Dari www.syariahonline.com <http://www.syariahonline.com/> , mudah2an
bermanfaat.


 


Haruskah Umat Islam Berpolitik..??


 

Assalamualaikum pak ustadz pertanyaan saya adalah haruskah umat Islam terjun
dalam percaturan politik, mengingat saya buta dalam hal politik, tetapi
keadaan sekaranglah yang mengharuskan kita untuk berpolitik mengingat kaum
nashara sedang menggalang kekuatan untuk menegakkan agama mereka yang
terkanal dengan proyek yusuf dan kalau memang harus manakah partai yang
harus dipilih untuk menegakkan syariat Islam di Indonesia karena ISLAM
adalah agama yang damai. Terimakasih atas perhatian bapak UStadz dan mohon
segera dijawab, Wassalamualaikum Wr Wb

Ahmad
Cemara Boulevard
2004-01-29 17:12:34


Jawaban: 

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin,
wa ba`du, 

 

Islam itu agama yang lengkap dan mencakup semua aspek kehidupan. Allah SWT
tidak menjadikan urusan agama ini sebagai sebuah etika internal khusus buat
orang-orang suci yang mengucilkan diri di dalam sebuah kuil dan terputus
dengan dunia luar.  Bahkan ayat-ayat Al-Quran al-Kariem banyak sekali bicara
tentang autran hidup manusia dan syariat yang harus ditegakkannya. Dan
mustahil untuk menegakkan ajaran Islam bila tidak menguasai dunia politik.
Karena hakikat Islam itu adalah memimpin peradaban manusia, baik yang
beriman kepada Allah SWT maupun yang tidak. 

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan
mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan
mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang
sebelum mereka berkuasa. (QS. An-Nuur : 55)

Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah
diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa
yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah
agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. .(QS. As-Syura : 13)

 

Karena itu memperjuangkan Islam di dalam sebuah pemerintahan telah
difatwakan wajib oleh para ulama. Sebab bila tidak, maka pemerintahan itu
akan diisi oleh mereka yang tidak menjalankan hukum Islam, bahkan mereka
yang fasik dan kafir malah akan berkuasa dan mendominasi. 

 

Pada bulan Oktober 1993 edisi 42, Majalah Al-Furqan Kuwait mewawancarai
Syaikh Muhammad bin shalih Al-'Utsaimin, seorang ulama besar di Saudi Arabia
yang menjadi banyak rujukan umat Islam di berbagai negara. Berikut ini
adalah petikan wawancaranya seputar masalah hukum masuk ke dalam parlemen. 

 

*          Majalah Al-Furqan :. Fadhilatus Syaikh Hafizakumullah, tentang
hukm masuk ke dalam majelis niyabah (DPR) padahal negara tersebut tidak
menerapkan syariat Islam secara menyeluruh, apa komentar Anda dalam masalah
ini ? 

 

*          Syaikh Al-'Utsaimin : Kami punya jawaban sebelumnya yaitu harus
masuk dan bermusyarakah di dalam pemerintahan. Dan seseorang harus meniatkan
masuknya itu untuk melakukan ishlah (perbaikan), bukan untuk menyetujui atas
semua yang ditetapkan. Dalam hal ini bila dia mendapatkan hal yang
bertentangan dengan syariah, harus ditolak. Meskipun penolakannya itu
mungkin belum diikuti dan didukung oleh orang banyak pada pertama kali,
kedua kali, bulan pertama, kedua, ketiga, tahun pertama atau tahun kedua,
namun ke depan pasti akan memiliki pengaruh yang baik. Sedangkan membiarkan
kesempatan itu dan meninggalkan kursi itu untuk orang-orang yang jauh dari
tahkim syariah merupakan tafrit yang dahsyat. Tidak selayaknya bersikap
seperti itu. 

 

*          Majalah Al-Furqan :. Sekarang ini di Majelis Umah di Kuwait ada
Lembaga Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Ada yang mendukungnya tapi ada juga yang
menolaknya dan hingga kini masih menjadi perdebatan. Apa komentar Anda dalam
hal ini, juga peran lembaga ini. Apa taujih Anda bagi mereka yang menolak
lembaga ini dan yang mendukungnya ? 

 

*          Syaikh Al-Utsaimin : Pendapat kami adalah bermohon kepada Allah
SWT agar membantu para ikhwan kita di Kuwait kepada apa yang membuat baik
dien dan dunia mereka. Tidak diragukan lagi bahwa adanya Lembaga Amar Makmur
Nahi Munkar menjadikan simbol atas syariah dan memiliki hikmah dalam
muamalah hamba Allah SWT. Jelas bahwa lembaga ini merupakan kebaikan bagi
negeri dan rakyat. Semoga Allah SWT menyukseskannya buat ikhwan di Kuwait. 

 

Pada bulan Zul-Hijjah 1411 H bertepatan dengan bulan Mei 1996 Majalah
Al-Furqan melakukan wawancara kembali dengan Syaikh Utsaimin : 

 

*          Majalah Al-Furqan. Apa hukum masuk ke dalam parlemen ? 

 

*          Syaikh Al-'Utsaimin: Saya memandang bahwa masuk ke dalam majelis
perwakilan (DPR) itu boleh. Bila seseorang bertujuan untuk mashlahat baik
mencegah kejahatan atau memasukkan kebaikan. Sebab semakin banyak
orang-orang shalih di dalam lembaga ini, maka akan menjadi lebih dekat
kepada keselamatan dan semakin jauh dari bala'.  Sedangkan masalah sumpah
untuk menghormati undang-undang, maka hendaknya dia bersumpah unutk
menghormati undang-undang selama tidak bertentangan dengan syariat. Dan
semua amal itu tergantung pada niatnya dimana setiap orang akan mendapat
sesuai yang diniatkannya. Namun tindakan meninggalkan majelis ini buat
orang-orang bodoh, fasik dan sekuler adalah perbuatan ghalat (rancu) yang
tidak menyelesaikan masalah. Demi Allah, seandainya ada kebaikan untuk
meninggalkan majelis ini, pastilah kami akan katakan wajib menjauhinya dan
tidak memasukinya. Namun keadaannya adalah sebaliknya. Mungkin saja Allah
SWT menjadikan kebaikan yang besar di hadapan seorang anggota parlemen. Dan
dia barangkali memang benar-benar mengausai masalah, memahami kondisi
masyarakat, hasil-hasil kerjanya, bahkan mungkin dia punya kemampuan yang
baik dalam berargumentasi, berdiplomasi dan persuasi, hingga membuat anggota
parlemen lainnya tidak berkutik. Dan menghasilkan kebaikan yang banyak. 

                (lihat majalah Al-Furqan - Kuwait hal. 18-19)

 

Jadi kita memang perlu memperjuangakan Islam di segala lini termasuk di
dalam parlemen. Asal tujuannya murni untuk menegakkan Islam. Dan kami masih
punya 13 ulama lainnya yang juga meminta kita untuk berjuang menegakkan
Islam lewat parlemen. Insya Allah SWT pada kesempatan lain kami akan
menyampaikan pula. Sebab bila semua dicantumkan disini, maka pastilah akan
memenuhi ruang ini. Mungkin kami akan menerbitkannya saja sebagai sebuah
buku tersendiri bila Allah SWT menghendaki. 

 

Wallahu a`lam bishshowab. Wassalamu `alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


 


 

 



[Non-text portions of this message have been removed]






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Great things are happening at Yahoo! Groups.  See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke