Wa'alaikum salam wr wb, Yang punya akses ke ormas/parpol Islam silahkan menyampaikan isi diskusi ini sehingga bisa memperbaiki diri.
Mudah2an kita mendukung Yahudi karena kebodohan/ketidak-tahuan kita. Bukan karena sengaja membangkang perintah Allah SWT. Wassalam --- tuty cornaningsih <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalamu'alaikum wr. wb, > > Pak Nizami, kalo boleh saya nimbrung email2 kita > ini kalo bisa juga di cc kan ke organisasi2/partai2 > Islam yang dekat dengan pemerintahan mis: ICMI, PKS. > biar bisa di follow-up dan tidak hanya jadi wacana > di milis ini. > > Mohon maaf dan jangan tersinggung ya...... > > Wassalam > > A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Wa'alaikum salam wr wb, > > Sepertinya informasi yang antum dapatkan berasal > dari > kelompok yang memang menjual aset bangsa/kekayaan > alam > bangsa ke asing. Mereka menginformasikan bahwa > serahkan saja kekayaan alam ke asing karena bangsa > Indonesia tidak mampu. > > Akhirnya beginilah nasib bangsa Indonesia. Meski > kaya > dengan kekayaan alam tapi rakyatnya hidup miskin > karena kekayaan alam yang menikmati orang asing. > > Meski seperti kata antum kontrak 20 tahun hanya > menghabiskan 40% kandungan minyak apa iya hanya > segitu. Dengan perkembangan teknologi bisa lebih > banyak lagi. Selain itu ada opsi perpanjangan > kontrak > selama 20 tahun lagi hingga total jadi 40 tahun. > Kontrak dapat diperpanjang selama pemerintah korup > dan > aktivis Islam juga bisa disuap. Buktinya Freeport > yang > menguasai Papua dari tahun 1960-an tetap bertahan > hingga sekarang (sekitar 40 tahun). > > Kalau soal teknologi Pertamina sudah mampu. Jangan > bandingkan PT Lapindo perusahaan yang baru dikenal > dengan Pertamina yang sudah berpengalaman. > > Pertamina sudah melakukan eksplorasi dan pengelolaan > minyak di berbagai tempat, termasuk di Libya. Jadi > berita Pertamina tidak mampu melakukan eksplorasi > adalah dusta: > == > http://members.bumn-ri.com/pertamina/news.html?news_id=11430 > > Jakarta, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) > Mustiko Saleh bersama Chairman National Oil > Corporation (NOC) Abdullah S. Al Badri atas nama > Pemerintah Libya menandatangani kontrak EPSA > (Exploration & Production Sharing Agreement IV) > Kamis > 8 Desember 2005 di Tripoli (ibukota Libya). > == > > Iran bisa mengelola minyaknya tanpa bantuan > perusahaan2 Yahudi AS yang antum sebut. > > Untuk memompa air, kita cukup membeli pompa air dan > meminta tukang untuk memasang. Setelah menyala tidak > perlu penjual pompa air dan tukang pompa > mengoperasikan pompa air kita sepanjang waktu. Jika > rusak baru panggil tukang. > > Nah untuk minyak juga begitu. Jika kita tidak mampu > kita kan bisa membeli dan meminta orang lain untuk > memasangnya. Tidak perlu penjual/pemasang macam > Exxon > mengoperasikan terus selama 20 tahun sambil > menikmati > hasilnya. Apalagi menunjuk Exxon sebagai pimpinan di > sana (Pertamina di bawahnya). > > Indonesia sudah membeli satelit dan mengoperasikan > sendiri. Indonesia juga sudah mengoperasikan PLTN, > pesawat terbang, dsb. Bahkan untuk pesawat terbang > kita mampu membuatnya sendiri. Bangsa Indonesa > mampu! > Apalagi mayoritas karyawan Exxon (termasuk > insinyurnya) sebetulnya juga adalah orang2 > Indonesia. > > Jadi memang ada sebagian ummat Islam yang mendukung > Yahudi yang jelas-jelas dikutuk Allah SWT dalam Al > Qur'an. > > "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu > mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi > pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah > pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa > diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, > maka > sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. > Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada > orang-orang yang zalim." [Al Maa-idah:51] > > Wa'alaikum salam wr wb > > --- cahyo nugroho <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Assalamualaikum wr.wb. > > Akhi, kontrak selama 20 tahun, hanya akan > > menghabiskan maksimal 40% dari kandungan minyak. > > Sedangkan 60% sisanya, akan di recovery, misal > > dengan cara penguapan (steam). > > > > Memang benar, Pertamina menguasai 10% dari blok di > > Indonesia, tapi dari sebagian adalah warisan dari > > produksi jaman Belanda alias lapangan2 tua. > > Kemudian, di Libya memang benar Pertamina > > memenangkan tender, dan saya sangat bangga akan > hal > > itu. Tapi itu tidak menjamin kehebatan suatu > > perusahaan. > > > > Misal, Lapindo Brantas memenangkan tender atas > > suatu blok di Jawa Timur, dan karena kekurang > > beruntungan (ato mungkin kurang sedekah, makanya > > kena musibah? hihihi...) ato kurang mengerti > > mengenai kondisi well nya, malah mencemari dan > rugi > > karena harus ganti untung penduduk sekitar. Ato > > sebuah perusahaan asing asal Amerika (sengaja > tidak > > disebutkan namanya), memenangkan sebuah blok di > > P.Madura, kemudian berjanji akan mengebor 6 sumur > > selama 2 tahun sejak tahun 2004. Hasilnya, tidak > ada > > satu sumur pun yang berhasil di bor. > > > > Kesimpulan, memenangkan tender suatu blok, bukan > > akhir ato menunjukkan kehebatan suatu perusahaan. > > Yang terpenting adalah, kemampuan dalam > eksplorasi, > > development dan produksi kemudian marketing. > > > > Pertamina pun dalam hal teknologi, masih order ke > > luar negeri. Begitu juga perusahaan asing. Hati > > kecil saya lebih setuju klo Pertamina yang > diberikan > > hak mengelola blok Cepu, tapi saya lebih tidak > > setuju jika harus dijajah oleh bangsa sendiri > (misal > > korupsi, ato menindas masyarakat setempat). > > > > Untuk blok Cepu, ada miss perception. Sebenarnya, > > Pertamina pun masih memiliki saham sebesar 50% dan > > Exxon 50%, jadi tidak semua hasil/keuntungannya > > dibawa pergi ke luar negeri (KPS memiliki kontrak > > bagi hasil sebesar 85% pemerintah dan 15% > > kontraktor). Dari para pemegang saham tersebut, > yang > > jadi masalah adalah Exxon yang menjadi operator. > > Saya justru berharap, Pertamina bisa belajar > banyak > > dari Exxon mengenai teknologi Exxon yang sudah > maju. > > Sehingga, ketika kontrak sudah habis, negeri ini > > tidak kalang kabut karena beralasan tidak > menguasai > > teknologi. Toh, saat ini klo Pertamina jadi > operator > > pun, teknologinya masih order dari luar negeri. > Jadi > > negeri kita kuasai dulu teknologi, perbanyak dana > > untuk penelitian, perjuangkan anak bangsa yang > ingin > > membangun pabrik2 kecil untuk membuat mesin2 ato > > teknologi baru. Sehingga, kita bisa semakin > mandiri > > dan tidak tergantung pada asing. > > > > Kembali ke lapangan Kawengan, ada beberapa sumur > > yang oilnya perlu di steam supaya lebih mencair > > sehingga lebih mudah untuk di"sedot". Tapi, > > Pertamina beralasan tidak bisa dilakukan, karena > > mereka hanya memiliki teknologi untuk steam sampai > > 90 derajat celcius, sedangkan yang dibutuhkan > adalah > > 150 derajat celcius. Setau saya, teknologi > sekarang > > sudah ada yang bisa sampai 200 derajat celcius. > > Ketika saya menanyakan hal itu, hanya dijawab oleh > > wakil direktur operasi Kawengan, "Wah gak tau yah > > mas, dari dulu kita pakenya alat itu terus sih..." > > > > Kesimpulan saya tetap: > > 1. Revolusi total pada Pertamina, > > 2. Kembangkan lapangan2 baru yang memiliki > cadangan > > juga besar (misal selat Madura, Kalimantan Timur, > > Sumatera Tengah) oleh Pertamina sebagai operator > > yang "profesional, bersih, peduli dan profitable", > > > 3. Tingkatkan terus teknologi dalam negeri, jalin > > kerjasama dengan negara2 Arab/TimTeng supaya > mereka > > mau kasih mahasiswa kita beasiswa untuk belajar ke > > negara mereka (karena mayoritas beasiswa dari > > Australia, Amerika, Uni Eropa dan Jepang). > > > > "Sesungguhnya binatang (makhluk) yang > > seburuk-buruknya di sisi Allah ialah orang-orang > > yang pekak dan bisu yang tidak menggunakan akal." > > (QS.Al Anfal 8:22). > > > > Bagaimana mungkin kita mengolah kekayaan SDA, klo > > tidak menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi? > Kita > > serap teknologi dari asing dan kita > implementasikan > > secepatnya di negeri ini, kemudian belajar > bagaimana > > memproduksinya secara efektif dan efisien, juga > > bermanfaat untuk membuka lapangan kerja baru. > > Karena, saya sendiri tidak percaya dengan > investasi > > asing akan menambah perekonomian kita lebih baik. > > Tapi, UKM lokal lah yang justru membantu > > perekonomian kita dengan ekspor2 nya. > > > > Wassalamualaikum wr.wb. > > Mohon maaf bagi yang kurang berkenan, > > Cahyo Nugroho > > > > A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Wa'alaikum salam wr wb, > > Seorang anggota Dewan Pakar ICMI bilang ke saya, > > serahkan saja blok Cepu ke Exxon. Kita baru > > menyerahkan ke Pertamina kalau korupsi sudah > bersih > > di > > Pertamina. > > > > Itu keliru. Sekali kita menyerahkan ke Exxon maka > > kontrak yang berlaku adalah 20 tahun Exxon > menyedot > > migas Cepu. Pada saat "korupsi" bersih, migas di > > Cepu > > juga sudah habis. > > > > 10% dari migas di Indonesia dikelola Pertamina. > > Pertamina juga memenangkan tender migas di Libya. > > > > Meski tidak korupsi, tapi gaji dan bonus komisaris > > dan > > direktur orang2 AS di perusahaan asing sangat > besar. > > Sebagai contoh di Freeport gaji dan bonus direksi > > dan > > komisaris rp 500 milyar lebih/tahun. > > > > Itu lebih besar ketimbang kompensasi untuk orang > > Indonesia yang hanya rp 50 milyar/tahun. Jika > > korupsi > > ratusan milyar, niscaya akan ketahuan dan diproses > > seperti kasus Dicki Iskandar Dinata, Ginanjar > > Kartasasmita, Dirut PLN Eddy Wiyono, dsb. > > > > Harusnya rp 70 trilyun/tahun di Cepu dapat dipakai > > untuk mensejahterakan rakyat Indonesia. Namun > karena > > diserahkan ke perusahaan Yahudi AS, akhirnya AS > lah > > yang makmur. Bukan kita. Tokoh kita hanya puas > > dengan > > uang receh rp 10-20 trilyun per tahun saja. > > > > Wassalam > > > > --- cahyo nugroho wrote: > > > > > Assalamualaikum wr.wb. > > > > > > Saudara2 seislam yang saya hormati, > > > > > > Mengenai blok Cepu dan Exxon, saya pun pada > > > awalnya sangat tidak menyukai keputusan > pemerintah > > > memberikan blok Cepu pada Exxon. Tetapi, setelah > > > saya datang ke daerah Cepu, Bojonegoro, Blora > dan > > > sekitarnya, saya melihat kenyataan yang cukup > > miris. > > > > > > Di sebuah lapangan minyak namanya Kawengan, > dekat > > > dengan blok Cepu, di operatori oleh Pertamina, > > > dengan produksi minyak 3000 barel per hari, > > terdapat > > > kenyataan yang menyedihkan. Apa yang > menyedihkan? > > > 1. Baru pertama kali saya melihat bahwa ada > lokasi > > > pengeboran minyak, dimana safety/keselamatan > > sangat2 > > > kurang diperhatikan. dapat dilihat dari lokasi > > sumur > > > yang sangat dekat dengan perumahan penduduk dan > > > penduduk lokal yang bekerja sebagai buruh kasar > > > tidak menggunakan peralatan2 keselamatan. > > > 2. Jalan menuju sumur2 tersebut sangat buruk. > > > Aspalnya sudah banyak bolong dimana-mana. > > > 3. Beberapa sumur sudah dikelola secara swadaya > > > dengan KUD setempat juga penambang2 lokal, dan > > tiap > > > barelnya hanya dihargai 5 dolar...!!! Bandingkan > > > dengan harga minyak per barel saat ini, berkisar > > > antara 70-75 dolar. > > > 4. Pertamina tidak bisa melakukan optimalisasi > > > pada sumur2 tua. Padahal jika di optimalisasi, > > > produksinya masih bisa didongkrak lebih dari > 3000 > > > barel. > > > 5. Penduduk di sekitar pengeboran, hidupnya > sangat > > > mengenaskan. Di bawah tanah mereka terdapat > ribuan > > > barel minyak, tapi rumah2 mereka masih terbuat > > dari > > > kayu dan masih terlihat kumuh. > > > > > > Kesimpulan yang saya dapatkan adalah: > > > 1. Pertamina memang butuh untuk di revolusi > total, > > > baru lah BUMN tersebut bisa bersaing dengan > > > perusahaan minyak lainnya dan kita percaya bahwa > > > BUMN tersebut bersih dari tikus2 korupsi. > > > 2. Tetap tidak menyetujui Exxon yang ditunjuk > > > sebagai operator di blok Cepu, karena Pertamina > > > tetap membutuhkan pembelajaran untuk mengambil > > > resiko. Tentunya hal ini setelah Pertamina di > > > revolusi total. > > > 3. Kita sebagai umat Islam, tidak bisa hanya > > > mengucapkan "bangkitlah wahai umat" atau "yahudi > > > telah menyerang atau mengambil kekayaan alam > > > Indonesia", tapi ayo kita berdakwah dengan tidak > > > mengesampingkan ilmu dan teknologi sebagai > sarana > > > beribadah kepada Allah. Bagaimana mungkin bisa > > > memenangkan sebuah peperangan, jika umat Islam > > masih > > > belum bisa memproduksi senjatanya sendiri dan > > masih > > > impor senjata pada musuh2 Islam? > > > > > > Mengapa dipisah2kan antar kewajiban beribadah > dan > > > berdakwah, dengan belajar, riset dan menggali > > > teknologi. Zaman keemasan Islam, tidak hanya > > dikenal > > > karena akhlaknya yang mulia, tapi juga hasil2 > > > penelitiannya yang mengguncang dunia. Angka nol, > > > Aljabar, Kedokteran, Kimia, semua pada awalnya > > dari > > > seorang muslim. Setau saya, satu2nya kitab suci > > yang > > > ada suruhan untuk membaca, hanyalah Al Quran al > > > Karim. > > > > > > Semoga kita, esok hari bisa berdakwah mengenai > > > ritual ibadah, juga mendorong umat untuk giat > > > melakukan belajar, penelitian/riset, menuntut > ilmu > > > dan membuat terobosan baru dalam teknologi. > > > Sehingga, tidak perlu lagi bergantung pada > > teknologi > > > yang dibuat oleh Yahudi dan Nasrani. > > > > > > Wallahualam bishowab, > > > Mohon maaf bagi yang kurang berkenan, > > > Cahyo Nugroho > > > > > > tuty cornaningsih > > > wrote: > > > Rekan2, > > > > > > Jadi apa nih upaya kita??? selain minyak kita > juga > > > mendukung bisnis yahudi/barat. Kita belanja juga > > ke > > > Carrefour, Giant, memakai celana Levi's, minum > > > Coca-cola, minum Susu Nestle dll yang nota bene > > > kepunyaan para yahudi/barat. Siapa nih yang mau > > > mempelopori muslim Indonesia punya produk > sendiri? > > > > > > Wassalam > > > > > > A Nizami wrote: > > > www.nizami.org > > > Ketika Ormas Islam Mendukung Yahudi > > > > > > "Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu > jadi > > > orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) > > > karena > > > Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah > > > sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, > > > mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku > > > adillah, karena adil itu lebih dekat kepada > takwa. > > > Dan > > > bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah > Maha > > > Mengetahui apa yang kamu kerjakan." [Al > > Maa-idah:8] > > > > > > Dengan diserahkannya blok Cepu ke Exxon, berarti > > > kita > > > menyerahkan kekayaan alam kita ke Yahudi. > Kenapa? > > > Karena Exxon adalah satu dari "The Seven > Sisters" > > (7 > > > perusahaan minyak yang menguasai dunia) yang > > > didirikan > > > oleh konglomerat Yahudi, Rockefeller. Keluarga > > > Rockefeller memiliki Exxon-Mobil, Standard Oil, > > > Amoco, > > > Esso, Arco, Conoco, Socal, BP, dan Chevron > > (asalnya > > > dari satu perusahaan: Standard Oil kemudian > > dipecah > > > jadi beberapa perusahaan karena adanya UU > > Anti-Trust > > > di AS - > > > > > > http://anoca.org/rockefeller/part/standard_oil_company.html). > > > > > > Dengan potensi minyak 300 ribu barrel per hari > dan > > > harga minyak US$ 70 per barrel, Indonesia bisa > > > mendapat Rp 70 trilyun lebih per tahun hanya > dari > > > Cepu. Pada tahun 1972 saja, Exxon dan > kelompoknya > > > memiliki aset US$ 49 milyar lebih dan penjualan > > US$ > > > 49 > > > milyar lebih. > > > > > > Tapi karena pemimpin kita dan juga anggota DPR > > > (termasuk dari partai Islam) kurang amanah, > > akhirnya > > > kekayaan alam yang ada diserahkan ke Yahudi. > > > > > > Menyerahkan blok Cepu ke Exxon (yg bisa > > menghasilkan > > > rp 70 trilyun lebih per tahun) sama dengan > > > menyumbang > > > uang ke pihak Musuh. Kita tahu Exxon adalah > milik > > > keluarga Rockefeller, yahudi Amerika. Uangnya > > (dari > > > pajak dsb) mengalir ke tentara2 AS yang akhirnya > > > digunakan membantai saudara muslim kita di Iraq, > > > Afghanistan, dsb. Belum lagi untuk memblokade > dan > > > menakut2i saudara kita di Palestina dan juga > > > mendanai > > > JIL di sini. > > > > > > Jika kita kaji siroh Nabi, tidak pernah Nabi > > > menyerahkan kekayaan alam kepada musuhnya atau > > pihak > > > yang membunuh orang Islam. Bahkan Nabi mengancam > > > bakar > > > kebun kurma (kekayaan alam) orang2 Yahudi yang > > > memusuhi mereka. > > > > > > Sebesar apa pun manfaat menyetujui penyerahan > Cepu > > > ke > > > Exxon, lebih besar lagi mudharatnya dan > > bertentangan > > > dgn sunnah Nabi. > > > > > > > > > http://www.modernhistoryproject.org/mhp/ArticleDisplay.php?Article=FinalWarn08-4 > > > > > > The Yom Kippur War and the Arab Oil Embargo of > > 1973 > > > These seven companies announced their alliance > > with > > > the statement: "We have formed a very exclusive > > > club... And we are now united. We are making > > > history." > > > Remember, in 1914, Congress referred to [the > > > Rockefeller controlled] Standard Oil as "the > > > invisible > > > government." The oil companies are powerful, and > > > their > > > power was never more apparent than it was during > > the > > > manufactured "oil crisis" of 1973. > > > > > > On October 6, 1973, as synagogues in Israel > > observed > > > Yom Kippur, the Jewish Day of Atonement, Syrian > > > MiG-21's attacked a group of Israeli jets. > Egypt, > > > Syria, Jordan, and eight other Arab nations had > > > mobilized against Israel. Egypt attacked the > Sinai > > > Peninsula with 4,000 tanks, knocking out many > > > Israeli > > > tanks; while Syria attacked the Golan Heights > with > > > 1,200. New Soviet-made SAM-6 missiles plucked > > > Israeli > > > planes out of the sky with ease. > > > > > > Lihat bagaimana 7 sisters itu bersatu di bawah > > > kontrol > > > keluarga Rockefeller sebagai negara tak terlihat > > > yang > > > menguasai dunia dan menghancurkan negara2 Arab? > > > > > > From "tabir57" > > > Gagalkan Hak Angket, Anggota DPR Dituduh > Transaksi > > > Politik > > > Nurfajri Budi Nugroho - detikcom > > > > > > Jakarta - Fraksi PKS dan Fraksi PPP DPR dituding > > > telah > > > melakukan transaksi politik dengan menarik > > > dukungannya > > > terhadap usulan hak angket Blok Cepu. Isu suap > Rp > > 5 > > > miliar pun semakin kuat terdengar. > > > > > > Hasto Ditantang Beberkan Suap Rp 5 M Angket Cepu > > > Isu Suap Blok Cepu Diduga Dilakukan Anggota DPR > > > BK Siap Investigasi Suap Hak Angket Blok Cepu > > > DPR Kayak Orba Gagalkan Hak Angket Blok Cepu > > > > > > > > > http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/05/tgl/ > > > 31/time/155837/idnews/606319/idkanal/10 > > > > > > > > > http://anoca.org/rockefeller/part/standard_oil_company.html > > > Standard Oil Company > > > > > > Standard Oil was an oil refining company founded > > by > > > John D. Rockefeller and partners in 1863 . > > Borrowing > > > heavily to expand his business, he drew five big > > > refineries including the business concern of > Henry > > > Morrison Flagler into one firm, Rockefeller, > > Andrew& > > > Flagler. By 1868 he headed the world's largest > oil > > > refinery. > > > > > > On January 10 , 1870 he formed theStandard Oil > > > Company > > > of Ohio and started his strategy of buying up > the > > > competition and consolidating all > > oil-refiningunder > > > one company. By 1878 Standard Oil held about 90% > > of > > > the refining capacity in the U.S.In 1881 the > > company > > > was reorganised as the Standard Oil Trust. The > > three > > > main menof "Standard Oil" were Henry H. Rogers , > > > William Rockefeller , and, the most important, > > John > > > D. > > > Rockefeller . > > > > > > This attracted attention from antitrust > > authorities > > > in > > > the 1890s , the Ohio Attorney General filed and > > won > > > an > > > antitrust suit in 1892 and thecompany was broken > > up > > > after the United States Supreme Court declared > the > > > company to be an "unreasonable" monopoly under > the > > > Sherman Antitrust Act on May 15 , 1911 . > However, > > > the > > > owners remained in charge of the smaller > companies > > > which made up four of the Seven Sisters . > > > > > > Standard Oil was not a well-loved company. > Through > > a > > > series of dubious business practices it either > > > subdued > > > competitors orengaged in illegal transportation > > > deals > > > with the railroad companies to ensure itcould > > > undercut > > > its competitors' prices. Standard Oil, formed > well > > > before the discovery of Spindletop and a demand > > for > > > oil other than for heat and light, was well > placed > > > to > > > control the growth of the oilbusiness. It did > this > > > by > > > ensuring it owned and controlled all aspects of > > the > > > trade. > > > > > > During a massive strike by employees of the > > > Rockefeller-owned ColoradoFuel and Iron Company > , > > > what > > > was referred to as the LudlowMassacre occurred > on > > > April 20 , 1914 . Thestate militia fired on a > tent > > > city inhabited by workers and their families, > > > causing > > > numerous deaths and a public relations disaster. > > > John > > > D. Rockefeller Jr. was forced to takeaction to > > > bolster > > > his public image to avert large-scale market > > losses. > > > [1] > > > > > > Perhaps the most infamous action of Standard Oil > > was > > > its involvement with IGFarben . The two > > > organisations > > > worked together to build a plant for the > > manufacture > > > of synthetic rubber in Nazi Germany, using slave > > > labour from Auschwitz . > > > > > > The following quotation (from journalist Thomas > > > Lawson > > > 's 1905 book, Frenzied Finance) > perhapsepitomises > > > the > > > company as perceived by the public. > > > > > > "Standard Oil" has from its birth to present > > writing > > > been responsible for more hell than any other > > trust > > > or > > > financialthing since the world began. Because of > > it > > > the people have sustained incalculable losses > and > > > have > > > suffered untoldmiseries. > > > There were eight distinct groups of individuals > > and > > > corporations which made up the big "Standard > Oil": > > > > > > > > The Standard Oil, seller of oil to the people, > > which > > > was made up of many sub-corporations either by > > > actual > > > ownership or byownership of their stock or > bonds; > > > Henry H. Rogers , William Rockefeller, and John > > > D.Rockefeller,active heads, and included with > them > > > their sons; > > > A large group of active captains and first > > > lieutenants, men who conducted the affairs of > the > > > different corporations orsections of > corporations > > in > > > which some or all of the "Standard Oil" were > > > interested; > > > A large group of captains retired from active > > > service > > > in the Standard Oil army; > > > The estates of deceased members of the wonderful > > > "Standard Oil" family, which were still largely > > > controlled by some or all ofthe prominent > > "Standard > > > Oil" men; > > > "Standard Oil" banks and banking institutions, > and > > > the > > > system of national banks, trust companies, and > > > insurance companies, ofwhich "Standard Oil" had, > > by > > > ownership and otherwise, practically absolute > > > control; > > > > > > The "Standard Oil" army of followers, > capitalists, > > > and > > > workers in all parts of the world; > > > The countless hordes of politicians, statesmen, > > > lawmakers and enforcers -- political structure > -- > > > and > > > judges andlawyers. > > > > > > Successors > > > Successor companies to Standard Oil include: > > > > > > Standard Oil of Ohio - or Sohio now part of BP > > > Standard Oil of Indiana - or Stanolind , renamed > > > Amoco > > > - now part of BP > > > Standard Oil of New York - or Socony and merged > > with > > > Vacuum - renamed Mobil , now part of ExxonMobil > > > Standard Oil of New Jersey - or Esso (S.O.) - > > > renamed > > > Exxon , now part of ExxonMobil > > > Standard Oil of California - or Socal -renamed > > > Chevron, now part of ChevronTexaco > > > Atlantic and Richfield - merged to form Atlantic > > > Richfield or Arco - now part of BP - Atlantic > > > operations spun off and boughtby Sunoco > > > StandardOil of Kentucky - or Kyso was acquired > by > > > Standard Oil of California - now part of > > > ChevronTexaco > > > > > > ContinentalOil Company - or Conoco is now known > as > > > ConocoPhillips > > > Other Standard Oils: > > > > > > Standard Oil ofIowa - pre 1911 - became Standard > > Oil > > > of California > > > Standard Oil of Minnesota - pre 1911 - bought by > > > Standard Oil of Indiana > > > StandardOil of Illinois - pre 1911 - bought by > > > Standard Oil of Indiana > > > Standard Oilof Kansas - refining only, > eventually > > > bought by Indiana Standard > > > StandardOil of Missouri - pre 1911 - dissolved > > > StandardOil of Nebraska - eventually bought by > > > Indiana > > > Standard > > > Standard Oil of Louisiana - always owned by > > Standard > > > Oil of New Jersey (Esso) > > > Standard Oilof Brazil - always owned by Standard > > Oil > > > of New Jersey (now Esso) > > > Standard Oil of Colorado - a scam to cash in > onthe > > > Standard Oil brand in the 1930s > > > Standard Oil of Connecticut - A fuel oil > marketer > > in > > > Connecticut not related to the > > Rockefellercompanies > > > > > > > http://www.green-trust.org/7sisters/ch9stress.htm > > > World's 12 largest manufacturing corporations > > ranked > > > by assets in 1972 > > > Rank Company Assets($000) Sales ($000) Rank > > > 1* Exxon 21,558,257 20,309,753 2 > > > 2* Royal Dutch/Shell 20,066,802 14,060,307 4 > > > 3 General Motors 18,273,382 30,435,231 1 > > > 4* Texaco 2,032,174 8,692,991 10 > > > 5 Ford 11,634,000 20,194,400 3 > > > 6 IBM 10,792,402 9,532,593 7 > > > 7* Gulf 9,324,000 6,243,000 12 > > > 8* Mobil 9,216,713 9,166,332 8 > > > 9 Nippon Steel 8,622,916 5,364,332 17 > > > 10 ITT 8,617,897 8,556,826 11 > > > 11* BP 8,161,413 5,711,555 15 > > > 12* Socal 8,084,193 5,829,487 14 > > > > > > === > > > Dampak Pornografi: 1 di antara 3 wanita AS > > > diperkosa. Tiap tahun 2,3 juta wanita hamil di > > luar > > > nikah di Indonesia (Dr. Boyke). Berantas > > pornografi > > > dukung RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi - > > > www.nizami.org > > > > > > > __________________________________________________ > > > Do You Yahoo!? > > > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam > > > protection around > > > http://mail.yahoo.com > > > > > > > > > > > > > > > > > > Send instant messages to your online friends > > > http://uk.messenger.yahoo.com > > > > > > [Non-text portions of this message have been > > > removed] > > > > > > > > > > > > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor > > > --------------------~--> > > > Yahoo! Groups gets a make over. See the new > email > > > design. > > > > > > http://us.click.yahoo.com/mDk17A/lOaOAA/i1hLAA/TXWolB/TM > > > > > > ----------------------------------------------------------~-> > > > > > > > > > Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke > milis > > > Media Dakwah. > > > Kirim email ke: > > > [EMAIL PROTECTED] > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > > Do you Yahoo!? > > > Next-gen email? Have it all with the all-new > > > Yahoo! Mail Beta. > > > > > > === > > Dampak Pornografi: 1 di antara 3 wanita AS > > diperkosa. Tiap tahun 2,3 juta wanita hamil di > luar > > nikah di Indonesia (Dr. Boyke). Berantas > pornografi > > dukung RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi - > > www.nizami.org > > > > __________________________________________________ > > Do You Yahoo!? > > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam > > protection around > > http://mail.yahoo.com > > > > > > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor > > --------------------~--> > > Check out the new improvements in Yahoo! Groups > > email. > > > http://us.click.yahoo.com/Lik1AB/fOaOAA/i1hLAA/TXWolB/TM > > > ----------------------------------------------------------~-> > > > > > > Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis > > Media Dakwah. > > Kirim email ke: > > [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! > Small > > Business. > > === > Dampak Pornografi: 1 di antara 3 wanita AS > diperkosa. Tiap tahun 2,3 juta wanita hamil di luar > nikah di Indonesia (Dr. Boyke). Berantas pornografi > dukung RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi - > www.nizami.org > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam > protection around > http://mail.yahoo.com > > > > > > Send instant messages to your online friends > http://uk.messenger.yahoo.com === Dampak Pornografi: 1 di antara 3 wanita AS diperkosa. Tiap tahun 2,3 juta wanita hamil di luar nikah di Indonesia (Dr. Boyke). Berantas pornografi dukung RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi - www.nizami.org __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> See what's inside the new Yahoo! Groups email. http://us.click.yahoo.com/Hik1AB/bOaOAA/i1hLAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah. Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
