Tidak mungkin orang2 kafir membiayai ummat Islam untuk menegakkan 
syariah Islam. Yang ada justru mereka ingin menghalangi orang Islam 
dari jalan Allah.

Oleh karena itulah mereka mendanai JIL dan juga ormas2 Islam yang 
pimpinannya menentang syariat Islam.

Anggota ini diban.

Al Munaafiquun 
2. Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai[1476], lalu 
mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat 
buruklah apa yang telah mereka kerjakan. 
 
An Nahl 
88. Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan 
Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan[837] 
disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan.  


--- In [email protected], alfian hidayat 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> duh....saya takutnya orang-orangyang menggembor-gemborkan syariat 
itu juga semata-mataa hanya karena adanya dana bantuan dari orang-
orang kafir tersebut dalam menyokong pendapat yang menolak perda  
syariat. jangan-jangan kalau umpannya asia foundation membiayai 
ormas yang mendukung perda, orang2ini justru malah menola perda?? 
hehe
> sekal-kali kalo pandangannya itu objektif bisa kan?? kita jangan 
pake kata2 asia foundation dong......kita pandang secara objektif, 
apakah perda syariat itu layak untuik ditegakkab\n? apakah waktu, 
biaya, tenaga, pikiran yang tercurah untuk ngurusi perda itu ga 
lebih baik dialokasikan buat mengurusi KKN, kemiskinan, dan 
problematika lain yang lebih krusial? apakah perda syariay itu 
selaras dengan ideologi konstitusi negara kita yang termaktub dalam 
UUD? apakah perda syariat sudah mendapatkan judicial review dari MA 
dan MK? apakah  kita tidak inget perseteruan yang eksis  saat  
piagam jakarta dulu  rame? apakah  pantas  nilai2  yang telah 61 thn 
diusung  dari Sutasoma  diwarnai  perda2 ini?? 
> 
> kan masih abnayk pertimbangan yang perlu kita elaborasi lebih 
dalam......:)
>  
> A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> menulis: Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda2 
tapi satu juga.
> Jadi agar bersatu tidak harus semua orang/daerah
> diseragamkan jadi sama.
> 
> Jika mayoritas penduduk satu daerah ingin peraturan
> yang sesuai dengan agama mereka, tidak bisa kita
> memaksakan mereka agar memakai aturan yang sekular.
> Itu bukannya melanggar HAM dan demokrasi? Memaksakan
> keinginan sendiri?
> 
> Itulah repotnya jika lembaga2 kafir seperti Asia
> Foundation memberi dana ke berbagai ormas Islam.
> Akibatnya pimpinan ormas Islam tersebut jadi alergi
> syariat Islam.
>  
> 
> --- M Ikhsan Modjo  wrote:
> 
> > REPUBLIKA
> > Selasa, 11 Juli 2006
> > 
> > Demi Keutuhan Bangsa
> > 
> > Ahmad Syafii Maarif
> > Ternyata apa yang dikenal dengan konsep integrasi
> > nasional masih
> > labil. Proses nation and character building sama
> > sekali jauh dari
> > selesai. Kita semua, terutama para pemimpin formal,
> > sejak proklamasi
> > telah lengah dan lalai dalam merawat dan memelihara
> > rasa kekitaan anak
> > bangsa ini karena berasumsi bahwa Indonesia adalah
> > sebuah bangsa yang
> > sudah mapan, kokoh, dan pasti tahan banting.
> > Perkiraan ini jelas
> > ahistoris, tidak berpijak atas fakta sejarah.
> > 
> > Mengapa? Alasannya sangat gamblang. Indonesia
> > sebagai bangsa, bukan
> > kumpulan suku bangsa, baru muncul awal 1920-an.
> > Sebab itu, pendapat
> > yang mengatakan bahwa Indonesia sudah muncul sejak
> > zaman Kerajaan
> > Kutai yang Hindu awal abad ke-5 atau sejak kerajaan
> > maritim Sriwijaya
> > yang Budis akhir abad ke-7, jelas mengada-ada.
> > Tetapi, bahwa bekas
> > kedua kerajaan itu kemudian menjadi bagian Indonesia
> > modern,
> > sepenuhnya didukung fakta sejarah.
> > 
> > Sebagai bangsa muda, kita harus ekstra hati-hati
> > merawat Indonesia
> > ini. Kecerobohan sentralistik selama empat dasawarsa
> > yang lalu jangan
> > diulang lagi pada masa depan, sebab risikonya adalah
> > bahwa doktrin
> > bhinneka tunggal ika bisa berantakan, dan bangsa
> > muda ini dapat
> > berkeping-keping, sesuatu yang harus dicegah.
> > Kegagalan kita dalam
> > upaya pencegahan proses disintegrasi ini pastilah
> > akan berujung dengan
> > malapetaka: musnahnya Indonesia dari peta sejarah.
> > Suatu tragedi
> > bukan, jika itu terjadi?
> > 
> > Sebab itu, pendekatan yang serba politik-legalistik
> > dalam
> > memperjuangkan suatu kehendak atau aspirasi politik
> > hendaklah
> > mempertimbangkan kondisi bangsa yang masih muda dan
> > rentan ini.
> > Keinginanan untuk memperjuangkan nilai-nilai Islam
> > dalam perda,
> > mengapa tidak diintegrasikan saja dalam perda biasa,
> > tidak dalam
> > format Perda Syariah yang dapat melemahkan
> > pilar-pilar integrasi
> > masyarakat dan bangsa, dan ini berbahaya sekali.
> > Bukankah perjuangan
> > antimaksiat pada hakikatnya adalah perjuangan semua
> > golongan? Dan itu
> > semua dapat dilakukan di bawah payung Pancasila,
> > khususnya sila
> > pertama.
> > 
> > Selain itu, perlu pula dipertimbangkan kenyataan
> > yang berlaku selama
> > ini. Berapa banyak undang-undang yang bertujuan
> > melawan maksiat tetapi
> > kandas dalam proses eksekusinya karena sebagian
> > aparat penegak hukum
> > merupakan bagian dari dunia gelap itu. Sebutlah
> > misalnya masalah
> > perjudian dan pelacuran. Sudah menjadi rahasia umum
> > di mana-mana bahwa
> > tempat-tempat maksiat itu pasti ada yang melindungi.
> > Lingkaran setan
> > semacam inilah yang harus dikaji betul secara
> > sosiologis dengan kepala
> > dingin melalui pemikiran dan pertimbangan yang
> > matang. Cara-cara
> > emosional, demo dengan teriakan 'Allahu Akbar'
> > segala, apalagi
> > ditunggangi oleh kepentingan politik jangka pendek,
> > pastilah akan
> > bermuara pada kegagalan yang melelahkan.
> > 
> > Ujungnya Perda Syariah akan menjadi bumerang. Jika
> > kenyataan ini
> > berlaku, dari sisi dakwah, sungguh merupakan
> > malapetaka. Orang akan
> > mencibir: ternyata produk yang serba syariah itu
> > tidak membuahkan
> > kenyamanan dan ketenteraman. Masalah ini jauh dari
> > sederhana. Maka,
> > otak-otak sederhana harus mau bertanya kepada ahl
> > al-dzikr (para
> > pakar) dari berbagai latar keilmuan melalui
> > pendekatan interdisiplin.
> > Tengoklah ia dari berbagai sudut pandang. Libatkan
> > para pakar yang
> > berkualitas dari UIN/IAIN di samping pakar dari
> > perguruan tinggi umum.
> > Hendaklah disadari benar bahwa proyek legalisasi
> > syariah adalah
> > sesuatu yang sangat serius. Saya tidak mau
> > menyaksikan sebuah Islam
> > yang gagal memperbaiki akhlak bangsa yang sedang
> > rapuh ini, gara-gara
> > kedunguan kita.
> > 
> > Secara umum, bukankah isi syariah yang diwarisi
> > sekarang ini sebagian
> > besar adalah hasil ijtihad abad pertengahan yang
> > pasti terikat dengan
> > ruang dan waktu? Bukankah kegagalan proyek negara
> > Islam Pakistan yang
> > sarat dengan korupsi itu adalah karena kegagalan
> > ulama konservatif
> > untuk berurusan dengan perkembangan zaman yang
> > bergulir tanpa henti?
> > Mereka mengharamkan kaum perempuan jadi pemimpin,
> > sedangkan kaum
> > lelakinya juga tidak becus mendaratkan pesan Alquran
> > berupa rahmat
> > bagi seluruh alam pada proyek negara Islam yang
> > semula didukung oleh
> > seluruh energi bangsa baru itu.
> > 
> > Dalam perspektif di atas, adalah sikap gegabah yang
> > sia-sia bila orang
> > dengan gampang menuduh orang lain sekuler jika tidak
> > mendukung gagasan
> > negara Islam, seperti yang kita alami tahun 1950-an.
> > Pengalaman
> > Indonesia menjelang dan pascaproklamasi tentang
> > masalah dasar negara
> > cukup kaya untuk kita buka kembali. Janganlah energi
> > bangsa yang sudah
> > hampir habis terkuras ini digunakan dengan
> > serampangan, semata-mata
> > karena kebahlulan kita dalam membaca masyarakat
> > Indonesia yang plural,
> > heterogen, dan rentan ini. "Maka, ambillah pelajaran
> > (secara
> > sunguh-sungguh), wahai kamu yang diberi penglihatan
> > tajam," seru
> > Alquran dalam surat al-Hasyr (59): 2.
> > 
> > 
> > -- 
> > Just remember that you are unique.
> > And so too everyone else.
> > 
> 
> 
> ===
> Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
> Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
> http://www.media-islam.or.id
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com 
> 
> 
> 
> 
> 
> Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
> Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
>  
> 
> 
> 
> 
> 
>  __________________________________________________
> Apakah Anda Yahoo!?
> Lelah menerima spam?  Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik 
terhadap spam  
> http://id.mail.yahoo.com 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>









------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke