Wa'alaikum salam wr wb,
Yang punya akses ke ormas/parpol Islam silahkan
menyampaikan isi diskusi ini sehingga bisa memperbaiki
diri.

Mudah2an kita mendukung Yahudi karena
kebodohan/ketidak-tahuan kita. Bukan karena sengaja
membangkang perintah Allah SWT.

Wassalam

--- tuty cornaningsih <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> Assalamu'alaikum wr. wb,
>    
>   Pak Nizami, kalo boleh saya nimbrung email2 kita
> ini kalo bisa juga di cc kan ke organisasi2/partai2
> Islam yang dekat dengan pemerintahan mis: ICMI, PKS.
> biar bisa di follow-up dan tidak hanya jadi wacana
> di milis ini. 
>    
>   Mohon maaf dan jangan tersinggung ya......
>    
>   Wassalam
> 
> A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Wa'alaikum salam wr wb,
> 
> Sepertinya informasi yang antum dapatkan berasal
> dari
> kelompok yang memang menjual aset bangsa/kekayaan
> alam
> bangsa ke asing. Mereka menginformasikan bahwa
> serahkan saja kekayaan alam ke asing karena bangsa
> Indonesia tidak mampu. 
> 
> Akhirnya beginilah nasib bangsa Indonesia. Meski
> kaya
> dengan kekayaan alam tapi rakyatnya hidup miskin
> karena kekayaan alam yang menikmati orang asing.
> 
> Meski seperti kata antum kontrak 20 tahun hanya
> menghabiskan 40% kandungan minyak apa iya hanya
> segitu. Dengan perkembangan teknologi bisa lebih
> banyak lagi. Selain itu ada opsi perpanjangan
> kontrak
> selama 20 tahun lagi hingga total jadi 40 tahun.
> Kontrak dapat diperpanjang selama pemerintah korup
> dan
> aktivis Islam juga bisa disuap. Buktinya Freeport
> yang
> menguasai Papua dari tahun 1960-an tetap bertahan
> hingga sekarang (sekitar 40 tahun).
> 
> Kalau soal teknologi Pertamina sudah mampu. Jangan
> bandingkan PT Lapindo perusahaan yang baru dikenal
> dengan Pertamina yang sudah berpengalaman.
> 
> Pertamina sudah melakukan eksplorasi dan pengelolaan
> minyak di berbagai tempat, termasuk di Libya. Jadi
> berita Pertamina tidak mampu melakukan eksplorasi
> adalah dusta:
> ==
>
http://members.bumn-ri.com/pertamina/news.html?news_id=11430
> 
> Jakarta, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero)
> Mustiko Saleh bersama Chairman National Oil
> Corporation (NOC) Abdullah S. Al Badri atas nama
> Pemerintah Libya menandatangani kontrak EPSA
> (Exploration & Production Sharing Agreement IV)
> Kamis
> 8 Desember 2005 di Tripoli (ibukota Libya). 
> ==
> 
> Iran bisa mengelola minyaknya tanpa bantuan
> perusahaan2 Yahudi AS yang antum sebut.
> 
> Untuk memompa air, kita cukup membeli pompa air dan
> meminta tukang untuk memasang. Setelah menyala tidak
> perlu penjual pompa air dan tukang pompa
> mengoperasikan pompa air kita sepanjang waktu. Jika
> rusak baru panggil tukang.
> 
> Nah untuk minyak juga begitu. Jika kita tidak mampu
> kita kan bisa membeli dan meminta orang lain untuk
> memasangnya. Tidak perlu penjual/pemasang macam
> Exxon
> mengoperasikan terus selama 20 tahun sambil
> menikmati
> hasilnya. Apalagi menunjuk Exxon sebagai pimpinan di
> sana (Pertamina di bawahnya).
> 
> Indonesia sudah membeli satelit dan mengoperasikan
> sendiri. Indonesia juga sudah mengoperasikan PLTN,
> pesawat terbang, dsb. Bahkan untuk pesawat terbang
> kita mampu membuatnya sendiri. Bangsa Indonesa
> mampu!
> Apalagi mayoritas karyawan Exxon (termasuk
> insinyurnya) sebetulnya juga adalah orang2
> Indonesia.
> 
> Jadi memang ada sebagian ummat Islam yang mendukung
> Yahudi yang jelas-jelas dikutuk Allah SWT dalam Al
> Qur'an. 
> 
> "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
> mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi
> pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah
> pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa
> diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin,
> maka
> sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.
> Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada
> orang-orang yang zalim." [Al Maa-idah:51]
> 
> Wa'alaikum salam wr wb
> 
> --- cahyo nugroho <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Assalamualaikum wr.wb.
> > Akhi, kontrak selama 20 tahun, hanya akan
> > menghabiskan maksimal 40% dari kandungan minyak.
> > Sedangkan 60% sisanya, akan di recovery, misal
> > dengan cara penguapan (steam).
> > 
> > Memang benar, Pertamina menguasai 10% dari blok di
> > Indonesia, tapi dari sebagian adalah warisan dari
> > produksi jaman Belanda alias lapangan2 tua.
> > Kemudian, di Libya memang benar Pertamina
> > memenangkan tender, dan saya sangat bangga akan
> hal
> > itu. Tapi itu tidak menjamin kehebatan suatu
> > perusahaan. 
> > 
> > Misal, Lapindo Brantas memenangkan tender atas
> > suatu blok di Jawa Timur, dan karena kekurang
> > beruntungan (ato mungkin kurang sedekah, makanya
> > kena musibah? hihihi...) ato kurang mengerti
> > mengenai kondisi well nya, malah mencemari dan
> rugi
> > karena harus ganti untung penduduk sekitar. Ato
> > sebuah perusahaan asing asal Amerika (sengaja
> tidak
> > disebutkan namanya), memenangkan sebuah blok di
> > P.Madura, kemudian berjanji akan mengebor 6 sumur
> > selama 2 tahun sejak tahun 2004. Hasilnya, tidak
> ada
> > satu sumur pun yang berhasil di bor.
> > 
> > Kesimpulan, memenangkan tender suatu blok, bukan
> > akhir ato menunjukkan kehebatan suatu perusahaan.
> > Yang terpenting adalah, kemampuan dalam
> eksplorasi,
> > development dan produksi kemudian marketing.
> > 
> > Pertamina pun dalam hal teknologi, masih order ke
> > luar negeri. Begitu juga perusahaan asing. Hati
> > kecil saya lebih setuju klo Pertamina yang
> diberikan
> > hak mengelola blok Cepu, tapi saya lebih tidak
> > setuju jika harus dijajah oleh bangsa sendiri
> (misal
> > korupsi, ato menindas masyarakat setempat).
> > 
> > Untuk blok Cepu, ada miss perception. Sebenarnya,
> > Pertamina pun masih memiliki saham sebesar 50% dan
> > Exxon 50%, jadi tidak semua hasil/keuntungannya
> > dibawa pergi ke luar negeri (KPS memiliki kontrak
> > bagi hasil sebesar 85% pemerintah dan 15%
> > kontraktor). Dari para pemegang saham tersebut,
> yang
> > jadi masalah adalah Exxon yang menjadi operator.
> > Saya justru berharap, Pertamina bisa belajar
> banyak
> > dari Exxon mengenai teknologi Exxon yang sudah
> maju.
> > Sehingga, ketika kontrak sudah habis, negeri ini
> > tidak kalang kabut karena beralasan tidak
> menguasai
> > teknologi. Toh, saat ini klo Pertamina jadi
> operator
> > pun, teknologinya masih order dari luar negeri.
> Jadi
> > negeri kita kuasai dulu teknologi, perbanyak dana
> > untuk penelitian, perjuangkan anak bangsa yang
> ingin
> > membangun pabrik2 kecil untuk membuat mesin2 ato
> > teknologi baru. Sehingga, kita bisa semakin
> mandiri
> > dan tidak tergantung pada asing.
> > 
> > Kembali ke lapangan Kawengan, ada beberapa sumur
> > yang oilnya perlu di steam supaya lebih mencair
> > sehingga lebih mudah untuk di"sedot". Tapi,
> > Pertamina beralasan tidak bisa dilakukan, karena
> > mereka hanya memiliki teknologi untuk steam sampai
> > 90 derajat celcius, sedangkan yang dibutuhkan
> adalah
> > 150 derajat celcius. Setau saya, teknologi
> sekarang
> > sudah ada yang bisa sampai 200 derajat celcius.
> > Ketika saya menanyakan hal itu, hanya dijawab oleh
> > wakil direktur operasi Kawengan, "Wah gak tau yah
> > mas, dari dulu kita pakenya alat itu terus sih..."
> > 
> > Kesimpulan saya tetap:
> > 1. Revolusi total pada Pertamina, 
> > 2. Kembangkan lapangan2 baru yang memiliki
> cadangan
> > juga besar (misal selat Madura, Kalimantan Timur,
> > Sumatera Tengah) oleh Pertamina sebagai operator
> > yang "profesional, bersih, peduli dan profitable",
> 
> > 3. Tingkatkan terus teknologi dalam negeri, jalin
> > kerjasama dengan negara2 Arab/TimTeng supaya
> mereka
> > mau kasih mahasiswa kita beasiswa untuk belajar ke
> > negara mereka (karena mayoritas beasiswa dari
> > Australia, Amerika, Uni Eropa dan Jepang).
> > 
> > "Sesungguhnya binatang (makhluk) yang
> > seburuk-buruknya di sisi Allah ialah orang-orang
> > yang pekak dan bisu yang tidak menggunakan akal."
> > (QS.Al Anfal 8:22).
> > 
> > Bagaimana mungkin kita mengolah kekayaan SDA, klo
> > tidak menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi?
> Kita
> > serap teknologi dari asing dan kita
> implementasikan
> > secepatnya di negeri ini, kemudian belajar
> bagaimana
> > memproduksinya secara efektif dan efisien, juga
> > bermanfaat untuk membuka lapangan kerja baru.
> > Karena, saya sendiri tidak percaya dengan
> investasi
> > asing akan menambah perekonomian kita lebih baik.
> > Tapi, UKM lokal lah yang justru membantu
> > perekonomian kita dengan ekspor2 nya.
> > 
> > Wassalamualaikum wr.wb.
> > Mohon maaf bagi yang kurang berkenan,
> > Cahyo Nugroho
> > 
> > A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Wa'alaikum salam wr wb,
> > Seorang anggota Dewan Pakar ICMI bilang ke saya,
> > serahkan saja blok Cepu ke Exxon. Kita baru
> > menyerahkan ke Pertamina kalau korupsi sudah
> bersih
> > di
> > Pertamina.
> > 
> > Itu keliru. Sekali kita menyerahkan ke Exxon maka
> > kontrak yang berlaku adalah 20 tahun Exxon
> menyedot
> > migas Cepu. Pada saat "korupsi" bersih, migas di
> > Cepu
> > juga sudah habis.
> > 
> > 10% dari migas di Indonesia dikelola Pertamina.
> > Pertamina juga memenangkan tender migas di Libya.
> > 
> > Meski tidak korupsi, tapi gaji dan bonus komisaris
> > dan
> > direktur orang2 AS di perusahaan asing sangat
> besar.
> > Sebagai contoh di Freeport gaji dan bonus direksi
> > dan
> > komisaris rp 500 milyar lebih/tahun.
> > 
> > Itu lebih besar ketimbang kompensasi untuk orang
> > Indonesia yang hanya rp 50 milyar/tahun. Jika
> > korupsi
> > ratusan milyar, niscaya akan ketahuan dan diproses
> > seperti kasus Dicki Iskandar Dinata, Ginanjar
> > Kartasasmita, Dirut PLN Eddy Wiyono, dsb.
> > 
> > Harusnya rp 70 trilyun/tahun di Cepu dapat dipakai
> > untuk mensejahterakan rakyat Indonesia. Namun
> karena
> > diserahkan ke perusahaan Yahudi AS, akhirnya AS
> lah
> > yang makmur. Bukan kita. Tokoh kita hanya puas
> > dengan
> > uang receh rp 10-20 trilyun per tahun saja.
> > 
> > Wassalam
> > 
> > --- cahyo nugroho wrote:
> > 
> > > Assalamualaikum wr.wb.
> > > 
> > > Saudara2 seislam yang saya hormati,
> > > 
> > > Mengenai blok Cepu dan Exxon, saya pun pada
> > > awalnya sangat tidak menyukai keputusan
> pemerintah
> > > memberikan blok Cepu pada Exxon. Tetapi, setelah
> > > saya datang ke daerah Cepu, Bojonegoro, Blora
> dan
> > > sekitarnya, saya melihat kenyataan yang cukup
> > miris.
> > > 
> > > Di sebuah lapangan minyak namanya Kawengan,
> dekat
> > > dengan blok Cepu, di operatori oleh Pertamina,
> > > dengan produksi minyak 3000 barel per hari,
> > terdapat
> > > kenyataan yang menyedihkan. Apa yang
> menyedihkan?
> > > 1. Baru pertama kali saya melihat bahwa ada
> lokasi
> > > pengeboran minyak, dimana safety/keselamatan
> > sangat2
> > > kurang diperhatikan. dapat dilihat dari lokasi
> > sumur
> > > yang sangat dekat dengan perumahan penduduk dan
> > > penduduk lokal yang bekerja sebagai buruh kasar
> > > tidak menggunakan peralatan2 keselamatan.
> > > 2. Jalan menuju sumur2 tersebut sangat buruk.
> > > Aspalnya sudah banyak bolong dimana-mana.
> > > 3. Beberapa sumur sudah dikelola secara swadaya
> > > dengan KUD setempat juga penambang2 lokal, dan
> > tiap
> > > barelnya hanya dihargai 5 dolar...!!! Bandingkan
> > > dengan harga minyak per barel saat ini, berkisar
> > > antara 70-75 dolar.
> > > 4. Pertamina tidak bisa melakukan optimalisasi
> > > pada sumur2 tua. Padahal jika di optimalisasi,
> > > produksinya masih bisa didongkrak lebih dari
> 3000
> > > barel.
> > > 5. Penduduk di sekitar pengeboran, hidupnya
> sangat
> > > mengenaskan. Di bawah tanah mereka terdapat
> ribuan
> > > barel minyak, tapi rumah2 mereka masih terbuat
> > dari
> > > kayu dan masih terlihat kumuh.
> > > 
> > > Kesimpulan yang saya dapatkan adalah:
> > > 1. Pertamina memang butuh untuk di revolusi
> total,
> > > baru lah BUMN tersebut bisa bersaing dengan
> > > perusahaan minyak lainnya dan kita percaya bahwa
> > > BUMN tersebut bersih dari tikus2 korupsi.
> > > 2. Tetap tidak menyetujui Exxon yang ditunjuk
> > > sebagai operator di blok Cepu, karena Pertamina
> > > tetap membutuhkan pembelajaran untuk mengambil
> > > resiko. Tentunya hal ini setelah Pertamina di
> > > revolusi total.
> > > 3. Kita sebagai umat Islam, tidak bisa hanya
> > > mengucapkan "bangkitlah wahai umat" atau "yahudi
> > > telah menyerang atau mengambil kekayaan alam
> > > Indonesia", tapi ayo kita berdakwah dengan tidak
> > > mengesampingkan ilmu dan teknologi sebagai
> sarana
> > > beribadah kepada Allah. Bagaimana mungkin bisa
> > > memenangkan sebuah peperangan, jika umat Islam
> > masih
> > > belum bisa memproduksi senjatanya sendiri dan
> > masih
> > > impor senjata pada musuh2 Islam?
> > > 
> > > Mengapa dipisah2kan antar kewajiban beribadah
> dan
> > > berdakwah, dengan belajar, riset dan menggali
> > > teknologi. Zaman keemasan Islam, tidak hanya
> > dikenal
> > > karena akhlaknya yang mulia, tapi juga hasil2
> > > penelitiannya yang mengguncang dunia. Angka nol,
> > > Aljabar, Kedokteran, Kimia, semua pada awalnya
> > dari
> > > seorang muslim. Setau saya, satu2nya kitab suci
> > yang
> > > ada suruhan untuk membaca, hanyalah Al Quran al
> > > Karim.
> > > 
> > > Semoga kita, esok hari bisa berdakwah mengenai
> > > ritual ibadah, juga mendorong umat untuk giat
> > > melakukan belajar, penelitian/riset, menuntut
> ilmu
> > > dan membuat terobosan baru dalam teknologi.
> > > Sehingga, tidak perlu lagi bergantung pada
> > teknologi
> > > yang dibuat oleh Yahudi dan Nasrani.
> > > 
> > > Wallahualam bishowab,
> > > Mohon maaf bagi yang kurang berkenan,
> > > Cahyo Nugroho
> > > 
> > > tuty cornaningsih 
> > > wrote:
> > > Rekan2,
> > > 
> > > Jadi apa nih upaya kita??? selain minyak kita
> juga
> > > mendukung bisnis yahudi/barat. Kita belanja juga
> > ke
> > > Carrefour, Giant, memakai celana Levi's, minum
> > > Coca-cola, minum Susu Nestle dll yang nota bene
> > > kepunyaan para yahudi/barat. Siapa nih yang mau
> > > mempelopori muslim Indonesia punya produk
> sendiri?
> > > 
> > > Wassalam
> > > 
> > > A Nizami wrote:
> > > www.nizami.org
> > > Ketika Ormas Islam Mendukung Yahudi
> > > 
> > > "Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu
> jadi
> > > orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran)
> > > karena
> > > Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah
> > > sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum,
> > > mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku
> > > adillah, karena adil itu lebih dekat kepada
> takwa.
> > > Dan
> > > bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah
> Maha
> > > Mengetahui apa yang kamu kerjakan." [Al
> > Maa-idah:8]
> > > 
> > > Dengan diserahkannya blok Cepu ke Exxon, berarti
> > > kita
> > > menyerahkan kekayaan alam kita ke Yahudi.
> Kenapa?
> > > Karena Exxon adalah satu dari "The Seven
> Sisters"
> > (7
> > > perusahaan minyak yang menguasai dunia) yang
> > > didirikan
> > > oleh konglomerat Yahudi, Rockefeller. Keluarga
> > > Rockefeller memiliki Exxon-Mobil, Standard Oil,
> > > Amoco,
> > > Esso, Arco, Conoco, Socal, BP, dan Chevron
> > (asalnya
> > > dari satu perusahaan: Standard Oil kemudian
> > dipecah
> > > jadi beberapa perusahaan karena adanya UU
> > Anti-Trust
> > > di AS -
> > >
> >
>
http://anoca.org/rockefeller/part/standard_oil_company.html).
> > > 
> > > Dengan potensi minyak 300 ribu barrel per hari
> dan
> > > harga minyak US$ 70 per barrel, Indonesia bisa
> > > mendapat Rp 70 trilyun lebih per tahun hanya
> dari
> > > Cepu. Pada tahun 1972 saja, Exxon dan
> kelompoknya
> > > memiliki aset US$ 49 milyar lebih dan penjualan
> > US$
> > > 49
> > > milyar lebih.
> > > 
> > > Tapi karena pemimpin kita dan juga anggota DPR
> > > (termasuk dari partai Islam) kurang amanah,
> > akhirnya
> > > kekayaan alam yang ada diserahkan ke Yahudi.
> > > 
> > > Menyerahkan blok Cepu ke Exxon (yg bisa
> > menghasilkan
> > > rp 70 trilyun lebih per tahun) sama dengan
> > > menyumbang
> > > uang ke pihak Musuh. Kita tahu Exxon adalah
> milik
> > > keluarga Rockefeller, yahudi Amerika. Uangnya
> > (dari
> > > pajak dsb) mengalir ke tentara2 AS yang akhirnya
> > > digunakan membantai saudara muslim kita di Iraq,
> > > Afghanistan, dsb. Belum lagi untuk memblokade
> dan
> > > menakut2i saudara kita di Palestina dan juga
> > > mendanai
> > > JIL di sini.
> > > 
> > > Jika kita kaji siroh Nabi, tidak pernah Nabi
> > > menyerahkan kekayaan alam kepada musuhnya atau
> > pihak
> > > yang membunuh orang Islam. Bahkan Nabi mengancam
> > > bakar
> > > kebun kurma (kekayaan alam) orang2 Yahudi yang
> > > memusuhi mereka.
> > > 
> > > Sebesar apa pun manfaat menyetujui penyerahan
> Cepu
> > > ke
> > > Exxon, lebih besar lagi mudharatnya dan
> > bertentangan
> > > dgn sunnah Nabi.
> > > 
> > >
> >
>
http://www.modernhistoryproject.org/mhp/ArticleDisplay.php?Article=FinalWarn08-4
> > > 
> > > The Yom Kippur War and the Arab Oil Embargo of
> > 1973
> > > These seven companies announced their alliance
> > with
> > > the statement: "We have formed a very exclusive
> > > club... And we are now united. We are making
> > > history."
> > > Remember, in 1914, Congress referred to [the
> > > Rockefeller controlled] Standard Oil as "the
> > > invisible
> > > government." The oil companies are powerful, and
> > > their
> > > power was never more apparent than it was during
> > the
> > > manufactured "oil crisis" of 1973.
> > > 
> > > On October 6, 1973, as synagogues in Israel
> > observed
> > > Yom Kippur, the Jewish Day of Atonement, Syrian
> > > MiG-21's attacked a group of Israeli jets.
> Egypt,
> > > Syria, Jordan, and eight other Arab nations had
> > > mobilized against Israel. Egypt attacked the
> Sinai
> > > Peninsula with 4,000 tanks, knocking out many
> > > Israeli
> > > tanks; while Syria attacked the Golan Heights
> with
> > > 1,200. New Soviet-made SAM-6 missiles plucked
> > > Israeli
> > > planes out of the sky with ease.
> > > 
> > > Lihat bagaimana 7 sisters itu bersatu di bawah
> > > kontrol
> > > keluarga Rockefeller sebagai negara tak terlihat
> > > yang
> > > menguasai dunia dan menghancurkan negara2 Arab?
> > > 
> > > From "tabir57" 
> > > Gagalkan Hak Angket, Anggota DPR Dituduh
> Transaksi
> > > Politik
> > > Nurfajri Budi Nugroho - detikcom
> > > 
> > > Jakarta - Fraksi PKS dan Fraksi PPP DPR dituding
> > > telah
> > > melakukan transaksi politik dengan menarik
> > > dukungannya
> > > terhadap usulan hak angket Blok Cepu. Isu suap
> Rp
> > 5
> > > miliar pun semakin kuat terdengar.
> > > 
> > > Hasto Ditantang Beberkan Suap Rp 5 M Angket Cepu
> > > Isu Suap Blok Cepu Diduga Dilakukan Anggota DPR
> > > BK Siap Investigasi Suap Hak Angket Blok Cepu
> > > DPR Kayak Orba Gagalkan Hak Angket Blok Cepu
> > > 
> > >
> >
>
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/05/tgl/
> > > 31/time/155837/idnews/606319/idkanal/10
> > > 
> > >
> >
>
http://anoca.org/rockefeller/part/standard_oil_company.html
> > > Standard Oil Company
> > > 
> > > Standard Oil was an oil refining company founded
> > by
> > > John D. Rockefeller and partners in 1863 .
> > Borrowing
> > > heavily to expand his business, he drew five big
> > > refineries including the business concern of
> Henry
> > > Morrison Flagler into one firm, Rockefeller,
> > Andrew&
> > > Flagler. By 1868 he headed the world's largest
> oil
> > > refinery. 
> > > 
> > > On January 10 , 1870 he formed theStandard Oil
> > > Company
> > > of Ohio and started his strategy of buying up
> the
> > > competition and consolidating all
> > oil-refiningunder
> > > one company. By 1878 Standard Oil held about 90%
> > of
> > > the refining capacity in the U.S.In 1881 the
> > company
> > > was reorganised as the Standard Oil Trust. The
> > three
> > > main menof "Standard Oil" were Henry H. Rogers ,
> > > William Rockefeller , and, the most important,
> > John
> > > D.
> > > Rockefeller . 
> > > 
> > > This attracted attention from antitrust
> > authorities
> > > in
> > > the 1890s , the Ohio Attorney General filed and
> > won
> > > an
> > > antitrust suit in 1892 and thecompany was broken
> > up
> > > after the United States Supreme Court declared
> the
> > > company to be an "unreasonable" monopoly under
> the
> > > Sherman Antitrust Act on May 15 , 1911 .
> However,
> > > the
> > > owners remained in charge of the smaller
> companies
> > > which made up four of the Seven Sisters . 
> > > 
> > > Standard Oil was not a well-loved company.
> Through
> > a
> > > series of dubious business practices it either
> > > subdued
> > > competitors orengaged in illegal transportation
> > > deals
> > > with the railroad companies to ensure itcould
> > > undercut
> > > its competitors' prices. Standard Oil, formed
> well
> > > before the discovery of Spindletop and a demand
> > for
> > > oil other than for heat and light, was well
> placed
> > > to
> > > control the growth of the oilbusiness. It did
> this
> > > by
> > > ensuring it owned and controlled all aspects of
> > the
> > > trade. 
> > > 
> > > During a massive strike by employees of the
> > > Rockefeller-owned ColoradoFuel and Iron Company
> ,
> > > what
> > > was referred to as the LudlowMassacre occurred
> on
> > > April 20 , 1914 . Thestate militia fired on a
> tent
> > > city inhabited by workers and their families,
> > > causing
> > > numerous deaths and a public relations disaster.
> > > John
> > > D. Rockefeller Jr. was forced to takeaction to
> > > bolster
> > > his public image to avert large-scale market
> > losses.
> > > [1] 
> > > 
> > > Perhaps the most infamous action of Standard Oil
> > was
> > > its involvement with IGFarben . The two
> > > organisations
> > > worked together to build a plant for the
> > manufacture
> > > of synthetic rubber in Nazi Germany, using slave
> > > labour from Auschwitz . 
> > > 
> > > The following quotation (from journalist Thomas
> > > Lawson
> > > 's 1905 book, Frenzied Finance)
> perhapsepitomises
> > > the
> > > company as perceived by the public. 
> > > 
> > > "Standard Oil" has from its birth to present
> > writing
> > > been responsible for more hell than any other
> > trust
> > > or
> > > financialthing since the world began. Because of
> > it
> > > the people have sustained incalculable losses
> and
> > > have
> > > suffered untoldmiseries.
> > > There were eight distinct groups of individuals
> > and
> > > corporations which made up the big "Standard
> Oil":
> > 
> > > 
> > > The Standard Oil, seller of oil to the people,
> > which
> > > was made up of many sub-corporations either by
> > > actual
> > > ownership or byownership of their stock or
> bonds; 
> > > Henry H. Rogers , William Rockefeller, and John
> > > D.Rockefeller,active heads, and included with
> them
> > > their sons; 
> > > A large group of active captains and first
> > > lieutenants, men who conducted the affairs of
> the
> > > different corporations orsections of
> corporations
> > in
> > > which some or all of the "Standard Oil" were
> > > interested; 
> > > A large group of captains retired from active
> > > service
> > > in the Standard Oil army; 
> > > The estates of deceased members of the wonderful
> > > "Standard Oil" family, which were still largely
> > > controlled by some or all ofthe prominent
> > "Standard
> > > Oil" men; 
> > > "Standard Oil" banks and banking institutions,
> and
> > > the
> > > system of national banks, trust companies, and
> > > insurance companies, ofwhich "Standard Oil" had,
> > by
> > > ownership and otherwise, practically absolute
> > > control;
> > > 
> > > The "Standard Oil" army of followers,
> capitalists,
> > > and
> > > workers in all parts of the world; 
> > > The countless hordes of politicians, statesmen,
> > > lawmakers and enforcers -- political structure
> --
> > > and
> > > judges andlawyers. 
> > > 
> > > Successors
> > > Successor companies to Standard Oil include: 
> > > 
> > > Standard Oil of Ohio - or Sohio now part of BP 
> > > Standard Oil of Indiana - or Stanolind , renamed
> > > Amoco
> > > - now part of BP 
> > > Standard Oil of New York - or Socony and merged
> > with
> > > Vacuum - renamed Mobil , now part of ExxonMobil 
> > > Standard Oil of New Jersey - or Esso (S.O.) -
> > > renamed
> > > Exxon , now part of ExxonMobil 
> > > Standard Oil of California - or Socal -renamed
> > > Chevron, now part of ChevronTexaco 
> > > Atlantic and Richfield - merged to form Atlantic
> > > Richfield or Arco - now part of BP - Atlantic
> > > operations spun off and boughtby Sunoco 
> > > StandardOil of Kentucky - or Kyso was acquired
> by
> > > Standard Oil of California - now part of
> > > ChevronTexaco
> > > 
> > > ContinentalOil Company - or Conoco is now known
> as
> > > ConocoPhillips 
> > > Other Standard Oils: 
> > > 
> > > Standard Oil ofIowa - pre 1911 - became Standard
> > Oil
> > > of California 
> > > Standard Oil of Minnesota - pre 1911 - bought by
> > > Standard Oil of Indiana 
> > > StandardOil of Illinois - pre 1911 - bought by
> > > Standard Oil of Indiana 
> > > Standard Oilof Kansas - refining only,
> eventually
> > > bought by Indiana Standard 
> > > StandardOil of Missouri - pre 1911 - dissolved 
> > > StandardOil of Nebraska - eventually bought by
> > > Indiana
> > > Standard 
> > > Standard Oil of Louisiana - always owned by
> > Standard
> > > Oil of New Jersey (Esso) 
> > > Standard Oilof Brazil - always owned by Standard
> > Oil
> > > of New Jersey (now Esso) 
> > > Standard Oil of Colorado - a scam to cash in
> onthe
> > > Standard Oil brand in the 1930s 
> > > Standard Oil of Connecticut - A fuel oil
> marketer
> > in
> > > Connecticut not related to the
> > Rockefellercompanies 
> > > 
> > >
> http://www.green-trust.org/7sisters/ch9stress.htm
> > > World's 12 largest manufacturing corporations
> > ranked
> > > by assets in 1972 
> > > Rank Company Assets($000) Sales ($000) Rank
> > > 1* Exxon 21,558,257 20,309,753 2
> > > 2* Royal Dutch/Shell 20,066,802 14,060,307 4
> > > 3 General Motors 18,273,382 30,435,231 1
> > > 4* Texaco 2,032,174 8,692,991 10
> > > 5 Ford 11,634,000 20,194,400 3
> > > 6 IBM 10,792,402 9,532,593 7
> > > 7* Gulf 9,324,000 6,243,000 12
> > > 8* Mobil 9,216,713 9,166,332 8
> > > 9 Nippon Steel 8,622,916 5,364,332 17
> > > 10 ITT 8,617,897 8,556,826 11
> > > 11* BP 8,161,413 5,711,555 15
> > > 12* Socal 8,084,193 5,829,487 14
> > > 
> > > ===
> > > Dampak Pornografi: 1 di antara 3 wanita AS
> > > diperkosa. Tiap tahun 2,3 juta wanita hamil di
> > luar
> > > nikah di Indonesia (Dr. Boyke). Berantas
> > pornografi
> > > dukung RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi -
> > > www.nizami.org
> > > 
> > >
> __________________________________________________
> > > Do You Yahoo!?
> > > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam
> > > protection around 
> > > http://mail.yahoo.com 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > Send instant messages to your online friends
> > > http://uk.messenger.yahoo.com 
> > > 
> > > [Non-text portions of this message have been
> > > removed]
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor
> > > --------------------~--> 
> > > Yahoo! Groups gets a make over. See the new
> email
> > > design.
> > >
> >
>
http://us.click.yahoo.com/mDk17A/lOaOAA/i1hLAA/TXWolB/TM
> > >
> >
>
----------------------------------------------------------~->
> > > 
> > > 
> > > Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke
> milis
> > > Media Dakwah.
> > > Kirim email ke:
> > > [EMAIL PROTECTED] 
> > > Yahoo! Groups Links
> > > 
> > > 
> > > [EMAIL PROTECTED]
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > ---------------------------------
> > > Do you Yahoo!?
> > > Next-gen email? Have it all with the all-new
> > > Yahoo! Mail Beta. 
> > 
> > 
> > ===
> > Dampak Pornografi: 1 di antara 3 wanita AS
> > diperkosa. Tiap tahun 2,3 juta wanita hamil di
> luar
> > nikah di Indonesia (Dr. Boyke). Berantas
> pornografi
> > dukung RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi -
> > www.nizami.org
> > 
> > __________________________________________________
> > Do You Yahoo!?
> > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam
> > protection around 
> > http://mail.yahoo.com 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor
> > --------------------~--> 
> > Check out the new improvements in Yahoo! Groups
> > email.
> >
>
http://us.click.yahoo.com/Lik1AB/fOaOAA/i1hLAA/TXWolB/TM
> >
>
----------------------------------------------------------~->
> > 
> > 
> > Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis
> > Media Dakwah.
> > Kirim email ke:
> > [EMAIL PROTECTED] 
> > Yahoo! Groups Links
> > 
> > 
> > [EMAIL PROTECTED]
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > ---------------------------------
> > Want to be your own boss? Learn how on Yahoo!
> Small
> > Business. 
> 
> ===
> Dampak Pornografi: 1 di antara 3 wanita AS
> diperkosa. Tiap tahun 2,3 juta wanita hamil di luar
> nikah di Indonesia (Dr. Boyke). Berantas pornografi
> dukung RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi -
> www.nizami.org
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam
> protection around 
> http://mail.yahoo.com 
> 
> 
> 
>          
> 
>  Send instant messages to your online friends
> http://uk.messenger.yahoo.com 


===
Dampak Pornografi: 1 di antara 3 wanita AS diperkosa. Tiap tahun 2,3 juta 
wanita hamil di luar nikah di Indonesia (Dr. Boyke). Berantas pornografi dukung 
RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi - www.nizami.org

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/Hik1AB/bOaOAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke