Ada Apa denganmu Perempuanku?                   Tidakkah kau lihat langit 
begitu cerah? Tidakkah kau rasakan udara yang berhembus perlahan, sungguh segar 
dan membuat nyaman. Bukankah kau selalu jatuh cinta pada pagi yang hangat? 
Rasakan, pagi ini matahari pun mengajakmu kembali dalam pelukannya yang hangat, 
burung-burung bernyanyi riuh, seakan rindu akan senandungmu. Tapi, mengapa 
kulihat kabut dimatamu?

Duh, seandainya saja kau membutuhkan tempat untuk berbagi, mengapa tidak kau 
percayai aku? Berbagilah denganku, jangan ragu untuk berbagi duka itu, jangan 
sungkan untuk membagi nestapa itu. 

Perempuanku, aku ingin melihatmu tersenyum, aku ingin mendengarmu tertawa. Aku 
ingin melihat kau bercanda kembali seperti hari-hari lalu yang pernah 
terlewati. Tersenyumlah padaku, tertawalah bersamaku, bercandalah denganku, 
karena luka itu akan segera berlalu. 

Bukankah setiap kita tak pernah luput dari salah dan khilaf, lalu mengapa kau 
salahkan diri atas semua duka yang kini singgah dalam kehidupanmu? Tak ada 
gunanya untuk bersikap seperti itu terus menerus, berjuanglah untuk bangkit. Ia 
tahu jika kau menyesal, Ia paham kau merasa berdosa, dan kau pun tahu bahwa Ia 
Maha Pengampun. 

Percayalah, Ia sangat menyayangimu, seperti ia menyayangi yang lainnya. Jangan 
merasa diperlakukan tidak adil, jangan merasa hina, dirimu adalah pribadi yang 
mandiri yang tidak bisa disamakan dengan orang lain. Kau mungkin tidak memiliki 
kecantikan, mungkin juga tidak punya kepandaian, atau bahkan kau mungkin tidak 
berharta, bisa juga kau tidak bergelar apapun, tapi bukankah kau selalu 
berusaha untuk mencintaiNya, kau selalu belajar agar selalu dekat denganNya? 

Aku tahu kau tak pernah berhenti mengingatNya, dalam setiap napas selalu kau 
sebut namaNya. Adakah yang lebih penting dari mencintaiNya dengan 
sungguh-sungguh? Adakah yang lebih penting dari mendapatkan cintaNya? 

Karena itu perempuanku, saat hatimu terluka, atau saat hidupmu terasa sempit, 
aku tahu kau mengerti bagaimana menghadapi luka, bagaimana cara menyikapi 
kesempitan, meski saat ini kau merasa terpuruk, merasa sendiri, merasa tak ada 
yang peduli, tak ingatkah kau? Bahwa Ia selalu bersamamu. 

Ayolah perempuanku, saatnya kini untuk bangkit, untuk berjuang melawan 
kesempitan, saatnya kembali tersenyum ketika pagi tiba, saatnya kembali memulai 
hari dengan semangat. Biarkan luka itu menempa dirimu menjadi kuat, menjadi 
tegar, menjadi tangguh. 
  
--------
Penulis : Siti Julaeha



Yathie 
(hidup ini hanya sekali, maka janganlah disia-siakan. Mari kita kembali kepada 
niat yang baik InsyaAlloh akan mendapatkan yang baik pula.....Amien)

                                
---------------------------------
Want to be your own boss? Learn how on  Yahoo! Small Business. 

[Non-text portions of this message have been removed]



Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke