Tentang Banyaknya 'kelompok'
Pertanyaan: Assalamu'alaikum wr wb salam kenal, saya adalah seorang mahasiswa baru di kota Depok. sebenarnya saya berasal dari daerah Jabotabek. langsung saja.... ini mengenai kebingungan saya di kampus dimana saya kuliah berkenaan dengan adanya 'kelompok-kelompok' Islam. Saya tidak tahu mengapa bisa ada bermacam-macam 'kelompok' ini.... agar lebih jelas mungkin dapat saya jelaskan diantaranya (yang ada di kampus saya...), yaitu; Salaf; Jamaah tabligh; Ikhwan; Hizbut tahrir; dlll saya tidak tahu pembagian-pembagian ini berdasarkan apa... apakah mahzab yang berbeda, atau aliran, atau apa...tolong dijelaskan tentang keberadaan mereka. saaya menanyakan ini karena hal ini mengganggu saya..., banyak senior-senior yang mengajak masuk/menganjurkan saya untuk gabung di 'kelompok' ini....padahal di tempat asal saya dulu tidak ada 'kelompok' yang seperti ini.... sebelumnya saya ucapkan terimakasih banyak... wassalamu'alaikum wr wb Muhammad Bayuaji Jawaban: Assalamu `alaikum Wr. Wb. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d Sebenarnya adanya sekian banyak jamaah itu bisa dilihat sebagai buah dari upaya umat Islam mengembalikan kekuatannya. Setelah lama tenggelam dalam keterpurukan dan kemunduran. Dan masing-masing meninggalkan potret cerita yang jujur tentang kondisi dimana pendirinya pernah hidup dan berinteraksi dengan lingkungannya. Sehingga bila masing-masing memiliki konsentrasi yang berbeda, kita bisa pahami bahwa permsalahan yang mereka hadapi juga berbeda. Begitu juga dengan kondisi masyarakat, zaman, wawasan dan juga realitas yang berbeda. Masing-masing tumbuh di masa dan kondisi yang juga berbeda. Yang menarik diperhatikan adalah ternyata jamaah-jamaah itu agaknya mencerminkan jamaah-jamaah dari dunia international. Karena nama-nama jamaah yang Anda sebutkan itu memang memiliki induk nun jauh disana di luar Indonesia. Ada yang di Saudi Arabia, Mesir, Jordan dan India/Pakistan. Sedangkan yang bersifat lokal, kelihatan tidak terlalu menggebu. Atau paling tidak sedikit banyak dipengaruhi oleh jamaah yang lebih besar dan luas pengaruhnya di dunia. Jamaah-jamaah itu memang bisa dibilang cukup besar dan memiliki pengikut yang lumayan tersebar di berbagai negara. Tidak terkecuali di Indonesia dan di lingkungan kampus Anda itu. Tapi sejauh mana keterkaitan dan keterikatan mereka dengan induknya, kami tidak punya data yang akurat. Yang jelas mereka sering menisbahkan diri atau dinisbatkan oleh orang lain dengan induk-induk yang besar itu, baik secara eksplisit maupun implisit. Lepas dari apa dan siapakah mereka yang ada di lingkungan kampus Anda itu, kami hanya hanya memiliki sedikit literatur tentang mereka, diantaranya kami cuplikkan untuk Anda sebagai bahan : 1. Salafiyah Dakwah salafiyah umumnya lebih punya titik tekan pada masalah pembenaran dan pelurusan aqidah. Sehingga istilah-isitlah yang berkaitan dengan tauhid, aqidah, manhaj ahlussunnah dan sejenisnya lebih sering terdengar dari kelompok ini. Selain itu mereka juga sering mengangkat masalah pemberantasan bid`ah-bid`ah yang sering terjadi di tengah masyarakat. Dalam masalah fiqhiyah umumnya mereka lebih dekat dengan mazhab Imam Ahmad bin Hanbal, selain itu Imam Ibnu Taimiyah dan muridnya, Ibnul Qayyim adalah dua tokoh yang paling sering dikutip pendapatnya. Sedangkan tokoh ulama yang paling sering mereka jadikan rujukan adalah Syeikh Muhammad ibn Abdul Wahhab, salah seorang pembaharu di hijaz. Sedangkan tokoh-tokoh ulama mereka kini antara lain adalah Syeikh Abdullah bin Baz, Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Bani, Syeikh Al-`Utsaimin dan lain-lainnya. Selain itu ada Dr. Rabi`, mantan dosen di Univ. Islam Madinah dan juga syeikh Muqbil di Yaman yang waktu itu sempat memberi fatwa kepada Ustaz Ja`far untuk mengeksekusi pezina di Ambon. Secara fiqih, umumnya pendapat mereka lumayan tegas dan saklek sebagaimana fatwa para tokoh ulama mereka di Timur Tengah. Sehingga bisa dilihat dari ciri penampilan pisik mereka yang paling kentara adalah masalah isbal, yaitu meninggikan kain / celana di atas mata kaki dan jenggot. Sedangkan aktifis wanitanya umumnya mengenakan cadar / niqab. Termasuk pengharaman gambar makhluq hidup dan photografi pada sebagian mereka. Namun sebagai sebuah organisasi yang terstruktur, nampaknya mereka tidak terlalu antusias kalau boleh dibilang tidak setuju untuk membentuk sturktur sebuah jamaah. Mereka pun umumnya menjauhi dunia politik karena dianggap tidak sesuai dengan manhaj Rasulullah SAW. 2. Jamaah Tabligh Kelompok ini bercirikan mengajak orang untuk membersihkan hati, memperbanyak amal ibadah mahdhah, meramaikan masjid, hidup sederhana dan bersahaja serta menghidupkan praktek yang mereka yakini sebagai sunnah Nabi SAW. Diantaranya makan bersama dalam satu wadah dengan tangan, memakai pakaian gaya Arab (pakistan ?), memakai parfum dan celak mata, memakai kayu `ara` untuk menggosok gigi (bersiwak) serta memperbanyak zikir dan mengajak orang untuk ibadah. Mereka tidak terlalu antusias dengan urusan politik suatu negeri, atau memberantas kemungkaran, bid`ah atau syirik. Mereka lebih senang berkonsentrasi kepada Amar Makrufnya yaitu mengajak kepada kebaikan saja. Begitu juga mereka tidak terlalu mempermasalahkan hukum-hukum fiqih dan kajian syariat Islam. Karena ada anggapan hal itu hanya akan menimbulkan perbedaan dan perselisihan antar umat Islam. Dalam acara pengajian mereka yang sering disebut dengan 'bayan' umumnya dibahas masalah keutamaan zikir, menghidupkan sunnah, hidup sederhana, meramaikan masjid, tolong menolong dan persaudaraan Islam. Mereka punya program jaulah dan khuruj yang bentuknya menginap di masjid dan berpindah dari satu masijd ke masjid lain. Mereka tidak merasa risih untuk mengetuk pintu rumah orang-orang muslim dan berziarah serta mengajak anggota keluarga untuk shalat di masjid. Meski mereka tidak kenal dengan penduduk setempat. Bahkan rute khuruj dan jaulah mereka bisa sampai ke manca negara dan berhasil mengislamkan banyak orang di negeri non muslim. Diantara buku rujukan mereka yang utama adalah 'Hayatus Shahabah' karya Al-Kandahlawi. 'Riyadhus shalihin' karya Imam An-nawawi dan lainnya. 3. Al-Ikhwan Al-Muslimun Gerakan Ihkwan sejak awal menyatakan bahwa gerakan mereka adalah gerakan yang integral dan mencakup semua bentuk aktifitas. Al-Ikhwan Al-Muslimun didirikan pertama kali di Isma'iliyyah, sebuah wilayah di Mesir oleh Al-Banna pada tahun 1928 M. Mulai dari ceramah beliau di kedai-kedai kopi hingga menjadi sebuah gerakan yang besar dan memiliki cabang di berbagai pelosok Mesir bahkan ke berbagai negara Arab lainnya. Dari segi level dan usia kematangan gerakan, Ikhwan termasuk gerakan Islam yang paling besar dan senior. Mereka memilik banyak kekuatan sumber daya manusia dari ulama, tentara, pejabat, ilmuwan, mahasiswa, pedangan, petani, nelayan dan para pemuda. Meski sempat dibubarkan namun aktifitas gerakan ini semakin hari semakin besar. Para ulama kaliber dunia semacam Yusuf Al-Qaradawi, Muhammad Al-Ghazali, Dr. Said Ramadhan Al-Buthi, Dr. Fathi Yakan, Dr. Said Hawwa, As-Sayyid Sabiq, Nasih `Ulwan dan masih banyak lagi adalah aktifis ikhwan. Buku-buku mereka dibaca hampir oleh semua generasi Islam di berbagai belahan dunia. Hampir semua jamiah (universitas) di Timur Tengah akrab dengan pengaruh ikhwan. Salah satu kelebihan gerakan ini adalah kemampuan mereka merekrut pendukung dan kepiawaian dalam membentuk sturktur yang solid. Sehingga mampu menghimpun sekian banyak potensi umat menjadi sebuah kekuatan raksasa yang ditakuti lawan dan disegani kawan. Dalam banyak literatur, mereka menerapkan sistem usroh yang berjalan secara kontiniu untuk semua anggota mereka. Secara aqidah mereka adalah bagian dari ahlussunnah wal jamaah. Sedangkan secara pemahaman fiqih, mereka tidak mewajibkan anggotanya untuk berpegang pada satu mazhab tertentu, sehingga kita mendapati mereka memiliki mazhab fiqih yang bervariasi. Secara politik, ikhwan memandang bahwa peluang untuk berdakwah bisa dilakukan dimana saja, termasuk politik. Sehingga bila kondisi memungkinkan, mereka tidak segan untuk membuat partai politik dan memperjuangkan syariat Islam melalui parlemen. Meski tujuan mereka bukan semata-mata kekuasaan. Hal itu tercermin dari peristiwa di Mesir ketika Ihkwan memberikan suara mereka kepada partai Wafd dengan syarat bila menang Wafd harus menegakkan syariat Islam. Sayangnya, Wafd ingkar janji dan oleh karena itu dukungan ikhwan kepada mereka dicabut. Saat ini gerakan ikhwan telah tersebar di hampir 70 negara arab dan non arab. 4. Hizbut Tahrir Hizbut Tahrir maknanya adalah partai pembebas, berpijak kepada keharusan mengembalikan khilafah Islamiyah. Didirikan pertama kali oleh Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani seorang tokoh kelahiran Ijzim Palestina pada tahun 1952. Hizbut Tahrir berkonsentrasi juga kepada pemikiran dan tsaqafah islamiyah serta menjadikannya landasan pembentukan pribadi muslim. Untuk itu mereka aktif melakukan nadwah (seminar), dialog, diskusi, tanya jawab dan sebagainya (lihat kitab mafahim al-asasiyah hal. 87). Hizb dalam rangka melakukan perubahan melakukan tiga langkah / tahap. Pertama, tahap pertarungan pemikiran dengan cara lontaran-lontaran tsaqafah. Kedua, tahap revolusi berpikir dengan aktifitas masyakarat melalui aktiftas tsaqafi siyasi. Tahap ketiga, tahap pengambil alihan kekuasaan melalui gerakan massa. Menurut hizb, pada tahap ketiga itu, gerakannya harus meminta bantuan kepala negara, miiter, pimpinan jamaah, ketua suku, duta besar dan sebagainya. Mereka juga mengenal semacam pentahapan 13 tahunan dalam pentahapan dakwah yang kemungkinan besar mengacu dari sirah nabawiyah. Gerakan hizbut tahrir ini juga lumayan banyak diikuti oleh para aktifis di berbagai belahan dunia termasuk eropa. Namun informasi lebih jelas dan akurat bisa Anda dapatkan pada kantor hizbut tahrir indonesia. Karena informasi ini hanya sekilas dan pastilah banyak yang harus di update lagi. Harapan Kita sebenarnya tidak usah terlau pesimis dengan banyaknya kelompok dan jamaah seperti itu. Pertama, karena adanya banyak jamaah itu tidak otomatis berarti perpecahan dan pertikaian. Karena sebenarnya masing-masing bisa tetap menjaga ukhuwah, kerjasama dan saling melengkapi kekurangan masing-masing. Dan sebaiknya para tokoh dari masing-masing jamaah itu pun tidak menciptakan fanatisme berlebihan sehingga menimbulkan fitnah atau juga tidak saling menjelekkan dan saling caci. Kedua, adanya jamaah dengan konsentrasi masing-masing itu bisa menjadi lahan untuk menajamkan visi dan profesionalitas umat. Karena masing-masing punya bidang garap dan spesialisasi yang unik. Keunikan masing-masing itu bisa dimanfaatkan untuk saling bersinergi dalam menegakkan Islam. Biar bagaimana pun semua itu adalah satu umat dan masing-masing saling bersaudara. Sehingga Allah SWT tetap akan menolong hambanya selama hambanya tetap menolong saudarnya. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab, Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Something is new at Yahoo! Groups. Check out the enhanced email design. http://us.click.yahoo.com/SISQkA/gOaOAA/yQLSAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah. Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
