Kolom: Agusti Anwar
  http://agustianwar.multiply.com/journal/item/45 
   
  Mungkinkah di abad kita ini akan muncul negara muslim yang berkemampuan 
adidaya (superpower)? 
   
  Sepanjang sejarah, peradaban global selalu diarahkan dan dipengaruhi oleh 
negara-negara yang kuat. Di era modern ini, peradaban global tidak bersifat 
parsial atau regional, melainkan mencakup dan merasuki seluruh pelosok 
masyarakat dunia tanpa terkecuali. 
   
  Agar Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam dapat dimaknai, maka dengan 
sendirinya negara-negara muslim perlu menjadi kuat, bahkan perlu menjadi 
adikuasa. Tetapi, mungkinkah muncul negara muslim yang seperti itu?
   
  Sebelum itu, mari kita telusur seluk-beluknya secara generik dan sangat 
sederhana.  Negara superpower adalah negara yang “tergolong ranking teratas 
dalam sistem internasional dan memiliki kemampuan memproyeksikan kekuatan dalam 
skala global”. Ia adalah negara yang mempunyai keunggulan dalam hal kapasitas 
ekonomi, teknologi, politik dan pertahanan keamanan. Kombinasi dari keseluruhan 
kapasitas ini yang akan menjadikan negara tersebut sangat kuat.
   
  Kekuatan militer akan membuat sebuah negara menjadi penting, karena memiliki 
kemampuan defensif dan agresif yang diperhitungkan. Akan tetapi untuk 
mendapatkan semua itu memerlukan kapasitas ekonomi yang tidak 
tanggung-tanggung. 
   
  Karena kehidupan bernegara mensyaratkan ketahanan ekonomi agar ia dapat 
berjalan baik dan didukung rakyat, maka karakter terpenting bagi eksistensi 
negara adalah kemampuannya dalam menghidupi dan mensejahterakan rakyat.
   
  Dalam era pascamodern sekarang, kemampuan ekonomi baru akan dapat 
berkesinambungan (sustainable) apabila difasilitasi oleh penguasaan teknologi. 
Tanpa teknologi, sebuah negara dapat saja menjadi kaya karena kelebihan sumber 
daya alam (natural resources), namun kekayaan demikian memiliki batas-batasnya.
   
  Negara yang kaya bahan baku tanpa dapat mengolahnya sebagai produk bernilai 
tambah (added value) semata-mata akan berperan sebagai penyedia (supplier) bagi 
pemilik teknologi. Tanpa kekayaan alam pun, pemilik teknologi dapat menjadi 
lebih kaya dengan mengolah bahan baku yang diimpor.
   
  Jika sebuah negara memiliki kapasitas yang unggul di bidang ekonomi dan 
teknologi, maka secara global pengaruh politiknya akan meningkat. Politik jelas 
merupakan arena yang memerlukan kemampuan uang agar dapat berpengaruh. Negara 
miskin yang ingin berengaruh dalam politik global hanyalah utopia.
   
  Kemampuan ekonomi dan teknologi akan mendukung kemampuan militer. Sebabnya, 
tidak lain, karena keunggulan militer memerlukan dana yang besar. Untuk tetap 
unggul dibutuhkan kemandirian teknologi persenjataan sendiri. Ketergantungan 
dengan pihak lain, apalagi secara berlebihan, tidak akan menjamin keunggulan 
militer. Pada zaman sekarang ini, kemampuan militer ditingkat puncak adalah 
dengan memiliki kemampuan nuklir. 
   
  Dari sudut pandang teori realis, ketahanan militer adalah alat penjamin agar 
pengaruh politik globalnya terjamin. Kombinasi komponen ekonomi, teknologi dan 
militer merupakan hard power yang secara otomatis menempatkan negara 
bersangkutan pada tingkatan negara besar (major power) yang berpengaruh dalam 
tatanan internasional. Apabila di antara sesama negara besar itu ia adalah yang 
teratas, maka ia merupakan negara adidaya.
   
  Mungkinkah ada negara muslim yang berstatus superpower? Jika status itu 
diperlukan dalam abad ini, maka jawabannya jelas tidak. Sebabnya, tidak lain, 
karena dari sekitar 60-an negara-negara muslim di dunia, mayoritas adalah 
negara berkembang kalau bukan negara miskin.  Banyak dari pemerintahannya pun 
terkategori korup atau otoriter, sehingga proses keluar dari lingkaran setan 
kemiskinan berlangsung sangat lambat kalau tidak gagal dan gagal lagi.
   
  Beberapa negara di Timur Tengah memang tergolong negara kaya, tetapi kekayaan 
mereka hanyalah berbasiskan sumber daya alam seperti minyak bumi dan gas. 
Faktanya, dunia sekarang ini sedang diambang habisnya persediaan minyak bumi 
itu. Tidak akan lama datangnya waktu bahwa negara-negara yang kaya minyak itu 
akan jatuh miskin, apabila sumber ekonomi alternatif tidak disiapkan jauh-jauh 
hari.
   
  Dari analisis generik yang sesederhana ini saja, peluang ke arah munculnya 
negara muslim yang kuat masih sangat jauh dari harapan. Kita yakin bahwa Islam 
adlah rahmat bagi seluruh alam. Akan tetapi, alih-alih ini dapat kita katakan 
kepada dunia global, kenyataannya umat Islam bahkan gagal mengamininya dalam 
dunia Islam sendiri. 
   
  Sebabnya, seperti sangat sering dilontarkan Mahatir Mohammad, karena lemahnya 
ukhuwah umat. Yang miskin tetap miskin; yang kaya asyik sendiri. Yang 
ditonjolkan adalah perbedaan; ikatan persaudaraan dilupakan. Itu pulalah 
sebabnya maka mengharapkan munculnya negara muslim superpower sekarang ini 
masih sekedar mimpi.
   
  Jakarta, 4 mei 2006

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/mDk17A/lOaOAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke