..adik ipar saya tahun 80an dulu
sekolah disana, dan 1 bln pertama yg di dapat adalah kudisan. Entah..karena
tempat mandinya yang kotor atau karena dia anak orang yg kaya sekali, hingga
tidak terbiasa mandi di kali hingga kudisan. Kedua..ayahnya adalah seorang
walikota sedangkan omnya seorang bupati di malang, jadi..apabila terjadi apa2
dengannya maka dalam waktu 2 jam ayahnya atau ajudan ayahnya bisa langsung tiba
disana atau ayahnya bisa amenghubungi adiknya yg bupati untuk menengok anaknya
dan dalam waktu mungkin kurang dari 1 jam sudah bisa sampai ditempat. Sedangkan
kamu mungkin butuh waktu 24jam untuk bisa ke sana dan kebayang..apa saja yg
sudah terjadi dgn anakmu dalam waktu 24jam itu..? dan itu harus kamu pikirkan
semua..? ceritanya panjang lebar dan tak terasa air mataku sudah jatuh
membayangkan kemungkinan2 pahit itu terjadi pada anakku dan beliau masih
meneruskan bicaranya
hmm..saya baru mengerti, kenapa dulu ayah saya melarang saya berangkat ke
AS untuk pertukaran pelajar di tahun 78. setelah saya berangkat ke jerman dan
setelah itu menetap di Canada untuk S2 saya.. katanya mulai bercerita dan aku
hanya diam mendengarkan
boleh dong..saya menceritakan prestasi saya sebagai gambaran untuk kamu dan
bukan untuk nyombongin diri? katanya dan terlihat mimik yg seriusnya dan
kamu sudah pernah saya ceritakan ttg pertukaran pelajar waktu saya SMA
dulu..? tanyanya padaku dan spontan kugelengkan kepalaku, bertahun2 aku
mengenalnya dan beliau belum pernah menceritakan kisahnya yang satu ini dan
akhirnya beliaupun melanjutkan ceritanya setelah yakin aku belum pernah
mendengarnya
setiap tahun negara kita selalu menyelenggarakan pertukaran pelajar dengan
sekolah2 di Luar Negeri, kemudian pada tahun 1978 saya mengikuti beberapa tes
persyaratan untuk mengikuti pertukaran pelajar tsb dan ternyata hasil tes saya
sangat memuaskan dan saya diterima di 10 sekolah di Eropa dan urutan sekolah
pertama yg menerima saya adalah sekolah Kennedy di AS dan sejak berdirinya
sekolah Kennedy dari tahun 1950 s.d. thn 1978 saya adalah orang ke 3 dari
Indonesia yg berhasil menembus sekolah itu yang sebelumnya belum pernah ada
lagi anak Indonesia yg berhasil masuk ke sana. Kebayang sama kamu..gimana
bangganya pemerintah Indonesia saat itu, ketika mengetahui ada anak Indonesia
yg berhasil menembus kembali sekolah Kennedy di AS dan dengan penuh harap agar
saya menerima tawaran itu dan bersekolah disana. Wow..Amerika!! anak seusia
saya dan diterima dgn baik di sekolah itu dan sekolah Kennedy adalah sekolah
terbaik di Amerika. Tapi
.kenapa ayah saya melarang saya untuk
berangkat kesana? Dan saat itu tidak pernah terjawab oleh saya alasan ayah
saya itu apa? Walau ayah saya tidak bicara langsung alasannya kepada saya dan
saya hanya dapat masukan dari mami saya tentang keberatan ayah saya tsb. Dan
akhirnya keputusan itu tetap ada ditangan saya. Dan saya memutuskan untuk
menolak tawaran itu dan kamu tahu saat itu..apa yg terjadi pada saya..? saya
dipanggil menghadap oleh lebih 10 orang petinggi negara waktu itu dan salah
satunya Taufik Ismail, posisi saya spt terdakwa yg ditanyakan alasan kenapa
saya menolak pertukaran pelajar itu? Dan enggak mungkin dong..saya bilang
alasannya dilarang ayah? Emang saya bayi..? ceritanya panjang lebar..
lalu..bapak alasannya apa waktu ditanya oleh mereka..? tanyaku yg serius
mendengarkan ceritanya
ya..saya bilang untuk menguji kemampuan saya dan ternyata saya berhasil, dan
setelah berhasil, boleh dong..saya menolak tawaran pergi itu..?ceritanya
sambil tersenyum2 dan akupun hanya tersenyum2 mendengarkan ceritanya kembali
dan kebayang sama kamu betapa kecewanya mereka saat itu?sesuatu yg
dibanggakan dan lama dinantikan akan berhasil ditembus oleh anak Indonesia dan
ternyata setelah berhasil..lalu ditolak begitu saja..?walaupun saat itu saya
belum tahu..alasan ayah saya melarang pergi ke sana dan saya yakin sekali kalau
itu semua untuk kebaikan saya dan bukan tanpa alasan sampai ayah saya melarang
saya pergi..karena saya tahu sekali siapa ayah saya..?dan saya dapatkan jawaban
itu setelah saya pertama kali ke Jerman dan jawaban itu makin terbuka setelah
saya sekolah S2 di Canada dan menetap beberapa tahun disana, lalu saya pergi
kembali ke London untuk S3 dan makin jelas bagi saya kenapa dulu ayah saya
melarang saya berangkat ke AS. Dan kebayang semuanya
andai saat itu saya jadi
pergi ke AS di usia remaja dengan gejolak jiwa yg masih labil dan pemahaman
agama yg pas2an, maka akan jadi apa saya disana?hidup dan besar di negara
kapitalis dalam satu sistem yg semuanya serba bebas dan terbuka,
dan perduli setan dengan nilai moral apalagi agama? ceritanya panjang lebar
hmm..iya pak..belum lama pak Fulan cerita ke aku, kalau anaknya yg sekolah
di Singapura dan dapat bea siswa dari pemerintah Singapura karena menang
olimpiade fisika itu, diminta beberapa kali oleh pemerintah Singapura untuk
menjadi warga negaranya dan bekerja untuk lembaga riset disana dan melakukan
penelitian disana, lalu aku bilang..jangan mau dan pak fulan juga setuju dengan
usulku ceritaku menanggapi kisahnya
nah..dan pak fulan itu tidak bisa apa2 kan..?dan semua keputusan itu ada
ditangan anaknya kan..? coba gimana susahnya saya untuk menanamkan nilai
patriotisme pada ke 2 anak saya, pada saat saya ingin mengajarkan agar cinta
dan membela pada Indonesia dan jawabnya urusan bela tumpah darah indonesia itu
urusan ayah, bunda dan ade, aku kan..tumpah darahku bukan disini..? coba
bayangin dan ke 2 anak saya itu, andai dia serius..dia mampu untuk mengurus
kewarganegaraan asingnya. Dan coba perhatikan sendiri oleh kamu..gimana
rendahnya rasa tanggung jawab dan nilai patriotisme orang2 yg lahir dan besar
di Indonesia sendiri?mereka selalu berpikir..kalau mereka sedang didzolimi,
karena pemerintah memberikan mereka gaji yg rendah dengan kemampuan mereka yg
tinggi dan akhirnya lihat..mereka jadi jarang berada di kantor dan keluar untuk
bekerja di tempat lain sedangkan mereka masih menerima gaji dari sini..?
ceritanya panjang lebar ttg kisahnya dan aku hanya terdiam sambil sesekali
tersenyum karena tahu sekali berapa besar nilai kecintaannya pada Indonesia
dengan kemampuannya yg sangat tinggi dan sudah berapa banyak tawaran yg datang
pada dirinya dari dalam dan LN untuk pindah dari sini dan beliau masih
melanjutkan ceritanya
dan saya dilepas jauh pisah pertama kali oleh orang tua saya, pada saat saya
S1 di ITB dan itupun setiap hari saya ditelphon mami saya untuk mengetahui apa
saja kegiatan saya seharian disana dan tiap minggu saya harus pulang ke
Jakarta. Jadi..saya tidak pernah lepas dari kontrol orang tua saya dan orang
tua saya tidak begitu saja melepaskan saya sebagai tanggung jawabnya.
Hmmm..jadi saya juga mau tahu seberapa besar tanggung jawab kamu terhadap
anakmu atau jangan2 kamu sengaja taruh shafa disana untuk lepaskan tanggung
jawabmu sebagai orang tua..? tanyanya dengan wajah menyelidik
yeeee
.enak aja!! Kalau ngomong sembarangan..?! teriakku spontan
lalu apa dong..alasan kamu, kirim dia ke sana..? tanyannya penuh selidik
aku lihat keadaan anak2 sekolah saat ini dan buat aku khawatir..dan aku
takut nda mampu mendidik agama di lingkungan spt saat ini..? aku didik baik2
anakku, tapi orang lain tidak mendidik baik anaknya. Sedangkan di pesantren
semua anak di didik dengan pendidikan yg sama. Ceritaku memberikan alasan
di pesantren juga banyak anak2 yg digauli ustadznya..? dan orang yg sakit
jiwa bukan hanya berada dilingkungan kita aja..tapi di pesantren juga ada. Dan
gimana andai nanti anakmu sepulang dari sana dan memutuskan hubungan keluarga
dengan orang2 yg dilihatnya tidak menjalani islam dengan benar dan dia membawa
hadist bahwa persaudaraan dalam islam itu bukan berdasarkan hubungan darah tapi
hubungan keimanan. Lalu..apa kamu siap andai dia bersikap spt itu..?hmm..waktu
pertama kali anak saya memutuskan untuk sekolah di Insan Cendikia, yg pertama
kali ditanya sama neneknya adalah apakah disana dia masih bertemu dengan lawan
jenisnya? Dan setelah diterangkan kalau disana masih campur lawan jenis, lalu
neneknya diam. Dan saya harus tahu alasan dia ingin kesana dan waktu itu saya
berikan gambaran kalau disana dia akan banyak menemukan sesuatu yg selama ini
mungkin tidak ditemukan oleh anak saya. Dia selama ini hanya terikat 8jam
pelajaran disekolanya dan , setelah itu dia bebas
mau main, bercanda, makan kapan aja dia lapar, menyalurkan hobi renangnya,
tapi nanti setelah disana dia harus 24 jam dengan segala peraturan yg
mengikatnya, makan harus diwaktu2 tertentu, tidur dan sekamar dengan beberapa
orang yg mungkin aneh2 kebiasannya dan bisa saja buat dia kesal dan dia bisa
terima itu semua, tapi bundanya? Waktu itu bundanya protes kenapa harus
kesana sich..?kenapa nda disini aja dekat bunda..? lalu jawab anak saya
apa?bun..aku kan mau sekolah di pesantren dgn pendidikan islam, dulu ayah
sekolah dinegara kapitalis yg jauh dan dibolehkan oleh nenek lalu bunda mau
khawatirkan aku apa? Kalau bunda kangen sama aku..bunda bisa datang ke
sekolahku kapan aja? Dan jarak sekolahku dengan rumah hanya 1 jam perjalanan.
Dan akhirnya bundanya diam dan tetap aja sampai saat ini bundanya masih sering
nangis karena ditinggal anak kesayangannya, dan bukan tidak mungkin kamupun
akan mengalami hal yg sama spt istri saya kan.? Dan jangan sampai kesedihan kamu
nantinya terdengar oleh shafa, karena otomatis itu akan menjadi , beban
untuknya dan itu akan menggrogoti jiwanya. Ceritanya serius dan masih terus
dilanjutkan
jarak Insan Cendikia dengan rumah saya hanya 1 jam perjalanan, sedangkan
gontor?kamu butuh waktu 24 jam untuk sampai kesana. Dan kalau ada apa2 dengan
anak saya, gurunya bisa langsung hubungi saya di kantor dan saya hanya butuh
waktu 15 menit dari sini ke sekolahnya sedangkan kamu? Anak saya itu laki2 dan
umurnya lebih dewasa dari shafa sedangkan shafa Anak perempuan dan baru mau
masuk SMP dan usiannya masih kecil. Ingat..?! shafa sudah dipisahkan dari
ayahnya dan sekarang mau dipisahkan pula dari mama dan adiknya? Kamu harus ukur
perasaannya dan jangan sampai dia merasa tidak diinginkan untuk dekat dengan
kamu. Dan kamu belum pernah merasakan yg shafa rasakan.? Dari kecil hingga
sebesar ini..kamu ditemani oleh ayah dan ibumu, sedangkan shafa hanya ditemani
oleh kamu. Saya tidak perduli dengan semua orang yg di luar tanggung jawabmu,
tapi shafa adalah tanggung jawabmu, maka saya perlu tahu seberapa besar
tanggung jawabmu terhadap anakmu. Dan apa kamu sudah siap
menyerahkan anakmu dalam 1 sistem, dimana mau tidak mau kamu harus menerima
sistem itu sedangkan kamu tidak pernah tahu sistem itu spt apa..? aturan di
sekolah anak saya hanya mengijinkan para orang tua untuk bertemu anaknya paling
cepat 3 bulan sekalli, sedangkan saya sudah melanggar sistem yg dibuat
sekolahnya dan saya masih datang 3hari sekali ke sana, walau hanya sekedar
sebagai tamu dan saya bilang ke anak saya, kalau ayah akan datang ke sekolahmu
3 hari sekali dan andai dia perlu dengan saya dia saya minta untuk langsung
hampiri saya, kalau dia melihat saya ada disana, dan pernah saya datang ke
sekolahnya dan saya lihat dia sedang main basket dan dia tidak hampiri saya,
berarti dia sedang tidak ada perlu dengan saya dan setelah yakin dia tidak
perlu, saya balik ke kantor. Tanggung jawab saya sebagai orang tua adalah
mengawasi kegiatan anak saya dan saya akan biarkan dia bermain dan berjalan,
tapi saya tidak lepas kontrol dia dari belakang, walau dari jarak jauh tapi
semua gerakannya masih terlihat oleh saya. Dan kalau tiba2 dia berhenti dan
tertarik pada satu hal dan saya lihat yg membuat dia tertarik masih bisa
diterima..maka akan saya biarkan dia, tapi kalau dia mulai menyukai sesuatu yg
menurut saya tidak perlu, dia harus berikan alasan kepada saya kenapa dia
menyukai itu. Jadi..saya tahu kapan dia belok, berhenti dan jalan, kalau saya
lihat dia mau terjatuh, maka sayapun bisa langsung berlari menghampiri.
Lha..kamu gimana..?kalau tiba2 shafa sudah nyelonong jauh berjalan dan berbelok
bahkan mungkin terjatuh dan kamu tidak melihat bahkan kehilangan
jejaknya..apakah tidak membuat kamu panik..?ceritanya terus dan selama itu
sudah ada beberapa anak buahnya yg melaporkan pekerjaan kepadanya dan
seketarisnya pun mengingatkan jadual rapat yg tinggal 15 menit lagi kepadanya
dan beliau hanya mengintruksikan anak buahnya untuk begini dan begitu dan
beliau kembali meneruskan ceritanya padaku
setiap organisasi ataupun instansi pasti mereka mempunyai 1 sistem yg sudah
mereka buat dan mau tidak mau apabila kita berada didalamnya maka kita pun
harus mengikuti sistem tsb. Seperti kejadian kamu waktu itu yg menentang sistem
dimana kamu berada didalamnya, maka mau tidak mau kamu akan dianggap gagal
karena menentang, harusnya kamu cukup memberikan jawaban yg diinginkan oleh
sistem itu dan bukan berarti kamu menyetujui sistem tsb tapi juga..jangan
pernah kamu menentangnya, karena kamu akan dianggap gagal. Seperti saya, hanya
punya hak dan bertanggung jawab kepada semua yg ada dibawah kendali saya, tapi
yg ada di atas saya..?saya tidak punya hak untuk mengatur semua sesuai
keinginan saya..gimana..?sudah jelas semua..? tanyanya padaku
iya..sudah jelas semua.. jawabku singkat yg tidak terasa hampir 2 jam aku
berada disana dan tempat dudukku sudah terasa panas dan AC diruangnya yg sangat
dingin sudah buat aku sedikit meriang
oke..sekarang tugas kamu adalah menghitung semua yg positive dan
negativenya, ttg keputusan sekolah shafa dan bicarakan semua secara terbuka
dengan shafa dan jangan sekali-kali memaksakan keinginanmu padanya dan kamu
sebagai orang tua harus dapat mengambil keputusan yg terbaik untuk semuanya.
Kamu, shafa dan adiknya. Agar nanti tidak ada kata2 penyesalan, andai dulu
begini dan begitu..? lanjutnya dan kembali sekretarisnya mengingatkan jadual
rapat padanya dan beliau hanya menoleh kearah sekretarisnya dan kembali
meneruskan bicaranya
saya tidak mengatakan sekolah disana jelek, tapi ibarat orang memasak nasi
dengan rice cooker dan yg kamu tanak sendiri, walaupun hasilnya sama2 matang
dan jadi nasi, tapi hasilnya jadi beda karena kamu bisa melihat berapa menit
lagi nasi itu matang dan sambil sekali2 kamu mengaduk2nya lanjutnya sambil
menggerak2 kan tangannya seolah2 mencontohkan orang yg menanak nasi
oke pak..aku ngerti dan nanti akan aku tanyakan lagi sama anakku.. jawabku
Oke..ada lagi yg ingin kamu sampaikan dan tanyakan..? tanyanya kembali
padaku
hmm..sebenarnya masih banyak yg mau aku ceritakan dan diskusikan sama bapak
dan salah satunya masalah poligami, tapi nanti ajalah..dikit lagi dzuhur dan
bapak harus sholat sebelum rapat dan harus siapkan bahan rapat, aku juga mau
sholat dan lunch. Thanks ya..pak..aku pamit dulu..Assalamualaikum ucapku
mengakhiri pembicaraan dan bangkit berdiri untuk keluar dan beliaupun berdiri
sambil membalas salamku dan berjalan mengikutiku dari belakang dan akupun pamit
pada sekretarisnya dan sudah kembali menuju ruanganku.
By
hana
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for ridiculously low rates.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Great things are happening at Yahoo! Groups. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/iDk17A/hOaOAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/