--- In [email protected], "suhana032003" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

hmmm..akhirnya ngaku juga..selama ini yg aku curigain. Yup!! kita 
mulai..kamu perkenalkan diri, dan aku juga akan perkenalkan diri.^_^
and kita bahas, siapa sebenarnya yg sakit jiwa?? fundamentalis or 
liberalis. step by step biar jelas ya..so umum jadi tau, siapa yg 
sakit jiwa benaran??*_^ fundis or liberalis??

--- In [email protected], "A. Yasmina" 
<aishayasmina2002@> wrote:
>
> Temans,
> Saya mengajukan pertanyaan di judul email ini karena
> sampai sekarang saya masih belum mengerti secara jelas
> apa yang dimaksud dengan fundamentalis dan liberalis
> dalam Islam. Apakah yang liberal itu tidak sholat,
> puasa, naik haji, dll dan yang fundamentalis itu
> melakukan berbagai ibadah/ritual itu? Atau ada
> penjelasan lainnya?

Hana====>>
hmm..aneh..di alinea terakhir kamu mengatakan bahwa orang yg 
berpikiran liberal jiwanya lebih sehat?? lalu..bagaimana mungkin kamu 
menyakini suatu "kebenaran" atas nama liberal, sedangkan kamu tidak 
tau, apa yg kamu yakini dan ikuti itu?? (liberal.red)

lalu menurut kamu sendiri, apa itu fundamentalis and liberalis?? 
karena menurutku..hanya orang2 bodoh dan dungu aja, yg menyakini 
sesuatu but dia nda tahu, dengan apa yg diyakini dan diikutinya itu?? 
aneh??? mengusung liberal but nda tau arti liberalis???

Aisah wrote:

> Yang jelas ada kasus di Bandung, seorang ibu berjilbab
> (pasti karena dia seorang aktivis masjid) dan cerdas
> karena lulusan ITB juga anak seorang dokter, juga
> selalu shalat malam. Ibu ini dengan tangan dingin
> membunuh 3 anaknya yang berumur 9 bulan, 4 tahun dan 6
> tahun, satu demi satu anak-anaknya ini dibekap lalu
> mayatnya dijejerkan sampai suaminya yang juga lulusan
> ITB datang. Di penjara, ibu ini juga menghabiskan
> waktu dengan membaca Al Qur&#8217;an dan selalu shalat  malam.

Hana====>>>
ini lebih aneh lagi???lalu..apa hubungannya pake jilbab, aktivis, 
cerdas, rajin ngaji, dll.dlsb.etc dengan pembunuhan???? 
lalu..bagaimana dengan kamu sendiri??yg mengaku muslim but mengusung 
liberalis yg memahami al-qur'an dan as-sunnah dgn logika secara 
bebas?? apa kamu yakin dengan kemusliman kamu???pantaskah dikatakan 
seorang muslim, bila memahami al-qur'an dan sunnah dgn kekuatan akal 
pikir??lalu..apakah kamu yakin, dengan kebersihan pikiran kamu?? 
lalu, dengan PDnya orang2 yg mengandalkan kekuatan akal pikir sebagai 
orang yg benar dan berjiwa lebih sehat?? kasian ya kamu...????? 


Aisyah wrote :
> Di tabloid Wanita Indonesia 870 saya membaca pendapat
> Prof Dr H. Jalaluddin Rakhmat tentang kasus ibu
> solehah yang pembunuh ini, katanya agama selain bisa
> sangat menyehatkan jiwa, ternyata bisa juga
> menimbulkan gangguan jiwa.  Agama akan menjadi apa,
> tergantung bagaimana cara kita memahami dan
> mengamalkannya. Jadi bukan agama yang menimbulkan
> gangguan jiwa, melainkan CARA orang beragama yang
> menimbulkan gangguan kejiwaan.  Ada cara beragama yang
> membuat hidup kita lebih tenteram, lebih bahagia,
> lebih mampu mengatasi goncangan-goncangan kehidupan,
> tapi ada juga cara beragama yang membuat kita mudah
> menderita gangguan jiwa.

Hana===>>>
kenapa harus pendapat Jalaludin Rahmat yg kamu kutip?? kenapa bukan 
pendapatnya Hartono Ahmad Jaiz yg kamu kutip??or kenapa bukan 
pendapatnya Dr.Anis Malik Toha, yg notabene saudara kandungnya Ulil 
Absar Abdalla? but bertolak belakang pemikirannya dgn saudara 
kandungnya sendiri? yg satu..otaknya liberal sedangkan yg satunya 
menentang habis2an liberalis atas nama pluralisme?? kenapa?? karena 
kamu merasa pendapat orang itu yg benar dan karena sepemikiran dengan 
kamu, hingga kamu mengamini?? kenapa bukan fatwa MUI yg kamu amini, 
yaitu yg mengharamkan Faham SEPILIS?? apakah kamu pikir..pengetahuan 
ulama di MUI, lebih dangkal ketimbang otak kamu??

Aisah wrote :

> Menurut Prof Jalal ini, cara beragama yang mendorong
> penganutnya mengalami gangguan jiwa adalah :
> 1. Agama yang membuat kita tidak lagi berfikir
> realistis, membuat kita menolak realitas, mendorong
> penganutnya menderita delusi dan halusinasi, misalnya
> agama yang mengajarkan penyelesaian permasalahan
> secara cepat, mengatasi persoalan dengan cara
> sederhana.

Hana===>>>
lalu..bagaimana dgn pendapat kamu sendiri atas komentar yg kamu kutip?
apakah kamu setuju pendapat itu?? lalu..apakah kamu merasa selama 
beragama, lalu kamu tidak bisa berpikir realistis or bagaimana??


Aisyah wrote :
> 2. Agama yang bisa menggoncangkan jiwa adalah agama
> yang mengorbankan akal sehat.  Akal sudah tidak
> dipakai lagi, penyelesaian yang cepat mengorbankan
> akal.  Biasanya guru agama datang mengajarkan agama
> itu masalah iman bukan masalah akal, padahal orang
> menggunakan akalnya untuk memahami wahyu.

Hana===>>>
hmm..gimana kalau dibalik???yaitu membuang keimanan dan menyakini 
akal?? apakah pendapat terbalik itulah yg benar..menurut kamu???atau 
yg bagaimana???

Aisyah :
> 3. Survei membuktikan bahwa agama yang menyebabkan
> gangguan mental itu adalah agamanya fundamentalis,
> yang merasa dirinya paling benar dan menganggap semua
> orang lain selain kelompoknya sebagai sesat. 
 
Hana===>>>
hmmm..bisa dicontohkan claim tsb contohnya spt apa?? pemikiran 
liberalis mengajarkan arti toleransi dalam beragama, namun 
menafikan "kebenaran eksklusif" sebuah agama. apakah bukan itu yg 
mengalami gangguan jiwa?? memaksakan nilai2 dan budaya barat 
(westernisasi)dengan berbagai cara kepenjuru timur, lalu 
mengembus2kan fitnah arabisasi kepada orang2 yg menolaknya, apakah 
itu bukan ciri orang yg sakit jiwa????

Aisah wrote :

Penelitian juga membuktikan bahwa orang yang
> berpikiran liberal, yang menerima keberagamaan agama
> yang lain, jiwanya lebih sehat.
> Nah, teman-teman tolong ya saya dicerahkan, apa itu
> fundamentalis dan liberalis? Apakah benar
> fundamentalis itu lebih rawan terkena goncangan jiwa
> karena menganggap diri dan kelompoknya paling benar
> dan menganggap yang lainnya sesat?

Hana====>>> 
bisa dijelaskan penelitian yg manakah yg kamu maksud?? penelitian 
kamu dan kelompok yg sepemikiran denganmu kah?? atau penelitian 
ilmiah berdasarkan hipotesa semua data yg dikumpulkan dari pihak yg 
berlawanan??

terbukti, kalau selama ini kamu sudah terlalu banyak bicara, but 
tidak satupun yg kamu bicarakan itu, kamu mengerti. dan kamu terbukti 
tidak mampu membedakan "kebenaran eksklusif" dari satu keyakinan 
seseorang pada agamanya dalam hal akidah dan ibadah yg tidak ada 
tawar menawar. dengan sikap inklusif yaitu sebuah kenyataan bahwa 
kita hidup berdampingan dengan beraneka ragam agama dan kita tetap 
melakukan pergaulan sosial dengan pemeluk agama lain.

hmm..kalau kamu mengclaim semua agama itu benar yaitu kebenarannya 
relatif dan tidak absolute, lalu..kenapa kamu tidak pindah agama 
secara bergiliran aja??tiap minggu or sebulan sekali?? toh..menurutmu 
dgn liberalisnya adalah semua agama sama toch??jadi..knp kamu tidak 
lakukan pergiliran itu?? atau memang sudah kamu lakukan but kita 
tidak tau aja kali ya????

sekarang aku mau tanya sama kamu?ttg pemikiran liberalis yg pernah 
aku tahu dan dilontarkan oleh mereka

1. apakah dgn mengatakan iblis menempati syurga tertinggi itu adalah 
cerminan orang yg berpikiran sehat jiwanya??

2. apakah dgn berpendapat, kalau wanita yg hanya mengenakan celana 
dalam saja, maka itu cukup dikatakan sudah menutup aurat? dan apakah 
pemikiran spt itu, bisa dikatakan sehat jiwanya?? jangankan dari kaca 
mata agama? dari segi moral, etika, kesopanan, dan adat aja sudah 
terlihat gilanya.

3. apakah dengan koar2 yg mengatas namakan toleransi, tapi dia 
sendiri tidak toleran, karena menafikan "kebenaran eksklusif" sebuah 
agama yg diyakininya, yaitu menafikan "paling benar sendiri" dalam 
satu agama, but faktanya dialah ternyata yg merasa paling benar 
sendiri, karena memaksakan kebenaran relatif untuk kita terima. 
hmm..apakah itu yg dinamakan orang yg sehat jiwanya???

4. apakah dengan memaksakan nilai2 budaya barat dengan segala cara 
untuk bisa kita terima dan menghembuskan fitnah2 arabisasi bagi yg 
menolak.. apakah itu bisa dikatakan orang yg sehat jiwanya?? satu 
sisi menghembuskan keberagaman dan mengajarkan toleransi, but sisi 
lain memaksakan keyakinan untuk bisa diterima kepada orang lain dan 
otomatis tidak toleran dgn keyakinan orang lain, yaitu mengekang 
kebebaran orang untuk berkeyakinan. apakah itu bisa dikatakan orang 
yg sehat jiwanya??

silahkan jawab semua pertanyaan itu, dan akan terus aku kejar 
jawabanmu, karena kamu yg mulai memperkenalkan dirimu dan mengclaim 
bahwa pemikiran liberal lebih sehat ketimbang yg tidak liberal dan 
kamu katakan sakit jiwa.

salamantidanbenciliberal
hana




> Salam
> Aisha
> 
> 
> 
>               
> ____________________________________________________
> Yahoo! Singapore Answers
> Real people. Real questions. Real answers. Share what you know at 
http://answers.yahoo.com.sg
>

--- End forwarded message ---






Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke